( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 127


__ADS_3

Mereka menuju ruang UGD dimana Nia sedang diperiksa oleh dokter mommy Indira melihat keadaan putranya yang kacau hanya memberikan ketenangan dan memeluknya.


" Nia pasti baik saja sayang dia memilikimu yang selalu bersamanya dan kita akan menemukan Green secepatnya" kata mommy Indira, Tama tak merespon matanya hanya menatap kosong ke arah pintu.


Saat mereka menunggu dokter keluar tiba ada orang berlarian.


" Tuan Roger dokter ingin bicara mengenai keadaan nyonya Yulia" kata anak buah yang sebelumnya mengantar mami Yulia ke rumah sakit.


Daddy Thomas mendengar perkataan anak buah putranya meminta papi Primus dan Riri melihat keadaan mami Yulia.


" Primus pergilah biar kami disini Yulia pasti membutuhkanmu bawalah Riri bersamamu" kata daddy Thomas.


" Ya om Riri juga khawatir pada tante pasti nanti sudah bangun tante mencari Queen" kata Riri, papi Primus menanggukkan kepalanya meminta pada daddy Thomas kalau sudah ada kabar dari dokter segera menberitahunya. Riri memegang tangan papi Primus ia tahu ini hari yang buruk bagi keluarga.


El segera ke rumah sakit ia sempat menghubungi Roger mengenai keadaan Nia, orang keamanan memberitahunya kejadian yang terekam di CCTV beruntung acaranya sudah selesai dan El meminta mereka untuk tidak memberitakannya pada media ini akan buruk bagi perusahaan.


Melihat El datang daddy Thomas memintanya ke ruang mami Yulia karena tenaganya di butuhkan di sana.

__ADS_1


" Dokter gimana keadaan istriku" kata papi Primus, saat sudah berada di ruang rawat mami Yulia.


" Untung kalian sudah datang pasien sempat sadar dan bertanya mengenai cucunya, karena ia histeris berteriak terpaksa kami memberi obat penenang dan sekarang masih belum sadar, lukanya tidak perlu dikhawatirkan hanya perlu menjaga emosinya" kata Dokter.


Papi Primus dan Riri merasa lega mendengarnya.


" Tuan besar, nona Riri maaf saya baru datang tuan Davidson meminta saya menemani kalian disini" kata El, baru datang papi Primus dan Riri menanggukkan kepalanya.


Mereka masuk ke ruang rawat mami Yulia dan melihatnya masih belum sadar.


El meminta izin ia akan menjaga di luar jika Riri membutuhkan sesuatu bisa memanggilnya.


Kembali ke UGD


Kret pintu terbuka dokter keluar mommy Indira segera bertanya keadaan menantunya ia takut sakit Nia kembali.


" Dokter gimana? " Mommy Indira.

__ADS_1


"Dokter tahu sendiri keadaan nona Nia dia tak boleh mendapatkan serangan yang sama walau ia sudah sembuh tapi sekarang keadaannya kembali depresi" kata dokter, yang dulu membantu mommy Indira merawat Nia.


Mereka mendengar keadaan Nia kembali depresi menjadi syok.


" Sialan" teriak Tama, memukul dinding sampai tangannya luka.


" Apa yang kamu lakukan Tama lihat tanganmu terluka" kata daddy Thomas, menarik tangan putranya meminta untuk duduk. Mommy Indira hanya bisa menutup mulutnya dan menangis.


" Daddy nggk dengar yang di katakannya istriku kembali depresi semua ini gara aku seharusnya aku bisa mencegahnya atau perlu akan ku habisi mereka " kata Tama, dengan dinginnya tak ada bicara lagi melihat kemarahan Tama Davidson.


" Tama hubungi Xanders kita harus menemukan putriku secepatnya " kata Tama, menghiraukan luka di tangannya.


" Baik tuan" kata Roger, menghubungi Xanders agar bersiap mencari Green.


" Tama obati dulu lukanya" kata mommy Indira, khawatir dengan putranya Tama menatap tajam ke arah mommy Indira dan menyatakan jangan mencegahnya.


Daddy meminta istrinya tenang putra mereka pasti baik saja dan membawa kembali Green ke pelukan Nia itulah yang sangat dibutuhkan Nia saat ini.

__ADS_1


__ADS_2