
Setelah selesai dengan pekerjaannya , Yuda dan Hendri pun segera masuk ke dalam rumah untuk membersihkan diri . Di dalam rumah masih terlihat kesibukan . Ria , Dinda dan Sella sedang membantu menata nasi ke dalam dus untuk di bawa pulang orang - orang yang datang ke acara tahlilan nanti .
Yuda yang ingin membersihkan tubuhnya mengambil keperluannya di dalam kamar dan segera masuk ke kamar mandi sebelum di pakai orang lain . Setengah jam berlalu ritual mandinya pun telah selesai . Yuda sudah memakai baju koko dan celana bahan yang di bawanya dari kamar . Tanpa menghiraukan orang - orang di dapur , Yuda hanya memandang ke depan saat ia lewat area dapur . Terlihat pandangannya kosong ke depan menerawang .
Ria yang berada di dapur hanya memperhatikannya saja .
" Ri , kok ada yang berbeda dari mas Yuda ya ? pandangannya itu lho kayak yang mikir berat gitu " ucap Sella yang juga memperhatikan Yuda .
" Aku juga engga tahu mungkin dia lagi stres mikirin kerjaan yang beberapa hari ini dia tinggal " jawab Ria acuh .
Setelah mandi , Yuda masuk ke dalam kamar untuk packing barang - barangnya . Barangnya sedikit hanya satu tas kecil jadi tidak memakan waktu lama untuk merapikannya . Tak lupa perlengkapan kerjanya ia masukkan ke dalam tas itu agar lebih praktis .
Selesai packing Yuda memilih duduk bersandar di ranjang Ria sambil memandang ke atas langit - langit kamar itu .
" Aku harus ikhlas dan sabar menjalani ini semua . Jika Ria memang belum bisa menerimaku sebagai suaminya , aku akan tetap bertahan dan berjuang mengambil hati Ria . Aku yakin suatu hari nanti , Ria akan jatuh hati kepadaku . Aku anggap ini ujian cinta ku untuk mendapatkan hati Ria . Aku harus tetap semangat . Tidak sepantasnya aku bersikap dingin seperti ini . Ayo Yud , kamu pasti bisa " Yuda mencoba berbicara sendiri di dalam hatinya untuk menyemangati hatinya yang sedang gundah .
Beberapa saat berlalu dihabiskan Yuda hanya melamun dan merenung di dalam kamar Ria itu . Terdengar pintu di buka , Yuda pun tersadar dari lamunannya .
" Maaf saya cuma mau ambil baju ganti saja bukan maksud untuk mengganggu istirahatnya" ucap Ria yang melihat keterkejutan Yuda .
" Ah , tidak apa - apa lagian ini juga kamarmu seharusnya aku tidak di sini . Silahkan kalau mau ambil barang . Aku ijin keluar dulu " balas Yuda sambil beranjak dari duduknya dan berjalan pergi keluar dari kamar itu .
Ria yang melihat sikap Yuda yang berbeda hanya terdiam heran dengan memandang kepergian sang suami . Tanpa sengaja Ria melihat tas Yuda tertutup rapi di bawah dekat lemari bajunya .
" Tumben tasnya tertutup , biasanya juga terbuka . Barang - barangnya juga engga terlihat ada di luar . Apa - " lirih Ria terputus dengan pikirannya sendiri sambil memperhatikan sekeliling kamarnya dan melihat ke arah tas itu lagi .
Yuda yang sudah di luar kamar pun tanpa sengaja berpapasan dengan Bu Dewi .
" Eh ibu . . . maaf bu apa Yuda boleh minta waktunya sebentar ? ada sesuatu yang ingin Yuda katakan " ucap Yuda meminta ijin berbicara dengan sang mertua .
" Boleh nak silahkan , apa yang ingin nak Yuda katakan ibu siap mendengarkan kok ? " balas Bu Dewi .
" Kita duduk di situ saja ya bu " ajak Yuda sambil menunjuk ke arah pojok kanan ruang tengah itu . Bu Dewi pun hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan mengikuti menantunya .
Mereka pun langsung duduk dan Yuda memulai pembicaraannya .
" Pertama - tama saya ingin menyampaikan permintaan maaf kedua orang tua saya yang tidak bisa hadir di acara nanti malam karena mungkin sekarang mereka sudah perjalanan arah pulang ke kota . Mereka juga titip salam karena tidak bisa berpamitan langsung dengan ibu karena rencana pulangnya juga dadakan . Saya mewakili kedua orang tua saya mohon maaf ya bu semoga ibu tidak tersinggung dengan apa yang kedua orang tua saya lakukan" ucap Yuda sopan .
" Ibu tidak apa - apa nak kalau memang orang tua nak Yuda tidak bisa hadir . Ibu memakluminya jadi nak Yuda tidak perlu meminta maaf tidak ada yang salah di sini . Jadi nak Yuda tidak perlu sungkan dengan ibu , ibu orangnya mah santai nak tidak baperan " ucap Bu Dewi tersenyum .
" Terimakasih bu sebelumnya . Ada satu lagi yang mau Yuda katakan Bu . Hmm . . . Yuda mau pamit juga sama ibu dan keluarga di sini . Mungkin nanti malam setelah acara 3 harinya ayah Satria , Yuda dan Hendri harus berangkat pulang ke kota karena besok Yuda harus menghadiri pertemuan dengan rekan bisnis yang tidak bisa Yuda batalkan lagi . Yuda berterimakasih banget sama ibu , selama di sini ibu sudah menyiapkan segala sesuatunya untukku dan Hendri . Maaf ya bu jika kami selama di sini merepotkan ibu sekeluarga . Dan maaf kalau Yuda belum bisa membantu banyak untuk keluarga di sini " ucap Yuda sendu sambil menundukkan kepalanya .
__ADS_1
" Kok mendadak nak ? kenapa tidak besok pagi saja pulangnya ? " tanya Bu Dewi heran .
" Iya bu saya putuskan pulang nanti karena biar ada waktu istirahat buat bekerja besok . Kalau kami pulang besok pagi saya pikir nanti kami tidak ada jeda untuk beristirahat " ucap Yuda berbohong .
" Betul juga sih . Ya sudah ibu restui kamu pulang nanti malam . Jangan lupa mengabari kami setelah sampai di sana . Dan nak Yuda tidak perlu sungkan , Ibu dan yang lainnya tidak merasa keberatan dengan kehadiran nak Yuda dan nak Hendri . Kami malah senang bisa menambah anggota keluarga kami . Seharusnya ibu yang meminta maaf kalau tidak bisa menyediakan tempat yang layak untuk nak Yuda dan nak Hendri . Ibu juga berhutang banyak dengan nak Yuda yang sudah membantu banyak keluarga ibu . Jadi jangan di pikirkan lagi ya . . . kalau begitu sehabis ini ibu akan menyuruh Ria untuk menyiapkan baju dan keperluannya untuk ikut pulang bersama nak Yuda ya " ucap Bu Dewi .
" Eh . . . tidak usah bu jangan memaksa Ria bu . Saya tidak masalah kok kalau Ria masih ingin tinggal di sini . Ibu jangan bicarakan ini takutnya Ria akan marah sama aku ataupun ibu . Saya mohon rahasiakan ini sampai nanti saya berangkat pulang ya bu " cegah Yuda .
" Tapi nak Yuda , sudah seharusnya Ria ikut dengan nak Yuda . Sekarangkan nak Yuda suami Ria jadi sudah jadi kewajiban Ria ikut kemanapun nak Yuda pergi " balas Bu Dewi .
" Iya bu saya paham itu , tapi ini pengecualian dari saya sendiri bu . Jadi saya mohon turuti keinginan saya demi kebaikan kita semua " balas Yuda lagi .
" Ya sudah terserah nak Yuda saja ibu hanya bisa mendoakan saja " ucap Bu Dewi lagi .
" Itu lebih dari cukup untukku bu . Terimakasih banyak ya bu " ucap Yuda . Bu Dewi pun hanya membalas dengan anggukan kepala saja .
Tanpa mereka sadari Ria dari balik pintu kamarnya mendengar semua perbincangan ibu dan menantu itu .
Ria membekap mulutnya dengan tangan satu dan meneteskan air matanya di balik pintu .
Dengan lemah dia terduduk dengan pelan bersandar di pintu itu sambil meneteskan air matanya .
Waktu terus berjalan , acara pun akan segera dilaksanakan . Ria yang dari setengah jam lalu sudah keluar dari kamarnya ikut bersibuk di dapur untuk menyiapkan suguhan untuk para tamu . Sedangkan Yuda duduk bersila berbaur dengan para tamu yang sudah datang .
Setelah di rasa semua orang sudah datang acara pun dimulai . Lantunan doa menggema di dalm rumah untuk mendoakan almarhum Pak Satria . Yuda , Hendri , Ria dan keluarga lainnya khusuk melantunkan doa untuk orang terkasih mereka itu . Sesekali Yuda mencuri pandang ke arah Ria dengan pikirannya sendiri .
" Baik - baik di sini ya Ri , maaf kalau aku tidak bisa lebih lama menemanimu di sini " gumam Yuda dalam hati sambil memandang sendu wanita yang sangat ia cintai .
Sedangkan Ria yang duduk berseberangan oleh Hendri juga sedang memandang Yuda dengan memikirkan sesuatu .
" Maafkan aku jika aku belum bisa menerimamu sepenuh hatiku . Tapi aku akan tetap berusaha menjadi istri yang sholeh dan berbakti kepadamu sebagai istri " gumam Ria dalam hati .
Setelah beberapa saat sampai di ujung acara . Semua menundukkan kepalanya untuk mengaminkan lantunan doa yang di pandu oleh seorang ustad . Dengan khuzuk Ria berdoa sambil berderai air matanya .
" Ayah maafkan Ria yang tidak bisa lama disini menjaga keluarga ini . Ria harus ikut dengan suami Ria demi bakti kepada suamiku agar tidak menciptakan dosa untuk ayah dan ibu . Berat bagiku meninggalkan keluargaku disaat seperti ini , tapi aku harus rela menjalankannya demi kebaikan semua " lirih Ria dalam hati dengan air matanya yang terus mengalir . Ria yang tidak bisa menahan lagi tangisnya pun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan menangis tersedu - sedu .
Ibu dan Sella yang berada di samping Ria pun hanya mencoba menenangkan Ria . Mereka berpikir Ria menangis karena masih teringat oleh ayahnya .
Yuda yang mendengar tangisan Ria merasa pilu melihatnya . Di pandanginya sang istri yang sedang menangis di hadapannya itu dengan sendu . Tanpa di sadari banyak orang ia pun ikut meneteskan air matanya . Yuda mengalihkan pandangannya ke belakang tubuhnya untuk menghapus air matanya itu .
Hendri yang berada di samping Yuda hanya bisa memegang bahu Yuda untuk menguatkan hati sang sahabat yang harus rela berpisah untuk membahagiakan istrinya .
__ADS_1
Yuda pun menyudahi menghapus air matanya itu dan berucap lirih kepada Hendri ,
" Setelah semua orang pulang , kita langsung berangkat ya Hen " ucap pelan Yuda . Hendri hanya membalas dengan menganggukan kepalanya .
Ria pun diajak ke dalam kamar oleh sang ibu . Di dalam kamar Ria masih menangis .
Acara pun telah selesai , para tamu yang datang pun saling bergantian pamit dengan Yuda , Hendri dan Randi . Setelah semua orang sudah pulang , Hendri pun langsung masuk ke dalam kamar Randi dengan mengajak Randi .
Hendri berniat memberi nasihat kepada Randi dan berpamitan .
" Ran , mas Hendri dan mas Yuda malam ini akan pulang ke kota . Besok mas Yuda harus menghadiri pertemuan penting jadi kami harus segera pulang . Mas percaya denganmu kalau kamu sudah siap menjadi pengganti ayah kamu . Beberapa hari ini mas sudah melihatnya sendiri . Sekarang mas sedikit lega meninggalkan rumah ini . Tapi sesuai janji mas , jika kamu mengalami kesulitan segera hubungi mas atau mas Yuda . Kami akan membantumu sebisa kami . Tolong jaga Ibu , Ria dan Dinda . Jangan lupa juga dengan sekolahmu . Mas pamit dulu ya . . . ini kartu nama mas kalau kamu butuh bantuan apapun segera hubungi mas , kamu mengertikan ? " ucap Hendri dengan jelas .
" Aku mengerti mas , terimakasih ya mas sudah menasehati aku , mengajari aku dan lainnya . Semoga perjalanan nanti lancar ya mas " balas Randi .
" Aamiin . . . makasih juga sudah mengijinkan mas tidur di sini denganmu . Sudah ya mas pergi dulu takut mas Yuda sudah menungguku" balas Hendri lagi . Randi hanya membalas dengan anggukan kepala saja . Hendri pun memeluk Randi untuk menguatkan pemuda itu . " Kamu pasti bisa Ran , semangat ya " ucap Hendri menyemangati .
" Terimakasih mas " balas singkat Randi . Mereka berdua pun keluar dari kamar .
Setelah orang - orang pergi tadi , Yuda juga masuk ke dalam kamar Ria untuk mengambil barang - barangnya sekalian pamit dengan Bu Dewi , Ria dan Dinda .
Yuda mengetuk pintu lalu membukanya , "Permisi bu maaf mengganggu , saya mau mengambil barang - barang saya dan saya mau pamit dengan ibu dan yang lainnya " ucap Yuda sambil mendekat ke arah Bu Dewi yang sedang duduk di ranjang Ria . Sedangkan Ria duduk bersandar di ranjangnya .
" Mau langsungan ya . . . ya nak hati - hati di jalan ya " ucap Bu Dewi sambil berdiri menghadap Yuda .
" Iya bu biar nanti subuh kami sudah sampai bu" balas Yuda canggung lalu meraih tangan Bu Dewi dan langsung ia cium punggung tangan wanita paruh baya itu .
Setelah salim dengan Bu Dewi , Yuda beralih mendekati ke arah Ria dan duduk di sampingnya Ria menghadap ke arah Ria .
" Ria , aku pamit dulu ya . Kemarin aku sudah mengatakan kepadamu akan pulang ke kota dan malam ini aku putuskan untuk pulang agar aku dan Hendri ada jeda untuk beristirahat . Kalau kami pulang besok kami tidak cukup waktu untuk istirahat . Aku tidak memaksamu untuk ikut denganku sekarang . Aku sudah menunggu jawabanmu dari kemarin tapi sepertinya kamu lupa tapi tidak apa - apa . Kamu baik - baik di sini ya , jaga kesehatanmu . Maaf kalau aku engga bisa menemanimu lama di sini karena aku mempunyai tanggung jawab pekerjaan yang tidak bisa aku tinggal . Semoga kamu bahagia tinggal di sini . Aku akan selalu menunggu kamu pulang Ri . Aku pamit ya . . . ini ada kartu ATM kamu pegang ya buat kebutuhan kamu dan keluarga ini . Anggap saja ini nafkah dariku untukmu . Kamu terima ya . . " ucap Yuda dengan senyum yang dipaksanya sambil mengambil tangan Ria untuk menerima kartu ATM yang ia berikan .
Ria hanya diam terpaku mendengarkan suaminya berbicara . Yuda pun beralih melihat ke arah Dinda .
" Din , mas pamit dulu ya . Jaga kesehatanmu dengan baik , minum obatmu dengan teratur dna jangan lupa makan yang banyak ya . Kamu juga harus fokus sekolah ya Din , belajar yang tekun kalau nilai kamu bagus nanti mas kasih hadiah deh . Kalau butuh apa - apa segera hubungi mas ya . Ini pegang kartu nama mas . Jagain mbak Ria buat mas ya Din " ucap Yuda .
" Iya mas Dinda akan rajin belajar dan akan menjaga mbak Ria dengan baik . Mas Yuda engga usah khawatir deh " ucap Dinda dengan bangga . Dinda pun menyalami kakak iparnya itu , Yuda hanya membalas dengan mengusap kepala Dinda penuh kasih .
Merasa cukup berpamitannya , Yuda pun beranjak dari duduknya . " Yuda pergi dulu ya bu , Assalamualaikum " ucap salam terakhir Yuda kepada sang mertua dan istrinya . Yuda pun berjalan ke arah tasnya dan meraih tas itu setelah itu berjalan keluar dari kamar itu .
Saat Yuda sudah memegang handel pintu ingin membuka pintu kamar , Dari arah belakang terdengar teriakan seseorang di telinganya .
" TUNGGU MAS , AKU IKUT !!!!!!! "
__ADS_1