
Orangtua Nia terkejut melihat Edward yang tergesa-gesa menghampiri mereka.
" Primus" kata Edward tersenyum pada mereka yang melihatnya.
" Edward bukankah besok kita berjumpa di tempatmu" kata papi Primus, memang mereka akan bertemu beberapa hari lagi untuk membahas perceraian putrinya.
" Primus ini surat dari pengadilan maaf baru sekarang saya berikan soalnya kemaren aku ada urusan" kata Edward, memberikan surat pada papi Primus.
" Ed kenalkan ini dokter Indira Davidson dia yang akan merawat Nia nantinya" kata papi Primus.
" Saya tidak menyangka dapat bertemu seorang Indira Davidson secara langsung, seorang dokter psikolog yang terkenal dan istri dari tuan Thomas Davidson seorang pengusaha terkenal di jerman" kata Edward.
" Tuan tidak perlu merendah saya hanya seorang dokter" kata dokter Indira.
" Edward kami ingin berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, apakah permasalahan ini bisa besok kita bicarakan" kata papi Primus dia ingin mengetahui keadaan putrinya.
Mereka menjadi diam karena tak tahu harus bagaimana karena sidang keputusan putrinya akan dilaksanakan esok harinya.
" Tuan maaf jika saya menyela sepertinya itu sangat penting kita bisa bicara esok hari selesaikanlah urusan kalian terlebih dahulu, saya akan berbicara dengan dokter Ricky menengai putri anda" kata Indira.
__ADS_1
" Pi yang akan di katakan oleh dokter Indira benar mami hanya ingin proses perpisahan putri kita cepat selesai dan kita bisa fokus pada penyembuhannya" kata mami Yulia.
Papi Primus menanggukan kepalanya kemudian mengajak Edward ke restoran untuk membicaralannya, dokter Indira dan dokter Ricky juga pamit pada mami Yulia.
Sekarang tinggal mami Yulia di depan ruang rawat putrinya, mami Yulia menatap Nia dengan kesedihan terlihat putrinya diam dengan tatapan lurus.
Di ruang dokter
Dokter Ricky memberikah hasil pemeriksaan Nia pada dokter Indira untuk dipelajari.
" Dokter ternyata pasien ini mengalami depresi cukup berat dan proses penyembuhannya membutuhkan waktu yang lama" kata dokter Indira.
" Benar dok kasus ini juga pertama kali saya tanganni dia termasuk wanita yang kuat jika wanita yang lain mengalami saya tidak tahu apa yang mereka lakukan, sekarang apa yang anda lakukan do?" kata dokter Ricky.
Restoran.
" Ed apa yang harus saya bawa untuk sidang keputusan putriku" kata papi Primus.
" Cukup membawa buku nikah " kata Edward, papi Primus menanggukan kepalanya. Setelah selesai papi Primus kembali ke rumah sakit dia ingin bicara menengai putrinya.
__ADS_1
Papi Primus menemui istrinya bersama cucunya karena jam jenguk sudah habis.
" Papi, apa yang dikatakan Edward? " mami Yulia melihat suaminya masuk ke ruangan. " Ups" papi meminta mami Yulia diam karena cucunya sedang tidur.
Tok tok tok
" Masuk " kata papi Primus. " Maaf tuan tadi dokter Indira berpesan jika anda sudah kembali agar menemuinya di ruangan dokter Ricky" kata suster.
Mami Yulia dan papi Primus tersenyum tapi siapa yang akan menemani Green.
" Tuan besar nona kecil biar saya yang menjaganya" kata suster. mami Yulia menanggukan kepalanya mereka menuju ruangan dokter Ricky.
Dokter Ricky dan dokter Indira sedang menunggu mereka sambil membicarakan pengobatan yang akan di jalankan oleh Nia selama dokter Indira berada di rumah sakit.
Tok, to, tok.
" Masuk" kata dokter Ricky mereka menyambut tuan dan nyonya Ramadhan.
" Duduklah tuan dan nyonya" sahut dokter Indira mami Yulia dan papi Primus menanggukan kepalanya.
__ADS_1
" Tuan, nyonya saya sudah mendengarkan cerita dari dokter Ricky dan saya dapat menyimpulkan bahwa putri anda tak hanya depresi berat tapi kegangguan jiwanya" kata dokter Indira.
" Astagfirrah"