Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Berawal


__ADS_3

Hujan yang turun semenjak malam , sampai pagi ini pun masih enggan berhenti . Ria yang sejak pagi sudah di dapur bersama ibunya menyiapkan sarapan untuk ayah dan kedua adiknya .


"Bu , pagi ini kita mau memasak apa ? " tanya Ria .


"Ini kita masih punya 3 butir telur dan nasi sisa tadi malam , kita buat nasi goreng saja untuk ayah dan adik - adikmu " jawab ibu .


"Baik bu , Ria bantu menyiapkan bahannya " .


Setelah hampir satu jam berlalu nasi goreng yang begitu harum baunya sudah tersaji di lantai yang beralaskan tikar . Ayah yang sudah siap mau berangkat bekerja pun menunggu istri dan anak - anaknya .


"Ri , mana kedua adikmu ?" tanya ayah yang melihat Ria keluar dari dapur .


"Tidak tahu Yah , mungkin sedang bersiap - siap ".


"Ya sudah , ayah tunggu " .


Tak berselang lama kedua adik Ria pun keluar . Dengan wajah kesal , Dinda mendekati tempat ayahnya menunggu .


" Kenapa Din , kok mukamu kesal begitu ? " tanya ayah yang melihat putri ketiganya itu .


" Itu Yah , mas Randi menyembunyikan kaos kaki ku . Padahal kaos kaki itu mau aku pakai ke sekolah " kesal Dinda .


Randi yang diadukan ke ayahnya hanya bisa cengar cengir bahagia karena sudah berhasil mengganggu adik kecilnya itu .


"Ran , kasihkan kaos kaki adikmu !" seru ayah .


" Randi , tidak menyembunyikannya Yah , Dinda saja paling yang lupa menaruhnya " kilah Randi sambil melirik adiknya itu .


" Bohong Yah , mas Randi sering menyembunyikan barang - barangku " seru Dinda tak terima .


" Randi !!! "


" Iya iya tuh di bawah kasurmu , hati - hati nanti ada kecoanya lho " goda Randi lagi .

__ADS_1


" Kenapa sih ini pagi - pagi sudah pada ribut ? " tanya ibu yang baru keluar dari dapur .


" Biasa bu anak - anakmu , yang satu usilnya minta ampun yang satu cengengnya minta ampun " jawab ayah sambil tersenyum


Ria yang mendengar ucapan ayahnya hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya . Hampir setiap pagi akan ada saja pertengkaraan antara kedua adiknya itu .


Setelah sarapan dan hujan mulai reda ayah dan kedua adiknya pun pergi meninggalkan rumah untuk bekerja dan bersekolah . Rumah sederhana yang hangat akan semua penghuninya itu kini sepi , hanya ada Ria dan ibunya . Ria sebagai anak pertama memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikannya . Dia berencana untuk mencari pekerjaan agar bisa membantu kedua orang tuanya . Ayah Ria hanya seorang buruh harian , sedangkan ibunya membantu dengan berjualan kue yang di titipkan ke warung - warung . Karena keterbatasan penghasilan itu , Ria tidak mau membebani kedua orang tuanya dengan membiayai dia kuliah .


Waktu menunjukkan pukul 10.00 sudah waktunya Ria membantu ibunya mengantar kue - kue yang sudah di buat tadi ke warung yang biasa dia titipi .


Saat sedang berjalan menuju ke warung tanpa sengaja dia bertemu sahabat karibnya Sella .


" Hai Ri , mau kemana ? " tanya Sella .


" Mau ke warung Bu Ida , mengantarkan kue ibuku . Kamu sendiri mau kemana La ? " jawab Ria .


" Ini mau mengirim berkas lamaran pekerjaan


ke kantor pos " jawab Sella .


" Aku melamar di perusahaan di kota sana Ri , Masih ada lowongan Ri , kamu siapin aja berkas - berkas nya siapa tahu kamu di terima" .


" Oke , nanti aku siapin berkasnya , semoga kita bisa di terima ya La , biar bisa kerja bareng " . ucap Ria .


" Aamiin . . . "


Sambil jalan mereka bercerita dan bercanda . Tak terasa sampai di tempat tujuan pun mereka berpisah .


" Bu Ida , pripun kabar e (bagaimana kabarnya)?" sapa Ria .


" Alhamdulillah sae cah ayu (Alhamdulillah baik anak cantik) " jawab Bu Ida .


Sambil tersenyum " Niki bu kue saking ibu kulo kangge dinten niki (ini bu kue dari ibuku buat hari ini ) " .

__ADS_1


" O ya selehno ing kono wae mengko tak tatane ( o ya taruh saja di situ saja nanti saya rapikan) " ujar Bu Ida .


" Dagangan kolo wingi tasih nopo telas bu (dagangan kemarin masih atau habis bu) ?" tanya Ria .


" Entek nduk , iki duit e wenehno ibumu yo (habis nak , ini uangnya kasihkan ke ibumu ya) " jawab Bu Ida .


" Maturnuwun bu (terimakasih bu) ". ucap Ria sambil tersenyum bahagia .


" Pamit riyin geh bu (pamit dulu ya bu) " .


" Ya nduk ati - ati " .


Ria pun berjalan pulang ke rumahnya . Sampai di rumah dia langsung menemui ibunya yang sedang menyetrika di ruang keluarga .


"Ini bu uang dari Bu Ida " .


" Makasih Ri , ibu minta tolong terusin setrika baju nya ya , ibu mau menyiapkan makanan buat adik - adikmu nanti " jawab ibu


" Ya bu " .


Waktu sholat dhuhur pun tiba , Ria menyempatkan waktu untuk beribadah .


"Istirahat sebentar ah , sekalian saja ku siapkan surat - surat buat melamar kerja , siapa tahu ada rejekiku di perusahaan itu " gumam Ria .


Saat sedang fokus menyiapkan surat - surat , tiba - tiba Dinda masuk " lagi ngapain mbak ? " tanya Dinda .


" Astagfirullahalazim , Dinda kalau masuk kamar orang itu salam dulu atau ketuk pintu dulu kamu sudah ngagetin mbak aja " seru Ria .


" Hehehehehe maaf mbak " ucap Dinda sambil nyengir .


"Mbak lagi ngapain kayaknya sibuk banget ?" tanya Dinda lagi .


"Mbak lagi nyiapin surat buat ngelamar pekerjaan " jawab Ria .

__ADS_1


Dinda yang sudah mengerti hanya mengangguk saja . Dinda sekarang sudah kelas 2 SMP jadi bisa diajak bertukar pikiran . kalau Randi susah banget diajak berbicara , mungkin karena anak laki - laki sendiri makanya lebih suka bermain di luar bersama teman - temannya . Randi sekarang duduk di bangku kelas 2 SMA . Walaupun sudah dewasa tapi sikapnya masih suka usil terhadap adiknya .


__ADS_2