
Satu hari menjelang pernikahan ulang Yuda dan Ria , kediaman Hanandi sudah terlihat sibuk . Banyak pekerja yang sedang mempersiapkan rangkaian acara . Ada yang sedang memasang tenda , dekorasi ruangan dan lain sebagainya .
Lina sebagai ibu mempelai pria ingin mengadakan acara pengajian di rumahnya . Ia sudah mengundang beberapa orang dari komplek perumahan , teman - temannya dan rekan bisnisnya di toko kue .
Lina sangat antusias dengan acara ini . Sejak pagi dia hilir mudik untuk mengecek semua persiapan di rumahnya itu . Dia di bantu juga oleh tim WO . Sedangkan Bu Dewi lebih membantu hal - hal kecil saja . Seperti sekarang ini , Bu Dewi hanya membantu memasak untuk para keluarga utama saja .
Acara akan di laksanakan sore hari , Ria dan Dinda sedang berada di kamar Yuda . Mereka sedang melakukan perawatan tubuh agar terlihat fres saat acara besok . Mereka luluran dan juga maskeran . Mereka melakukannya sendiri karena Ria menolak saat Lina akan memanggilkan terapis untuk perawatan .
Ria dan Dinda saling bergantian membantu mengaplikasikan produk - produk kecantikan yang sudah mereka beli .
Saat Dinda dan Ria asyik dengan dunianya mereka sendiri . Para lelaki pun tidak mau kalah , Yuda Hendri dan Randi sedang berada di ruang gym . Mereka memilih olahraga daripada harus terganggu dengan kesibukan orang - orang di lantai 1 .
Randi yang belum pernah mencoba peralatan gym pun kebingungan , Yuda dengan sabar dan telaten mengajari adik iparnya itu .
Yuda juga memberi beberapa nasihat untuk adik iparnya itu . Randi merasa beruntung karena memiliki kakak ipar yang begitu memperhatikannya dan keluarganya .
" Ran , setelah ujian selesai jadinya rencana kamu ke depan apa ? " tanya Yuda sambil berjalan di treadmill .
" Aku rencananya mau nyari kerja mas . Sekalian menunggu kelulusan . " balas Randi yang berada di samping treadmill Yuda .
" Kamu tidak ingin meneruskan pendidikanmu ?" tanya Yuda lagi .
" Sepertinya tidak mas . Randi tidak mau memberatkan ibu untuk menguliahkan Randi . Randi lebih memilih kerja saja untuk membantu ibu . " jawab Randi lagi .
" Kalau kamu mau aku bisa menguliahkan kamu Ran . Aku akan membiayai semuanya sampai kamu lulus . Bagaimana ? " Yuda memberi penawaran kepada Randi .
" Maaf mas bukannya Randi menolak rejeki . Terimakasih dengan niat baik mas Yuda . Tapi Randi tetap akan bekerja saja . Di keluarga kami tulang punggungnya kan sekarang aku mas jadi sudah kewajibanku untuk mencari nafkah buat ibu dan Dinda ." balas Randi .
__ADS_1
Yuda yang mendengar jawaban sang adik ipar pun merasa terharu . " Kamu tidak perlu khawatir Ran , mas juga akan selalu membantumu . Jangan jadikan itu tanggung jawab untukmu seorang , itu juga jadi tanggung jawabku dan Ria juga . Jadi jangan pernah sungkan . " ucap Yuda .
" Iya mas aku mengerti . Tapi aku mohon untuk membiarkanku menanggung itu semua sendiri mas . Aku ingin menjadi laki - laki yang di harapkan ayah . Ayah selalu mengajariku tentang tanggung jawab dan menggantikan posisinya jika ayah meninggal . Dan sekarang inilah kenyataannya , aku harus memikul tanggung jawab ini sekarang . Jadi berikan aku kesempatan dulu untuk belajar berdiri sendiri dengan kakiku ini mas . " ucap Randi .
Yuda yang mendengar ucapan Randi pun merasa bangga .
" Aku bangga denganmu Ran , Di umurmu sekarang kamu sudah bisa berfikir dewasa seperti itu . Aku salut denganmu , jikalau memang kamu maunya begitu ya aku akan mendukungmu . Aku akan selalu berada di belakangmu . " balas Yuda .
" Terimakasih mas . " balas Randi singkat .
Hendri yang berada sedikit jauh dari mereka sama sekali tidak mendengar perkataan yang Yuda dan Randi bicarakan .
" Makan yuk Yud , sudah lapar nih perutku . " ajak Hendri
" Ya sudah ayo . Tapi kita makan di meja makan lantai atas saja ya biar tidak terganggu orang - orang yang sedang bekerja . " ucap Yuda dan dibalas anggukan oleh Hendri .
" Nak Yuda ibu ke sini ingin memberi tahu kalau makanannya sudah siap . Ibu sudah menatanya di meja makan lantai 2 . " ucap Bu Dewi .
" Wah terimakasih Bu , kenapa ibu yang membawa ? dimana Bi Sari dan pelayan lainnya ? " tanya Yuda .
" Mereka sedang sibuk nak di lantai bawah . Lagian tidak apa - apa ibu yang membawa lagi pula ibu dari tadi hanya menganggur saja . " balas Bu Dewi lagi .
" Iya bu Yuda tahu tapikan ibu di sini tamu istimewa kami masak kami harus membuat ibu bekerja . " ucap Yuda .
" Istimewa apa nak , kami malah banyak merepotkanmu dan keluargamu . " balas Bu Dewi .
" Tidak ada yang merasa di repotkan di sini bu . Ibu kan juga keluarga kami . "ucap Yuda sambil tersenyum .
__ADS_1
" Iya nak terimakasih ibu sangat terharu mendengar itu . Sudah yuk ngobrolnya , lebih baik sekarang kita makan dulu . " ajak Bu Dewi lagi dan dibalas anggukan oleh 3 laki - laki itu .
Mereka pun keluar dari ruangan gym menuju meja makan .
Ria dan Dinda yang sudah di panggil sejak tadi pun sudah duduk dengan manis di meja itu . Lina dan Hananpun ikut bergabung dengan mereka di atas .
Mereka duduk dan makan bersama dengan bersendau gurau .
Sore pun datang , para tamu undangan satu per satu telah datang . Kediaman Hanandi pun mulai ramai .
Acara pun di mulai , Ria dan Yuda duduk di tengah podium yang dihiasi dengan berbagai macam bunga . Mereka tampak serasi dengan pakaian yang mereka pakai .
Ria mengenakan pakaian gamis panjang berwarna krem berhias bordir dan payet mutiara yang sangat cantik . Serta hijab yang di tata dengan model modern menambah aura kecantikan yang begitu mempesona setiap mata memandang .
Yuda pun tak mau kalah , sore ini dia mengenakan kemeja panjang berwarna senada dengan Ria . Yuda juga memakai celana kain untuk memadukan kemeja itu . Tak lupa dia memakai jam tangan bermerk favoritnya . Menambah ketampanannya tak tertandingi .
Keluarga Yuda maupun Ria pun sama dengan mereka memakai pakaian yang berwarna krem yang sudah dipesan Bu Lina di butik langganannya .
Acara pun berjalan dengan khidmat , para tamu undangan dan keluarga pun membaca alquran dengan lancar .
Setelah acara berdoa bersama , mereka juga mengundang seorang ustadz terkenal untuk memberi nasihat pernikahan untuk Ria dan Yuda . Mereka mendengar tausiah dengan seksama .
Ria dan Yuda sesekali saling memandang . Setiap Yuda menatap wajahnya Ria hanya bisa tersenyum . Sang Ustadz yang melihat kedua pengantin itu saling menatap pun menggoda mereka . Suasana pun menjadi riuh penuh gelak dan tawa .
Setelah selesai dengan tausiahnya , Ustadz tersebut mendoakan pernikahan Ria dan Yuda agar bisa menjalankan biduk rumah tangganya dengan syariat agama yang taat . Sang Ustadz pun berpamitan untuk meninggalkan kediaman Hanandi .
Semua tamu undangan pun di persilahkan untuk menikmati hidangan yang sudah di sediakan . Semua orang ikut senang dan bahagia bersama kedua mempelai . Ria dan Yuda pun sepanjang acara hanya bisa tersenyum bahagia .
__ADS_1
Acara pun telah selesai , para tamu undangan satu per satu mulai meninggalkan rumah Hanandi dengan hati bahagia .