
Sudah sejauh ini. Sudah satu tahun lebih. Selama itu tidak ada yang menghalangi jalannya cerita palsu itu. Mungkin sudah hampir saatnya bau busuk itu akan tercium.
Pada malam yang panjang itu semua orang dibebani oleh pikiran yang sama. Aiden dan Vivian yang sudah ada dalam pesawat pun masih belum bisa tenang sebelum melihat sendiri bagaimana keadaan Yelena.
Dan Sean, dia benar-benar melampiaskan emosi juga mengalihkan pikirannya hanya pada pekerjaan. Dia telah selesai dengan urusannya di perusahaan Entertainment nya. Namun dia masih merasa kurang, dia ingin menambah pekerjaan lagi untuk bisa sepenuhnya menyingkirkan pikirannya terhadap Yelena. Dia yang tidak pernah datang ke perusahaan Li, malam itu dia pergi ke sana untuk mencari-cari pekerjaan.
Gloria Li di buat heran oleh putra sulungnya itu. Dia mengambil alih semua pekerjaan yang sedang dia kerjakan malam itu.
"Ada apa?" kata yang sempat ditanyakan nya pada putranya.
Namun jawaban yang sudah pasti keluar dari mulutnya.
"Bukankah mama sudah mengawasi ku? tanpa aku cerita pun seharusnya Mama sudah tau kan, apa yang telah terjadi setahun lebih ini?"
"Ya, kamu harus membawanya menemui Mama.."
"Tapi bagaimana kalian bertemu? kenapa kalian tinggal di vila itu?" tanya Gloria.
__ADS_1
Gloria Li tahu jika putranya memiliki wanita di sampingnya. Hanya sebatas itu yang dia tahu , tidak lebih. Dia tidak tahu jika putranya telah melakukan hal buruk, seperti mengurung gadis yang ditabraknya hingga hilang ingatan sebagai tunangan palsunya.
"Mama akan tau sendiri nanti."
"Ya, kamu sendiri yang tau, apa yang terbaik untukmu," ujar Gloria.
Di tempat lain, Yohan juga terjaga di dalam studio nya. Dia berbaring di sofa sambil memandangi foto masa kecilnya bersama Yelena. Tidak hanya satu atau dua foto saja, tapi satu album foto.
Andai dia punya kekuatan, mungkin dia bisa menyelidiki apa yang telah terjadi pada Yelena setahun terakhir ini. Itulah yang dia sesalkan.
Yohan menghela napas panjang. Saat menandatangani kontrak, dia berhadapan sendiri dengan CEO perusahaan itu. Dan beliau pernah berpesan jika Yohan memerlukan sesuatu, dia bisa meminta tolong padanya.
"Aku harus ke panti dulu untuk memeriksa.." gumamnya.
"Tapi aku lupa alamat panti.." tingal selama beberapa tahun di luar negeri membuatnya lupa akan tempat berteduh yang telah ditinggalinya selama kurang lebih 10 tahun itu.
Dia membuka ponselnya dan melihat jadwal syuting nya.
__ADS_1
"Aishh, jadwal menyebalkan itu menghalangi saja!" gerutunya.
Masing-masing dari mereka memiliki beban pada orang yang sama. Sedangkan orang yang menjadi beban itu saat ini sedang berbaring di lantai balkon.
Dia menatap kosong ke atas sana. Ada banyak bintang yang bertaburan di sana, namun sayangnya tidak ada kehadiran bulan.
Andai ada bulan, dia ingin membuat permohonan. Dia ingin ingatannya segera kembali. Kehadiran Yohan sore tadi membuatnya terus berpikir.
"Satu setengah tahun aku tidak ada kabar?" gumamnya.
"Dia teman masa kecilku dan dia tidak tau aku telah bertunangan?"
"Apa Yohan berbohong? atau Sean yang berbohong?"
Dia terus bergumam.
Yelena memejamkan matanya, berharap semua akan baik-baik saja. Berharap semuanya hanya kesalahpahaman. Yohan salah mengenali orang, dan dia benar-benar tunangan Sean. Mungkinkah yang dia harapkan itu bisa terjadi?
__ADS_1