Aku Hanya Boneka Pengganti

Aku Hanya Boneka Pengganti
Dalam Pelukan Sean


__ADS_3

Yelena membuka pintu kamar mandinya.


"Aw~"


Perasaan ini, sepertinya dia pernah merasakannya. Membuka satu pintu bersamaan dengan seseorang di balik sana. Tidak salah lagi, dia pernah mengalami hal itu sebelumnya. Namun kali ini berbeda. Dia tidak jatuh tersungkur, melainkan pada pelukan seseorang.


"Se- Sean.." ujarnya terbata.


"Kenapa lama sekali? ku kira kamu tenggelam di dalam bathtub!" ujar Sean sembari membantu Yelena untuk berdiri tegak.


"Aku ketiduran.." Yelena tersenyum canggung.


Sean mengangkat tubuh Yelena, membopongnya menuju ranjangnya. Dia membaringkan Yelena dengan lembut.


"A- a..aku mau ganti baju dulu, juga mengeringkan rambutku," ujar Yelena sembari mencengkeram erat bathrobe nya.


Sean menatap cengkeraman Yelena pada bathrobe yang hampir menampilkan dadanya itu. Dia menyeringai, kemudian memalingkan wajahnya.


"Aku akan membantumu.." ujar Sean yang membuat Yelena salah paham.


Yelena berguling dan menjauh dari Sean. Dia duduk di atas ranjang dengan kewaspadaan tinggi. Seperti seekor kelinci yang merasa terancam oleh binatang buas.


Sean menghampiri Yelena, mendekatkan wajahnya, semakin dekat hingga membuat Yelena memundurkan tubuhnya dan memejamkan mata.


Tak~


"Apa yang ada di dalam otak kecilmu itu?" ujar Sean sembari menjentikkan jarinya di kening Yelena.


Yelena menutup wajahnya malu, kemudian berlari ke walk-in closet nya.


"Dasar gadis kecil itu.." gumam Sean sembari berjalan ke kamar mandi.


......................


Yelena keluar dari walk-in closet dengan baju tidurnya dan rambut dalam keadaan yang sudah kering.


Dia melihat sekeliling kamarnya. Sean tidak terlihat di manapun. Yelena menghela napas leganya kemudian duduk di pinggir ranjangnya.


Dia menyentuh dadanya yang terus-terusan berdebar karena Sean. Dia menepuk pelan dadanya.


"Kenapa kamu sulit sekali untuk di atur?" gerutu nya.

__ADS_1


Klak~


Yelena menoleh ke arah kamar mandi dan mendapati gagang pintunya turun kebawah. Segera di berbaring dan menyelimuti dirinya. Mungkin pura-pura tidur adalah kebiasaannya ketika dalam keadaan mendesak.


"Kenapa dia mandi di sini sih??" gerutu nya.


"Yelena?" panggil Sean.


Tidak ada jawaban.


Sean duduk di pinggir ranjang Yelena dan membelai rambutnya. Sean tersenyum miring karena dia tahu bahwa Yelena tidak tidur. Saat membuka pintu kamar mandi, dia mendapati Yelena yang sibuk dengan selimut nya.


Sean menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan gadis yang selalu menipunya dengan pura-pura tidur itu.


Yelena sedikit membuka matanya untuk mengintip. Wajahnya mulai memanas saat mendapati Sean sedang bertelanjang dada. Ya, dia bertelanjang dada dengan sebuah handuk yang hanya menutupi bagian tubuh bawahnya.


"Jika kamu tidak membuka matamu, mungkin hal buruk akan terjadi," bisik Sean kemudian meniup telinga Yelena.


"Dasar mesum!!" pekik Yelena sembari melempar selimutnya ke wajah Sean.


Sean menangkap kedua tangan Yelena dan menghempas tubuhnya untuk kembali berbaring. Dengan tubuhnya yang ada di atas Yelena dia mengurungnya.


Yelena mencoba melepas tangannya, namun hal itu hanya membuang-buang tenaga.


"Cium aku, baru akan ku lepaskan.." ujar Sean dengan seringaian nya.


"Aku bahkan tidak mampu untuk menggerakkan tubuhku.. setidaknya lepaskan dulu sebelah tanganku!" gerutu nya.


Di luar dugaan, Sean melepaskan sebelah tangan Yelena. Dia tersenyum penuh penantian.


Yelena menelan saliva nya. Dia tidak tahu harus bagaimana melakukannya, karena selama ini Sean yang menciumnya duluan. Mengingatnya saja membuat pipinya memanas.


Dia mulai mengangkat tangannya dan membelai wajah Sean. Kemudian beralih ke tengkuknya. Seperti yang Sean selalu lakukan padanya, yaitu menarik tengkuknya. Yelena melakukannya, dia menarik tengkuk Sean untuk mendekat padanya.


Dia mulai memejamkan matanya, dan..


Cup~


Selesai..


"Aku memintamu untuk mencium ku, bukan mengecup ku!"

__ADS_1


Yelena menutup wajahnya saat Sean melepas tangannya. Malu, dia sangat malu.


Tangan Sean beralih ke pinggang Yelena. Dia menggulingkan tubuhnya, bersamaan dengan aksi membalik tubuh Yelena yang kini berganti di atas tubuhnya.


"Apa yang kau lakukan? kamu membuat kepalaku pusing.." protes Yelena sembari memukul pelan dada telanjang milik Sean.


"Kamu harus melakukannya dengan benar! aku akan mengajarimu.." ujar Sean sembari menyeringai.


Sean mengikuti setiap proses yang tadi Yelena lakukan. Membelai wajah, kemudian menarik tengkuk. Dan..


Cup~


Dia ******* dengan lembut bibir Yelena. Menghisap bibir bawahnya, kemudian menyelipkan lidahnya kedalam mulut Yelena.


"Ngg~" erang Yelena.


Yelena memukul Sean saat ciumannya semakin dalam. Napas mereka saling bertaut saat melepas ciumannya.


"Besok.. besok.. bukannya tadi kamu bilang besok kita akan pergi jalan-jalan?" ucap Yelena terbata untuk mengalihkan suasana panas di antara mereka.


Sean melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 12 kurang.


"Kamu benar..sudah malam, dan kita harus tidur untuk hari esok yang menyenangkan," ujarnya kemudian membalik tubuh Yelena untuk berbaring di sampingnya.


"Kenapa kamu memutar tubuhku sesuka hatimu!!" protes Yelena yang membuat Sean tertawa kecil.


Sean merengkuh tubuh Yelena dan mendekapnya dalam pelukannya. Yelena membelalakkan matanya kaget. Untuk pertama kalinya dia tidur dalam pelukan Sean.


"Sudahkah kamu menentukan kemana besok kita akan pergi?" tanya Sean membuyarkan lamunan Yelena.


"Taman hiburan.." jawab Yelena.


"Kekanakan~"


Yelena menengadahkan kepalanya dan menatap dalam Sean dengan tatapan merajuk. Sean menghela napas pasrah, kemudian mengecup kening Yelena.


"Yaa..kita akan berangkat agak siang, karena pemandangannya lebih indah saat malam hari," ujar Sean sambil memejamkan matanya .


Yelena tersenyum lebar.


"Terima kasih.." ujar Yelena yang kemudian mengecup bibir Sean.

__ADS_1


Sean membuka matanya dan menatap Yelena.


"Jangan membuatku mandi air dingin!" ujarnya.


__ADS_2