Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Undangan Dadakan 3


__ADS_3

Kediaman Hanandi


" Ah terimakasih pak sudah mau mengantarkan , maaf jadi merepotkan bapak " sungkan Ria


" Tidak apa - apa Non sudah jadi kerjaan saya " jawab satpam lagi .


Ria dan satpam itupun berjalan menuju ke rumah utama . Pintu utama rumah terbuka dengan lebar , terdengar suara orang mengobrol dari dalam rumah itu .


Tok tok tok


" Permisi Nyonya , ini tamunya sudah datang " lapor si satpam itu .


Lina yang mendengar security rumahnya langsung berdiri menghampiri , " O ya pak Diman terimakasih , suruh masuk aja "


" Silahkan Non , itu nyonya ada di ruang tamu " Pak Diman si satpam mempersilahkan . Ria hanya mengangguk segan .


" Selamat malam Ria , apa kabar ? ibu senang kamu mau memenuhi undangan ibu . Ayo masuk " bu Lina menghampiri Ria yang masih mematung di ambang pintu .


" Selamat malam juga bu , kabar saya baik . Maaf kalau saya terlambat " segan Ria .


" Ayo sini ga usah malu - malu . Ibu kenalkan ke suami ibu , ayo masuk " pinta Lina ramah sambil menggandeng tangan Ria . Lebih tepatnya sih menarik .


" Baik bu . Assalamualaikum " ucap salam Ria saat ia melangkah masuk ke dalam rumah .


" Walaikumsalam , ini to gadis yang sering mama ceritakan ?" tanya seorang pria dewasa yang beranjak berdiri dari duduknya untuk menyambut tamu yang di tunggu . Pria itu adalah Hanan ayah dari Yuda suami ibu Lina .


" Selamat malam Tuan , salam kenal nama saya Mauria panggil saja saya Ria " Ria memperkenalkan diri dan mencoba ramah dengan sopan untuk memecah ketegangan di dirinya itu .


" Selamat malam juga Ria , jangan panggil saya Tuan , panggil saja om atau pak senyaman kamu asal jangan tuan ya . Perkenalkan saya Hanan suami dari Lina " Hanan mencoba mengakrabkan diri dengan tamu kesayangan istrinya itu . Ria yang mendengar ucapan Hanan hanya mengangguk tanda setuju .


" Silahkan duduk dulu Ri , Ria jangan sungkan - sungkan di sini ya anggap saja rumah kamu sendiri " ucap Lina mencairkan ketegangan di wajah Ria dan mempersilahkan Ria duduk .


" Terimakasih bu " jawab Ria singkat sambil duduk di sofa yang empuk itu .


" Anak kamu mana ini Pa , kok belum sampai di rumah juga ? " tanya Lina sambil mendekati tempat duduk suaminya itu .


" Ga tahu Ma , tadi sudah papa ingatkan pas ketemu di kantor " jawab Hanan .


" Kemana anak itu ? Saya sampai lupa tidak menawarkam minum . Ria mau minum apa ? " tanya bu Lina kepada Ria yang hanya diam mendengarkan interaksi sepasang suami istri itu .


" Apa aja bu " jawab Ria .


" Jangan sungkan - sungkan begitu Ri , teh manis hangat mau ? " tanya bu Lina lagi . Ria hanya mengangguk sambil memandangi bu Lina .

__ADS_1


" Ya sudah saya bikinkan dulu ya minuman untukmu " Lina beranjak dari duduknya dan pergi menuju dapur untuk menyiapkan minuman untuk Ria .


" Disini kamu tinggal dengan siapa Ria ?" tanya Hanan memecah keheningan .


" Saya tinggal dengan teman baik saya tuan eh maaf Om " jawab Ria ragu sambil menunduk .


" Ga usah takut sama saya begitu , santai saja . Apa muka saya menakutkan sampai kamu menjawab sambil menunduk begitu ? " Hanan mencoba mengajak bercanda Ria .


" Eh maaf Tu - Om bukan maksud saya begitu . Saya hanya belum terbiasa saja " Ria mendongakkan kepalanya .


" Nah gitu dong , jadi kelihatan kan sekarang wajah cantiknya " goda Hanan .


" Orangtua mu dimana ? dan kerja apa ? " tanya Hanan .


" Orang tua saya di kampung om , ayah saya hanya seorang buruh harian dan ibu saya hanya penjual kue kecil - kecilan . Saya merantau ke sini untuk membantu kedua orang tua saya mencari uang dan biar bisa mengurangi beban orang tua saya " jelas Ria tanpa ada rasa malu di hatinya .


Hanan hanya mendengarkan dengan menganggukkan kepalanya . " Kamu lulusan apa ? " tanya Hanan lagi .


" Saya hanya lulusan SMA om " jawab Ria jujur .


" Tidak ada rencana untuk melanjutkan kuliah ?" tanya Hanan .


" Tidak kepikiran om , saya menyadari kemampuan keluarga saya . Keluarga saya hanya keluarga kurang berada yang untuk makan saja kami pas - pasan . Kami 3 bersaudara masih bisa sekolah sampai SMA saja sudah bersyukur om " jawab Ria .


" Kamu 3 bersaudara ? " tanya Hanan lagi .


" Makanya saya berkewajiban membantu kedua orang tua saya untuk membantu membiayai adik - adik saya sekolah . Saya punya cita - cita bisa menguliahkan salah satu adik saya om ".


" Mulia sekali cita - citamu Ri . Om salut dengan kegigihanmu itu Ri " Hanan senang dan terharu mendengar cerita Ria .


" Seru banget ngobrolnya ini " tiba - tiba suara Lina menyahut . Dengan membawa nampan berisi cangkir teh dan sedikit cemilan untuk di suguhkan kepada Ria .


" Papa lagi mendengarkan Ria cerita tentang keluarganya dan kehidupannya Ma . Papa suka dengan semangat Ria untuk meringankan beban orang tua nya . Om salut sama kamu Ri " puji Hanan sambil mengacungkan jempolnya .


" Benar apa yang mama ceritakan Pa kalau Ria ini anak yang baik dan berbakti kepada kedua orang tuanya . Makanya mama suka sama Ria " timpal Lina .


" Assalamualaikum " terdengar suara salam dari pintu masuk . Suara itu adalah suara Yuda yang baru datang entah dari mana .


" Walaikumsalam" jawab semua orang yang ada di ruang tamu .


" Akhirnya yang ditunggu datang juga , darimana aja sih kamu Yud ? Eh ini kok ada Alma juga " Lina terkejut dengan kedatangan Alma , sahabat dekat anaknya itu .


" Selamat malam tante , Yuda yang ngundang aku tan , katanya di rumahnya ada acara makan malam aku disuruh ikut datang " jawab Alma .

__ADS_1


" Iya mam , aku jemput Alma dulu . Ga apa - apa kan kalau aku ngundang dia biar tambah ramai " timpal Yuda . Lina hanya bisa menatap tajam ke anaknya itu .


" Ya gapapa lagian udah datang juga " jawab Lina ketus . Lina memang kurang suka dengan Alma . Menurut Lina , Alma gadis yang tidak mrmpunyai sopan santun . Alma sering memakai baju yang sangat terbuka , dan dia suka sekali menempel dengan anaknya . Alma adalah teman Yuda dari sekolah menengah pertama , setiap dimana Yuda bersekolah selalu Alma mengikuti . Sampai Yuda berkuliah ke luar negeri pun Alma menyusul mengikuti anaknya itu .


" Ya udah yuk kita mulai acara makan malamnya " ajak Hanan mencairkan ketegangan .


" Papa dan lainnya tunggu aja di meja makan , nanti mama menyusul , Ria ikut papa nya Yuda dulu ya ibu ada keperluan sebentar " pinta Lina . Ria hanya mengangguk . Hanan dan yang lainnya pun berjalan menuju meja makan yang sudah di siapkan .


" Om , gadis ini siapa ? kok aku kayaknya ga pernah lihat " tanya Alma .


" Ini Ria , teman ngobrol mama nya Yuda " kenal Hanan .


" Ooo temannya tante , pantesan dandanan nya kampungan sekali " ejek Alma .


" Alma jaga ucapanmu " tegur Yuda .


" Tapi benar yang aku ucapin kan Yud , lihat saja bajunya ketinggalan jaman banget " ejek Alma lagi . Ria mencoba menahan diri agar tidak terpancing dengan ucapan Alma walaupun dalam hati ia sangat kesal sekali .


" Biar saja baju Ria ketinggalan jaman yang penting anaknya punya sopan santun ga kayak kamu yang ga punya tata krama sama sekali " sahut Lina kesal dari belakang Alma , membuat semua yang duduk di meja makan terkejut .


Ria hanya tersenyum tipis , " emang enak loe di semprot sama bu Lina " gumam Ria dalam hati .


" Eh maaf tante , kenapa tante berbicara seperti itu " tanya Alma .


" Kamu ga suka kan kalau ada orang yang berbicara kasar sama kamu . Makanya kamu harus belajar menghormati orang yang ada di hadapan kamu " ketus Lina sambil menarik kursi di sebelah Ria dekat dengan suaminya . Sedangkan Alma duduk di seberangnya di samping Yuda .


" Sudah - sudah ayo kita mulai saja makan malamnya " Hanan mencoba melerai pertengkaran sang istri dengan teman putra nya itu .


Makan malam pun di mulai , tak berselang lama terdengar suara dari pintu , " Selamat malam semuanya , Hendri is coming " .


Semua yang ada di meja makan pun terkejut mendengar suara itu dan menengok ke arah pintu .


" Akhirnya kamu datang juga Hen , sini ikut makan bareng " sapa Lina dan mempersilahkan Hendri untuk ikut makan . Semuanya pun memandangi Lina .


" Mama yang sudah undang Hendri buat datang ke sini , ga salah kan . Yuda saja mengundang tamu yang seharusnya ga diundang kenapa mama ga ikut saja mengundang seseorang lagi " sindir Lina sambil melirik Alma yang terlihat kesal .


Hendri pun menarik kursi di samping Alma .


" Apa kabar cantik ? dah lama ga ketemu ya " goda Hendri kepada Alma .


" Ish ngapain sih loe duduk di samping gue pindah sono gih " kesal Alma .


" Emang kenapa kalau aku duduk di sini ? emang ada yang melarang ? " tanya Hendri pura - pura .

__ADS_1


" Ga ada yang melarang kok Hen , silahkan saja kamu duduk dimana juga . Tante ga keberatan kok " sahut Lina . Hendri adalah sahabat kecil anaknya itu . Yuda dan Hendri hampir seperti saudara . Yuda yang notabennya anak tunggal tidak mempunyai saudara . Ada Hendri membuat Lina serasa memiliki 2 putra . Hendri adalah anak yang periang , baik dan lucu . Dia tidak pernah akur dengan Alma membuat Lina meminta bantuan Hendri untuk mengawasi Yuda . Hendri di jadikan asisten pribadi Yuda atas permintaan Lina . Lina sangat tidak menyukai Alma karena sikapnya . Maka dari itu , Lina berencana mau menjodohkan Yuda agar bisa memisahkannya dari Alma .


" Wah ada gadis cantik satu lagi ini . Siapa namanya neng ? " tanya Hendri sambil memandangi Ria .


__ADS_2