
Toko kue
Nia masuk toko kue mencari kue kesukaan keluarganya dia melihat semua kue yang di simpan dalam almari, El menunggunya diluar atas permintaan Nia.
Ketika Nia sedang memilih kue ada suara yang memanggilnya.
" Nona Nia" kata dokter Indira, mengelus punggungnya, Nia membalikan tubuhnya dan tersenyum.
" Dokter" kata Nia, memeluk dokter Indira. " Saya tak menyangka kita bertemu disini" kata dokter Indira melepas pelukannya, Nia tersenyum.
Dokter Indira juga memperkenalkan suaminya pada Nia dan mengajaknya duduk sambil mengobrol.
" Bagaimana keadaan nona sekarang? " dokter Indira, memegang tangan Nia.
" Alhamdulillah dok, dokter jangan memanggil daya dengan sebutkan nona lagi karena saya bukan pasien anda lagi, panggil saja nama" kata Nia.
" Oh baiklah jika Nia maunya begitu dan sebaliknya Nia juga begitu jangan panggil saya dokter panggil saja tante dan ini om" kata dokter Indira, Nia dan daddy Thomas saling senyuman.
Mereka saling mengobrol ringan sekali daddy Thomas ikut dalam pembicaraan mereka.
" Sekarang apa kesibukanmu, nak? " daddy Thomas. "Mengurus perusahaan papi, om" kata Nia.
__ADS_1
" Kalau om boleh tahu apa nama perusahaanmu mungkin kita pernah bekerja sama? " daddy Thomas.
" Perusahaan NG Group, om" kata Nia, membuat daddy Thomas dan mommy Indira saling memandang dan tersenyum.
Tak terasa sudah sejam mereka mengobrol kemudian mereka keluar dari toko kue menuju mobil masing-masing.
" Om, tante Nia pamit dulu" kata Nia menyalami mereka. " Nak tante sangat berharap kita dapat bertemu lagi ditambah dengan putrimu yang lucu itu" kata mommy Indira.
" Om sangat ingin mengenal putrimu itu karena tante sering membicarakannya" kata daddy Thomas, Nia menanggukan kepalanya dan tidak lupa saling menukar no HP.
Kemudian mereka menaiki mobil masing-masing dan menuju kediaman keluarga masing-masing.
Kediaman keluarga Ramadhan.
" Nenek, mami belum pulang juga" kata Green yang baru datang dari kamarnya sambil memegang bonekanya.
Mami Yulia melihat jam ternyata sudah menunjukan jam 07 malam.
" Mami pasti sibuk dengan pekerjaannya sayang, sebentar lagi pasti pulang ayo duduk bersama nenek kita akan memarahi mamimu nanti" kata Mami Yulia.
Green duduk di samping neneknya sambil memainkan bonekanya yang ada ditanda tangannya.
__ADS_1
Tin, tin, tin.
" Nenek itu pasti mami pulang, Green akan memarahi mami" kata Green, turun dari tempat duduknya keluar menuju Nia, mami Yulia dan papi Primus hanya menggelengkan kepalanya.
Nia turun dari mobil. " El kembalilah ke apartement dan bersiaplah esok kita berangkat ke Busingers" kata Nia.
" Baik nona kalau begitu saya pamit" sahut El, melajukan mobil menuju apartement.
Nia tersenyum melihat putrinya menatapnya dengan cemberut dan menghalanginya masuk.
" Sepertinya putri mami ini sedang marah" kata Nia, Green menanggukan kepalanya.
" Mami lama pulangnya padahal kami sudah menunggu sejak tadi" kata Green, memalingkan wajahnya dengan tangannya di letakan di pinggangnya.
" Baiklah sayang mami minta maaf ya, sebagai tanda maaf mami bawakan sesuatu untuk putri mami yang cantik" kata nia tersenyum dan menunjukan kue yang dia beli di toko kue.
Green melihatnya dan tersenyum langsung membawanya ke dalam, Nia hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
" Apakah cucu nenek ini sudah selesai dengan marahnya? " mami Yulia.
" Nenek, Green nggk marah kok" kata Green, membuka bungkusan kue, Green memanggil bibi untuk membawa beberapa kue untuk makan di kamarnya.
__ADS_1
Mereka hanya tersenyum melihat kelakuan Green, mami Yulia dan papi Primus memilih untuk menikmati kue.