
Tama Davidson menggendong Nia tak sadar diri ke ruang rawatnya Tama ranpa ada keraguan sedikit pun membawa Nia membuat Roger sahabat sekaligus asistennya tak percaya.
Seorang Tama Davidson tak pernah sekaligus menyentuh wanita kecuali seizinnya tapi sekarang dengan mudahnya dia menggendong seorang wanita.
Kret
Dokter Indira membuka pintu meminta putranya membaringkan Nia di brankar dengan pelan Tama membaringkan Nia, matanya terus menatap Nia setelah Nia membaring Tama pamit .
" Mom Tama keluar dulu" kat Tama, mommy Indira menanggukan kepalanya.
Sebelum Tama keluar Green memegang tangannya. " Om terima kasih karena menolong mami" kata Green dengan air matanya mengalir di pipinya.
Tama berjongkok supaya sama tingginya dengan Green, dia mengelus rambutnya.
" Sekarang gadis kecil jangan menangis lagi nanti maminya ikutan sedih" kata Tama, dengan tangan kecilnya dia memeluk Tama, Tama tersenyum manis sambil membelai rambutnya berbeda dengan lainnya menjadi diam.
Kemudian Tama dan Roger menuju ruang kerja dokter Indira selama perjalanan menuju ruangan dokter Indira mereka mendengar gosip.
__ADS_1
" Kalian sudah mengetahuinya belum kalau pasien dokter Indira yang dari negara seberang histeris, dia mengira putri orang lain sebagai putrinya, padahal putrinya selalu bersamanya" kata suster 1.
" Saya juga tadi tak sengaja ketika membersihkan kamarnya putrinya itu sedang marah, katanya papinya menikah lagi apa sakit pasien itu gara-gara suaminya" kata suster 2.
Roger melihat Tama tidak menyukainya membuatnya ingin menghentikannya.
" Tuan muda ingin saya melakukan sesuatu" kata Roger. " Nggk perlu ayo ke ruangan mommy" kata Tama, Roger menanggukan kepalanya tapi Tama masih mendengarnya.
Mereka tiba di ruangan dokter Indira Tama menyandarkan dirinya di sofa sambil memenjamkan matanya.
" Sepertinya putra mommy sangat penasaran dengan salah satu pasien mommy" kata dokter Indira.
" Bukan apa-apa mom aku hanya melihat ada kesedihan, kemarahan dan keputusasaan dalam mata pasien itu" kata Tama.
" Benar nak wanita itu sedang terluka disebabkan oleh kesalahan orang lain, makanya mommy sangat inginnya menolongnya dia sudah menjadi pasien mommy beberapa minggu" kata dokter Indira, Tama menanggukan kepalanya.
Ruang rawat Nia.
__ADS_1
Green tak pernah sekali pun meninggalkan ruangan Nia walau kakeknya memintanya untuk istirahat kamar sebelah.
Mami Yulia dan papi Primus hanya menyaksikan cucunya berbaring du samping Nia sambil memeluknya.
" Bibi sebaiknya pulang biar kami di sini" kata mami Yulia pada pelayannya sudah semalam menjaga Nia.
" Terima kasih tuan, nyonya kalau begitu saya pamit dulu" kata pelayan, mami Yulia dan papi Primus menanggukan kepalanya.
Di Negara lain terlihat pasang suami istri yang terlihat bahagia setelah pernikahan mereka.
" Sayang aku bahagia sekali karena kita akan berbulan madu ke jepang" kata Tika manja pada Leo.Leo tersenyum dan mencium kening istrinya.
Mereka bersiap untuk pergi bulan madu semua barang sudah di masukan ke dalam mobil, mobil melaju ke bandara.
Tak terasa mereka sudah tiba di bandara dengan bahaguanya Tika menggandeng Leo menuju ruang menunggu panggilan, setelah panggilan mereka menaiki pesawat menuju jepang.
" Nia lihat Leo sudah menjadi miliku seutuhnya kamu dan anakmu itu jangan harap bisa merampasnya dariku" kata Tika dalam hatimya, dia memenjamkan matanya sambil bersandar pada Leo.
__ADS_1