Aku Hanya Boneka Pengganti

Aku Hanya Boneka Pengganti
Kamu Hanya Pengganti


__ADS_3

"Wah.. apakah ini takdir bisa bertemu dengan mu disini?" ujar Fiona.


Yelena bangkit dari duduknya, dan mulai tersenyum profesional.


"Nona yang tadi malam?" ujar Yelena dengan santai.


"Kita belum resmi berkenalan, aku Yelena Xu.."


Yelena mengulurkan tangannya dengan percaya diri. Fiona mengerutkan keningnya kesal, karena dia sempat berpikir jika Yelena akan terganggu dengan kehadirannya dan pergi begitu saja.


Namun ternyata tidak. Yelena lebih berani dari pikiran Fiona. Fiona menjabat tangan Yelena sambil tersenyum terpaksa.


"Fiona Belia," ujarnya.


"Salam kenal, Fiona. Maaf, sepertinya aku harus pergi karena temanku sedang menunggu.." ujar Yelena.


"Tentu, silahkan. Aku tadi hanya menyapa karena sepertinya wajahmu tidak asing," ujar Fiona basa-basi.


Yelena berlalu dari hadapan Fiona. Dia tidak ingin berlama-lama dengan wanita yang membuatnya tidak nyaman itu.


"Bagaimana bisa Sean memilih wanita seperti itu!?" gerutu Fiona di belakang sana yang terdengar oleh Yelena.


Yelena menghentikan langkahnya dan berbalik setelah beberapa saat kemudian.


"Maaf, apa kamu sedang membicarakan tunangan ku?" ujar Yelena.


Fiona menatap Yelena dengan tatapan 'dia sudah gila!'. Tatapan itu terlihat jelas di matanya. Dia mendekati Yelena.

__ADS_1


"Apa katamu? tunangan?" tanyanya tak percaya.


Yelena mengangguk.


Fiona memalingkan wajahnya dan menyiah rambut panjangnya. Dia tertawa tak percaya.


"Apa Sean sudah gila? atau wanita ini yang gila?" gumamnya.


Fiona kembali menatap Yelena. Entah mengapa sorot mata Yelena selalu membuatnya kesal. Sorotan mata itu seperti menunjukkan kekuasaannya. Tidak, lebih tepatnya tatapan merendahkan. Fiona sangat kesal setiap kali menatap mata itu.


"Sebenarnya apa hubungan mu dengan tunangan ku?" tanya Yelena yang membuat Fiona mengerutkan keningnya.


"Apapun hubungan kami, itu bukan urusanmu!" jawab Fiona dengan ketus.


"Semalam aku melihatmu membelai rambut Sean.." ujar Yelena.


"Meskipun kau tunangannya, hubunganku dengannya lebih lama darimu. Kau tidak tau apa-apa tentangnya dibandingkan denganku!"


"Tolong jauhi tunangan ku!" ujar Yelena.


Fiona semakin kesal setelah mendengar hal itu. Dia menyeringai, kemudian berjalan mendekat, semakin dekat hingga membuat Yelena memundurkan langkahnya.


Fiona mencengkeram kerah baju Yelena dan menariknya mendekat, lalu berbisik di telinga Yelena.


"Jangan sombong! kau itu hanya pengganti! suatu saat kau akan dibuang olehnya jika sudah tak berguna!"


"Fiona!"

__ADS_1


Vivian yang melihat kejadian itu dari kejauhan sana langsung berlari menghampiri mereka berdua. Dia menarik tangan Fiona dari baju Yelena, kemudian menghempasnya dengan kasar.


"Apa kau sudah gila? apa yang sudah kamu lakukan!?" Vivian meninggikan suaranya pada Fiona.


"Vivian?" gumam Fiona.


Fiona kembali menyeringai. Dia seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa. Dia hanya pergi untuk beberapa saat ke luar negeri, dan saat kembali semuanya telah berubah. Drama tunangan Sean pun dia tidak tahu. Dia memikirkan bagaimana nasib Allesa.


Fiona menatap Vivian dengan gusar. Teman baiknya itu ikut membela wanita yang tidak di sukainya. Seperti Allesa, Vivian juga teman baik Fiona.


"Kau juga ikut-ikutan?" ucapnya pada Vivian.


"Kenapa? kenapa hanya aku yang tidak tau? sejak kapan si Sean itu punya tunangan? dan sejak kapan kamu jadi kasar kepadaku seperti ini?"


"Hentikan!" lirih Vivian.


"Oh~ karena orang asing ini?" Fiona menunjuk wajah Yelena.


"Hentikan!" lirih Vivian sekali lagi.


Fiona mulai tak sabaran, dia meninggikan suaranya berteriak di hadapan Vivian.


"Lalu bagaimana dengan Allesa? hah? bukannya mencari Allesa, kenapa Sean malah mencari wanita pengganti yang persis dengannya!?"


Plakk~


"Aku sudah bilang, hentikan!" Vivian meninggikan suaranya setelah menampar Fiona.

__ADS_1


__ADS_2