( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 97


__ADS_3

Nia dan keluarga kecilnya mulai hidup baru setelah sholat subuh Nia di bantu oleh pelayan menyiapkan sarapan pagi untuk pagi ini, saat Nia sibuk memasak Tama bangun dari tidurnya tidak menempati istrinya di samping.


Tama menuju kamar mandi untuk membersihkan diri bersiap pergi ke kantor setelah cuti berbulan madu, Tama tersenyum melihat istrinya memasak ia memberi kode pada pelayan untuk meninggalkan mereka berdua.


Nia tidak menyadari suaminya ada di belakang sibuk membuat omelat.


" Bibi tolong ambil wadah itu" kata Nia. Tama melihat yang ditunjuk oleh Nia, Tama mengambil dan memberikannya pada Nia.


" Terima kasih bi" kata Nia, mengeringit dahinya karena sebelumnya ramai sekarang sepi.


" Bibi" Nia terkejut suaminya ada di belakang sambil tersenyum. " Mas kok di sini dan kemana bibi? " Nia terkejut tidak melihat ada orang di dapur.


Tama memeluknya. " Mas" kata Nia. " Sayang biar seperti ini sebentar saja" kata Tama, Nia membiarkan suaminya seperti ini sebentar.


" Mas duduklah aku sedang memasak Green sebentar lagi akan turun" kata Nia, menepuk punggung suaminya. Tama tersenyum duduk di meja makan.

__ADS_1


Green sudah berpakaian sekolah turun untuk sarapan pagi.


" Selamat pagi mami Papa" kata Green, Nia dan Tama tersenyum melihat Green duduk di kursinya.


" Putri papa cantik sekali pagi ini hari ini papa akan mengantarkanmu sekolah" kata Tama. " Asyik hari ini aku akan diantar oleh papa" kata Green, dengan bahagianya.


" Sayang, kamu tidak ke perusahaan hari ini?" Tama, melihat Nia tidak berpakaian rapi. Nia tersenyum.


" Setelah kalian pergi aku akan bersiap nanri jam sepuluh aku akan menemui klien" kata Nia.


" Sayang nanti di sekolah dengarkan perkataan guru" kata Nia, Green menanggukan kepalanya.


"Sayang mas berangkat dulu ingat kalau berangkat panggil supir untuk mengantarkanmu mas sudah menyediakannya untukmu" kata Tama, Nia tersenyum dan mencium tangan suaminya tidak lupa Tama mencium kening Nia.


Setelah memastikan mobil suaminya menjauh nia pun bersiap untuk ke kantor.

__ADS_1


Seberang negeri lainnya pernikahan Leo dan Tika sudah berjalan setahun tapi belum juga memiliki keturunan, tapi hubungan mereka bahagia dan baik saja.


Perusahaan sebelumnya milik keluarga Ramadhan dan sekarang menjadi milik keluarga Leo berkembang dengan baik, memang Leo adalah pengusaha yang handal dan patut tidak dapat di remehkan.


Kret pintu terbuka masuklah Tika dengan senyuman ia menatap Leo yang fokus dengan pekerjaannya, Tika mendekati Leo dan memeluknya dari belakang.


" Sayang kapan kita berangkat ke Jerman untuk pembukaan bisnis baru kita di sana? " Tika, Leo tersenyum dan memegang tangan Tika dan menciumnya.


" Seminggu lagi sayang karena aku harus membereskan pekerjaan kita di sini sebelum berangkat" kata Leo.


Tika tersenyum dan menanggukan kepalanya ia mengusap punggung Leo. " Nia lihat sekarang aku berhasil merebut milikmu baik suamimu dan perusahaan keluargamu, sekarang kami akan membuka cabang baru di jerman untuk memperluas bisnis kami sedangkan kamu tak ada kabar setelah setahun ini ku harap kita jangan bertemu lagi" bisik Tika, senyum sinis.


Mereka memang sudah setahun ini tidak tahu mengenai keadaan Nia dan lainnya setelah perpisahan Leo dan Nia, Tika selalu bersama Leo tak membiarkan Leo bertemu Green hingga setahun lamanya.


Mereka merasa bahagia karena Nia tidak menanggu lagi Leo sudah mencari sisa aset keluarga Nia yang lainnya tapi tidak di temukan, karena papi Primus dan pengacaranya sudah mengurusnya sebelum mereka pergi ke Jerman.

__ADS_1


__ADS_2