Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Atur Misi


__ADS_3

Petang menjelang , Ria dan Arin sudah berada di kos mereka . Saat Arin berada di dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya . Ria masih sedikit memikirkan kejadian itu . Dia ingin membalas perlakuan Yuda terhadapnya . Tapi Ria bingung harus dengan cara apa . Saking fokusnya Ria berpikir dia tidak menyadari kalau Arin telah selesai .


Arin pun mendekati Ria yang sedang melamun , " sedang memikirkan apa Ri ? Sudah ga usah di inget - inget terus kejadian . Anggap saja angin lalu " .


Ria sedikit terkejut karena Arin tiba - tiba muncul , " lagi ga mikirin apa - apa kok Rin . Aku hanya masih bingung saja " .


" Bingung kenapa ? " tanya Arin .


" Bingung saja kenapa sebenci itu tuan Yuda kepadaku . Perasaan aku tidak pernah membuat salah apa - apa sama dia . Dan bukan mau ku sendiri untuk dijodohlan sama dia " jelas Ria .


" Mungkin memang sifatnya begitu Ri . Dia memang ga bisa menghormati wanita " ucap Arin lagi .


" Ga tahu juga Rin , ya udah ah aku mandi dulu " Ria pun masuk kedalam kamar mandi .


Arin yang melihat sahabatnya masuk ke kamar mandi hanya bergumam , " polos sekali kamu Ri , aku lihat kalau tuan Yuda bukannya benci sama kamu tapi dia cemburu denganmu karena dekat dengan mas Hendri " .


Di dalam sebuah mobil


Seorang laki - laki sedang mengendarai mobilnya dengan kebingungan hati yang melingkupinya . Dia merasa bingung dengan isi hatinya sendiri .


" Sebenarnya apa yang terjadi denganku . Jika ku jauh darinya hati dan pikiran ini terus memikirkan dia . Tapi kenapa saat berada di dekatnya seakan mulut ini enggan untuk mengungkapkan isi hatiku . Hanya rasa takut yang kurasakan . Dan saat ku lihat dia bersama laki - laki lain terasa tidak rela hati ini . Tapi kenapa mulut ini tajam sekali mengucapkan kata - kata untuknya . AAAARRRHHHHH "


laki - laki itupun merasa frustasi dengan apa yang di rasakannya . Ia terus memukul setir mobilnya berkali - kali .


Dia melajukan kendaraannya sampai di kediamannya . Saat hendak turun dari mobilnya , terlihat mobil laki - laki yang tadi bersama Ria yang telah memancing emosinya . Tanpa menunggu lama dia pun langsung masuk ke rumah nya dengan langkah panjang .


" Ngapain kamu ada di sini ? bukannya nyelesaiin kerjaanmu di kantor malah santai - santai disini " kesal nya .


" Sebenernya kamu tuh kenapa sih Yud , dari tadi siang emosian terus kalau ketemu aku ? Perasaan aku ga buat salah apa - apa sama kamu ?" tanya Hendri .


" Ga buat salah katamu ? dengan ninggalin kerjaan begitu saja tanpa kabar kamu kira bukan salah ? jangan mentang - mentang kamu sahabatku terus aku ga berhak untuk memarahimu . Secara tidak langsung kamu mencontohi karyawan - karyawan yang lain Hen , makanya sepatutnya kamu ku tegur " jawab Yuda kencang .

__ADS_1


" Aku tidak meninggalkan pekerjaanku Yud , kerjaanku sudah selesai dan sudah ku berikan sama sekretarismu . Biasanya juga ga masalah kenapa sekarang jadi masalah ? Sebenernya kau marah bukan karena itu kan ? " tanya Hendri lagi dengan menyeringai penuh selidik .


" Ya aku marah karena itu . Alasan apalagi kalau bukan karena itu . Jangan coba - coba mengalihkan pembicaraan Hen " jawab Yuda pelan . " Apa dia curiga ?" gumam Yuda dalam hati .


" Yakin kamu ? tapi kok aku rasa kamu cuman cari - cari alasan saja " ucap Hendri curiga .


" Terserah kamu saja Hen mau percaya atau tidak . Yang jelas jangan pernah ulangi lagi kesalahan ini lagi . Aku tidak mau dengar karyawan lain bergosip kalau aku pilih kasih " ucap Yuda mengalihkan .


" Ya , terserah kau saja " balas Hendri sambil berdiri dan menuju ke ruang makan dan di ikuti Yuda yang berada di belakang nya . Di ruang makan ada Lina yang srdnag sibuk menyiapkan makan malam untuk keluarganya .


" Malam Tanteku yang paling cantik " sapa Hendri terhadap Lina dan langsung meraih tangan Lina dan menciumnya .


" Malam juga Hen , kamu memang paling jago dalam berkata manis ya Hen " balas Lina sambil memukul pelan kepala sahabat putranya itu .


" Ah tante ga juga . Memang tante aku lihat bertambah tua tapi bertambah cantik saja . Gimana Om Hanan ga jatuh cinta kalau punya istri begitu cantiknya begini " canda Hendri .


" Dasar bocah nakal bisa saja " ucap Lina .


Yuda pun mendekati Mama nya , " Malam Ma " sambil meraih tangan Mama nya dan menciumnya .


" Malam sayang , tumben pulang nya cepet ?" tanya Lina .


" Iya Ma , ada yang bikin masalah di kantor makanya meetingnya Yuda tunda " jawab Yuda sambil melihat ke arah Hendri . Sedangkan yang di lihat hanya pura - pura tidak mendengar ucapan Yuda . Tapi Lina tahu kalau putranya itu sedang kesal dengan sahabat sekaligus asistennya itu .


" Ya sudah sana bersihkan dulu badanmu dan nanti langsung kita makan malam bersama . Hari ini mama masak masakan kesukaanmu . Udah sana ke kamar mu dulu " bujuk Lina .


" Ya sudah Ma , Yuda ke kamar dulu " pamit Yuda dan di balas anggukan oleh Lina .


Yuda pun berlalu menuju ke kamar nya . Sedangkan Hendri melangkah menuju ke dapur untuk mencuci tangannya . Setelah selesai dia pun menuju meja makan dan duduk untuk menunggu anggota keluarga yang lain .


Lina pun mencoba bertanya masalah putranya dengan Hendri , " kalian sedang bertengkar ya Hen ? masalahnya apa kok tante lihat kayaknya Yuda marah banget sama kamu " tanya Lina .

__ADS_1


" Hendri saja bingung kok tante salah Hendri apa , tadi waktu di toko kue tante Kartika tiba - tiba dia melabrak Hendri yang sedang ngobrol dengan Ria . Yuda marah - marah ga jelas sampai menghina Ria juga . Hendri sampai ga enak hati sama Ria " jawab Hendri .


" Lha masalah nya apa kok tiba - tiba Yuda melabrak kalian pastikan ada sebabnya Hen ?" tanya Lina lagi .


" Alasannya ga tahu tante , katanya kerjaanku belum selesai sudah ku tinggal pergi . Padahal Hendri sudah menyelesaikan kerjaan Hendri . Apalagi Hendri pergi pas jam makan siang kenapa di permasalahin sama Yuda . Hendri rasa nih ya Tan , pasti ada alasan lain yang bikin Yuda semarah itu sama Hendri dan Ria . Tapi dia ga mau mengaku , ini yang bikin Hendri bingung Tan " jelas Hendri .


" Oooo . . . tante rasa tante tahu apa penyebabnya Hen " ucap Lina tersenyum sambil mengangguk - anggukan kepalanya .


" Apa Tan penyebabnya ? kasih tahu Hendri dong " bujuk Hendri .


" Hhmmm . . . gini Hen , kamu mau bantu tante tidak ? kalau kamu mau bantu dan ini berhasil kamu pasti akan paham penyebabnya " ucap Lina dengan senyum mencurigakan .


" Bantuan apa Tan ? Hendri siap saja kalau untuk membantu Tante . Tapi kasih tahu dulu penyebabnya apa " balas Hendri .


" Nanti saja Tante kasih tahu , itu Yuda dan papanya sudah menuju ke sini . Tante ga mau kalau mereka sampai tahu rencana kita . Ok ! " ucap Lina .


" Oke Tan " balas Hendri .


" Bisik - bisik ngomongin apa ini ? " Hanan membuka pembicaraan .


" Ga bisik - bisik kok Om , kita cuma cerita - cerita saja kalau hari ini ada yang marah - marah tanpa sebab " jawab Hendri sambil melirik Yuda . Yang di lirik hanya datar dan hanya memandangi pinselnya saja .


" Siapa yang lagi marah - marah tanpa sebab ?" tanya Hanan lagi .


" Adalah Om " jawab Hendri lagi .


" Sudahlah Pa ga usah ikut campur urusan anak muda biar mereka selesaiin sendiri masalah mereka " Lina mencoba mengalihkan perhatian suaminya itu .


" Iya juga . Ya sudah ayo kita makan " ajak Hanan .


" Tunggu tanggal mainnya Yud , Mama akan membuat kamu bisa mengungkapkan isi hatimu kepada Ria yang sebenarnya " gumam Lina dalam hati sambil memandang putranya yang sedang makan .

__ADS_1


__ADS_2