
Klakk~
Yelena menutup pintu kamarnya. Sejenak dia menyandarkan tubuhnya di balik pintu. Dia menyentuh dadanya yang masih berdebar.
"Tenangkan dirimu, Yelena!" ucapnya pada dirinya sendiri.
Dia menghempaskan tubuh lelahnya di ranjang empuknya sembari merentangkan kedua tangannya. Dia menatap langit-langit kamar yang selalu sama. Kemudian memejamkan matanya dan menghela napas panjang.
Banyak hal yang telah terjadi hari ini. Satu per satu kejadian terlintas di pikirannya, berjalan seperti sebuah film.
Dia membuka matanya dan menatap ke arah balkon. Tertarik dengan sesuatu yang ada di luar sana, dia bangkit dari zona nyaman nya. Dia membuka pintu balkon yang tertutup itu.
Udara dingin menyerbunya saat pintu terbuka. Langit malam terlihat lebih gelap dari biasanya. Bintang yang biasanya bertebaran kini tak lagi terlihat. Semburat kilat menyambar di ujung sana.
Yelena memeluk tubuhnya. Suasana hatinya seketika menggelap seperti langit malam yang di tatapnya saat ini.
"Sebenarnya apa maksud dari ucapan Fiona?" gumamnya.
"Kau itu hanya pengganti! suatu saat kau akan dibuang olehnya jika sudah tak berguna~"
__ADS_1
"Bukannya mencari Allesa, kenapa Sean malah mencari wanita pengganti yang persis dengannya~"
Yelena menggumamkan kalimat yang di ucapkan Fiona siang tadi. Dipikirkan beberapa kali pun dia tidak mengerti apa maksudnya.
Kepalanya terasa berat. Rasa menyengat mulai hadir di dalam sana. Akhir-akhir ini kepalanya terasa sakit ketika terlalu berpikir keras.
Yelena menutup kembali pintunya karena hembusan angin kencang yang mulai datang.
"Mungkin akan turun hujan malam ini.." gumamnya.
Dia berjalan ke kamar mandi. Dia ingin merilekskan tubuhnya dengan berendam air hangat. Ini hari yang cukup melelahkan untuknya. Dia telah mengalami banyak kejadian di luar dugaan hari ini. Mulai dari dini hari tadi, hingga malam ini.
"Kapan ingatan ku akan kembali?" gumamnya sembari memandangi bekas luka di kepalanya.
Dengan adanya bekas itu, di masa yang akan datang dia tidak akan pernah bisa lari dari memori yang dibangunnya saat ini. Saat ingatannya kembali, luka itu akan selalu mengingatkannya pada memorinya saat ini. Meskipun suatu hari nanti dia mengetahui kebenarannya dan mulai membenci Sean, dia tidak akan bisa melupakan hal yang telah terjadi itu.
Bekas luka itu akan selalu menjadi saksi bisu akan semua hal yang telah terjadi. Atau mungkin menjadi sebuah kamera penangkap yang menangkap semua gambaran peristiwa antara kedua orang itu, dan akan menampilkan hasil tangkapannya saat Yelena melihat bekas luka itu.
Dia menenggelamkan dirinya pada bathtub berisi air hangat.
__ADS_1
'Kamu hanya pengganti!'
'Kamu hanya pengganti!'
'Kamu hanya pengganti!'
'Allesa, aku merindukanmu~'
"Pwahh~" Yelena bangkit dari bathtub nya.
Napasnya terengah-engah. Mimpi buruk. Ya, dia ketiduran di dalam bathtub nya. Dia mengontrol pernapasannya, kemudian mulai keluar dari rendamannya.
Dia menggulung rambutnya dengan handuk, lalu meraih bathrobe nya. Dia kembali menatap dirinya yang terlibat kacau di depan cermin.
"Itu hanya mimpi buruk, Yelena! kamu adalah dirimu sendiri, kamu bukan pengganti siapapun! kamu adalah tunangan Sean.." ucapnya di depan cermin sembari menepuk kedua pipinya.
Dia menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan melalui mulutnya.
"Semua akan baik-baik saja.."
__ADS_1