Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Duka Kehilangan


__ADS_3

Setelah 2 jam di rumah sakit akhirnya jenazah ayah Ria di bawa pulang oleh keluarga . Kondisi Ria yang sempat lemah sudah sedikit membaik karena bantuan infus . Yuda meminta bantuan Hendri untuk mengurus semua keperluan di rumah duka dan mengurus semua administrasi di rumah sakit juga . Sedangkan Yuda mendampingi Ria dan keluarganya .


Hendri di bantu pak RT untuk menyiapkan keperluan di rumah . Hendri juga tidak lupa sudah mengabari kedua orang tua Yuda .


Setelah semua administrasi rumah sakit telah selesai jenazah ayah Ria pun di antar pulang menggunakan ambulance . Sebelumnya Ria memaksa ingin menemani ayahnya di dalam ambulance tapi Yuda memintanya ikut di mobil saja karena kondisi fisik Ria yang belum 100% stabil . Yuda takut terjadi apa - apa dengan istrinya . Akhirnya Ria mengikuti keinginan sang suami .


Akhirnya yang menemani ayahnya di ambulance hanya Randi . Ibu dan Dinda ikut satu mobil dengan Yuda , Ria dan Hendri . Selama perjalanan Dinda tak henti - hentinya menangis . Sedangkan ibu hanya terdiam tegar dengan tatapan kosongnya sambil memeluk sang putri bungsu . Sedangkan Ria duduk di sebelah Yuda dengan diam melamun sesekali air matanya mengalir di pipinya . Yuda hanya bisa menggenggam tangan Ria mencoba memberi kekuatan .


Setelah beberapa saat rombongan ambulance pun sampai di rumah kedua orang tua Ria . Terlihat banyak orang yang sudah datang ke rumah sederhana itu . Di depan rumah pun sudah terpasang tenda . Jenazah ayah Ria pun di keluarkan dari dalam mobil ambulance . Dan orang - orang segera mengangkatnya masuk ke dalam rumah .


Yuda , Ria dan keluarganya pun mengikuti dari belakang . Orang - orang yang datang bergantian mengucapkan duka cita kepada Ria dan keluarganya . Sedangkan Yuda dan Hendri serta bapak - bapak di kampung Ria tersebut sedang mendiskusikan tentang pemakaman ayah Ria itu .


" Bagaimana pak RT , kira - kira jenazah bisa di makamkan jam berapa ? " tanya Yuda dengan pak RT setempat .


" Rencana kami sehabis ashar nak Yuda . O ya bapak mau tanya kira - kira di rumah sakit jenazah sudah dimandikan atau belum ya ? " balas Pak RT .


" Sudah pak tadi saya meminta di mandikan sekalian saja agar kita bisa menyingkat waktu agar bisa di makamkan secepatnya " jawab Yuda .


" Ya syukur alhamdulillah kalau sudah di mandikan . Sesuai rencana pemakamannya setelah ashar nak . Soalnya yang menggali kubur baru selesai setelah ashar " jawab pak RT .


" Iya pak tidak apa - apa saya ikut rencana bapak saja . Saya juga mau mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak serta warga di sini karena sudah membantu kami mempersiapkan semuanya ini " ucap Yuda sopan .


" Sama - sama nak Yuda , kita sesama muslim kan harus tolong menolong . Apalagi pak Satrio adalah orang yang sangat baik . Beliau selalu ringan tangan membantu tetangga dan warga sini jika terkena musibah . Jadi sepatutnya kami membalasnya saat ini . Kami ikut kehilangan sosok panutan juga nak " ucap pak RT lagi .


" Saya mewakili keluarga sangat berterimakasih pak " balas Yuda lagi . Pak RT dan warga yang lain hanya membalas dengan anggukan . Mereka sudah mengetahui status Yuda dan Ria dari sang ketua RT .


Yuda pun meninggalkan kumpulan bapak - bapak itu . Dia menghampiri Ria dan keluarganya yang duduk di sebelah jenazah sang ayah . Yuda mendekati Ria yang masih diam terpaku memandang ke arah jenazah sang ayah sambil menangis dalam diamnya .


Yuda duduk di sebelah Ria dan merangkul bahu Ria sambil berbisik , " Ri , sudah jangan di tangisi terus ya kasihan ayah kalau kamu tangisi terus . Sekarang ada aku di sini yang akan menjagamu dan keluargamu kamu jangan khawatir ya . Sekarang kamu makan ya aku ambilkan makan untukmu " bisik Yuda di telinga Ria .


Ria hanya membalas dengan gelengan kepala tanda dia tidak setuju .


" Aku mohon Ri , kamu makan ya aku ambilkan . Kamu butuh energi , jangan sampai kamu sakit lagi kasihan ibu dan adik - adikmu Ri " bujuk Yuda lagi .


" Saya tidak nafsu untuk makan tuan , tolong jangan paksa saya " jawab singkat Ria .


" Ya sudah aku tidak memaksamu . Tapi paling tidak kamu harus minum ya " bujuk Yuda lagi . Ria hanya mengangguk lemah .

__ADS_1


Yuda pun berdiri untuk mengambilkan minuman untuk Ria . Sebelum pergi Yuda menghampiri sang ibu mertua untuk menawarkan makan dan minum .


" Ibu makan ya , Yuda ambilkan . Ibu dari tadi belum makan atau minum kan ? " ucap Yuda .


" Tidak usah nak ibu tidak lapar " tolak sang mertua .


" Jangan begitu bu nanti ibu bisa sakit . Ibu harus tetap makan atau minum agar ibu mempunyai energi supaya tidak sakit " bujuk Yuda .


" Ibu tidak nafsu makan nak " tolak sang ibu mertua lagi .


" Bagaimana kalau minum saja dulu agar ibu tidak terlalu lemas ? " bujuk Yuda lagi dan di balas anggukan oleh ibu mertuanya itu .


Yuda pun beranjak pergi menuju dapur untuk mengambil minuman . Yuda mengambil 4 gelas air untuk Ria , ibunya , Randi dan Dinda .


Yuda pun menyerahkan gelas - gelas itu satu per satu . Setelah semuanya sudah dpaat masih ada satu untuk Ria . Dia mengantarkannya sendiri dan meminumkannya kepada Ria dengan lembut .


Ria yang di perlakukan manis oleh Yuda hanya bisa menerimanya saja . Dia sedang tidak memiliki energi untuk membantah atau menolak apa yang dilakukan Yuda kepadanya . Yuda sedikit merasa senang karena Ria mau menerima semua yang ia lakukan . Yuda mengira jika Ria sudah amu menerimanya sebagai suaminya .


Setelah selesai meminumkan minuman kepada Ria . Yuda pergi menaruh gelas kotor itu di dapur . Saat akan keluar Hendri menemuinya .


" Yud , tante Lina dan Om Hanan dalam perjalanan kemari . Tadi waktu kamu meminta restu untuk menikahi Ria , mereka langsung jalan ke sini . Dan saat aku mengabari kalau ayah Ria meninggal mereka sudah berada di perjalanan . Mungkin perkiraanku setelah pemakaman Om dan Tante baru sampai di sini" Hendri menceritakan apa yang terjadi kepada sahabatnya itu .


" Ya aku carikan sekalian buat aku . Kayaknya kita bisa 2 sampai 3 hari di sini " jawab Hendri .


" Iya sekalian buat kamu juga . Dan tolong handel dulu semua pekerjaanku . Aku ingin fokus menemani Ria dan keluarganya terlebih dahulu " balas Yuda .


" Iya aku tahu kok . Jangan khawatir tentang pekerjaan busa aku tangani sendiri " jawab Hendri .


" Terimakasih ya Hen , kau memang sahabat terbaikku " balas Yuda lagi . Hendri hanya menganggukkan kepalanya .


Setelah beberapa saat jenazah disemayamkan akhirnya waktu pemakaman pun tiba . Yang bertugas menggali makam sudah mengabari kalau lubang makam telah siap . Akhirnya pak RT menyampaikan ke Yuda . Yuda pun memberitahu Ria dan keluarganya .


Orang - orang menyiapkan prosesi keberangkatan jenazah untuk dimakamkan . Dinda yang melihat keranda jenazah sang ayah di angkat bertambah histeris . Dia belum terima berpisah dengan sang ayah .


" Ayah jangan pergi . . . jangan tinggalkan Dinda sendiri . . . Dinda mohon jangan pergi ayah . . . huuuuaaaa . . . . . " dengan meronta - ronta Dinda menangis histeris . Ibu yang memeganginya merasa kesulitan menahan tubuh Dinda . Dengan dibantu ibu - ibu yang lain untuk menenangkan Dinda . Ibu masih terlihat tegar dan kuat walaupun air matanya masih terus mengalir .


" Ayah mau dibawa kemana tuan kenapa diangkat begitu . Ayah sedang tidur kenapa diangkat begitu " Ria terlihat tidak terima jenazah sang ayah diangkat untuk dimakamkan . Yuda hanya bisa memeganginya dengan dekapan .

__ADS_1


" Tuan suruh orang - orang itu menurunkan ayah . Ayah tidak boleh pergi kemana - mana . Tuan tolong cegah mereka membawa ayahku " ucap Ria frustasi . Yuda merasa tidak tega .


" Ri , dengarkan aku . Ayah sekarang harus di makamkan . Kamu harus kuat dan tabah . Ikhlaskan kepergian ayahmu , kasihan ayah kalau kamu seperti ini . Sekarang ayah sudah tidak merasakan sakit lagi . Kamu harus kuat ya sayang , sekarang ada aku yang akan menjagamu dan keluargamu . Aku mohon jangan seperti ini kasihan ayah ya " bujuk Yuda sambil memegang wajah Ria agar Ria memandangnya .


" Tidak tuan tidak , ayah belum pergi . Ayah hanya sednag tidur . Ayah engga boleh pergi . Aku masih butuh ayah . AYAH . . . . . . !!! " teriak Ria . Yuda pun langsung memeluknya dan ikut menangis melihat kondisi sang istri yang seperti itu .


" Sabar ya Ri , ada aku di sini . Aku akan menjagamu dan melindungimu " ucap Yuda .


" AYAH . . . Jangan pergi Ria mohon ayah !!!" teriak Ria lagi . Yuda pun masih memeluk Ria dengan erat dan Yuda membelai kepala Ria dengan lembut .


Prosesi keberangkatan pun telah selesai . Orang - orang pun mengangkut jenazah ayah Ria untuk pergi ke pemakaman . Yuda tidak ikut mengantarkan karena harus menemani Ria yang histeris . Dinda dan sang ibu pun juga tidak ikut memakamkan karena di daerah itu para wanita tidak di haruskan untuk ikut memakamkan . Apalagi melihat kondisi Dinda dan sang ibu yang begitu sangat terpukul ibu - ibu tetangga pun melarang mereka untuk ikut . Yang mengantarkan jenazah ke pemakaman dari pihak keluarga hanya Randi dan Hendri saja . Walau masih sesekali menangis tapi kondisi Randi lebih kuat dari pada ibu , kakanya dan adiknya .


Saat jenazah pergi dan meninggalkan halaman rumah , kondisi Ria drop lagi . Akhirnya d3ngan kondisi fisik dan psikisnya yang drop membuatnya kembali tak sadarkan diri . Yuda yang selalu ada di sampingnya pun dengan sigap menangkap tubuh mungil Ria yang lemah itu .


" Ri . . . Ria bangun Ri . Jangan buat saya takut Ri " Yuda memangku kepala Ria dan mencoba menyadarkannya . Tapi Ria tidak merespon , akhirnya Yuda pun mengangkat tubuh Ria dan ia baringkan di atas ranjang di sebuah kamar . Ibu - ibu yang ada di sana pun ikut panik melihat kondisi Ria . Ibu dan Dinda yang melihat Ria pingsan sangat khawatir .


" Mbak Ria , mbak bangun mbak . Jangan tinggalin Dinda lagi mbak . Dinda takut mbak kalau Dinda sendirian . Mbak Ria bangun mbak" ucap Dinda takut


" Maaf apa ada minyak kayu putih ? saya minta tolong ambilkan " ucap Yuda panik .


" Sebentar nak ibu ambilkan " ibu Ria pun beranjak pergi .


" Saya akan ambilkan air " ucap salah satu warga .


Ibu Ria pun segera kembali dengan membawa mibyak kayu putih di tangannya .


" Ini nak Yuda " ucap ibu sambil menyerahkan minyak kayu putih .


" Terimakasih bu . Ri . . . Ria bangun Ri " ucap Yuda sambil mengoleskan minyak mayu putih di bawah lubang hidung Ria .


" Mas , mbak Ria engga kenapa - kenapa kan mas ? " ucap Dinda takut .


" Tenang Din , mbakmu hanya masih syok saja . Dan dia dari tadi pagi kan belum makan jadi fisiknya lemah begini " Yuda mencoba menjelaskan kepada Dinda agar Dinda tidak takut lagi .


Sesaat terdengar rintihan dari mulut Ria .


" Ayah . . ayah jangan pergi " lirih Ria tapi masih terdengar oleh Yuda dan yang lainnya .

__ADS_1


" Ri , kamu sudah sadar ? ini minum dulu " ucap Yuda sambil menyodorkan gelas minum . Ria pun meminum minuman itu dengan perlahan .


Yuda terlihat telaten menjaga dan merawat Ria membuat hati sang ibu sedikit lega walaupun di selimuti duka .


__ADS_2