
"Hana~"
Wanita cantik itu menoleh. Rambut coklat pendeknya tampak sangat cocok dengan make up tebalnya.
Ternyata rambut pendek tidak terlalu buruk untuknya. Mewarnainya dengan warna coklat juga lumayan bagus.
Dia tersenyum tipis sembari menyiah rambutnya ke atas. Kemudian menghampiri sosok pria di belakang sana yang tadi memanggilnya.
"Kakak.." dia memeluk pria itu.
"Habis dari mana kau?" tanyanya seraya mengecup ubun-ubun adik perempuannya itu.
Dia Helio Xu, adik dari Hayden Xu. Dan wanita itu tidak lain adalah..
"Dari makam tawanan kakak," jawabnya sembari melepas pelukannya.
Helio mengerutkan keningnya. Kemudian raut wajahnya mulai berubah. Dia marah. Hana yang menyadari hal itu langsung menggenggam tangan Helio.
"Aku tidak apa-apa, Kak. Aku hanya ingin berterimakasih padanya. Bagaimana pun juga jasad nya sudah menyelamatkan ku. Coba kakak bayangkan jika saat itu dia tidak ada, mau kakak ganti dengan apa tubuhku?" ujarnya sambil tertawa ringan.
"Kau lupa jika kakakmu ini seorang gangster? Aku bisa mengambil tubuh siapa saja.."
"Tak terkecuali nyawa pria itu juga!" emosinya mulai kembali.
"Jika saja saat itu kau tidak melarang ku, pria itu pasti sudah mati mengenaskan di tangan ku!" lanjutnya.
Plak!
"Aw~ kakak!" teriak Helio sambil mengusap kepalanya.
"Apa yang baru saja kau katakan itu? Jangan mengatakan sesuatu yang seram di depan adik kecil kita! kau akan menakutinya!" ujar Hayden sambil mengapit kepala Helio.
__ADS_1
Mereka berdua berjalan di depan Hana. Hana tertawa melihat pertikaian kecil kedua kakaknya itu. Namun dalam seketika tawa itu hilang. Wajahnya menjadi murung.
Ingatan pedihnya mulai kembali. Dia menyentuh luka lama di keningnya. Kemudian tersenyum pahit. Dia kira setelah setahun berlalu dia sudah bisa melupakannya. Ternyata tidak.
Apalagi hari ini setelah sekian lama dia kembali bertemu dengannya. Rupanya yang terlihat sangat kacau dan badan yang terlihat jelas sangat kurus itu.. dia merasa iba.
'Apa karena ku? atau karena wanita itu?' batinnya.
"Hana! cepat kemari! Aku membawa berita bagus dari kakek.." panggil Hayden.
"Iya, Kak~" sahut Hana yang langsung berlari kecil ke arah Hayden.
"Malam ini ada acara peresmian gedung baru yang ada di Jalan Jasmine.."
Hana tidak terlalu kaget dengan hal itu, karena sebelumnya dia sudah mendengarnya jika gedung besar yang ada di depan perusahaan Sean itu adalah milik Keluarga Xu.
"Hanya itu kabar baiknya?" tanya Hana sambil mengangkat sebelah alisnya dengan tangan yang dilipat di dada.
"Yelena telah lama mati. Saat ini yang ada hanya Hana Xu. Jadi kakak jangan mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin kembali. Kelembutan adalah pantangan dari Hana Xu!"
"Tidak. Mungkin ada sedikit pengecualian untuk orang-orang yang telah tulus terhadap ku.." lanjutnya.
"Benar-benar adikku!" ujar Helio sambil merangkul pundak Hana.
Hayden hanya bisa tersenyum tipis menanggapi ucapan adik perempuannya itu. Itu bukan sebuah dosa jika dia merubah sikapnya atas apa yang telah terjadi padanya. Dia hanya tidak ingin mengulang kebodohan yang sama.
"Dan lagi.." lanjut Hayden membuat Hana mengerutkan keningnya kesal.
"Kau harus dan wajib datang. Sebenarnya acara itu lebih khusus di persembahkan buat mu. Kakek akan mengenalkan cucu perempuannya kepada seluruh dunia. Juga pemimpin baru perusahaan itu."
"Kenapa aku? bukannya kakak yang seharusnya menempati posisi itu?" protesnya.
__ADS_1
"Lalu siapa yang akan mengurus perusahaan kita yang di luar negeri? Kau ingin membelah tubuh kakak mu ini menjadi dua?"
"Jika bisa.." gumam Hana.
"Apa katamu? Anak ini benar-benar telah kehilangan hati nuraninya.." gerutu Hayden.
"Bagaimana jika aku gagal menjadi pemimpin?" tanya Hana.
"Apanya yang gagal? kau lupa siapa yang menjalankan perusahaan ku setahun terakhir ini?" Hayden menggunakan nada kesal yang di buat-buat.
Hana meringis sambil menggaruk rambutnya yang tak gatal. Kemudian mendekat ke arah Helio yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya. Dia merangkul lengan kakaknya itu.
"Kak~" panggilnya dengan manja.
"Jangan berharap banyak dari ku. Kakek akan mengurungku jika aku menuruti mu.." ujar Helio.
"Ahh~" rengek Hana.
"Memang kakak tau apa yang akan ku minta?" tanyanya kemudian.
"Mencari seseorang lalu mendandaninya sampai serupa seperti wajahmu.." jawabnya tepat sasaran.
Hana memutar bola matanya lalu memalingkan wajahnya untuk menghindari tatapan kakak keduanya itu.
"Ok..ok.. aku kalah!" ujarnya sambil mengangkat kedua tangannya.
Kedua pria itu dibuat tertawa olehnya. Dan entah apa yang sedang mereka berdua cari di sakunya. Hayden dan Helio sama-sama mengeluarkan dompetnya. Kemudian mengambil kartu hitam dari dalam sana. Secara bersamaan pula kedua pria itu menyodorkan kartunya kepada Hana.
Hana menyeringai menatap kedua kakaknya. Lalu mengambil kartu itu kedua-duanya.
"Aku tidak akan sungkan.." ujarnya lalu melesat pergi.
__ADS_1