Aku Hanya Boneka Pengganti

Aku Hanya Boneka Pengganti
D Day


__ADS_3

Dua hari berlalu dengan begitu cepat.


Yelena membuka matanya. Pria di sampingnya masih tertidur lelap. Yelena bangkit dari tidurnya dan membuat sedikit pemanasan badan, lalu turun dai ranjangnya.


Dia membuka pintu balkon dan disambut oleh terik matahari di luar sana. Angin pagi menerpa wajahnya. Dia kembali ke kamar dan melihat bahwa Sean telah bangun dan duduk di tepi ranjang.


Tubuh bagian atas pria itu masih telanjang dengan selimutnya yang melorot di pinggang. Yelena menatapnya malu, lalu berjalan mendekat. Dia duduk di samping Sean, lalu melingkarkan lengannya di pinggang Sean.


"Selamat ulang tahun, Sean."


Yelena menyandarkan kepalanya di bahu Sean sembari memejamkan matanya. Sean mengangkat sebelah tangannya dan membelai lembut rambut Yelena, kemudian mengecup pelan keningnya.


"Tunggu sebentar!" ujar Yelena melepas pelukannya.


Yelena bangkit dan pergi menuju walk-in closet nya. Dia mengambil sebuah kotak kecil dari sana. Ya, kotak hadiah untuk Sean.


Dia kembali dengan wajah berserinya. Kedua tangannya di letakkan di belakang pinggangnya untuk menyembunyikan hadiah kecilnya.


"Hadiah ulang tahun!!" serunya sembari mengeluarkan tangan dan menyodorkan kadonya.


Sean mengambil kotak hadiah itu dan membukanya. Sebuah tie clip berwarna silver dengan ukiran kecil bertuliskan 'SY' di ujungnya.


"SY?" gumam Sean.


"Sean-Yelena" jawab Yelena dengan bangga.

__ADS_1


Sean masih menunduk melihat kado kecil di tangannya. Ketika dia menoleh secara tidak sengaja, matanya bertemu dengan tatapan Yelena yang sedari tadi melihatnya.


Yelena mengerjapkan matanya beberapa kali, lalu memalingkan wajahnya. Sean meraih wajah Yelena untuk menatapnya. Wajahnya menghadap Sean, namun matanya tidak. Dia tidak dapat melihat Sean dengan benar, dia merasa malu. Pipinya terasa sangat panas.


"Kenapa? apa kau merasa telah berbuat sesuatu yang salah?" tanya Sean dengan seringaian di wajahnya.


"Ti-tidak!" jawab Yelena tergagap.


Cup~


Sebuah kecupan kecil mendarat di bibir Yelena.


"Tunggu aku malam ini.." ujar Sean yang kemudian bangkit dari duduknya.


Hari sudah semakin petang. Pesta ulang tahun Sean akan dimulai pukul 7 malam nanti. Yelena yang baru saja selesai mandi itu berjalan menuju walk-in closet nya.


Dia mengambil gaun yang telah dia siapkan dari siang tadi. Gaun panjang berwarna putih yang terlihat simpel dan elegan.


Saat Yelena hendak melepas bajunya, sebuah langkah kaki terdengar. Dia mengehentikan kegiatannya sejenak untuk memastikan suara itu, namun suara itu tak lagi terdengar.


Dia melanjutkan untuk melepas bajunya. Dan betapa kagetnya dia saat matanya bertemu pandang dengan sosok dari cermin itu.


Segera dia menutup bagian dadanya dengan baju yang sudah terlanjur dia lepas, namun dalam kondisi punggung yang terpampang jelas.


Sean mendekat dan meletakkan kedua tangannya di pinggang Yelena.

__ADS_1


"Kau akan mengenakan itu?" ujar Sean sembari menatap gaun yang tergantung di depan Yelena.


"I-iya. Apakah bagus?" tanyanya.


Sean melepas pegangannya, lalu berjalan menuju pakaian-pakaian yang tergantung dalam lemari. Dia mengambil gaun berwarna merah dari dalam sana. Gaun yang cukup terbuka pada bagian dada itu. Lalu dia mengambil lagi blazer berwarna putih tulang.


"Pakai ini," ujarnya.


Yelena dengan patuh mengambil setelan itu. Meskipun dia tidak terlihat nyaman dengan model baju yang terlalu terbuka itu. Dia mengenakannya setelah Sean keluar.


Yelena menatap dirinya yang tampak berbeda dengan balutan kain merah itu di depan cermin. Rambut barunya yang bergelombang itu dibiarkannya terurai.


Dia menyambar blazer nya lalu berjalan keluar dari ruangan itu. Dia kira Sean akan menunggu nya di kamar, ternyata tidak.


Dia berjalan turun dan mendapati Sean telah menunggu di ruang tamu dengan setelan jas putihnya. Yelena sangat kagum saat Sean membalikkan badannya.


Sean menghampiri Yelena dan meraih blazer di tangannya untuk dipakaikan di pundaknya. Kemudian merapikan rambut Yelena.


"Apa ku bilang..kamu cocok dengan rambut bergelombang," ujarnya.


Yelena tersenyum tipis. Senyumnya semakin mengembang saat melihat kado pemberiannya di kenakan oleh Sean.


"Kenapa mengenakan ini? sangat tidak cocok dengan gaun mu!" ujar Sean sembari mengangkat tangan Yelena yang mengenakan gelang tali pemberiannya kemarin.


"Hadiah darimu akan selalu aku pakai..kamu tidak dapat mencegah ku~" ujar Yelena dengan bangga.

__ADS_1


__ADS_2