Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Waktu Berdua


__ADS_3

Yuda masih memainkan ponselnya . Sampai tak berselang lama terdengar bunyi bel kamar mereka . Saat Yuda membuka pintu kamar , terlihat pegawai hotel membawakan troli berisi makanan pesanan Yuda .


" Selamat pagi Tuan . Maaf mengganggu ini saya antarkan pesanan anda . Mau saya bantu masukan ke kamar atau mau di bawa sendiri ? " sapa pegawai hotel tersebut .


" Pagi , saya bawa sendiri saja . Terimakasih sudah mengantarkan ke sini . " ucap Yuda sambil mengambil troli tersebut .


" Sama - sama Tuan . Ini sudah menjadi tugas saya . Kalau begitu saya permisi dulu . Selamat menikmati . " balas pegawai hotel itu . Yuda hanya membalas dengan menganggukan kepalanya saja .


Yuda pun masuk sambil mendorong troli makanannya . Terlihat pergerakan dari atas ranjang . Yuda pun melepaskan troli itu lalu beranjak ke arah ranjang mereka .


Ria yang sudah bangun pun sedang menggeliatkan tubuhnya dan mengerjapkan kedua matanya .


" Selamat pagi sayang , kamu sudah bangun ? " sapa Yuda sambil mengecup kening Ria .


" Pagi mas , maaf mas aku bangun kesiangan ya . Aaauuch . . . " ucap Ria sambil merasakan kesakitan di bagian intinya saat akan bangun .


" Kenapa sayang ? sakit ya ? " tanya Yuda khawatir .


" Iya mas kenapa sakit sekali . Badanku juga rasanya pegel semua ." keluh Ria .


" Maafkan aku ya sayang karena sudah membuatmu kesakitan begini ." ucap Yuda menyesal .


" Tidak apa - apa mas , besok juga sembuh ." balas Ria menenangkan .


Yuda pun tersenyum mendengar jawaban sang istri . " Tahu tidak sayang kalau sering di pakai itu tidak akan sakit lagi ." bisik Yuda sambil tersenyum jahil .


Ria yang mendengar ucapan sang suami pun hanya bisa mendelikan matanya . Yuda yang melihat reaksi sang istri pun tertawa terbahak - bahak . Dia cium pipi Ria dengan gemas .


" Ekspresimu itu lucu sekali kalau lagi kaget begitu ." ucap Yuda di sela tawanya .


" Jangan menggodaku terus mas . Sudah ah aku mau mandi dulu . Aaaakkkhhh . . . " seru Ria saat akan bangun dari ranjangnya .


" Iya maaf aku hanya senang menggodamu saja . Sini aku bantu , jangan dipaksakan kalau memang masih sakit sekali ." ucap Yuda sambil menggendong istrinya ke kamar mandi . Saat menggendong Yuda melihat bercak merah di sprei putih ranjangnya . Yuda pun tersenyum lebar melihatnya .

__ADS_1


Yuda membawa masuk Ria ke kamar mandi dengan pelan . Ria hanya menggulung badannya memakai selimut karena dia masih tidak menggunakan sehelai benang pun .


Yuda meletakkan Ria di atas closet duduk . Dia pun membukakan kran air hangat untuk mengisi bathup .


Setelah air penuh Yuda pun ingin membantu Ria namun Ria masih malu untuk memperlihatkan tubuhnya .


" Sudah mas aku bisa sendiri , mas Yuda keluar saja ." tolak Ria .


" Kenapa ? aku kan hanya ingin membantumu saja ." ucap Yuda menahan senyumnya .


" Hhmm . . . aku malu mas karena tidak memakai baju sama sekali . Sudah gih keluar dulu aku bisa mandi sendiri ." ucap Ria menahan malu .


" Kenapa harus malu ? aku kan sudah melihat dan merasakan semua milikmu . Jadi tidka perlu malu lagi sayang ." ucap Yuda sambil melepaskan selimut yang membungkus Ria lalu memaksa menggendong Ria .


" Auh . . . pelan - pelan mas , sakit tahu ." keluh Ria sambil mengalungkan tangannya ke leher Yuda .


" Kalau begitu aku bantuin mandiin kamu sekalian saja ya . Aku juga sudah basah nih ." ucap Yuda tersenyum .


Ria tidak bisa berkata - kata lagi karena bibirnya sudah habis di lahap sang suami . Tak lama Ria pun mulai membalas l*m*t*n suaminya . Mereka pun saling bertukar saliva . Yuda pun menekan tengkuk sang istri untuk lebih dalam mel*m*tnya .


Tangan Yuda pun sudah turun ke bawah untuk bermain dengan kedua squisy istrinya . Ria yang merasakan remasan tangan sang suami di squisynya pun membangunkan gairahnya lagi .


" Ah . . . Mas . . . " suara indah dari Ria pun menggema di dalam kamar mandi . Air di dalam bathup pun bergelombang ke sana kemari .


Setelah puas bermain Yuda pun menghisap squisy itu dengan lahap . Membuat tubuh Ria bergerak .


" Ah . . . mas . . . " suara itu terus keluar dari mulut Ria . Yuda pun dengan cepat melepas celananya . Dan adegan bertukar keringat pun terjadi lagi di dalam kamar mandi itu .


Dua jam berlalu akhirnya kedua manusia yang baru selesai memadu kasih itupun keluar dari kamar mandi . Mereka sudah selesai membersihkan diri setelah memainkan beberapa ronde di dalam sana .


Ria sampai harus menahan dingin karena ulah sang suami yang tidak pernah puas melahapnya . Dengan wajah sedikit di tekuk dan bibir cemberut , Ria keluar dari kamar mandi dan langsung mencari pakaian panjang agar tubuhnya terasa sedikit hangat .


Sedangkan Yuda hanya tersenyum bahagia melihat sang istri yang sedang merajuk itu .

__ADS_1


Yuda yang sudah selesai berganti pakaian pun mendekati troli makanan dan menatanya di atas meja . Setelah selesai ia pun duduk di sofa itu sambil menunggu sang istri .


Tak selang berapa lama , Ria pun menyusul sang suami . Ia duduk di samping Yuda .


" Ayo sayang kita makan dulu , aku sudah lapar banget . " ucap Yuda . Ria hanya diam saja sambil tangannya mengambilkan piring untuk diisi makanan buat suaminya itu .


" Sayang kamu marah ya . Maaf ya karena aku sudah membuatmu kedinginan . " ucap Yuda menyesal .


Ria pun hanya menarik nafasnya dan mengeluarkannya dengan kasar .


" Aku tidak marah mas . Cuma kesel saja aku sudah kedinginan dan kelaparan kamu malah minta nambah terus . Sedangkan aku tidak boleh menolaknya . Hufh . . . " ucap Ria menghela nafas .


" Iya maaf sayang . Tidak akan aku ulangi lagi . Kalau mau lama besok - besok di ranjang saja biar engga dingin ." ucap Yuda .


Ria pun hanya bisa mendelik tidak percaya dengan yang di ucapkan suaminya itu . Tapi Ria tidak membalas apa - apa .


Mereka pun makan dengan tenang . Tidak ada obrolan lagi di antara kedua nya .


Setelah selesai makan , Yuda maupun Ria tidak ada yang beranjak dari sofa . Mereka duduk sambil menyandarkan punggungnya . Yuda pun menarik Ria ke dalam pelukannya . Dengan lembut ia belai rambut sang istri yang bermanja - manja di dadanya .


" Mas , setelah ini kita mau kemana ? pulangkan ? " tanya Ria membuka obrolan .


" Hem . . . kemana ya ? Kamu mau nya kemana ? aku masih cuti sayang sampai minggu depan . Jadi hari - hariku 1 minggu ini full buat kamu . " ucap Yuda .


" Aku tidak tahu , aku tidak punya impian kemana - mana kecuali ke Mekah ataupun Madinah untuk umroh atau haji . Untuk selebihnya aku tidak tahu . " ucap Ria .


" InsyaAllah kapan - kapan kalau kita sudah dapat undangan dari Allah kita akan berangkat ke sana ya sayang . Sekalian bisa ngajak Ibu , Dinda dan Randi sekalian . Tapi untuk yang sekarang tujuan kita tidak ke sana sayang . Aku berencana mengajakmu untuk honeymoon . Untuk kemananya nanti saja kalau kita sudah sampai . Oke !!! " ucap Yuda .


" Honeymoon ? apa perlu mas ? " tanya Ria .


" Ya perlu sayang , kita menikah kan tidak memakai pacaran terlebih dahulu . Makanya aku ingin menghabiskan waktu kita berdua sampai puas . Suatu saat nanti kalau kita diberi anak kan sudah beda rasanya ." ucap Yuda sambil masih mengelus rambut Ria .


" Ya sudab terserah mas aku ikut saja . " balas Ria patuh . Yuda pun tersenyum lalu mencium puncak kepala Ria dengan lembut .

__ADS_1


__ADS_2