
Keesok hari kemudian
Pukul 4 pagi , Ria sudah bangun dari tidurnya . Dia pun bergegas keluar dari kamar untuk mengambil air wudhu . Ria berniat untuk melaksanakan sholat sunnah 1/3 malamnya sekalian nunggu waktu masuk subuh . Semenjak pukul 3 pagi Ria tidak bisa tidur . Badannya terasa sakit dan pegal .
Saat menuju ke kamar mandi , Ria berpapasan dengan sang ibu yang sudah bangun lebih dulu .
" Ibu sudah bangun ? " tanya Ria .
" Setiap hari ibu bangun jam segini , apa kamu sudah lupa ?" ucap Bu Dewi .
" Oh iya aku lupa ." balas Ria lagi .
" Tumben kamu juga sudah bangun ? Biasanya kamu bangun jam 5 an . Kenapa tumben sekali ?" tanya Bu Dewi .
" Entah bu badan Ria terasa engga enak sama pegal - pegal . Dari jam 3 tadi udah engga nyenyak tidurnya . Makanya sekarang milih bangun aja mau sholat tahajud dulu ." jawab Ria lagi .
" Mungkin kamu kecapekan Ria . Ya udah sana sholat dulu , ibu juga mau sholat . " ucap Bu Dewi .
" Mungkin juga bu . Ya sudah Ria ambil air wudhu dulu . Ibu duluan aja . " balas Ria .
Bu Dewi pun berbalik dan berjalan ke arah kamarnya . Ria pun masuk ke dalam kamar mandi dan berwudhu . Setelah selesai , Ria pun masuk ke kamar dan melaksanakan sholat . Di lihatnya sang suami yang masih terlelap dari tidurnya .
Setelah selesai sholat sunnah , Ria memilih berdzikir sekalian menunggu waktu subuh . Adzan subuh pun berkumandang . Ria menyudahi berdzikirnya . Ia beranjak mendekati ranjang nya untuk membangunkan sang suami .
" Assalamualaikum Mas bangun sudah adzan subuh . " ucap Ria lembut . Ria dan Yuda mulai membiasakan mengucap salam saat membangunkan pasangannya .
" Pasti mas Yuda masih kecapekan . Biarkan lah dulu nanti habis sholat aku bangunkan lagi ."
Tak ada pergerakan dari sang suami . Ria pun membiarkannya . Ria bergegas melaksanakan kewajibannya terlebih dahulu . Setelah selesai beribadah , Ria pun membangunkan sang suami lagi .
" Assalamualaikum , Mas Yuda bangun sudah subuh . Nanti terlewat lho waktunya . Ayo bangun . " ucap Ria lembut saat membangunkan sang suami . Ria juga sedikit menggoyangkan badan Yuda dengan pelan .
" Hhhmm . Waalaikumsalam , iya sayang makasih sudah di bangunkan . Aku bersih - bersih dulu . " ucap Yuda parau suara khas orang bangun tidur .
" Ya sudah sana aku siapin baju koko nya ." balas Ria . Yuda pun beranjak dari ranjang dan jalan menuju ke kamar mandi . Dengan langkah gontai Yuda menuju kamar mandi .
Di dapur , ada Bu Dewi yang sedang menyiapkan bahan untuk bikin kue dagangan sekalian bahan untuk membuat sarapan untuk keluarganya .
" Sudah bangun nak Yuda ? " sapa Bu Dewi .
Yuda yang masih belum 100% sadar pun sedikit tersentak dengan kehadiran Bu Dewi .
" Eh iya bu , maaf Yuda engga sadar ada ibu di sini . " ucap Yuda tersadar .
" Engga apa - apa nak Yuda pasti masih capek karena perjalanan ke sini . " ucap Bu Dewi .
" Lumayan sih bu tapi engga apa - apa . Yuda permisi dulu ya bu mau siap - siap buat sholat subuh takutnya keburu habis . " pamit Yuda .
" Iya nak sana lanjutkan kegiatanmu . Ibu juga mau mulai masak juga ." balas Bu Dewi . Yuda pun hanya membalas dengan anggukan kepala saja .
Yuda pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya dan ambil air wudhu . Setelah selesai , Yuda merasa sangat kedinginan badannya sampai bergetar . Udara di kampung halaman Ria saat ini memang sedang dingin - dinginnya . Apalagi tadi malam di guyur hujan yang deras menambah suasana dingin di kampung itu .
Ria yang tahu Yuda belum membawa pakaian ganti akhirnya membawakannya ke kamar mandi .
" Mas ini pakaianmu ." ucap Ria .
" I-iya sa - sayang ma - makasih . " balas Yuda dengan suara bergetar karena merasa kedinginan .
" Mas kenapa kok suaranya bergetar begitu ?" tanya Ria . Yuda pun selesai memakai bajunya dan keluar dari kamar mandi .
__ADS_1
" Airnya dingin banget sayang , aku kedinginan . " ucap Yuda yang masih kedinginan . Badannya masih bergetar sambil tangannya ia sedekapkan di depan dadanya .
" Kamu olesi minyak kayu putih dulu sana Ri suamimu . Kasihan tuh kedinginan begiu sampai gemeter semua kayak gitu ." ucap Bu Dewi yang merasa kasihan melihat menantunya kedinginan begitu .
" Iya bu . Ayo mas aku olesi minyak dulu di badanmu biar hangat . " ajak Ria , Yuda pun hanya menganggukkan kepala nya dan mengikuti sang istri .
Saat masuk kamar , Yuda pun dengan tiba - tiba menerjang tubuh Ria dan memeluknya .
" Dingin banget sayang . Kalau badan engga lengket malas aku rasanya mandi . Airnya kayak habis dari kulkas . " ucap Yuda masih dengan memeluk Ria .
" Ih mas lepasin dulu , aku olesin minyak dulu badanmu itu . " ucap Ria terkejut .
" Sebentar sayang biarin begini dulu biar mas terasa hangat dulu . " pinta Yuda .
" Nanti kelamaan , mas Yuda kan belum sholat . Udah ih lepasin nanti bukan cuma minta peluk aja pasti minta yang lain . Ayo lepasin ih ." keluh Ria .
" Ish kamu suudzon sama suami , dosa lho . Beneran mas cuma minta di peluk aja ga lebih . " ucap Yuda ga terima .
" Alah bohong , aku kan hafal modus - modus mas Yuda sekarang ." ucap Ria . Yyda pun hanya membalas dengan nyengiran saja .
" Sudah sini aku minyakin badannya , waktu subuh keburu habis mas . " ucap Ria .
" Iya deh ." balas Yuda sambil melepaskan pelukannya dari Ria .
Ria pun membuka pakaian Yuda lalu mengoleskan minyak kayu putih di seluruh badan Yuda . Setelah selesai Yuda pun menutup pakaiannya lagi .
" Nih pakai jaketnya ." ucap Ria sambil menyodorkan jaket yang ia ambilkan .
Yuda pun dengan pasrah menerimanya . Yuda pun memakainya lalu mereka pun keluar kamar . Randi yang sudah siap pun menunggu Yuda di ruang tamu .
" Sudah siap mas ? Ayok berangkat ." ajak Randi .
" Waalaikumsalam . " balas Ria .
Yuda dan Randi pun berjalan keluar rumah menuju mushola . Sedangkan Ria berjalan menuju ke dapur . Di dapur terlihat snag ibu yang sedang membuat kue dan emmasak sarapan .
" Bu , Ria bantu ? Ibu mau masak apa ? " tanya Ria .
" Ini ibu baru bikin kue kukus sama nagasari . Terus ini buat sarapan . Ibu masak soto ayam , goreng tempe . Kamu bantu nyiapin sarapan aja . Kue - kue biar ibu selesaikan sendiri . Ini juga sudah mau selesai tinggal sedikit lagi . " ucap Bu Dewi .
" iya bu . " balas Ria .
Ria pun mengambil alih memasak untuk sarapan . Dengan lihai ia menyelesaikan masakannya . Segala perlengkapan soto sudah tersaji di meja makan . Ria tinggal menggoreng lauk sama memasak kuah sotonya . Tak butuh waktu lama , masakan Ria pun telah selesai semua . Begitupun dengan kue - kue yang dibuat oleh Bu Dewi .
Hari ini Bu Dewi membuat 5 macam kue dan gorengan . Selain kue kukus dan nagasari , Bu Dewi tadi juga membuat Onde - onde , Dadar gulung dan Pastel . Semua sudah siap di antarkan ke warung - warung yang biasa Bu Dewi titipin .
Terdengar suara pintu depan terbuka . "Assalamualaikum ." ucap salam Yuda dan Randi bersamaan .
" Waaliakumsalam , sudah pulang mas . Ini aku buatkan wedang jahe biar badan mas hangat ." balas Ria sambil menyodorkan secangkir wedang jahe ke meja ruang tamu di depan tempat duduk Yuda .
" Iya terimakasih . " balas Yuda sambil mengambil cangkir di atas meja dan menyeruputnya .
" Aku mana mbak ? " tanya Randi .
" Tuh di dpaur bikin sendiri . " balas Ria sambil tersenyum .
" Ih kok engga sekalian di bikinin sih . " keluh Randi .
" Kamu kan udah gede dan ini juga rumah kamu sendiir kenapa manja banget sih . " balas Ria .
__ADS_1
" Ish mbak Ria ." kesal Randi .
" Sudah sayang sana bikinin nanti ngambek repot kita . " ucap Yuda menggoda Randi .
" Ih manja ." keluh Ria kepada Randi .
" Enggak perlu pada berantem ini sudah ibu bikinkan . Tadi ibu yang menyuruh mbakmu bikin 1 aja buat mas mu . Karena itu tugasnya mbakmu melayani masmu . Kamu juga udah gede maunya masih di ladeni terus sih Ran . " ucap Bu Dewi tiba - tiba sambil membawa nampan berisi 3 cangkir . Bu Dewi pun meletakkannya di atas meja ruang tamu .
" Makasih ibuku yang paling cantik . " ucap Randi sambil tersenyum melihat ke arah sang ibu .
" Biasalah mas Randi bu kalau pagi pasti ribut minta macam - macam . " ucap Dinda di belakang Bu Dewi sambil membawa 2 piring berisi kue - kue yang di buat Bu Dewi .
" Apasih anak kecil ikut - ikutan ." ucap Randi sebal pada Dinda . Dinda hanya membalas drngan menjulurkan lidahnya saja .
" Sudah kalian ini selalu aja berantem . Maaf ya nak Yuda , keluarga kami ya seperti ini kalau pagi ribut terus . Ayo nak Yuda cicipin kuenya ini ibu bikin sendiri lho . " ucap Bu Dewi memisahkan putra putri nya . Yuda yang melihat interaksi Randi dan Dinda pun hanya tersenyum sedangkan Ria hanya menggelengkan kepalanya .
" Iya bu terimakasih . Enggak apa - apa malah suasana rumah jadi ramai kan bu . " balas Yuda sambil mencomot onde - onde .
" Hhhmmm , enak onde - ondenya seperti yang kamu bikin di rumah ya sayang ." ucap Yuda sambil mengunyah onde - onde di mulutnya .
" Ya sama lah mas , wong mbak Ria belajar bikin juga dari ibu . Kalau bukan karena ibu enggak mungkin tuh mbakku satu bisa masak ." balas Dinda menggoda sang kakak perempuan .
" Dindaaa ." balas Ria kesal dengan jawaban Dinda . Dinda hanya membalas nya drngan senyum nyengir dan menunjukkan kedua jarinya berbentuk V .
" Walaupun hanya melihat dan membantu saja kalau enggak punya bakat juga susah bisa masaknya . " puji Bu Dewi untuk anak sulungnya . Ria yang mendengarkan pujian dari sang ibu pun hanya menjulurkan lidahnya ke arah Dinda . Dinda hanya menyembikkan bibirnya .
" Ibu ih selalu membela mbak Ria . " kesal Dinda .
" Ibu enggak bela siapa - siapa . Ibu kan cuma bilang apa adanya saja . Kan memang benar walaupun belajar berapa kali kalau enggak punya bakat dan minat kan enggak bakal bisa . Kayak kamu ini , enggak pernah mau nyoba belajar maunya sudah jadi aja tinggal makan . Gimana besok kalau kamu menikah suamimu kamu kasih makan apa Din ?" ucap Bu Dewi .
" Ya tinggal pesan aja sekarang kan bisa pesan lewat online ." jawab Dinda .
" Bangkrut suamimu kalau begitu ." sambar Ria . Dinda hanya nyengir saja mendengar ucapan sang kakak .
Yuda dan Randi hanya menyaksikan obrolan para wanita . Diam - diam Yuda sudah menghabiskan 2 onde - onde , 2 nagasari , 1 dadar gulung , 1 kue kukus dan 3 pastel . Ria yang melihat sang suami menghabiskan banyak kue hanya bisa menggodanya .
" Enak apa laper mas , sampai kue segitu banyaknya habis sendiri . " goda Ria . Yuda yang mendengar ucapan snag suami hanya nyengir sambil mengunyah kue yang ada di dalam mulutnya .
" Hehehe habis enak sayang kuenya . Aku jarang makan - makanan kayak gini . Apalagi ini yang di bungkus pisang . Ini baru pertama kali aku makan . Namanya apa kue ini bu ? " ucap Yuda .
" Itu namanya nagasari nak Yuda . Suka ya ? Kapan - kapan suruh Ria bikinkan . Dia juga bisa bikinnya kok . " jawab Bu Dewi sambil memakan kue di tangannya .
" Bener sayang kamu bisa bikinnya ? " tanya Yuda .
" Iya aku bisa bikinnya mas . Kapan - kapan aku buatkan ya ." jawab Ria yang masih mengunyah dadar gulung .
Setelah selesai acara makan kue dan minum wedang jahenya mereka pun bersiap untuk kegiatan berikutnya . Karena hari Sabtu , Dinda dan Randi pun libur sekolahnya . Kali ini Dinda bertugas mengantarkan kue - kue itu ke warung - warung . Sedangkan Randi dan Bu Dewi membersihkan halaman belakang untuk mulai di tanami kembali setelah kemarin panen . Sedangkan Ria dan Yuda memilih membantu Dinda mengantarkan kue ke satu warung sekalian mengajak sang suami untuk berjalan - jalan pagi .
Jam sudah menunjukkan pukul setengah 8 . Semua sudah menyelesaikan kegiatan masing - masing . Merrka berkumpul bersiap untuk sarapan . Mereka pun duduk bersila di atas karpet di depan televisi di ruang keluarga .
Ria dan Dinda pun menata makanan yang sudah di siapkan di tengah - tengah . Yuda begitu antusias melihat makanan yang ada di depannya . Walaupun tadi sudah memakan beberapa kue tapi perutny belum terasa kenyang .
Ria pun dengan cekatan menyiapkan semangkuk soto untuk sang suami dan semangkuk lagi untuk dirinya . Sedangkan Bu Dewi menyiapka untuk dirinya dan Randi . Sedangkan Dinda menyiapkan untuk dirinya sendiri sesuai seleranya .
Setelah semua selesai meracik soto masing - masing mereka pun makan bersama di selingi dengan obrolan ringan .
Setelah selesai makan . Mereka beralih ke ruang tamu lagi . Ria masuk ke dalam kamarnya dan menarik 1 koper besar yang berisi oleh - oleh dari honeymoonnya . Sampai di ruang tamu , Ria pun membuka koper itu lalu membagikan oleh - oleh itu sesuai dengan yang sudah ia namai .
Dinda dan Randi begitu antusias dan senang dengan apa yang kakak mereka berikan . Randi mendapatkan kaos , topi , kacamata dan sandal . Sedangkan Dinda mendapatkan tas , sandal , topi dan baju gaun bunga - bunga . Sedangkan Bu Dewi sendiri , Ria membelikannya sebuah tas , syal dan sandal untuk sang ibu . Ria tak lupa juga membawakan untuk beberapa tetangganya dan sahabatnya Sella .
__ADS_1