
Hufftt~
Gloria menghela napas panjang. Kemudian memejamkan matanya sejenak untuk mengatur emosinya. Lalu berbalik menatap Yelena dengan senyum hangatnya.
"Yelena sudah makan malam?" tanyanya dengan ramah.
Yelena menggeleng pelan.
"Be- belum tante.." jawabnya sungkan.
Gloria mendekat dan membelai rambut Yelena. Dia menatapnya dengan tatapan iba juga rasa menyesal karena tidak dapat menghentikan tindakan putranya yang sudah terlanjur. Yelena menyunggingkan senyum terbaiknya menatap Gloria yang begitu hangat terhadapnya.
"Maafkan tante.." lirih Gloria.
"Maaf tante?" tanya Yelena bingung.
"Ah tidak..maaf tante harus membicarakan masalah perusahaan dengan Sean. Kamu makan dulu ya, tadi Bi April sudah masak banyak makanan enak.."
"Tidak usah sungkan, buat dirimu nyaman.." Gloria menepuk pelan pundak Yelena kemudian berbalik menatap Sean.
"Ikut Mama ke ruang baca!"
......................
__ADS_1
"Apa-apaan itu? hah? jelaskan semuanya pada Mama!" bentak Gloria.
"Tidak ada yang perlu di jelaskan, Mama sudah melihat dan mendengarnya sendiri," ujar Sean.
"Sean!" tegas Gloria.
Sean membuang muka, kemudian menghempaskan tubuhnya di sofa dan menatap langit-langit ruangan itu. Dia masih tidak mengatakan apapun. Gloria menatapnya dengan geram dari tempatnya duduk.
"Bukankah dia mirip dengan Allesa? Mama pasti sempat mengiranya seperti itu.." dia mulai membuka ucapan.
"Sebenarnya dia adalah calon sekretaris ku setahun yang lalu. Aku tidak sengaja menabraknya sebelum dia resmi masuk kerja, dan ternyata dia kehilangan ingatannya."
Sean mulai menatap lurus kearah Gloria.
"Kamu bisa memberikannya perawatan di rumah sakit dan juga memberi kompensasi! semudah itu! Tapi kamu malah mengambil jalan kotor seperti itu? apa untungnya bagimu!?" Gloria mulai emosi dan nada bicaranya mulai naik.
Gloria bangkit dari kursinya. Dia berjalan mendekat ke arah Sean dengan tatapan kekecewaannya.
"Mirip dengan wanita itu? hanya itu? wanita itu sudah pergi, dia bahkan tidak bertanggung jawab dengan acara pertunangan nya sendiri!"
"Apa kamu masih mengharapkan wanita seperti itu? Jujur, meskipun dia adalah anak sahabat Mama, tapi Mama tidak suka dengan sikapnya, dia bahkan tidak mempunyai sopan santun! dan semuanya semakin jelas saat dia meninggalkanmu di hari pertunangan kalian!"
"Kamu bilang Yelena mirip dengan wanita itu? dalam segi apa? dalam sekali lihat pun Mama dapat menilai jika kedua wanita itu sangat berbeda. Yelena jauh terlihat lebih baik darinya!"
__ADS_1
"Setahun katamu? apa kamu yakin dalam waktu yang cukup lama itu kamu tidak menaruh perasaan sedikit pun pada Yelena?"
"Cukup.." lirih Sean.
"Kamu tega menghancurkan kehidupan seorang gadis demi memuaskan egomu. Dia juga mempunyai mimpi dan harapannya. Tapi kamu merenggut semuanya. Menghancurkannya!"
"Cukup, Ma.." teriak Sean.
"Apa yang akan kamu lakukan jika hal yang tak di inginkan terjadi? bagaimana kamu bertanggung jawab?" bentak Gloria.
"Aku tinggal menikahinya saja dan menceraikannya sesukaku!"
Plakk~
Emosi yang Gloria tahan sejak tadi mulai dilampiaskan melalui tamparan itu.
"Mama benar-benar kecewa Sean. Mama tidak tau harus berbuat apa. Mama juga tidak tau harus menghadapi Yelena dengan ekspresi seperti apa.." Gloria mulai menitikkan air matanya.
"Mama yakin, mendiang Papa mu pasti juga merasakan hal yang sama. Dia pasti sangat kecewa putra kebanggaannya menjadi seorang bajingan!"
"Allesa..wanita itu telah merubah mu menjadi pria jahat yang tak berhati nurani!"
"Jangan sampai kamu menyesali perbuatan mu saat ini di masa yang akan datang nanti!"
__ADS_1
Brak!
Gloria pergi meninggalkan Sean yang terpaku dalam duduknya. Dia benar-benar sangat kecewa dengan putranya.