( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 86


__ADS_3

Kediaman keluarga Ramadhan


Nia dan keluarganya berkumpul di ruang tengah sambil menyaksikan acara kesukaan mami Yulia dan menemani Green mengerjakan tugas sekolah, bibi datang membawakan minuman untuk mereka Nia menatap kedua orangtuanya fokus dengan kegiatannya mami Yulia menonton acara kesukaannya yaitu acara memasak dan papi Primus membaca koran .


Nia menghela nafasnya secara berat ia ingin menyampaikan sesuatu pada mereka, dia merasa gugup dan gelisah apakah orangtuanya akan senang atau sebaliknya.


" Nak bicaralah jangan membuat hati dan fikiranmu gelisah " kata papi Primus, mami Yulia menatap mereka.


" Ada apa pi? " mami Yulia.


" Ini mi, putri kita dia ingin menyatakan sesuatu tapi tak bisa untuk di katakan" kata papi Primus, mami Yulia melihat Nia tersenyum dan menggarut lehernya tak gatal.


Mami Yulia memegang tangan putrinya dengan senyuman.


" Mami, papi semalam mas Tama menghubungiku katanya orangtuanya ingin bertemu dengan kalian nanti malam di restoran seafood" kata Nia, tidak berani untuk menatap orangtuanya.


Mami Yulia dan papi Primus saling memandang dan tersenyum.


"Sayang kami tidak marah, kami sebagai orangtuamu merasa terharu karena putri kami sudah menemukan kebahagianya sendiri " kata mami Yulia, terharu, Nia sedih dan memeluk mami Yulia, papi Primus mengelus punggung putrinya.


Semalam sebelum tidur Tama menghubungi Nia kalau orangtuanya ingin bertemu dengannya dan keluarga lainnya di sebuah restoran seafod.


Green baru saja menyelesaikan tugasnya dan memasukan bukunya ke dalam tas, dia melihat Nia dan kakek, neneknya saling berpelukan membuatnya heran.


" Nenek, kakek kenapa hanya mami yang dipeluk Green juga ingin dipeluk" kata Green, dengan kesalnya.


Nia tersenyum dan menghapus air matanya mami Yulia merentangkan tangannya Green melompat dan masuk ke dalam pelukan mami Yulia mereka tertawa.


Malam harinya.


Kedua belah keluarga akan bertemu di restoran seafood untuk membicarakan hubungan anak mereka.


Mommy Indira dan daddy Thomas sedang bersiap untuk perhi ke restoran menemui calon besan.

__ADS_1


" Mom cepatlah putramu itu pasti sedang gelisah saat ini menunggu kita" kata daddy Thomas.


Mommy Indira tersenyum. " Biarlah putraku itu menunggu kita sedikit " kata mommy Indira, memasang kalung di lehernya. Mommy Indira berdiri dan memegang tangan suaminya.


" Ayo kita keluar sekarang kalau tidak ansk itu pasti mengedor pintu kita" kata mommy aindira, tersenyum. Daddy Thomas memeluk pinggang istrinya dan tersenyum manis.


Mereka keluar kamar menuju ruang tamu terlihat Tama yang terlihat gelisah dan gugup berjalan mondar mandir, orangtuanya saling memandang dan tersenyum.


" Nak ayo kita berangkat sekarang nanti kita terlambat jika kamu terus mondar mandir" kata mommy Indira, tersenyum.


Tama mengusap wajahnya secara kasardan menarik nafasnya mengatur detak jantungnya.


" Tuan, nyonya mobilnya sudah siap" kata Roger. Tama menghubungi Roger untuk mengantar mereka ke restoran seafod.


" Ayo kita berangkat sekarang " kata daddy Thomas, Tama menanggukan kepalanya mengikuti langkah orangtuanya menuju mobil.


Kediaman keluarga Ramadhan


Berbeda dengan keadaan keluarga Davidson, Mami Yulia, papi Primus dan Green sudah rapi dan mereka sedang menunggu Nia yang masih bersiap di kamar.


Mami Yulia tersenyum melihat putrinya yang sudah cantik.



Mami Yulia mendekati putrinya dan menatapnya dengan senyuman bahagia.


" Kamu terlihat cantik sayang Tama pasti paling melihatnya, ayo kita turun mereka telah menunggu" kata mami Yulia, Nia menanggukan kepalanya dengan senyuman terukir di wajahnya.


Mereka turun tangga membuat papi Primus tersenyum melihat kedua wanita kesayangannya terlihat cantik, papi Primus mengajak untuk pergi sekarang karena mereka hampir terlambat.


Restoran seafod.


Roger telah memesan ruang VVIP untuk pertemuan mereka agar tidak diganggu oleh pengunjung lainnya. Para orangtua mereka saling bersalaman Green sudah duduk manis di samping Tama.

__ADS_1


Roger memanggil pelayan untuk memesan makanan, taklama pelayan datang membawa pesanan mereka.


" Tuan, nyonya Ramadhan kami mengundang kalian untuk makan malam bersama ingin membicarakan mengenai anak kita, pasti nak Nia sudah mengatakan pada kalian mengenai hubungannya bersama putra kami ini" kata daddy Thomas.


" Ya tuan Davidson putri kami telah mengatakannya tapi kami belum tahu tujuan dari kalian mengundang kami untuk makan malam bersama malam ini" kata papi Primus.


" Sebaiknya biar Tama yang mengatakannya" kata Daddy Thomas. Tama merasa deg deg an dia meminum jus dihadapannya dan menarik nafasnya.


" Om, tante saya ingin menjadikan Nia sebagai pendamping hidupku selamanya" kata Tama, merasa lega Nia hanya diam untuk minum saja tidak mampu.


Green tidak menghiraukan pembicarakan mereka dia hanya menikmati minuman dan makanannya.


" Nak Tama kami sebagai orangtua Nia sangat berterima kasih karena anda bersedia menjadikan putri kami pendamping hidupmu, nak Tama tentu sudah tahu mengenai masa lalu putri kami ini apa nak Tama tidak bermasalah nantinya kalau masa lalu itu datang kembali. Saya hanya khawatir jika masa lalu itu kembali antara kebahagiaan kalian" kata papi Primus, mami Yulia memegang tangan putrinya untuk memperkuat dirinya.


" Om tante setiap orang pasti memiliki masa lalu yang kelam dan saya tak mungkin memaksa Nia untuk melupakannya karena itu adalah bagian dari hidup Nia, tapi saya akan memberikannya kebahagian masa depan kami nantinya hingga Nia tidak mengingat masa kelam yang pernah dia lalui" kata Tama, menatap mereka satu persatu.


Orangtua Nia terharu mendengar perkataan Tama ysng begitu menghargai putrinya memiliki masa lalu yang pasti akan datang menghantui mereka suatu hari nanti, daddy Thomas, mommy Indira dan Roger tersenyum bangga karena Tama tidak memaksa Nia untuk melupakan masa lalu tapi dihadapi.


Green menatap mereka satu persatu dia turun dari tempat duduknya dan mendekati Nia yang menangis.


" Mami kenapa menangis?. Kakek marah ya sama mami" kata Green, Nia tersenyum dan menggelengkan kepalanya menghapus air matanya.


" Green sayang sini sama oma" kata mommy Indira, Green menatap Nia yang menanggukan kepalanya.


Green mendekati mommy Indira dan mommy Indira mengelus rambut Green dengan kasih sayang.


" Green mau kan kalau om Tama menikah dengan mami dan menjadi papi Green? " mami Indira.


Mereka tegang melihat Green terdiam menatap tajam pada Tama. Tama merasa takut jika Green tidak menerima dirinya, Dia lebih suka menghadapi klien dari pada seorang putri kecil menatapnya saat ini.


" Green" seru mami Yulia, menatap ke arah suaminya dengan khawatir papi Primus menenangkan istrinya. Orangtua Tama dan Roger merasa tegang membuat fikiran negatif ada di fikiran mereka.


" Green tidak suka om menjadi papi, tapi papa untuk Green" kata Green, langsung memeluk Tama.

__ADS_1


Tama yang mendapat pelukan dari Green membuatnya tersenyum dan mencium pioi putrinya itu, Nia menangis karena putrinya menerima Tama menjadi bahagian mereka.


Kedua orangtua terharu melihat Green memeluk Tama dan mereka membicarakan soal pernikahan anak mereka.


__ADS_2