Aku Hanya Boneka Pengganti

Aku Hanya Boneka Pengganti
Appear


__ADS_3

Sean merogoh saku kemejanya dan mengeluarkan benda berkilauan dari dalam sana. Sebuah kalung perak dengan liontin berlian kecil.


Sean hendak memasangkannya di leher Yelena, namun tempat itu sudah terisi oleh kalung milik Yelena.


Yelena menunduk dan menatap kalung miliknya, kalung itu tidak pernah lepas dari lehernya. Karena kalung itu sungguh berharga.


Tapi, saat ini untuk pertama kalinya dia melepasnya. Dia melepas simbol dirinya itu. Kalung yang sudah seperti menjadi bagian dari tubuhnya itu.


Yelena menggenggam erat kalung di tangannya, lalu menengadahkan kepalanya dan mendekat kepada Sean. Dengan senang hati Sean memasang kalung itu.


"Cantik~" ujar Sean.


...****************...


Mobil mereka berhenti di depan lobi Hotel. Sean keluar dari mobilnya lalu membukakan pintu untuk Yelena dan menuntunnya keluar seperti seorang putri.


Sean meraih tangan Yelena dan menggamit nya di lengannya. Mereka berjalan berdampingan masuk menuju hotel itu. Pesta diadakan di venue rooftop hotel itu.


Gloria menyambut kedatangannya saat mereka sampai di atas sana. Gloria mengambil alih tangan Yelena.


"Kamu sangat cantik.." pujinya pada Yelena.


"Terima kasih. Tante juga terlihat sangat anggun," balas puji Yelena.


"Oh iya, apa Aiden dan Vivian belum datang?" tanyanya sembari mengedarkan pandangannya.


"Itu~" seru Gloria.


"Hei!! Nona cantik!" ujar Vivian sembari memeluk Yelena.

__ADS_1


Vivian melepas pelukannya, lalu menatap penampilan luar biasa Yelena. Sayangnya dia tidak terlalu suka melihat gaya rambutnya yang sama seperti Allesa itu. Dia berusaha keras untuk menutupi perasaan tidak sukanya itu, karena dia tidak ingin mengulangi kesalahan seperti kemarin.


"Tuan Muda kita ada di sini!"


"Bintang ulang tahunnya ada di sini!!"


Yelena menoleh pada sumber suara yang ada di belakang sana. Sean di sambut dan di kelilingi oleh teman-temannya.


Aiden melihat Yelena yang merasa tidak nyaman di kerumunan itu, meskipun sudah ada Vivian dan juga Ibunya disampingnya kelihatan nya hal itu tidak cukup membantu.


Aiden menghampiri Sean, lalu memeluknya.


"Selamat ulang tahun, kak.." ujarnya.


"Jangan membuat Yelena tidak nyaman!" bisik nya kemudian.


Aiden melepas pelukannya dan tersenyum profesional, begitupun juga dengan Sean. Seolah tidak terjadi apa-apa diantara mereka.


"Benar-benar merepotkan!" gumamnya.


Dari kejauhan Gloria menatap kedua putranya. Sudah dapat dia tebak jika Aiden baru saja menjemputnya. Sean dan Aiden sampai di hadapan Gloria.


"Kamu belum menyapa Mama sejak datang tadi.." ujarnya sembari melirik Sean.


Sean mendekat pada Gloria dan memeluknya, Gloria menyambut pelukannya dengan hangat. Sebenarnya dia rindu dengan putra sulungnya itu.


"Selamat ulang tahun, sayang.." bisik nya.


Sean tercengang mendengar ucapan Ibunya, lalu tersenyum tipis dan melepas pelukannya.

__ADS_1


"Semoga kamu menjadi pria yang lebih baik dan bertanggung jawab," lanjutnya saat melepas pelukannya.


"Sean!"


Sean menoleh. Jeremy, Bas, dan Dias ada di belakang sana. Juga Fiona yang mengekor di belakangnya. Sean mengerutkan keningnya, dia belum sempat membuat perhitungan dengan Fiona tentang kejadian di bar malam itu. Beraninya dia menghubungi Yelena untuk datang dan menjemput nya.


Mereka bertiga memberi ucapan selamat kepada Sean. Sedangkan Fiona masih berdiri di tempatnya, dia menatap Vivian dan Yelena. Dia tidak dapat menyembunyikan emosinya. Semuanya terlihat jelas di wajahnya.


"Apa yang kamu lakukan dengan menatapnya seperti itu?" seru Sean saat menyadari tatapan Fiona terhadap Yelena.


Mereka semua menoleh ke arah Sean. Gloria yang mendengar hal itu juga tersenyum bangga, lalu pergi dari perkumpulan para anak muda itu.


Sean berjalan mendekat ke arah Fiona, lalu berbisik.


"Aku belum membuat perhitungan dengan mu!"


Fiona menepuk pundak Sean dan tersenyum licik.


"Jangan terlalu galak! Aku membawa hadiah khusus yang sangat spesial untukmu.." ujarnya.


Sean memundurkan langkahnya, lalu menatap ke arah Yelena yang berada di antara Vivian dan Aiden. Dia mengerutkan keningnya tak suka, lalu meraih tangan Yelena untuk mengajak nya pergi.


"Tunggu dulu! aku bilang aku membawa hadiah yang spesial untukmu! kamu akan sangat menyesal jika tidak melihatnya!" ujar Fiona di belakang sana, namun Sean tidak menghiraukannya dan terus menggandeng Yelena untuk pergi.


"Sudahlah, jangan membuat hancur acara malam ini.." ujar Vivian.


"Kejutannya ada di sini~"


Sean menghentikan langkahnya saat mendengar suara itu, lalu berbalik. Yelena menatap Sean yang membeku itu dari samping. Lalu ikut menoleh kebelakang saat melihat mata Sean yang tak berkedip sedikitpun.

__ADS_1


Seorang wanita sedang tersenyum kearah Sean. Seketika pemandangan itu membuat Yelena tertegun.


__ADS_2