
Bugh~
Sean memisah kedua tubuh yang saling berpelukan itu. Kemudian memukul Yohan. Entah sekeras apa pukulan yang mampu membuat bibir Yohan berdarah itu.
"Sial!" umpat Yohan yang kemudian membalas pukulan Sean.
Sekarang imbang. Ke duanya memiliki luka yang sama. Sedangkan Yelena tidak dapat berbuat apa-apa.
'Orang sialan ini kenapa muncul di sini?' batin Yohan.
'Gara-gara orang sialan ini reputasi ku hancur!'
......................
4 tahun yang lalu...
DC Entertainment, itulah tempat tujuan Yohan setelah meninggalkan panti. Karena dia sudah lolos audisi di sana.
Setelah merilis lagu pertamanya di usia 19 tahun, dia mulai di kenal. Popularitas nya semakin melonjak saat dia di undang ke salah satu acara televisi. Nama dan wajahnya semakin di kenal. Pria dengan wajah rupawan dan suara merdu itu semakin terkenal seiring berjalannya waktu.
__ADS_1
Namun karena sebuah skandal, namanya mulai jelek. Sebuah fitnah beredar jika dia menggunakan narkoba. Bukannya melindungi artisnya, Sean yang saat itu baru menempati posisi tertinggi di perusahaan membiarkan Yohan di periksa oleh badan narkoba. Berita itu menyebar luas, seperti membuktikan jika Yohan benar-benar menggunakan narkoba.
Tahun itu Sean baru saja berhasil membawa perusahaan Li yang ada di ujung tanduk ke puncak, karena kabar kematian Ayahnya. Kemudian skandal Yohan terjadi. Dia lebih memilih mengorbankan artisnya daripada menyeret nama perusahaannya. Dia takut hal itu atan mempengaruhi perusahaan utama mereka.
Setelah terbukti tidak menggunakan narkoba, Yohan memilih hengkang dari DC Entertainment. Dia tidak ingin kejadian seperti itu terulang kembali karena alasan egois atasannya.
Kemudian sebuah perusahaan terkenal luar negeri menghubunginya, memberinya kontrak perjanjian kerja setelah melihat video unggahan penampilannya.
Dia setuju dan mendatangani kontrak itu, karena menurutnya dia cukup di untungkan dalam perjanjian itu.
Setelah itu, jadilah dia yang sekarang ini. Yohan Audika yang sangat terkenal di dalam maupun luar negeri.
Meskipun begitu, dendam lamanya masih belum terobati.
......................
"Tunangan?" gumam Yohan.
Yohan menyeringai.
__ADS_1
"Omong kosong! apa kamu gila!?" tekan Yohan sembari menghempas tangan Sean dari bajunya.
Yohan balik mencengkeram kerah baju Sean.
"Selama beberapa tahun kemarin, komunikasi ku dengan Yelena masih terjaga. Kemudian setahun lebih ini dia sulit dihubungi. Dan saat ini kondisinya seperti ini.. bahkan tiba-tiba menjadi tunangan mu!? apa otakmu itu sakit? atau jangan-jangan terjadi se~"
Yohan belum sempat melanjutkan ucapannya, namun pukulan kembali mendarat di wajahnya dan membuat tubuhnya terlimbung di tanah.
"Tiba-tiba saya teringat sesuatu. Pengguna narkoba yang akhirnya hengkang dari perusahaan saya.." ujar Sean membuat Yohan geram.
"Se- Sean.. hentikan!" ucap Yelena dengan suara yang parau dari belakang sana.
Dia terlihat sangat ketakutan. Dia menatap Yohan, mata mereka bertemu. Yelena menggeleng pelan kepada Yohan. Air matanya mulai berlinang.
"Yelena.." ujar Yohan pelan.
Sean membungkukkan badannya dan meraih kembali kerah baju Yohan.
"Apa kamu ingin kejadian seperti waktu itu terulang kembali? aku bisa saja menempatkan mu ke dalam jurang yang sama seperti waktu itu..kamu bisa mencobanya jika kamu sudah mulai bosan dengan popularitas mu saat ini!" ancamnya kemudian menghempas tubuh Yohan.
__ADS_1
Sean berbalik dan menarik lengan Yelena dengan kasar. Yohan hanya dapat melihat dengan geram kekasaran Sean pada Yelena.
BERSAMBUNG...