
Malam ini adalah malam terakhir Ria berada di rumah . Besok dia harus sudah berangkat ke kota untuk mulai bekerja lusanya . Dia dan Arin memang sudah berencana untuk berangkat ke kota 1 hari sebelum mulai bekerja . Mereka mau membersihkan kos - kosan yang akan mereka tinggali bersama . Agar nyaman untuk di tinggali .
" Ayah ibu malam ini , malam terakhir Ria ada di rumah ini . Besok pagi Ria mau berangkat ke kota . Ria dan Arin mau membersihkan kos an kita dulu sebelum besoknya mulai kerja biar ga capek banget " kata Ria membuka obrolan malam ini setelah mereka selesai makan malam .
" Besok kamu mau berangkat jam berapa ? biar ayah antar saja samapai ke kos an mu " sahut ayah menawarkan .
" Jam 9 an Yah , ga usah di antar yah nanti ayah capek lagi pulang pergi nganter aku . Ria bisa kok pergi sendiri . Ria ga mau merepotkan ayah . Nanti Ria kabari saja alamat kos an Ria . Jadi ayah atau ibu kalau mau main ke kota bisa mampir ke kos an Ria " tolak Ria halus .
" Yakin ga mau ayah antar ? " tanya ayah lagi .
" Iya Yah yakin , yang penting sekarang ayah dan ibu doakan saja Ria , supaya Ria di sana sehat selalu dan kerja nya lancar " jawab Ria meyakinkan .
" Pasti ibu doakan Ri semua yang terbaik buat mu " jawab ibu menyela .
" Ayah juga pasti mendoakan mu nak , yang terpenting jaga dirimu baik - baik di sana , kalau ada apa - apa langsung kabari ayah ya " sambung ayah .
" Iya Yah pasti Ria kabari " jawab Ria lagi .
" Randi juga akan selalu mendoakan mbak Ria juga , jangan lupa traktirannya kalau udah gajian pertama ya " goda Randi sambil tersenyum dan mengedipkan matanya .
" Mas Randi mendoakan kok pakai pamrih , itu namanya ga ikhlas " ejek Dinda .
__ADS_1
" Kamu anak kecil sok tahu , mas Randi ikhlas kok mendoakan mbak Ria . Apa salahnya minta traktiran gaji pertama , ya kan mbak Ria ? " sahut Randi kesal .
" Iya ga salah , cuman mbak kan belum mulai kerja kok sudah di todong " jawab Ria terkekeh .
" Hehehe " Randi hanya tersenyum malu .
Ayah hanya menggelengkan kepalanya mendengar obrolan anak - anaknya itu .
" Hhmmm , Ria juga mau minta maaf sama ayah dan ibu kalau selama ini Ria banyak salah , Ria mohon maaf sebesar - besarnya . Sekarang Ria mau melangkah ke masa depan yang baru semoga berkah untuk kehidupan Ria ke depan dan keluarga ini " kata Ria sendu
Semua anggota yang mendengar ucapan Ria pun ikut tertunduk , bahkan membuat ibu dan Dinda matanya berkaca - kaca karena terharu .
" Kamu bilang apa sih Ri , kamu ga punya salah kok sama kami . Bahkan seharusnya kami yang meminta maaf sama kamu karena tidak bisa memberikan pendidikan yg lebih sama kamu , tidak bisa memenuhi semua kebutuhan kamu . Ayah malah bangga mempunyai anak seperti mu , sekarang kamu sudah bisa bekerja , ayah ikut senang Ri " jawab ayah sendu .
" Dinda kok jadi ikutan sedih ya , ga ada ini yang mau meluk Dinda ? " timpa Dinda sendu .
" Sini " tarik Ria memeluk adiknya itu .
" Udah dong ga usah pada melow - melow begini mbak Ria kan ga pergi jauh juga " hibur Randi .
" Kamu ini " kesal ibu sambil tangannya sudah terangkat mau memukul bahu Randi . Randi pun hanya tersenyum .
__ADS_1
Malam pun semakin larut , semua orang sudah masuk ke kamar masing - masing . Ria juga sudah bersiap untuk tidur , dia baringkan tubuhnya itu dan memulai memejamkan matanya untuk masuk ke dunia mimpi .
Jam menunjukkan pukul 05.00 , terdengar suara alarm dari handphone Ria yang membangunkannya dari alam mimpinya . Ria bangun dengan hati yang ringan tanpa membawa beban . Setelah sholat subuh , Ria memasukkan perlengkapan ibadahnya ke dlaam tas besar yang mau iya bawa ke kota . Setelah selesai , dia keluar kamar untuk membantu ibunya di dapur . Hari ini adalah hari minggu , jadi ayah , Randi dan Dinda libur .
" Hari ini masak apa bu ? " tanya Ria .
" Ini masak soto ayam " jawab ibu .
" Wah Ria suka itu . Hmmm bau nya harum banget dan yang pasti seger buat sarapan " puji Ria .
" Ini kan makanan kesukaan kamu , ibu sengaja masakan ini untukmu " jawab ibu .
" Terima kasih bu , ibu memang the best " sahut Ria sambil mengacungkan 2 jari jempolnya .
Sarapan pun telah siap , semua anggota keluarga juga sudah berkumpul . Mereka memulai sarapan dengan damai . Selama sarapan tidak ada yang membuka obrolan sampai selesai sarapannya .
Jam pun menunjukan pukul 9 pagi . Ria yang sedang bersiap - siap di kamarnya pun telah selesai . Ria keluar kamar dan sudah di tunggu dengan keluarganya . Satu per satu keluarganya ia peluk untuk berpamitan . Dinda yang merasa bergantung dengan Ria sangat merasa sedih karena di tinggal kakak perempuan satu - satunya dan teman curhatnya itu . Dinda menangis di pelukan kakaknya itu .
" Udah Din jangan nangis dong , mbak jadi berat lho ini kalau kamu tangisi terus " ucap Ria lirih .
" I - iya mbak " jawab Dinda tergugu sambil menghapus jejak air matanya di pipi .
__ADS_1
Setelah berpamitan dengan keluarganya , Ria berjalan keluar gang untuk menunggu angkot . Ibu nya menemani Ria menunggu angkot di gang eumah mereka . Setelah 10 menit menunggu , akhirnya angkot pun datang . Ria masuk angkot sambil membawa tas bekal yang sudah ia persiapkan itu .
" Bismillahirohmanirohim semoga langkah ku ke depan penuh berkah dan di lancarkan . Sekarang aku sudah siap menyongsong hari esok yang lebih baik lagi " ucap Ria dalam hati sambil menatap keluar melihat jalan yang iya lalui sambil tersenyum penuh arti .