
Hendri masuk ke dalam rumah dengan wajah panik . Dia menghampiri kedua orang tua Yuda untuk menanyakan masalahnya .
" Om , Tante ada masalah apa sih , kok tiba - tiba Yuda pergi dengan marah begitu " tanya Hendri .
" Tante juga engga tahu Hen , tiba - tiba aja dia turun sambil jalan cepat dan langsung pergi tanpa pamit dengan kami " jawab Lina yang panik melihat putranya yang pergi dalam keadaan marah .
" Apa Yuda dan Ria tadi bertengkar ya Tan ? " tanya Hendri lagi .
" Engga tahu deh Hen . Tolong Hen , cari Yuda Tante takut terjadi apa - apa sama anak itu " ucap Lina .
" Oke Tante Hendri kejar Yuda dulu ya , Tante engga perlu khawatir " ucap Hendri sambil berlari keluar menuju mobilnya .
" Apa yang sudah terjadi ya Pa ? tidak seperti biasanya Yuda semarah itu " ucap Lina kepada sang suami .
" Mama tenang dulu , nanti kalau Yuda sudah pulang baru kita tanyakan . Sekarang biarkan mereka menenangkan diri dulu " hibur Hanan .
" Mama takut terjadi apa - apa dengan Yuda Pa . Apa Mama tanya Ria saja ? " ucap Lina .
" Jangan Ma , biarkan Ria dan Yuda menenangkan hati mereka dulu . Kita jangan ikut campur urusan mereka Ma " cegah Hanan .
" Baiklah " balas Lina lesu .
Hendri menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang . Dia mencoba menelusuri jalan yang kemungkinan di lewati oleh Yuda . Hendri tidak tahu Yuda pergi kemana . Walaupun mereka sangat dekat , Yuda termasuk orang yang sangat tertutup . Dia selalu menyimpan masalahnya sendiri .
Makanya Hendri tidak tahu tempat - tempat favorit sang sahabat jika sedang ada masalah .
" Apa coba aku cek di apartemennya ? " gumam Hendri berbicara sendiri . Yuda memang memiliki sebuah apartemen pribadi yang jarang ia tinggali . Yuda akan ke apartemen kalau sudah merasa kelelahan saja . Jarak antara apartemennya dengan kantor sangat dekat . Yuda kadang kalau capek lebih memilih pulang ke apartemen karena malas untuk pulang ke rumah yang jaraknya lebih jauh dari kantornya .
" Tidak salahnya aku coba cek ke sana " ucap Hendri sendiri lagi .
Hendri pun melajukan mobilnya ke arah apartemen Yuda . 45 menit berlalu Hendri pun telah smapai di apartemen itu .
Setelah memarkirkan mobilnya , Hendri bergegas keluar dan berjalan menuju unit apartemen pribadi Yuda yang berada di lantai 9 .
Setelah sampai di lantai 9 , Hendri mencoba membuka pintu apartemen dengan kode kunci yang di berikan Yuda . Setelah memasukkan kode kunci tersebut , pintupun terbuka . Hendri masuk dan menyalakan ruangan demi ruangan apartemen itu .
" Yud . . . Yuda kamu di sini ? Yud . . . " panggil Hendri berkali - kali mepada sahabatnya .
Tapi tidak ada sahutan dari aparteemn itu . Hendri pun memeriksa semua ruangan itu dan kosong .
" Di sini kosong , terus kemana dia pergi ? " ucap Hendri .
" Aku coba cari saja lah siapa tahu ketemu " ucap Hendri lagi .
Hendri pun bergegas keluar dari apartemen itu dan kembali masuk ke dalam mobil dan mulai mencari Yuda lagi .
" Kemana kamu pergi Yud ? " gumam Hendri lagi sambil menjalankan mobilnya dengan pelan sambil pandangannya ke arah kanan dan kiri .
" Coba aku telepon saja " Hendri pun mencoba menelepo sahabatnya itu melalui headphone yang sudah dia pasang di telinganya .
2 kali panggil bernada sambung tapi tidak ada jawaban dari sang sahabat . 4 kali mencoba tetap tidak di angkat oleh sang sahabat .
" Ish orang ini punga ponsel tidak ada gunanya . Di telepon bukannya diangkat malah di diemin saja " kesal Hendri masih sambil menyetir mobilnya .
Di tempat yang berbeda , Yuda masih terhanyut dalam perasaannya yang kalud . Dia masih memarkirkan mobilnya di pinggir jalan . Dia masih diam di dalam mobil dengan kepala yang menyandar di kursi pengemudi . Kepalanya dia dongakkan ke atas dengan mata terpejam . Bulir air masih mengalir di pipinya .
Bayangan akan traumanya kembali muncul di dalam ingatannya . Kepalanya terasa sangat berat . Yuda merasakan pusing di kepalanya .
Menyadari keadaannya akan semakin buruk , akhirnya Yuda menjalankan kembali mobilnya . Yuda menjalankan mobilnya untuk mencari hotel untuknya menginap sekalian untuk menenangkan dirinya .
Tak berselang lama berjalan akhirnya Yuda sampai di sebuah hotel bintang 5 . Dia menghentikan mobilnya di depan lobby hotel .
Yuda pun turun dan meemsan 1 kamar untuknya di receptionis . Dengan menahan kepalanya yang pusing akhirnya Yuda pun meenrima 1 kunci untuknya menginap .
Dengan di bantu oleh petugas hotel , Yuda berjalan sempoyongan menuju ke kamar yang dia pesan . Sampai di depan kamar , petugas hotel pun memapah tubuh Yuda untuk masuk ke dalam kamar .
__ADS_1
Yuda meminta tolong kepada petugas hotel untuk membelikan sebuah obat yang selalu dia konsumsi di kala kondisinya seperti ini . Petugas hotel itupun mau membantu Yuda . Dengan segera petugas itu pergi untuk membelikan apa yang di pesan oleh Yuda .
Yuda memilih berbaring di ranjang hotel itu . Kepalanya bertambah pusing dan badannya mulai sudah tidak enak . Begitulah Yuda di saat tubuhnya kelelahan dan di tambah dengan pikiran yang menguras emosi , dia akan di serang pusing kepala yang sangat hebat . Dokter memang menyarankan dia untuk tidak terlalu lelah dan stres . Dan dokter juga menyarankan untuk Yuda bisa mengontrol emosinya . Jangan sampai berlebih karena itu akan memicu tekanan darahnya bertambah tinggi .
Sambil menunggu petugas hotel tadi , Yuda pun memilih mengistirahatkan tubuhnya . Dia mencoba memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur .
Setengah jam berlalu petugas hotel itupun sampai di depan kamar Yuda . Yuda yang masih terjaga pun mencoba untuk bangun dan berjalan ke arah pintu .
" Maaf tuan ini pesanan anda " ucap petugas hotel tersebut saat Yuda membukakan pintunya .
" Terimakasih ya mas , ini buat beli minuman " Yuda memberikan sedikit uang tips untuk petugas tersebut .
" Terimakasih Tuan , selamat istirahat dan selamat malam " ucap petugas hotel itu .
" Sama - sama , selamat malam juga " balas Yuda smabil emnutup kembali pintu kamarnya .
Setelah menutup pintu kamar hotel , Yuda berjalan tertatih menuju ranjangnya dengan membawa 1 kantong plastik kecil . Yuda pun duduk di pinggir ranjang dan segera membuka bungkus obat itu untuk dia minum .
Setelah meminum obatnya , Yuda merebahkan lagi tubuhnya di atas ranjang itu .
Saat ingin memejamkan matanya terdengar suara dari ponselnya . Dia ambil ponselnya dan terlihat nama sang ibu meneleponnya .
Yuda tidak menjawabnya , dia masih butuh waktu untuk sendiri . Yuda pun menonaktifkan ponselnya karena saat ini dia enggan untuk diganggu .
Setelah mematikan ponselnya , dia lepar ponsel itu di samping ranjang . Yuda pun membenamkan wajahnya ke dalam bantal dan mencoba untuk memejamkan matanya . Tak berselang lama akhirnya Yuda terlelap juga .
Di kediaman Hanandi orang - orang sedang panik memikirkan keberadaan Yuda . Hendri yang sudah kembali lagi ke rumah Yuda pun tidak mendapatkan hasil . Hendri masuk dan bisa melihat wajah panik kedua orang tua sahabatnya itu .
" Bagaimana Hen , apa kamu menemukan Yuda ? " tanya Lina .
" Belum Tante , tadi Hendri sempat ke apartemennya tapi kosong . Hendri juga sudah muter - muter ke sana kemari tapi juaga ga ketemu . Maaf ya Tan " ucap Hendri lesu .
" Gimana dong Pa , kemana Yuda Pa ? Mama takut penyakitnya kambuh lagi " ucap Lina takut kepada sang suami .
" Mama tenang dulu , kita pikirkan dengan kepala dingin . Sekarang coba Mama telepon lagi " hibur Hanan .
" Coba Tante Hendri pinjam ponselnya siapa tahu Hendri bisa melacak keberadaan Yuda sekarang " ucap Hendri . Lina pun menyerahkan ponselnya kepada Hendri .
Hendri membawa ponsel Lina ke dalam kamarnya untuk ia sambungkan ke laptopnya yang sedang ia cas di meja kamar .
Hendri membuka laptopnya dan menyambungkan dengan ponsel Lina . Dia mencoba mengotak atik untuk melacak keberadaan sang sahabat .
Selain tampan Hendri juga pintar dalam hal tekhnologi baginya lacak melacak begini hanya sebagian kecil keahliannya .
Setelah hampir 1 jam berlalu akhirnya Hendri sudah tahu keberadaan Yuda sekarang . Dia sedikit lega karena posisi sahabatnya itu sekarang berada di hotel .
" Lebih baik aku bairkan dulu dia berada di sana . Mungkin memang sekarang dia butuh waktu untuk menenangkan dirinya . Lebih baik aku mencari tahu sebenarnya apa yang terjadi dengannya dan Ria " ucap Hendri .
Hendri pun menutup laptopnya dan pergi keluar menemui kedua orang tua Yuda .
" Bagaimana Hen , apa kamu sudah tahu keberadaan Yuda sekarang ? " tanya Lina .
" Sudah Tante , Tante tidak perlu khawatir sekarang Yuda sedang berada di hotel . Hendri rasa biarkan saja dia ada di sana dulu Tan biar tenang dulu " ucap Hendri sambil menyerahkan ponsel Lina .
" Syukurlah kalau dia baik - baik saja . Tante khawatir penyakitnya yang dulu kambuh lagi " ucap Lina .
" Jangan berfikiran yang aneh - aneh Ma , kenyataannyakan anak kita baik - baik saja " ucap Hanan .
" Hhhmmm Om , Tante kalau boleh Hendri ingin menemui Ria di atas . Hendri ingin tahu sebenernya apa yang sudah terjadi dengan mereka . Ria sudah menganggap Hendri seperti kakaknya sendiri semoga dia mau cerita dengan Hendri . Boleh tidak Om Tante ? " tanya Hendri takut .
" Kalau menurutmu baik Om sih mengijinkan Hen , Om juga penasaran dengan apa yang terjadi sampai Yuda terlihat marah sekali seperti tadi " ucap Hanan .
" Iya Hen , tolong kamu cari tahu . Tante percaya sama kamu " ucap Lina .
" Baik Om Tante , Hendri ke atas dulu menemui Ria " pamit Hendri . Hanan dan Lina pun hanya mengangguk .
__ADS_1
Hendri berjalan ke arah kamar Yuda . Sebelum membuka pintu kamar terdengar sayup - sayup seperti orang sedang menangis . Hendri pun mencoba mengetuk pintu kamar itu .
" Tok . . . Tok . . . Tok !!! "
" Ri , ini aku Hendri apa aku boleh masuk ? " seru Hendri .
Tak ada jawaban dari dalam kamar .
" Tok . . . Tok . . . Tok !!! "
" Ri , are you okay ? " tanya Hendri lagi .
Tak berselang lama akhirnya pintupun terbuka . Terlihat wajah sembab Ria dari balik pintu . Dengan senyum yang di paksakan Ria pun menyambut Hendri .
" Eh . . . mas Hendri ada apa mas ? " tanya Ria berpura - pura .
" Apa boleh aku masuk ? " Hendri balik tanya ke Ria .
" Silahkan " Ria pun membuka lebar pintu kamarnya .
Hendri berjalan masuk ke dalam kamar . Lalu dia menarik kursi meja ria untuk mendekat ke arah ranjang Ria dan Yuda .
" Sini Ri , Mas mau tanya sedikit sama kamu biarkan pintu itu terbuka agar tidak terjadi fitnah " ucap Hendri sambil menepuk pinggiran ranjang itu . Ria pun hanya mengikuti keinginan Hendri .
Ria duduk di hadapan Hendri .
" Ri , are you okay ? " tanya Hendri pelan sambil melihat ke wajah Ria yang menunduk .
" I ' m fine mas " balas Ria membalas memandang Hendri .
" Ri , kamu sudah menganggap aku seperti kakakmu sendiri . Memang seharusnya aku tidak ikut campur dalam urusan rumah tanggamu dengan Yuda , tapi di sini aku hanya ingin menengahi kalian . Siapa tahu aku bisa membantu masalah kalian . Maukan kamu cerita denganku sebenernya apa yang terjadi antara kalian ? " ucap Hendri lembut . Ria duduk diam menunduk . Dia ragu untuk menceritakan semua kepada Hendri .
" Ri , kamu percayakan denganku ? " Hendri mencoba merayu Ria agar mau cerita dengannya . Ria hanya menganggukan kepalanya .
" Kalau kamu percaya denganku , ayo ceritakan sebenarnya apa yang terjadi tadi ? sampai Yuda pergi begitu saja " ucap Hendri .
Ria mendongakkan kepalanya dan melihat mata ketulusan dari Hendri .
" Ini semua salahku mas , membuat mas Yuda pergi semua salahku " ucap Ria sambil menangis tersedu .
" Salahmu bagaimana Ri ? " heran Hendri .
Akhirnya Ria pun menceritakan dari awal sampai akhir pertengkarannya dengan Yuda sambil air matanya yang terus keluar . Hendri mendengarkan dan mencermati . Setelah Ria selesai menceritakan semuanya . Hendri hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar .
" Maaf Ri sebelumnya , bukannya membela sahabat mas dan menyalahkanmu . Tapi menurut mas pantas jika Yuda sampai marah denganmu karena kamu masih tidak bisa menerima dia sepenuh hatimu . Ri , Yuda benar - benar sudah lama jatuh cinta denganmu . Tapi karena ada sesuatu hal yang tidak kamu ketahui , Yuda takut untuk mengatakan langsung kepadamu . Aku juga tidak membenarkan perlakuan Yuda kepadamu yang dulu - dulu tapi Ri apa kamu tidak melihat perubahan dari Yuda setelah menikah denganmu ? Menurutku dia sudah berusaha menebus kesalahannya kepadamu dan menunjukkan cinta tulusnya kepadamu . So , kamu harus belajar menerima dia dengan sepenuh hatimu . Lihat dia dengan hati yang lapang dna legowo , jangan melihat dia dengan egomu . Karena kalau kamu melihatnya dengan egomu , dia akan selalu terlihat buruk di matamu . Tapi kalau kamu melihat dengan hati yang lapang dan legowo , aku yakin kamu akan melihat begitu besar rasa cintanya kepadamu " Hendri mencoba menasehati Ria . Ria hanya mendengarkan dan sesekali meneteskan air matanya .
" Aku sadar mas , aku yang salah . Aku menyesal karena sudah berkata seperti itu kepadanya " ucap Ria tersedu .
" Bagus kalau kamu menyadarinya Ri . Dan mas mau ngasih tahu kamu rahasia Yuda selama ini . Ri , kamu sebagai istri Yuda , kamu harus menjaga fisik dan mental Yuda lebih extra lagi . Yuda memiliki penyakit yang akan kambuh kalau dia sudah terlalu kelelahan dan stres berat . Dia akan merasakan pusing yang sangat hebat . Semua akibat kejadian masa lalunya yang aku sendiri tidak berhak memberi tahumu . Biarkan kelak Yuda sendiri yang menceritakan kepadamu . Jadi kedepan tolong jaga fisik dan mental Yuda dengan baik . Pantangannya sih ya cuma 2 itu saja jangan sampai kelelahan dan stres saja selebihnya sih oke oke saja " ucap Hendri jelas .
" InsyaAllah mas akan aku ingat " ucap Ria sambil mengusap air matanya .
" Terus sekarang apa yang kamu rasakan setelah kamu tahu kalau Yuda benar - benar jatuh cinta kepadamu ? " tanya Hendri .
Ria menundukkan kepalanya menahan malu ,
" Aku akan belajar melupakan masa lalu dan menerima masa depanku mas . Aku akan mecoba menerima Mas Yuda sebagai suamiku dengan hati yang lapang " ucap Ria .
" Nah gitu dong aku kan ikut bahagia mendengarnya " ujar Hendri .
" Sekarang mas Yuda ada di mana mas ? mas Hendri sudah tahu mas Yuda pergi kemana ? " tanya Ria .
" Sudah , kamu tenang saja dia aman kok . Sekarang istirahatlah , urusan Yuda biar aku yang tenangin " hibur Hendri .
" Terimakasih ya mas sudah membantu menyelesaikan masalah kami " ucap Ria .
__ADS_1
" Besok - besok kalian selesaikan sendiri ya , aku kan juga pengen ketemu Alin " ucap Hendri sambil terkekeh . Ria hanya tersenyum saja .