
Hari pun berlalu , minggu sore Ria dan sang suami berpamitan ujtuk pulang ke kota karena hari esok Yuda harus masuk ke kantor . Ria pun mengemasi barang - barangnya di kamar ditemani sang suami yang duduk bersandar di headboard .
" Apa kamu bahagia ? " tanya Yuda yang duduk di ranjang kamar .
Ria yang mendengar pertanyaan snag suami pun menoleh ke arah Yuda lalu tersenyum , "Lebih dari bahagia Mas . " jawab Ria sambil tersenyum memandang Yuda .
" Aku pun bahagia bisa bersamamu . Keluargamu begitu hangat , membuatku sangat bersyukur ." ucap Yuda .
" Keluargamu pun juga sangat hangat dan sangat menyayangiku seperti putri mereka sendiri . Aku jadi tidak begitu kehilangan rasa kasih sayang seorang ayah karena Papa begitu menyayangiku ." ucap Ria sambil melanjutkan merapikan barangnya .
Yuda yang mendengar ucapan snag istri pun merasa iba . Yuda beranjak dari ranjang dan menghampiri sang istri .
" Jangan bersedih lagi sayang . Mulai hari ini jangan biarkan air matamu keluar lagi . Aku akan selalu menghapus air matamu itu dangan limpahan cinta yang akan membuatmu selalu tersenyum . Menualah bersamaku ." ucap Yuda sambil memegang bahu Ria dengan lembut dan menatap wajah Ria yang sendu dengan hangat .
" Terimakasih mas karena kamu sudah hadir di hidupku . Aku akan mendampingimu sampai tua nanti . Aku akan ada di sampingmu selalu . " balas Ria sambil menatap mata Yuda .
Yuda pun tersenyum lalu memeluk Ria dengan erat . " Aku begitu mencintaimu Ri ." ucap Yuda .
" Begitupun aku Mas ." balas Ria smabil membalas pelukan snag suami .
Mereka pun saling berpelukan dengan erat . "Mau sampai kapan kita berpelukan nanti kita bisa kemalaman lho mas . " ucap Ria .
Yuda pun terkekeh lalu mengurai pelukan mereka . " Ya sudah aku siapkan mobil dulu , apa kamu sudah selesai ? " tanya Yuda .
" Sudah mas , tidak semua aku bawa ada yang aku tinggal di rumah ini biar nanti kapan - kapan kita pulang jadi tidak perlu membawa barang lagi ." balas Ria .
" Ya sudah ayo kita berangkat , barangnya biar aku yang bawa saja ." ucap Yuda sambil mengambil tas yang sudah di tutup Ria .
" Ya sudah ayo , kita pamit sama ibu dan adik - adik dulu ." balas Ria .
Merekapun keluar kamar , di luar Bu Dewi dan kedua adik Ria sudah menunggu di ruang keluarga .
" Sudah mau berangkat nak Yuda ? " tanya Bu Dewi yang melihat anak dan menantunya keluar dari kamar .
" Iya bu biar tidak terlalu malam sampai di kota ." jawab Yuda sambil mencium takzim punggung tangan sang mertua .
" Baiklah hati - hati di jalan . Ibu titip Ria , tolong jaga dia sepenuh hati ya Nak Yuda . " ucap Bu Dewi lagi .
" Pasti bu . Doakan kami terus supaya kami tetap bahagia ." balas Yuda . Bu Dewi pun hanya menganggukan kepalanya .
Yuda pun bergeser ke kedua adik Ria untuk bergantian dengan Ria yang ingin berpamotan dengan sang ibu .
__ADS_1
" Ria pamit pulang dulu ya Bu . Kapan - kapan kalau Mas Yuda ada waktu kami akan ke sini lagi . Ibu jaga diri baik - baik ya , kalau ada apa - apa segera kabari Ria . " ucap Ria berpamitan .
" Iya Ri , kamu juga jaga diri baik - baik . Ingat selalu pesan ibu dan bapak , jadilah istri yang baik dan patuh terhadap suamimu ya . Kalau ada masalah selesaikan dengan kepala dingin ." balas Bu Dewi menasehati .
" Iya bu . " balas Ria lagi smabil mencium punggung tangan sang ibu .
Ria pun beralih ke adik laki - lakinya . " Jaga ibu dan Dinda dengan baik ya Ran , mbak pasrahkan yang ada di sini kepadamu . Jika ada masalah atau kamu butuh sesuatu kabari mbak jangan sungkan ya . " ucap Ria .
" Iya mbak pasti Randi jaga amanah dari mbak dan Bapak . " balas Randi . Ria pun menganggukkan kepalanya . Kini ia beralih ke Dinda yang terlihat sedikit sendu .
" Mbak pulang dulu ya Din , bantu ibu di dapur , jangan berantem terus sama Randi . Belajarlah jadi gadis yang dewasa . Jangan begitu mukanya bisa ga ? Kalau engga mbak bisa nangis ini . Jelek tahu mukamu begitu ." ucap Ria sambil terkekeh pelan dengan mata berkaca - kaca .
" Ish mbak Ria ini seneng banget ngeledekin aku . Mbak hati - hati di jalan ya . " sungut Dinda . Ria pun memeluk adik bungsunya itu .
" Mbak menaruh harapan besar kepadamu jadilah gadis yang baik dan hilangkan sifat manja dan kekanakanmu Din ." ucap Ria lirih .
" Iya mbak , Dinda akan berusaha menjadi apa yang di harapkan ibu , ayah dan mbak Ria . " balas Dinda sambil membalas pelukan sang kakak .
" Sudah - sudah pelukannya kasihan tuh nak Yuda sudah menunggumu Ri . " ucap Bu Dewi kepada kedua putrinya .
Ria pun melepaskan pelukannya dan melihat ke arah sang suami yang sedang berdiri di sampingnya sambil memandang sang istri sambil tersenyum .
" Ya sudah Ria jalan dulu ya . " ucap Ria lagi .
" Wah ibu kok repot - repot sih . Terimakasih banyak bu ." balas Yuda sambil menerima kardus itu .
" Tapi maaf hanya makanan kampung dan hanya sedikit . " ucap Bu Dewi sambil melepaskan kardus bawaan itu .
" Segini sudah lebih dari cukup bu . Mama pasti suka . Terimakasih banyak sekali lagi bu." balas Yuda lagi .
" Sama - sama nak . Sudah berangkat lah nanti kemalaman lho . " ucap Bu Dewi lagi .
Yuda pun berlalu menuju belakang mobil untuk menaruh barang - barang yang akan di taruh di bagasi . Sedangkan Ria berjalan menuju pintu mobil bagian depan di samping sopir . Ria lalu amsuk dan duduk menunggu snag suami menyelesaikan tugasnya .
Yuda yang sudah selesai menaruh barang pun segera masuk kedalam mobil bagian pengemudi .
Bu Dewi dan kedua adik Ria pun menunggu di depan rumah sampai mobil bergerak meninggalkan rumah orang tua Ria itu . Mobil pun mulai berjalan , Ketiga orang yang di kasihi Ria pun hanya melambaikan tangan sanbil tersenyum dan Ria pun membalasnya sedangkan Yuda membalas dengan membunyikan klakson sekali .
Mobil pun berjalan menjauh dari rumah sampai akhirnya rumah pun tak terlihat lagi . Ria menghela nafasnya dengan kencang .
" Besok kalau Mas ada libur dan kerjaan sudah longgar kita pulang lagi ke sini ya sayang . " ucap Yuda yang tahu kesedihan sang istri yang harus berpisah dengan keluarganya .
__ADS_1
" Iya mas , aku tidak apa - apa kok . Mas tenang aja ." balas Ria sambil tersenyum .
Yuda pun hanya membalas dengan mengusap kepala sang istri .
Perjalanan pulang ke kota pun di hiasi dengan obrolan dan canda tawa dari sepasang suami istri tersebut .
Sampai tak terasa jika mereka sudah memasuki wilayah kota dekat tempat tinggal mereka . Di jalan tadi mereka hanya singgah 1 kali untuk sholat dan makan malam .
Setengah jam berlalu akhirnya mereka sampai di depan rumah kedua orang tua Yuda . Mereka berdua memang memutuskan untuk tinggal bersama kedua orang tua Yuda karena hanya Yuda satu - satunya putra Hanan dan Lina . Ria merasa kasihan jika meninggalkan kedua mertuanya itu hidup berdua saja . Walaupun sebenarnya Yuda sendiri sudah menyiapkan rumah rumah pribadi untuk snag istri . Namun sang istri lah yang menolak untuk meninggalkan kedua orang tuanya tinggal sendiri . Yuda begitu bahagia dan terharu dengan keinginan sang istri yang memutuskan tetap tinggal bersama kedua orang tuanya itu .
" Hufh akhirnya sampai juga , rasanya badanku lelah sekali dan lengket semua . Pengen buru - buru mandi nih ." ucap Ria saat mobil berhenti .
" Mandi pakai air panas lho sayang karena ini sudah malam . Kalau pakai air dingin aku takut kamu sakit ." balas Yuda sambil melepaskan sabuk pengaman yang ada di tubuhnya .
" Siap bos ." balas Ria sambil bergaya hormat seperti tentara membuat Yuda tertawa .
" Kamu ini . Ya sudah masuk dulu gih nanti aku menyusul mau nurunin barang dulu . " ucap Yuda .
" Masuk bareng aja mas . Barangnya minta tolong sama Bibi aja . Mas kan pasti sudah capek kan . " ucap Ria .
" Ya sudah ayo kita masuk . Biar nanti mas minta tolong Bibi buat nurunin barang kita . " balas Yuda .
Mereka berdua pun turun dari mobil dan berjalan bergandengan tangan masuk ke dalam rumah . Kebetulan pintu utama rumah itu tidak di tutup jadi mereka langsung saja masuk ke dalam rumah .
" Assalamualaikum Pa , Ma ." ucap keduanya bersamaan sambil melihat ke arah Bu Lina dan Pak Hanan yang sedang duduk di ruang tamu .
" Waalaikumsalam , kalian sudah pulang . " balas Bu Lina sambil beranjak berdiri menghampiri anak dan menantunya . Namun dari wajahnya terlihat tak senang .
" Iya Ma kami sudah pulang . Mama kenapa kok mukanya murung begitu melihat kami ?" tanya Yuda sambil mencium takzim tangan sang ibu . Dan bergantian dengan Ria yang mencium tangan sang mertua .
Bu Lina hanya diam memandangi Ria dan Yuda bergantian .
" Ada apa Ma kenapa hanya diam saja ?" ucap Yuda sedikit bingung . Dia pun beralih melihat ke arah sang ayah yang berdiri diam melihat sang putra .
Ria pun juga terlihat sedikit bingung melihat kedua mertuanya yang terlihat murung dan tidak senang dengan kepulangan mereka .
" Hai Yud ." sapa seorang wanita yang dari tadi duduk bersama kedua orang tua Yuda .
Yuda yang mendengar sapaan seseorang pun menengok ke arah suara tersebut . Saat melihat orang yang menyapanya pun , mata Yuda serasa akan keluar karena terbelalak terkejut melihat orang yang sudah lama ia lupakan itu . Yuda pun diam mematung melihat orang itu .
Sedangkan Ria bertambah bingung melihat reaksi sang suami .
__ADS_1
" K - kamu ??? "