Aku Hanya Boneka Pengganti

Aku Hanya Boneka Pengganti
Drama Sarapan


__ADS_3

Keesokan harinya..


"Bibi, tolong buatkan saya kopi ya.." ujar Gloria setelah menuruni tangga.


"Maaf Tante, kopinya pakai gula apa tidak?"


Gloria menoleh kaget. Dapur itu memiliki master barunya. Berbagai macam makanan telah siap di meja makan.


"Yelena..semua ini kamu yang masak?" tanya Gloria kagum.


Yelena hanya meringis malu sembari menggaruk rambutnya yang tak gatal. Gloria menghampiri Yelena yang berdiri di depan meja makan sana.


Sangat disayangkan, batin Gloria. Andai gadis sepertinya bisa menjadi menantunya. Kenapa putranya itu malah jatuh hati kepada gadis yang hanya menonjolkan kecantikannya seperti Allesa itu.


Gloria menyalahkan dirinya sendiri karena dia selalu menjodohkan Sean dengan Allesa sejak kecil.


"Tante tadi kopinya bagaimana? pakai gula apa tidak?" tanya Yelena membuyarkan lamunan Gloria.


"Ah~ iya, tidak pakai gula.." jawab Gloria.


Gloria duduk di meja makan dan menatap makanan dengan aroma lezat di hadapannya. Gloria yang jarang menyentuh sarapan itu kini mulai mengambil piringnya.


"Bibi April dimana Ye?" tanya Gloria pada Yelena yang sedang sibuk menyeduh kopi.


"Bibi jemur pakaian Tan.." ujar Yelena sembari menyajikan kopinya.

__ADS_1


Gloria merasa ada yang kurang. Dia menepuk jidatnya lalu tertawa kecil.


"Tante lupa anak-anak sama Vivian juga disini..masakan kamu membuat Tante lupa akan dunia sekitar," ujar Gloria terkekeh.


"Kami sudah di sini, Tante.." ujar Vivian yang baru saja datang bersama Aiden. Diikuti dengan Sean yang masih ada di atas tangga sana.


"Ada sup ayam gak nih~?" ujar Vivian dengan bersemangat mendatangi meja makan.


"Ada dong.. itu kan kesukaan kamu," jawab Yelena dengan bangga.


"Wah~ada cap cay juga!!" seru Aiden yang langsung menyambar piring dan nasi.


Vivian mulai melahap makanannya, lalu mengedarkan pandangannya pada setiap masakan yang tersajikan. Entah hanya dia yang merasakan atau Gloria dan Aiden juga merasakannya. Hampir semua masakan itu adalah makanan yang tidak di sukai Sean. Sean paling membenci sup ayam. Dia juga tidak menyukai cap cay.


"Uhhhukk~"


Gloria meneguk segelas airnya karena tersedak. Dia tidak menyangka putranya memakan makanan yang paling di bencinya.


"Bukannya kakak membenci sup ayam?" bisik Aiden.


"Bukan urusanmu!" jawab pelan Sean.


Gloria menatap Sean yang lahap menyantap sup nya. Begitupun juga dengan Vivian dan Aiden. Serangan tatapan mereka tujukan kepada Sean karena heran.


"Kalian membuatku tidak dapat menikmati makanan ku!" ujar Sean menengadahkan kepalanya lalu menatap satu-persatu mereka.

__ADS_1


"Kamu sangat menikmati makanan yang tidak pernah kamu makan.." gumam Gloria.


Klang~


Gloria meletakkan sendok nya sengaja dengan nyaring. Lalu meneguk kopi seduhan Yelena. Gloria mengangkat kedua alisnya.


"Hmm~" serunya.


"Memang pantas di akui sebagai menantu.." ujar Gloria.


Sean meletakkan sendok nya, lalu menengadahkan kepalanya menatap tajam Ibunya. Gloria memiringkan kepalanya sembari mengangkat sebelah alisnya, menatap Sean dengan tatapan menantang.


"Benar kan, Sean?" lanjutnya.


Sean bangkit dari duduknya dan menarik tangan Yelena yang duduk di sampingnya.


"Sudah saatnya pulang.." ujar Sean.


"Tunggu!" ucap Gloria.


"Mama mau ajak Vivian dan Yelena untuk belanja persiapan pesta ulang tahun kamu.. Yelena semalam sudah janji sama Mama, benarkan Yelena sayang?" lanjut Gloria.


"Iya Tante.." jawab Yelena lalu menatap Sean yang meliriknya tajam.


Sean melepas tangan Yelena, lalu pergi dari sana tanpa mengatakan apapun lagi. Yelena merasa bersalah juga khawatir dengan Sean yang tiba-tiba langsung pergi.

__ADS_1


__ADS_2