Aku Hanya Boneka Pengganti

Aku Hanya Boneka Pengganti
Rumah Keluarga Li


__ADS_3

"Tidur saja jika kamu lelah.. perjalanannya masih jauh," ujar Sean saat melajukan mobilnya.


Yelena menyandarkan tubuhnya dengan nyaman di kursi mobil, mungkin tidak adil bagi Sean yang sedang menyetir. Tapi dia memejamkan matanya setelah Sean mengatakan hal itu.


Mobil berhenti di lampu merah perempatan. Jalan lurus adalah arah untuk pulang. Dan belok kanan adalah arah ke rumah keluarga Li.


Sean menatap Yelena yang sudah terlelap. Kemudian mengusap rambutnya dengan gusar. Tadi dia mendapat telepon daei Gloria Li, Ibunya. Sean mengatakan jika dia sedang di tahan hiburan yang letaknya tak jauh dari rumah keluarga Li.


'Bawa wanita itu ke sini!' pinta Gloria Li pada Sean saat dalam sambungan teleponnya tadi.


"Semoga Mama tidak menghancurkan rencana ku.." gumamnya.


...****************...


"Yelena~"


"Yelena.."


Perlahan Yelena mulai membuka matanya. Dia menoleh ke kursi kemudi Sean. Kosong.


"Hei.."


Yelena menoleh ke arah kiri nya. Sean berdiri di samping Yelena dengan pintu mobil yang telah terbuka. Sean meraih tubuh Yelena dan membopongnya untuk keluar.

__ADS_1


Yelena melihat sekeliling halaman rumah yang tampak asing. Juga rumah besar yang juga sangat asing itu.


"Di mana ini Sean?" tanya Yelena.


"Rumah keluarga Li," jawab Sean singkat.


Sean membawanya naik ke rumah itu. Pintu segera terbuka setelah di menekan bel. Sosok Bi April muncul dari balik pintu.


"Den Sean, Non Yelena?" ujar Bibi.


"Si- silahkan masuk Den.." ucap Bibi terbata.


Sean menurunkan Yelena di sofa ruang tamu, kemudian menyuruh Bi April untuk menyiapkan kompres air hangat.


"Tunggu sebentar.." pamit Sean kemudian meninggalkan nya di ruang tamu.


Yelena menatap ruangan yang tempak mewah dan elegan itu. Dia masih kaget dengan keberadaannya yang tiba-tiba sampai di rumah ini. Kenapa Sean tidak mengatakannya terlebih dahulu? batinnya.


"Oh, ternyata ada tamu?" terdengar suara seorang wanita dari belakang sana.


Yelena menoleh, menatap wanita yang baru saja masuk ke dalam rumah. Cantik, anggun dan juga elegan. Batin Yelena.


Gloria berjalan mendekat, lalu menatap wajah Yelena. Betapa kagetnya Gloria saat melihat wajah yang begitu mirip dengan Allesa itu.

__ADS_1


"Jangan bilang kamu Yelena?" Gloria duduk di samping Yelena.


Yelena masih bingung menatap wanita itu. Dia terbengong dengan pikiran acak nya. Dia belum sempat mengira jika wanita itu adalah Ibu Sean sampai akhirnya Gloria membuka mulut.


"Kamu pasti bingung. Saya Gloria Li, Ibu Sean.." ujar Gloria dengan senyum hangatnya seraya menyodorkan tangannya


Yelena membelalakkan matanya kaget.


"Ma- maafkan saya tan- tante.." ucap Yelena terbata. Dia tidak tahu harus memanggil Gloria dengan sebutan apa.


Yelena menyambut hangat tangan Gloria dan menciumnya. Gloria sempat kaget karena Yelena menjabat tangannya dengan sopan. Sangat berbeda jauh dengan Allesa. Pikir Gloria.


"Maafkan saya tidak mengenali anda, karena saya kehilangan ingatan.." ujar Yelena dengan senyum canggung nya.


Gloria mengerutkan keningnya tidak paham dengan maksud Yelena.


"Hilang ingatan? apa maksudmu?" tanya Gloria bingung.


"Ingatan Mama sepertinya juga mulai rendah, dia kan tunangan ku.." sahut Sean yang baru saja turun dari lantai atas dan berjalan ke arah mereka. Ya, dia datang tepat waktu sebelum percakapan keduanya semakin jauh.


Gloria langsung bangkit dari duduknya dan menatap Sean tajam. Dia benar-benar tidak tahu permainan apa yang sedang putra nya itu lakukan.


Dia hanya tahu Sean memiliki seorang wanita di sampingnya. Tapi dia tidak tahu jika gadis itu kehilangan ingatannya dan bahkan di akui sebagai tunangannya.

__ADS_1


__ADS_2