( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 99


__ADS_3

Perusahaan NG Group.


Nia dan El sedang membahas mengenai proyek baru yang akan di kerjakan oleh perusahaan, saat fokus memperlajari produk yang akan di kerjakan terdengar suara ketukan pintu.


Tok tok tok


" Masuk" kata Nia ,Leona masuk membawa berkas di tangannya.


" Maaf nona ini ada berkas yang anda tanda tangani" kata Leona, memberikan berkas pada Nia. Nia memeriksanya dan tanda tanganinya.


Melihat Leona masih berdiri membuat Nia bertanya.


" Masih ada yang ingin di sampaikan" kata Nia. " Begini nona kita mendapatkan undangan dari perusahaan Anugerah, mereka akan membuka cabang baru di sini" kata Leona, meletakan undangan di atas meja.


Nia terkejut dengan apa yang di sampaikan oleh Leona, tubuhnya kembali gemetaran dan matanya menjadi kosong. El menyadari keadaan Nia segera meminta Leona untuk menghubungi Tama.


"Nona baik saja?" El, Nia hanya diam dan tak menanggapinya. Leona juga khawatir dengan keadaan Nia ia segera menghubungi Tama.


Perusahaan Davidson Group.


Tama dan karyawan lainnya sedang mengadakan rapat keuangan suasana menjadi tegang karena Tama menatap ke arah mereka dengan tajam.


Para petinggi menjadi takut jika Tama mengetahui kalau mereka menggelapkan uang perusahaan.


Tak lama terdengar suara HP berbunyi Tama melihat panggilan dari kantor perusahaan istrinya, Tama mengangkat teleponnya.


" Halo" kata Tama. " Halo tuan saya Leona sekretaris nona Nia" kata Leona, menceritakan yang terjadi pada Nia.


Brak


Semua orang terkejut melihat amarah Tama. " Roger urus semuanya yang berani menggelapkan uang perusahaan, aku pergi dulu" kata Tama, dengan tegasnya berlarian meninggalkan ruang rapat.


Roger mengurus semua orang yang berani menggelapkan uang perusahaan, semua mata karyawan tertuju pada Tama yang terburu meninggalkan perusahaan. Tama melajukan mobil menuju perusahaan Nia dengan secepat mungkin ia sangat mengkhawatirkan istrinya.


" Semoga kamu baik saja sayang" guman Tama, menjalankan mobilnya.

__ADS_1


Tidak membutuhkan waktu yang lama Tama sudah sampai di perusahaan NG Group, dia langsung berlarian menuju ruangan Nia tidak ada yang berani menghalanginya karena karyawan tahu kalau Tama adalah suami dari bos mereka.


Brak


El dan Leona terkejut mendengar suara pintu do buka secara kasar, mereka melihat Tama di depan pintu dengan nafas yang tersengal.


" Tuan muda" seru Leona dan El, tanpa menghiraukan keduanya Tama mendekati istrinya yang sedang syok.


" Sayang" kata Tama, mengelus pipi Nia, melihat Nia diam Tama menatap El minta penjelasan.


" Tuan muda perusahaan mendapat undangan dari perusahaan Anugerah Group mereka membuka cabang baru di sini" kata El, menanggukan kepalanya ketika Tama menatapnya.


Tama menahan amarahnya saat mendengar perkataan El dia meminta mereka keluar ia akan bicara dengan Nia.


Tama tidak tega melihat keadaan istrinya ia langsung memeluknya memberikan ketenangan pada istrinya, Nia tanpa terasa mengeluarkan air matanya Tama nggk peduli dengan pakaiannya basah.


" Sayang menamgislah jika membuatmu lega" kata Tama, mengusap punggung istrinya.


" Mas hiks hiks kenapa mereka harus datang kesini untuk membuka cabang perusahaan baru, ini membuat hatiku sakit perusahaan itu adalah milik papi pemberian kakek, karena aku papi terpaksa menyerahkannya pada orang itu" kata Nia, menangis dalam pelukan suaminya.


Tama tidak sanggup keadaan istrinya terus menangis akhirnya ia berniat membawa Nia pulang, Tama menghubungi Leona.


Tok tok tok


" kamu urus pekerjaan istriku, aku akan membawanya pulang jika ada masalah jangan pernah menghubunginya, minta El untuk mengurusnya" kata Tama, ranpa menatap Leona.


" Baik tuan kebetulan pekerjaan nona sudah selesai" kata Leona, pamit meninggalkan ruangan Nia, ia tak ingin menanggu mereka.


Tama tersenyum karena Nia sudah tertidur dalam pelukannya dengan hati ia menggendong Nia, semua karyawan yang melihat kejadian ini menjadi kagum karena Tama sangat mencintai Nia.


Tama dengan hati masukan Nia di dalam mobil kemudian melajukan mobil ke kediaman mereka.


" Aku takkan membiarkan mereka melukaimu" kata Tama, menatap Nia yang masih tidur.


Tidak membutuhkan waktu yang lama Tama sudah sampai di kediaman mereka.

__ADS_1


" Selamat datang tuan nona" kata bibi, melihat Tama menggendong Nia yang sedang tertidur.


Ups Tama meminta bibi untuk diam nanti tidur Nia terganggu, Tama membawa Nia ke kamarnya. Tama ikut berbaring di samping Nia dan mereka tertidur dengan nyenyaknya.


Nia merasakan kepalanya sakit karena habis menangis ia membuka matanya terkejut ia berada di kamarnya, Nia membalikan tubuhnya tersenyum melihat suaminya tidur di sampingnya.


" Aku tidak boleh takut mungkin sudah saatnya ku hadapi mereka, karena ada kamu yang selalu melindungi kami aku takkan merasa takut" kata Nia, menuju kamar mandi tanpa Nia sadari Tama tersenyum.


Nia keluar dari kamar mandi terlihat Tama masih tidur dengan nyenyaknya, Nia keluar dan menyiapkan makan malam.


" Nona" kata bibi, Nia tersenyum. " Bibi lanjutkan saja pekerjaannya saya akan masak untuk makan malam" kata Nia.


" Baik nona" sahut bibi, pamit kembali melanjutkan pekerjaannya, Nia sibuk memasak makan malam untuk keluarga kecilnya.


" Bibi tolong letakan ini di meja makan saya akan membangunkan mereka" kata Nia. Bibi menanggukan kepalanya.


Pertama Nia ke kamar Green Nia tersenyum melihat putrinya baru keluar dari kamar mandi.


" Mami" kata Green, dengan senyuman. " Uh putri mami sudah wangi nanti keluar untuk makan malam mami akan membangunkan papa dulu" kata Nia, mencium kening putrinya Green tersenyum dan menanggukan kepalanya.


Nia masuk ke kamarnya dan menggelengkan kepalanya terlihat Tama masih tidur, Nia duduk di samping suaminya mengelus rambut Tama dengan senyuman.


Tama bangun tidur dan senyum melihat istrinya yang sudah tak sedih lagi.


" Mas ayo bangun Green sudah menunggu kita di ruang makan" kata Nia, Tama menanggukan kepalanya bangun menuju ruang makan.


Green tersenyum melihat orangtuanya datang ke ruang makan Tama mencium kening anak sambungnya, Nia menyiapkan makanan untuk mereka. Mereka makan dengan tenang tak ada suara yang terdengar yang terdengar hanya suara sendok.


Selesai makan Nia mengajak suaminya masuk ke kamar ia ingin mengatakan sesuatu Green ditemani oleh bibi mengerjakan tugasnya.


" Mas Nia akan menghadiri undangan itu " kata Nia, menatap suaminya.


" Sayang kamu yakin mas tak ingin nanti kamu tersakiti sayang" kata Tama, memegang tangan Nia.


Nia menghela nafasnya dan menanggukan kepalanya Nia yakin mas akan menghadapi semuanya" kata Nia, dengan yakin.

__ADS_1


Tama tersenyum dan mencium pipi istrinya Nia bersemu merah, Mereka menghabiskan malam bersama dengan keindahan.


Papi Primus yang mendapat kabar dari El juga mengkhawatirkan putrinya tapi dia percaya Tama pasti bisa melindungi putri dan cucunya, mami Yulia juga menjadi mengkhawatirkan mereka tapi papi Primus meyakinkan istrinya.


__ADS_2