
"Ayah.."
"Gloria?"
"Anakku.. akhirnya kau datang juga. Lama tidak berjumpa," Benjamin memeluk Gloria dan menepuk pundaknya.
Hayden dan Helio dibuat heran dengan interaksi keduanya. Bagaimana bisa kakek memperlakukan Ibu dari saingan mereka dengan baik.
"Dia adalah teman masa kecil Ibu mu.." ujar Benjamin menjawab rasa penasaran kedua cucunya.
"Tapi kenapa aku tidak pernah tau?" ujar Hayden.
Puk~
Benjamin memukul pundak Hayden pelan. Kemudian memberikan isyarat agar dia tidak mengganggunya dan Gloria. Mengerti dengan isyarat yang di berikan kakeknya, Hayden menarik Helio pergi dari sana.
"Jangan ganggu adik mu, biarkan saja dia!" pesan Benjamin saat mereka pergi.
"Ternyata dia sudah sebesar itu. Padahal dulu dia selalu mengekor di belakang Yelena.." ujar Gloria.
__ADS_1
"Jika hari ini saya tidak datang, mungkin saya tidak akan tau jika anak perempuan yang telah di tunggu-tunggu Yelena ternyata masih hidup.."
"Pantas saja wajahnya mengingatkan saya pada seseorang, begitupun juga dengan namanya, Yelena," lanjut Gloria dengan senyum pahit.
"Mari duduk dulu.."
Gloria menuntun Benjamin ke tempat duduk. Kemudian Gloria mulai menceritakan tentang apa yang sebenarnya terjadi di antara putranya dan cucu Benjamin.
Masih sama seperti dulu, Benjamin hanya tersenyum tipis meskipun mendengar kabar yang tak baik. Seperti saat itu. Saat Yelena putrinya jatuh cinta pada seorang penjahat, dan hendak kawin lari saat hubungan mereka di tentang. Jika bukan karena Gloria, putrinya itu pasti sudah bertindak bodoh. Akhirnya dia pun merestui hubungannya.
"Mereka masih muda. Sesekali anak muda memang bertindak bodoh dan gegabah. Seperti sahabat mu dulu.." ujar Benjamin.
"Nasi sudah menjadi bubur. Kita tidak bisa mengubahnya kembali menjadi nasi kan?" ujar Benjamin sambil tertawa kecil.
"Biarkan mereka menentukan jalannya sendiri. Ku lihat Hana juga masih tidak dapat melepas anak nakal mu itu.." lanjutnya masih dengan tawa kecilnya.
Kemudian seketika air muka Benjamin berubah menjadi suram. Dia menatap Gloria dengan tatapan serius.
"Masih ada satu hal. Donn, ketua dari geng yang sudah membunuh Yelena dan Jordan, dia memiliki hubungan dengan wanita yang telah mencelakai cucuku!"
__ADS_1
"Allesa?" tanya Gloria kaget.
"Aku tidak dapat melacak keberadaannya. Terakhir kali anak buah ku memergokinya di Kota M bersama anak geng Donn. Kemudian kami kehilangan jejaknya," jelas Benjamin.
Gloria masih tidak menyangka. Jadi pria yang memukul Sean di apartemen Allesa waktu itu adalah anak buah Donn. Hari itu Gloria menyuruh orang untuk menyelidiki masalah itu.
"Jadi saat ini mereka berdua masih dalam keadaan yang terbilang berbahaya dan terancam..aku telah menyuruh Helio dan anak buahnya untuk terus mengawasinya,"
"Baik, terima kasih, Ayah.." ujar Gloria.
...****************...
Yelena Xu adalah putri dari Benjamin Xu, Ibu dari Hana. Nama yang selama ini dia pakai ternyata adalah nama dari Ibunya sendiri. Nama yang terukir di balik kalung yang selalu ia kenakan sejak kecil. Yelena Xu.
Yelena dan Gloria adalah teman masa kecil. Namun saat kematian Yelena, Gloria sedang berada di luar negeri. Dia pun juga mengira jika bayi yang ada dalam kandung temannya itu telah meninggal. Ternyata tidak.
Siapa sangka gadis yang telah di permainkan putranya, tidak lain adalah putri dari teman masa kecilnya sendiri. Teman yang sudah seperti saudara.
Bukan hanya Hayden dan Helio, Sean dan Aiden pun tidak tahu jika keluarga nya memiliki hubungan yang begitu baik dengan keluarga Xu.
__ADS_1