
Malam yang panjang itu telah berganti pagi. Matahari memang belum muncul. Bukan sinar matahari melainkan kicauan burung yang membuat Yelena membuka matanya.
Dia duduk di tempat. Di tatapnya Aiden yang masih tidur pulas di sofa.
"Dia tidak pulang?" gumamnya.
Dia beranjak dari ranjangnya dengan selimut yang di bawanya. Di pakaikan selimut itu pada Aiden.
Yelena tersenyum kecut. Hari pertamanya setelah pulang dari rumah sakit, bukan tunangannya yang menjaganya. Melainkan calon adik iparnya. Itu yang dia pikirkan.
Dia melangkah keluar dan menutup pintu dengan hati-hati agar Aiden tidak terbangun. Dia melanjutkan langkahnya menuju dapur. Di lihatnya Bi April yang sudah ada di sana sedang menyiapkan bahan-bahan masakan untuk sarapan.
"Bibi?" panggilnya.
"Non Yelena? ada yang bisa Bibi bantu Non? Non haus?" tanya Bibi khawatir.
Yelena menggeleng sambil tersenyum.
"Yelena mau masak.." ucapnya sambil tersenyum malu.
"Jangan Non..Non Yelena istirahat aja.."
Yelena memanyunkan bibirnya dan membuat puppy eyes, berharap Bibi akan menurutinya.
"Ayolah Bi...ya? ya?" dia merayu Bi April sambil mengayun-ayunkan tangan Bibi yang di genggamannya.
Bibi yang tidak dapat menolak sikap manja Yelena itu hanya bisa mengangguk pasrah.
__ADS_1
Yelena tersenyum girang. Kemudian memeluk Bibi dengan hangat.
"Terima kasih Bi."
Yelena menatap bahan-bahan yang sudah disiapkan Bibi. Semua bahan sudah di cuci bersih.
"Bibi mau buat cap cay?"
Tanya yelena sembari meraih pisau ran mulai memotong bahan-bahannya dengan terampil dan cekatan. Bi April di buatnya kagum dengan skillnya itu.
"Non bisa masak?" tanya Bibi heran.
"Aku tidak bisa masak? Wah, berarti setelah kecelakaan bakat aku bertambah dong Bi.." ujarnya dengan bangga.
Bibi hanya mengangguk dan tersenyum. Namun dalam diam bibi berperang dengan pikirannya.
'Aku berharap den Sean menemukan jodoh yang seperti ini, bukan seperti Non Allesa', pikirnya.
Di sisi lain pemilik rumah yang pergi dari rumahnya malam itu sedang duduk termenung di balkon apartemen nya.
Dia mengingat kejadian semalam. Menyadari perbuatannya yang lepas kendali. Ingatan saat dia mendorong Yelena hingga jatuh pun terulang di kepalanya.
"Aghh~ sial!" decaknya sembari mengacak-acak rambutnya dengan gusar.
Perasaan bersalah sedang menyerubungi hatinya saat ini. Jika itu adalah Allesa dia akan minta maaf secepat mungkin. Namun itu bukan Allesa. Dia sendiri tidak tahu harus bersikap seperti apa pada Yelena.
Dia memijat pangkal hidungnya sejenak, kemudian menyesap secangkir kopinya.
__ADS_1
'Aku akan coba menemuinya nanti,' batinnya.
...----------------...
Makanan telah tersajikan dengan rapi di meja makan. Bau harum pun memenuhi seisi rumah. Seseorang yang ada di atas tangga sana sedang berjalan turun, mengikuti bau harum yang menggodanya.
"Wah, ada pesta apa ini?" ujar Aiden sambil duduk di kursi meja makan.
"Kita ada koki baru di rumah ini," ucap Bibi dengan bangga.
"Oh ya? apa Sean yang mempekerjakannya?" tanya Aiden sembari mencicipi makanan di meja itu.
"Aku khusus membuat masakan ini untukmu, bagaimana bisa kamu mengatakan itu? Apa kamu tidak melihatku? apa kamu masih tidur?" oceh Yelena pada Aiden.
"Wow wow...ternyata kak ipar yang memasaknya. Untuk siapa tadi? untukku? apa aku tidak salah mendengarnya?" goda Aiden.
"Oh, kamu tidak mendengarnya? mau aku bantu untuk bisa mendengarnya?" ucap Yelena sambil berjalan ke arah Aiden dan menjewer telinganya.
Suara canda tawa memenuhi isi rumah pagi itu. Tentu saja pagi yang penuh dengan tawa itu pengalaman pertama yang pernah dirasakan Aiden. Begitupun juga Bibi yang sudah puluhan tahun mengabdi pada keluarga Li.
Namun di balik itu, semua orang mengabaikan seseorang yang berdiri di ruang tamu. Bukan mengabaikan, tapi tidak menyadarinya. Ya, mungkin sejak Bibi mengatakan 'ada koki baru' tadi.
Sean yang merasa kedatangannya tidak dibutuhkan itu kembali ke pintu depan. Bukan keluar, tapi menggebrak pintu untuk menarik perhatian ketiga orang yang sedang berbahagia itu.
Sontak Yelena dan yang lainnya menghentikan tawa mereka.
"Kenapa diam? kalian lanjutkan saja, aku hanya datang untuk mengambil jas," ucap Sean kemudian berlalu.
__ADS_1
Yelena menatap punggung Sean yang berlalu. Sedangkan Aiden.. Aiden menatap Yelena yang penuh dengan tatapan khawatir pada Sean.
BERSAMBUNG...