( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 91


__ADS_3

Riri dan Roger sudah sampai di asrama mereka menuju penjaga untuk meminta izin masuk setelah mendapatkan izin mereka masuk dan Roger menunggu di depan, Riri membereskan semua barangnya tanpa ada yang ketinggal kemudian mereka menemui pengurus asrama untuk pamit.


Roger memasukan barang Riri ke dalam mobil sedangkan Riri pamit pada teman-temannya, Roger melajukan mobilnya menuju kediaman keluarga Ramadhan selama perjalanan tak ada suara yang terdengar Riri sibuk dengan benda kecil di tangannya sedangkan Roger fokus dengan mengendarai mobil.


Tidak terasa mereka sudah sampai di kediaman keluarga Ramadhan mami Yulia dan papi Primus dudah menunggu di ruang tamu, mereka tersenyum melihat keduanya sampai mami Yulia memanggil bibi untuk membawa barang Riri ke kamarnya.


"Terima kasih nak Roger sudah mau menemani keponakan om" kata papi Primus.


"Sama-sama om kalau begitu saya pamit dulu mau ke perusahaan" kata Roger, papi Primus meminta Riri untuk menemaninya ke pintu depan.


" Terima kasih" kata Riri, dengan datarnya, Roger menanggukan kepalanya kemudian melajukan mobil menuju perusahaan Davidson Group.


Riri pamit pada papi Primus ke kamarnya ia menginginkan istirahat setelah seharian membereskan barangnya ia merasa gerah dan lelah.


Kediaman keluarga Davidson.


Nia dan Tama bersiap ke Swiss barang bawaan mereka sudah masuk ke dalam mobil, Green memegang tangan Nia.


" Tama, apakah tidak ada barang yang ketinggal?" mommy Indira.


" Alhamdulillah mom" kata Nia, mewakili Tama untuk menjawabnya.


Kemudian dengan di antar supir mereka menuju Bandara Internasional Jerman disana sudah ada mami Yulia, papi Primus dan Riri yang menunggunya.


" Mami" kata Nia, memeluk mami Yulia. " Nak berbahagialah" kata mami Yulia, dengan lirihnya Nia tersenyum dan menanggukan kepalanya.


" Jagalah putriku sekarang dia menjadi tanggung jawabmu" kata papi Primus, menepuk punggung Tama.


" Dad tolong urus perusahaan selama aku pergi Roger akan membantumu" kata Tama, daddy Thomas menanggukan kepalanya.


" Nak sepulang dari Swiss bawalah kabar bahagia untuk kami" kata mommy Indira, dengan senyuman.Tama hanya menanggukan kepalanya Nia tersipu malu mendengarnya.


" Kak bersenanglah tante dan lainnya biar aku yang menjaga mereka jangan lupa keponakan baru untukku" kata Riri, dengan senyuman dibalas oleh Nia.


" Mami hati-hati ya jangan lupa oleh yang banyak" kata Green, Nia berjongkok dan memeluk sang putri.


" Green jangan nakal ya selalu patuh pada oma dan opa, nanti setelah sampai mami akan menghubungimu" kata Nia, kembali memeluk putrinya.

__ADS_1


Taklama terdengar panggilan untuk penumpang pesawat menuju Swiss bahwa sebentar lagi akan berangkat.


Green memeluk mami Nia begitu eratnya mommy Indira dan daddy Thomas bergantian memeluk putranya begitu pula orangtua dan Riri memeluk Nia.


Tama memegang tangan istrinya menaiki pesawat dengan kasih sayang Tama merangkul istrinya merasa sedih.


Beberapa waktu mereka telah sampai di Bandara Internasional Swiss mereka turun pesawat dengan perasaan senang.



Bandara Zurich atau dikenal juga dengan nama Bandara Kloten adalah bandara terbesar di Swiss dengan kapasitas 25 juta penumpang per tahunnya.


Bandara Zurich dibuka setelah Perang Dunia II, yakni pada tahun 1946 dan dalam satu dekade bandara diperluas seiring dengan pertumbuhan jumlah penumpang dan penerbangan. Pertumbuhan tersebut terus berlanjut hingga krisis di Swissair yang harus mengakhiri semua penerbangannya terkait kasus 11 september 2011.


Bandara Zurich terletak 15 km sebelah utara dari pusat kota Zurich, dekat dengan Desa Kloten.


Nia dan Tama turun dari pesawat tidak lupa mengambil barang, mereka menuju lobi bandara Tama menghubungi orang kepercayaannya untuk menjemput mereka di bandara.


Nia tersenyum karena mereka telah tiba di negara Swiss salah satu negara yang ingin ia kunjungi.


Swiss secara resmi bernama Konfederasi Swiss adalah negara Federal berisi 26 kanton di Eropa, Swiss adalah negara yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari pegunungan Alpen.


Hotel Villa Honegg


Yang dipilih oleh Tama untuk mereka berbulan madu. Hotel yang menghadap ke Danau Lucerne ini tawarkan pemandangan pegunungan Alpen sebagai latar belakangnya. Awalnya hotel ini adalah rumah teristimewa yang direnovasi menjadi hotel Butik mewah.


Fasilitas dan pemandangan menjadi daya tarik utamanya bagi wisatawan yang inginkan beristirahat dan dimanjakan. Salah satu layanan paling baik di hotel ini adalah kolam renang yang dipanaskan yang dinikmati sambil memandang jauh ke danau yang berada di depan mata.


Mobil yang dikendarai oleh orang kepercayaan Tama sudah sampai di Hotel Villa Honegg, mereka menemui resepsionis.


" Selamat datang ke Hotel Villa Honegg, apakah ada yang bisa saya bantu" kata resepsionis dengan sopannya.


" Kami sudah memesan kamar atas nama Tama Davidson" kata orang kepercayaan Tama.


" Tunggu sebentar tuan saya akan memeriksanya" kata resepsionis.


Resepsionis mencari nama Tama Davidson di layar laptopnya .

__ADS_1


" Benar tuan, kamar atas nama Tama Davidson berada di kamar 503 dan ini kuncinya" kata resepsionis memberikan kunci pada Tama.


Orang kepercayaan Tama pamit kembali ke perusahaan pada Tama dan Nia, pelayan hotel mengantar mereka ke kamar.


Nia masuk ke dalam kamarnya dan berdiri di dekat jendela pelayan membawa barang mereka ke dalam dan Tama memberikan tips padanya.


Tama tersenyum melihat istrinya melihat permandang sekitar hotel yang terlihat indah alam sekitarnya.


Tama mendekati Nia dan memeluknya dari belakang membuat Nia malu dan wajahnya bersemu merah.


" Apa kamu menyukainya? " Tama, merebahkan kepalanya di leher Nia. Nia menanggukan kepalanya.


Mereka menikmati permandangan luar jendela hanya saling memeluk.


" Mas" kata Nia.


" Hmm" sahut Tama, menikmati aroma wangi di tubuh Nia.


" Mas ayo kita makan dulu" kata Nia. Tama tersenyum dan melepas pelukannya.


" Aku hampir lupa kalau istriku ini sedang lapar" kata Tama, mencubit hidung Nia, Nia tersenyum dan memeluk Tama.


Tama menghubungi pihak hotel untuk mengantar makanan ke kamar, Tama tersenyum melihat Nia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Tok tok tok


" Permisi tuan ini pesanan anda" kata pelayan.


" Silahkan letak diatas meja" kata Tama mempersilahkannya masuk, kemudian pelayan pamit.


" Mas tidak membersihkan diri" kata Nia, keluar dari kamar mandi terlihat sudah segar.


Tama mendekatinya dan mencium pipi Nisa kemudian berlalu ke kamar mandi, Nia menggelengkan kepalanya dan menata piring untuk mereka.


Tidak membutuhkan waktu yang lama Tama keluar dari kamar mandi Nia menatapnya tanpa berkedip.


" Apakah suamimu terlihat tampan" kata Tama, tersenyum Nia langsung memalingkan wajahnya Karena malu.

__ADS_1


Mereka menikmati hidangan yang telah tersedia di ats meja sekali mereka saling menyuapi.Tama sudah menghubungi keluarganya kalau mereka sudah sampai di Swiss.


Tama mengajak istrinya untuk istirahat karena hari sudah larut ia tak ingin istrinya kelelahan karena esok Tama akan mengajak istrinya berkeliling.


__ADS_2