
Setelah tersadar dari sikap bodohnya , Yuda hanya bisa menunduk menahan malu karena sudah di tertawakan banyak orang . Acara pun di lanjutkan kembali . Orang - orang pun menghentikan tawanya dan tenang melanjutkan acara lamaran itu .
Hendri selaku pembawa acara pun mempersilahkan Tuan Hanan selaku orang tua Yuda untuk mengucapkan maksud dan tujuan datang ke rumah ini .
" Kami datang kesini untuk berkenalan dengan keluarga Ria sekaligus ingin meminang putri Ibu Dewi . Walaupun mereka berdua sudah sah menjadi suami istri secara agama tapi kami tetap melakukan acara ini semata - mata untuk menghormati keluarga Almarhum bapak Satria dan Ibu Dewi . Saya sebagai orang tua Yuda tidak mau membuat keluarga ini merasa tidak di hargai atau di hormati karena meminang anak perempuan tanpa meminta secara langsung . Jadi semoga lamaran ini menambah tali persaudaraan kita ya Bu Dewi " ucap Hanan mengutarakan maksud dan tujuannya melakukan acara lamaran ini .
" Iya Tuan , saya selaku orang tua Ria menerima Tuan sekeluarga dengan tangan terbuka . Sekarang saya jadi tahu kalau nak Yuda mempunyai keluarga besar . Jadi bukan sebatang kara lagi ya nak Yuda ? " balas Bu Dewi tersenyum menggoda Yuda . Yuda hanya mendengarkan sambil tersenyum malu karena di goda sang ibu mertua . Orang - orang di ruangan itupun kita tertawa .
" Maafkan putra kami ya Bu Dewi karena meminang Ria secara dadakan tanpa perkenalan terlebih dahulu " ucap Bu Lina sungkan .
" Tidak apa - apa Bu Lina ,saya dan keluarga malah senang karena Ria bisa mendapatkan laki - laki yang baik , pemberani dan dewasa . Kami juga tidak tersinggung sama sekali dengan apa yang sudah nak Yuda lakukan . Apa lagi di dalam kondisi seperti kemarin . Jadi kami maklumkan " balas Bu Dewi .
" Terimakasih ya Bu sudah mau menerima putra kami dengan baik " ucap Hanan .
" Sama - sama Tuan saya juga berterimakasih karena keluarga Tuan sudah mau menerima Ria sebagai menantu kalian , terimakasih ya Tuan " balas Bu Dewi lagi . Tuan Hanan hanya membalasnya dengan anggukan .
Setelah Tuan Hanan mengutarakan tujuannya , dan lamaran di terima acara pun dilanjutkan dengan pengutaraan lamaran dari Yuda ke Ria secara langsung oleh Yuda .
Yuda sempat gugup tapi dia berusaha tenang . " Assalamualaikum wr wb , sebelumnya saya mohon ijin untuk mengutarakan isi hati dan tujuan saya datang kesini " ucap Yuda membuka pembicaraan sambil mengalihkan kegugupannya .
" Hah . . . Mauria Sabrina Riski maukah kamu menjadi pendamping hidupku , teman hidupku dalam suka maupun duka sampai maut memisahkan kita ? Aku Yuda Hanandi Saputro berjanji kepadamu akan selalu membahagiakanmu , menjagamu dan melindungimu . Aku akan berusaha menjadi imammu . Dan aku akan selalu belajar memperbaiki diriku didalam kekuranganku . Maukah kamu mengingatkanku dan menerimaku dari kelebihan dan kekuranganku ? Aku akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untukmu dan aku akan memperbaiki sikapku agar kamu tidak akan pernah mengeluh dengan sikapku . Maukan kamu menjadi ibu dari anak - anakku ? " setelah menghela nafas Yuda mengutarakan isi hatinya dengan menahan kegugupannya sambil ia memandnag teduh ke arah Ria .
" Iya saya terima " balas Ria singkat sambil melihat ke arah Yuda dengan menahan rasa berdebarnya .
" Alhamdulillah " seru semua orang yang berada di situ .
Setelah acara pengutaraan lamaran oleh Yuda acara dilanjut oleh pemberian hadiah . Di sini Bu Lina selaku ibu dari Yuda ingin menghadiahi sang menantu dengan perhiasan miliknya yang ia warisi dari keluarganya sebagai tanda kasih sayangnya kepada sang menantu .
Ria sebelumnya sempat menolak tapi karena bujukan dari sang mertua akhirnya Ria menerimanya .
" Terimakasih Ria sudah mau menerima putra ibu . Dan selamat datang di keluarga kami " ucap Lina kepada Ria sambil mengecup kening Ria tanda kasih sayangnya kepada sang menantu .
" Sama - sama Bu , saya juga terimakasih kepada ibu karena sudah mau menerima saya dan keluarga saya " balas Ria . Bu Lina hanya membalasnya dengan anggukan .
Setelah acara pemberian hadiah selesai . Acara pun dilanjutkan dengan ramah tamah dan makna bersama . Dua keluarga itu mengantri saat mengambil makanan di meja prasmanan yang sudah di siapkan . Sambil menunggu antrian mereka saling berkenalan dan bersenda gurau .
Setelah mengambil makanan mereka duduk di tempat semula . Suasana hangat kekeluargaan tercipta di acara itu . Tuan Hanan , Bu Lina , Bu Dewi , Yuda , Ria , Randi , Dinda dan Hendri duduk melingkar jadi satu . Mereka saling mengobrol untuk menjalin hubungan yang lebih dekat lagi .
Setelah acara makan bersama , Hendri menutup acara tersebut dengan mengucapkan syukur karena acara telah berjalan dengan lancar .
__ADS_1
Acara lamaran pun telah selesai jam menunjukkan pukul 1 siang . Keluarga Yuda pun berpamitan dengan tuan rumah . Akhirnya keluarga Yuda meninggalkan rumah Ria . Kedua orang tua Yuda pergi dengan di antar Hendri . Sedangkan Yuda tetap tinggal .
Setelah acara selesai , Yuda memilih masuk ke kamar untuk mengganti pakaiannya . Setelah selesai mengganti pakaian , Yuda mengambil laptopnya dan tas kerjanya berjalan menuju teras depan rumah . Dia ingin melanjutkan pekerjaannya .
Sedangkan di ruang tengah keluarga Ria sedang bersih - bersih untuk mempersiapkan acara nanti malam . Di dapur pun juga terlihat kesibukan . Para wanita sedang sibuk memasak untuk acara 3 harinya ayah Ria .
Sella sang sahabat memilih tidak pulang ke rumahnya . Dia memilih membantu Ria untuk acara nanti malam . Dia membantu memasak di dapur dengan yang lain .
Ria yang sudah selesai mengganti pakaiannya pun keluar dari kamar mandi .
Setelah itu ia bergabung dengan yang lain di dapur . Ria memilih duduk di samping Sella .
" Ri , suami kamu romantis juga ya . Aku engga nyangka orang yang terlihat dingin itu bisa mengucapkan kata - kata seromantis itu . Beruntung banget deh kamu Ri " puji Sella kepada Ria .
" Menurutku biasa saja tu Sel " balas Ria sekenanya padahal dia sedang menyembunyikan wajah merinanya karena malu di puji Sella .
" Biasa aja gimana , romantis gitu kok " ucap Sella tidakk terima .
" Terserah kamu aja " balas Ria lagi .
" Eh Ri aku dengar suamimu mau pulang ke kota ya ? " tanya Sella ingin tahu .
" Iya Sel karena dia ada pertemuan dengan rekan bisnisnya yang sudah engga bisa di batalkan lagi " jawab Ria sambil memotong sayuran .
" Kalau engga nanti malam setelah tahlillan atau besok setelah sholat subuh " jawab Ria .
" Oooo . . . berarti Mas Hendri juga ikut pulang dong ? " tanya Sella .
" Ya ikut lah , Mas Hendri kan asistennya masa engga ikut " jawab Ria lagi .
" Terus kamu juga ikut dong ? " tanya Sella lagi membuat Ria menghentikan pekerjaannya dan memandang Sella .
" Harus ya aku ikut Sel ? " tanya balik Ria .
" Eh . . . " Sella terkejut .
" Kenapa malah kamu tanya balik sepeti itu ? bukannya kalau sudah jadi istri itu harus ikut suaminya kemanapun sang suami pergi ya ? " ucap Sella bingung .
" Iya sih , tapi Sel entah kenapa aku enggan srkali ikut pulang dengan dia . Apalagi kan aku harus meninggalkan ibu dan adik - adikku sendiri di sini , rasanya kok berat ya Sel " jawab Ria .
__ADS_1
" Tapi Ri , namanya seorang wnaita yang sudah menikah kan memang harus ikut suaminya " ucap Sella lagi .
" Iya Sel aku tahu itu , Hah aku bingung Sel " ujar Ria sambil menghela nafasnya . Dia pun melanjutkan lagi pekerjaannya .
" Apa sudah kamu bicarakan soal ini sama Mas Yuda ? " tanya Sella lagi .
" Sudah , dia sudah tanya pendapatku bagaimana . Tapi sampai sekarang aku belum nemuin jawabannya Sel " ujar Ria .
" Kamu gimana sih Ri , harusnya langsung kamu kasih jawaban biar suamimu tahu keinginanmu dan mencari solusinya yang terbaik untuk kalian . Bukannya malah saling diam begini " keluh Sella kepada sang sahabat .
" Aku masih bingung Sel harus menjawab apa . Sudahlah biarkan saja , kita fokus buat acara nanti saja " ujar Ria lagi menutup pembicaraan . Sella yang tau watak Ria hanya bisa menggelengkan kepalanya .
" Ria . . . Ria sampai kapan sifat keras kepalamu itu hilang . Sama suami sendiri kok kamu tidak mau mengalah " gumam Sella dalam hati .
" Apa yang harus aku jawab , aku sendiri bingung harus bagaimana . Aku belum siap meninggalkan keluargaku tapi aku juga tidak boleh membantah atau meninggalkan suamiku sendiri . Ya Allah berikanlah petunjukmu " gumam Ria dalam hatinya .
Tanpa mereka sadari , Yuda mendengar semuanya dibalik tembok sekat antara dapur dan ruang tengah . Mendengar percakapan antara Sella dan istrinya membuat hatinya sedikit sesak .
" Tanpa kau jawab aku sudah tahu akan jawabanmu Ri . Aku ikhlas kalau kamu belum ingin berkumpul denganku . Silahkan tinggallah disini selama kamu mau . Aku sudah belajar menerimanya " gumam Yuda dala hati sambil berjalan pergi ke teras lagi . Tadi ia berencana untuk mengambil minum tapi ia urungkan .
Tak selang berapa lama akhirnya Hendri pun sampai di rumah Ria lagi .
" Om dan Tante tadi titip pamit sekalian buatmu dan keluarga Ria Yud , tadi selepas acara Om lupa untuk bilang ke Bu Dewi kalau mau pulang ke kota dan minta maaf tidak bisa hadir di acara nanti malam " kata Hendri sambil duduk di samping Yuda .
" O ya nanti aku sampaikan ke ibu . Hen , kita harus segera selesaikan ini agar bisa segera packing . Nanti malam kita langsung pulang ke kota saja setelah acara selesai . Kamu tidak capek kan ? " ucap Yuda .
" Oke aku siap kok . Ria sudah ngasi jawaban ya ? " tanya Hendri . Yuda hanya menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan sang sahabat .
" Hah belum di jawab , tapi kok kamu mutusin pulang nanti malam ? " tanya Hendri heran .
" Tidak perlu menunggu jawabannya , aku sudah tahu kok dia belum mau pulang denganku . Sudah biarkan saja sesuka hatinya ingin di sini sampai kapan . Aku sudah ikhlas kok Hen " jawab Yuda sambil pandangannya ke arah laptopnya .
" Ya sudah kalau kamu sudah bilang seperti itu . Aku hanya ikut saja " balas Hendri lagi .
" Aku masuk dulu ya , mau ganti baju dulu sekalian packing sebentar kok barangku tidak banyak . Selesai itu aku bantu selesaiin kerjaanmu " pamit Hendri .
" Ya sudah sana , jangan lama - lama " jawab Yuda tanpa mengalihkan pandangannya .
Hendri pun beranjak dari duduknya dan berjalan masuk ke dalam rumah .
__ADS_1
Yuda yang masih merasakan sesak di dadanya hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar .
" Hah . . . aku harus berlapang dada " lirih Yuda sambil menyenderkan punggungnya ke belakang .