Aku Hanya Boneka Pengganti

Aku Hanya Boneka Pengganti
Kiss


__ADS_3

Sean melempar Yelena ke dalam kursi mobil dengan kasar. Dan segera dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Turunkan aku!" pinta Yelena.


"Mengapa kamu melakukan ini!?"


"Untuk apa kamu mengantar ku? aku tidak pernah memintamu untuk mengantarku! pergi begitu saja setelah memaksa mengantar ku? hah! lucu sekali!"


"Apa aku ini benar tunangan mu? apa ada orang yang memperlakukan tunangannya seperti itu? aku seperti orang asing sejak aku membuka mata. Bahkan lebih asing saat seseorang mengakui ku sebagai tunangannya tapi tidak dalam perlakuannya!"


"Aku lelah! Aku sangat lelah! arrghh! hal itu sangat menyiksaku!" teriaknya.


"Hentikan mobilnya atau aku akan lompat!"


Sean tidak menghiraukannya. Tidak menoleh ataupun meresponnya. Dia hanya mengerutkan keningnya.


"Aku bilang hentikan!"


Ckiitt~


Sean mengerem mobil dengan mendadak dan membanting setir menepi. Yelena memegang sabuk pengamannya dengan erat sambil menutup matanya. Napasnya tersengal. Sedangkan Sean, dia menatap kosong keluar jendela mobil sambil mencengkeram erat stangnya. Kemudian memukul stangnya dengan keras hingga Yelena membuka matanya.

__ADS_1


'Hic~' tangis Yelena mulai pecah.


"Aku tidak mengingat apapun~" lirihnya dalam Isak tangisnya.


"Bisa saja aku bukan tunangan mu, atau mung~"


"Hmmph~"


Sean yang tak tahan lagi dengan semua ucapan yang benar itu membungkam mulut Yelena dengan bibirnya.


Yelena membelalakkan matanya kaget. Saat ini dia hanya diam mematung sambil merasakan sebuah ******* pada bibirnya. Bibir yang terasa dingin dan lembut itu membuat jantung nya berpacu dengan cepat. Seperti ada ribuan kupu-kupu yang terbang dalam perutnya. Sangat luar biasa. Perasaan itu seperti baru pertama kali dia rasakan.


"Sean~" panggil Yelena ditengah-tengah ciumannya.


Dia melepas ciumannya. Keduanya terengah-engah. Sean mengepalkan tangannya, rahangnya mulai mengeras. Melihat kenyataan bahwa wanita yang sedang di ciumnya saat ini bukanlah wanita yang dicintainya, membuat hatinya terasa sakit. Dia bahkan belum pernah mencium Allesa seperti itu sebelumnya. Dia hanya membiarkan Allesa mengecupnya.


Tapi... perasaan apa itu. Dia meremas dadanya. Perasaan aneh terasa didalam sana. Sama seperti Yelena, jantungnya berpacu dengan cepat.


Dia menatap Yelena. Entah mengapa saat itu dimatanya Yelena terlihat sangat cantik. Dia tidak bisa menguasai dirinya sendiri. Dia diluar kendali.


Segera dia melepas sabuk pengamannya dan meraih tengkuk Yelena. Dia kembali menciumnya. Ciuman yang berbeda dari tadi. Lebih ganas dan kasar. Dia melampiaskan amarahnya kedalam ciuman itu. Sesekali dia menggigit bibir Yelena dan membuatnya mengerang kesakitan.

__ADS_1


Yelena mencengkram pundak Sean dengan kuat.


Tidak cukup. Dia merasa tidak puas. Sebelah tangannya yang lain melepas sabuk pengaman Yelena dan menarik pinggangnya untuk mendekat pada tubuhnya. Ciumannya semakin dalam. Kini dia menyelipkan lidahnya kedalam mulut Yelena.


Saat menyadari hal itu Yelena mengatupkan bibirnya erat-erat. Tidak membiarkan sesuatu yang terasa hangat itu memasuki mulutnya.


"Ngg~"


Erangnya saat Sean mencubit dagunya untuk membuka mulutnya. Dia menyelipkan lidahnya dengan paksa. Yelena pun membuka mulutnya dengan terpaksa karena Sean menggigit bibir bawahnya dengan keras. Lidahnya kini menjelajahi mulut Yelena.


Dia sangat hebat dalam berciuman. Yelena tidak dapat mengikuti irama gerakan bibir dan lidahnya yang lihai.


"Hahh~"


Napas Yelena tersengal-sengal saat Sean melepas ciumannya.


Sean merogoh saku kemejanya karena ponselnya yang berdering. Dia menatap Yelena sekilas lalu mengangkatnya.


'Ya, aku akan segera ke sana~' ucap Sean dalam sambungan terakhir teleponnya.


"Ada masalah di perusahaan, aku akan mengantarmu pulang."

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2