
Pagi pun datang , Yuda sudah bersiap untuk pergi ke kantor. Sedangkan Ria sednag berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan untuk keluarganya . Bu Lina keluar dari kamarnya dan jalan menuju ke dapur saat melihat Ria berada di sana .
" Pagi sayang . " sapa Bu Lina .
" Pagi Ma . Tunggu sebentar ya Ma sarapannya sebentar lagi siap ." balas Ria
" Iya nak , tidak apa-apa . Mama mau membuatkan kopi dulu buat Papamu . Kopi buat Yuda apa mau sekalian Mama buatkan ?" tanya Lina .
" Nanti saja Ma biar Ria saja yang buatkan . Lagian Mas Yuda juga belum turun ke bawah . Takut nanti jadi dingin . " balas Ria sambil memasukkan masakannya ke dalam mangkok saji .
" Ya sudah Mama buat Papamu saja kalu begitu . Kamu masak apa buat sarapan pagi ini sayang ?" tanya Lina lagi sambil membuatkan kopi untuk suaminya .
" Aku masak bakmie jawa ayam kampung Ma . Mas Yuda pengen makan yang berkuah . Atau Mama mau Ria masakan makanan yang lain ?" balas Ria .
" Ah , engga itu saja sudah cukup . Kayaknya enak makan bakmi kuah pagi-pagi . Apalagi tadi pagi habis hujan ." jawab Lina .
Ria hanya tersenyum mendengar ucapan sang Mama mertua . Ria pun membawa makanan yang sudah matang ke meja makan dan menyajikan nya . Lina pun juga berjalan ke arah meja makan sambil membawa cangkir kopi untuk suaminya yang sudah duduk di meja makan .
" Pagi Pa ." sapa Ria sambil membawa mangkok yang berisi masakannya .
" Pagi sayang , kamu udah bangun ? Papa kira masih istirahat . " balas Hanan sambil menutup surat kabar yang baru saja selesai ia baca .
" Iya Pa , Ria enggak capek kok Pa jadi engga perlu istirahat ." jawab Ria sambil meletakkan mangkok masakannya . Lina pun juga meletakkan cangkir kopi di depan sang suami .
" Ria mana mau diem Pa . Dia mah ga punya capek ." timpal Lina .
" Terimakasih Ma , jangan di paksakan Ri . Kalau capek istirahat saja . Tidak perlu sungkan sama Mama Papa ." balas Hanan sambil meraih cangkir kopinya .
" Tuh dengarkan Papamu sayang . Jangan di paksakan nanti kamu sakit bagaimana ." balas Lina lagi smabil duduk di samping kanan suaminya .
" Sudah aku nasehati menantu Mama ini tapi tetap aja ngeyel Ma ." sambar Yuda yang tiba-tiba sudah ada di belakang sang istri sambil memeluk pinggang Ria .
" Astaghfirullah , iiih Mas Yuda seneng banget ngagetin aku malu ih di lihat Mama sama Papa ." keluh Ria sambil melepaskan pelukan sang suami dengan pipi yang merah merona menahan malu . Ria pun berlari ke arah dapur untuk menghilangkan rasa malunya dan membuatkan minuman hangat untuk suaminya .
Yuda hanya terkekeh melihat snag istri yang malu-malu . Yuda pun menarik kursi di samping kiri sang Papa dan langsung duduk .
Hanan dan Lina hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang putra yang suka sekali menjahili istrinya .
Lina mengambilkan semangkok bakmi jawa yang sudah di buat Ria pagi ini .
" Hmm . . . Kayaknya enak nih . Pagi-pagi makan mie kuah begini ." Tiba-tiba terdengar suara dari arah ruang keluarga .
" Datang-datang bukannya ngucapin salam malah main sambar aja ." protes Lina yang melihat anak angkat nya datang sambil menyerahkan semangkuk bakmi jawa ke hadapan suaminya .
" Tadi di depan sudah ngucapin salam Tan , tapi engga ada yang jawab . Ya udah aku langsung masuk aja . Ternyata kalian sedang di sini menikmati makanan tanpa aku , teganya ." balas Hendri sambil menarik kursi di samping Yuda .
" Ish , duduk di sana aja . Ini kursinya Ria ." usir Yuda .
__ADS_1
" Ya ampun yang lagi bucin . Iya iya gue pindah ." kesal Hendri . Hendri pun berjalan ke arah samping Lina .
Setelah dekat dia langsung menyambar tangan wanita paruh baya itu untuk dikecupnya . Setelah selesai berganti ia meraih tangan Hanan untuk dia cium secara takzim . Selesai langsung ia mendudukan bokongnya di kursi samping kanan Lina .
" Oh , ada tamu to . . . Mau minum kopi Mas ?" tawar Ria sambil menyerahkan secangkir kopi kepada suaminya .
" Mau dong , tapi jangan kopi ya tapi su - ."
" Ga usah minta yang aneh-aneh. Bikin sendiri kalau mau minum kayak anak kecil aja di ladeni ." potong Yuda kesal . Sampai Hendri tidak melanjutkan perkataannya lagi .
" Wong Ria sendiri yang nawarin kenapa kamu yang sewot . Makasih Tan . " balas Hendri sambil menerima mangkuk makanannya dari Lina .
" Iya mas biarkan aku bikinkan minum buat mas Hendri dulu . Engga usah marah-marah nanti cepat tua lho . Jadinya mau minum apa mas Hen ?" ucap Ria menengahi sambil menyendokkan makanan ke dlaam mangkok untuk sang suami .
" Teh tawar aja Ri , bikin ga mood aja ." balas Hendri sambil mengunyah makanannya yang tinggal separuh .
" Engga mood kok makanannya tinggal sedikit . Dasar kamu Hen ." ucap Lina yang melihat tingkat pria itu . Hendri pun hanya cengengesan saja sambil melanjutkan makanannya . Hanan pun hanya menggeleng kan kepalanya sambil tersenyum .
" Habis enak Tan masakan Tante dari dulu engga pernah gagal ." balas Hendri sambil terus menyuapkan makanannya ke dalam mulutnya .
" Eh , salah kamu . Ini bukan masakan Tante . Tapi ini masakan Ria ." balas Lina .
" Terus masakan siapa ? Bibi ? Kok tumben enak ." tanya Hendri .
" Ini masakan menantu Tante lah . Ria yang masak . Katanya Yuda pengen makan makanan yang berkuah jadi dia bikinkan bakmie jawa ayam kampung ini . Dia kan hafal kalau suami manjanya itu ga bisa makanan berat saat sarapan . Jadinya dia bikinkan mie ini . Enakkan ?" jawab Lina menerangkan sambil melirik putranya yang sedang fokus memakan makanannya .
" Wah ga nyangka aku Ri , kamu bisa masak segala macam masakan seperti ini . Terimakasih teh nya ." puji Hendri .
" Ah , biasa aja mas . Masakan kampung aja yang aku bisa ." jawab Ria sambil duduk di samping suaminya .
" Ah kamu merendah sayang , memang masakan kamu enak kok . Mas suka ." timpal Yuda yang sudah selesai makan dan memuji sang istri membuat pipi Ria merah merona karenanya . Ria pun mengambil makanan untuk dirinya .
" Papa ke kantor dulu ya Ma ." pamit Hanan yang sudah selesai sarapan .
" Iya Pa . " balas Lina singkat sambil mau berdiri namun di tahan sang suami .
" Selesaikan saja makan mu tidak perlu mengantar ke depan ." ucap Hanan sambil mengecup kening istrinya .
" Papa duluan ya semua , " pamit Hanan kepada anak-anak nya .
" Iya Pa , Yuda nyusul mau habisin kopi dulu ." jawab Yuda .
" Iya Pa hati-hati di jalan ." balas Ria .
Hanan pun mengangguk dan berjalan ke arah keluar rumahnya dan masuk ke dalam mobilnya .
Tak berselang lama , Yuda pun sudah menghabiskan kopi nya . Dan sedikit berbincang tentang pekerjaan oleh Hendri pun memutuskan segera berangkat ke kantor bersama Hendri .
__ADS_1
Setelah berpamitan dengan istri dan Mama nya , Yuda dna Hendri pun keluar rumah dan masuk ke dalam mobil .
30 menit berlalu , akhirnya mereka pun sampai di gedung Hanandi Group . Yuda berjalan dengan tegap berwibawa . Menambah karisma di dirinya . Di sampingnya Hendri pun tak kalah keren dari sang atasan .
Mereka akan menaiki lift khusus petinggi untuk mencapai lantai ruangannya .
" YUDA . . . . "
Saat menunggu lift , terdengar suara yang memanggil namanya dari belakang . Dengan malas Yuda menengok ke belakang karena dia hafal sekali dengan suara wanita yang memanggil nya itu .
" Hai Yud , apa kabar mu ? Lama kita tidak bertemu ." ucap wanita tersebut sambil berdiri di depan Yuda dan Hendri .
" YUDA . . . " suara seorang wanita lagi dari arah belakang si qanita pertama tadi .
Hendri yang melihat kedua wanita itu pun merasa jengah . Dia ingin meninggalkan Yuda sendirian , namun tangannya sudah terlebih dahulu di cekal oleh Yuda .
" Jangan pergi dulu , tunggu aku di sini saja ." pinta Yuda . Hendri pun pasrah mengikuti keinginan atasan sekaligus sahabat nya itu .
Wanita yang pertama datang pun menengok ke belakang dan terkejut , " Miranda ." ucapnya lirih .
" Alma , ngapain kamu ke sini . Lama kita tidak bertemu ." balas Miranda sambil tersenyum dan mendekat ke arah Alma . Ya dua wanita yang datang menemui Yuda pagi ini adalah Alma dan Miranda .
" Untuk apa kalian berdua datang ke sini ?" ucap Yuda tegas .
Alma dan Miranda pun menyudahi berbasa-basi nya dan melihat ke arah Yuda .
" Apa kamu engga kangen sama aku Yud ? kita sudah berbulan-bulan ga ketemu lho ." tanya Alma tanpa rasa malu .
" Tidak , aku bahkan sudah lupa jika mengenalmu ." ucap Yuda dingin . Hendri yang berada di smapingnya pun hanya terkekeh . Alma yang mendengar ucapan sang pujaan hati pun kecewa .
" Kenapa kamu berubah Yud ? pasti gara-gara wanita kampung yang kamu jadikan istri itu yang mempengaruhi mu ." ucap Alma dengan lantang .
" Jaga ucapanmu , di bandingkan dengan istriku kamu tidak ada apa-apa nya . Lebih baik kamu pergi dari sini atau aku panggil satpam untuk menyeret mu ." balas Yuda yang sudah terpancing emosinya .
Miranda yang ada di sana pun sedikit merinding mendengar ucapan Yuda kepada Alma . Dia tahu jika Alma juga menaruh hati kepada sang mantan .
" Aku hanya ingin bertemu dengan mu namun kenapa sambutan mu seperti ini . Kita ini sahabat Yud , apa kamu lupa ?" ucap Alma lagi .
" Sahabat ? Tidak ada sahabat yang mau melukai sahabatnya . Aku sudah tidak menganggap mu ada Alma . Jadi jaga jaraklah denganku , atau kamu akan tahu akibatnya ." jawab Yuda lagi . Alma yang tak tahu harus apa lagi , dan dia sudah sangat emosi pun memilih pergi begitu saja dari hadapan Yuda .
" Tunggu saja pembalasan ku Yud , aku akan membuatmu bertekuk lutut di hadapanku " . Gumam Alma
Miranda memandang kepergian Alma dengan perasaan getir .
" Dan kamu untuk apa datang ke sini . Jangan buang-buang waktu ku dengan percuma ." ucap Yuda tegas juga . Miranda pun memandang kembali ke arah Yuda .
" Kenapa kamu jadi kasar begini terhadap wanita . Aku datang ke sini karena aku ingin menemui mu dan meminta maaf kepadamu . Aku benar-benar menyesal telah meninggalkan mu Yud . Berikan aku kesempatan kedua Yud , jika bukan jadi pasanganmu jadi temanmu pun aku mau . Tolong Yud maafkan aku ." ucap Miranda .
__ADS_1
Yuda yang sudah berusaha menahan emosinya pun terpancing . Dia berjalan mendekati Miranda dan berkata , " Aku tidak akan memberi celah untuk pelakor yang ingin merusak hubunganku dan istriku . Aku peringatkan lagi , jangan pernah tampakkan wajahmu lagi di hadapanku atau jika kamu tidak mendengarkan peringatan ku ini jangan salahkan aku jika akan melukaimu ." tegas Yuda dengan menatap tajam dengan mata yang memerah ke arah Miranda .