
Papi Primus berada di ruangan istrinya sedangkan Nia belum boleh di jenguk mengingat keadaannya yang belum stabil, mami Yuli sudah sadar dari pingsannya dia melihat papi Primus bersandar di sofa.
" Mas" panggil mami Yulia. Papi Primus bangun dengan senyuman dia menghampiri istrinya.
"Mami, papi senang melihatmu sudah sadar" kata papi Primus, mami yulia memegang tangan suaminya.
" mas gimana kabar Nia? " mami Yulia.Dengan terpaksa papi Primus menceritakan keadaan putri mereka.
" Astagfirullah Nia, hiks hiks, hiks" mami Yulia menangis mendengar ucapan suaminya." Sekarang apa yang harus kita lakukan papi" mami Yulia masih menangis.
" Kita lakukan apa yang disarankan oleh dokter demi putri kita, mami papi akan menghubungi orang rumah untuk membawa cucu kita dan pakaian" kata papi Primus, mami Yulia menanggukan kepalanya.
Papi Menghubungi orang di rumahnya agar membawa pakaiannya, mami Yulia dan Nia juga tidak lupa membawa cucunya tidak mungkin meninggalkan cucunya sendirian di rumah.
Papi Primus menyiapkan tambahan kamar untuk dijadikan Green cucunya istirahat dia takkan membiarkan cucunya hanya bersama pelayan, dia akan mengurus perceraian putrinya bersama pengacaranya.
__ADS_1
Tok, tok, tok,
" Masuk" kata papi Primus, dokter masuk bersama suster untuk memeriksa mami Yulia. " Dokter bagaimana keadaan istri saya? " papi Primus. " Alhamdulillah keadaan nyonya sudah stabil siang nanti boleh keluar" kata dokter.
" Terimakasih dok" sahut mereka. " Kalau begitu saya pamit dulu" sahut dokter, papi Primus dan mami Yulia menanggukan kepalanya.
" Mami apa yang kamu lakukan? " papi Primus melihat mami Yulia mencoba turun dari brankar.
" Mami ingin menemui Nia mas, mami ingin berada di sampingnya"kata mami Yulia, tapi tangan papi Primus menghentikan tangan mami yang mencoba melepas selang infusnya.
Taklama terdengar suara kecil yang membuat mereka tersenyum.
" Opa, Oma" teriak Green, masuk ke ruang rawat mami Yulia dengan cemberutnya dan memajukan bibir mungilnya.
Papi Primus tersenyum melihat tingkah cucunya. " Cucu opa yang cantik ini kenapa cemberut" kata papi Primus mencium pipi Green.
__ADS_1
" Opa jangan cium Green, Green tak suka" kata Green memajukan bibirnya semakin terlihat lucu, mami Yulia tersenyum melihatnya tapi ada kesedihan dalam hatinya.
" Leo apa yang telah kau lakukan lihat putrimu dia terlalu kecil untuk menerima hal ini" kata hati mami Yulia.
" Oma lihat Opa mencium Green padahal tadi opa meninggalkan Green sendirian di rumah, Green kan ingin menemui mami" kata Green menatap mami Yulia.
" Sayang cucu oma ayo kesini sayang" kata mami Yulia,Green mendekati mami Yulia dia menatap omanya ditangannya ada infus yang dia ketahui dipasang untuk orang sakit yang sering dia lihat di tontonannya.
Green berusaha untuk menaiki kursi yang berada di samping mami Yulia, dengan kesusahan akhirnya dia berhasil mami Yulia dan papi Primus hanya memataunya saja.
" Oma sakit ya opa maafin Green ya, pasti opa membawa oma kesini" kata Green menatap papi Primus, papi Primus mendekati cucunya dan menggendongnya.
" Opa tidak marah sayang" kata papi Primus Green memeluk papi Primus dia melihat sekitarnya tapi tak ada Nia dia kembali menatap papi Primus.
" Opa mami dimana kok tak ada disini Green ingin mami, Opa" kata Green yang mulai air matanya mengalir.
__ADS_1
" Sayang dengarkan Opa Green tahukan mami sedang sakit sekarang mami di rawat oleh dokter, nanti kita akan ke tempat mami" kata Papi Primus, Green menanggukan kepalanya kembali memeluk opanya.