
Setelah dari toko kue , hati Hendri begitu berbunga - bunga . Sepanjang perjalanan dari toko kue menuju rumah Yuda , Hendri tak putus mengulas senyum nya . " Walaupun belum memilikimu , dengan melihatmu hati ini sudah bahagia " gumam Hendri .
Setiap akhir minggu Hendri selalu datang ke rumah Yuda , mumpung libur kerja . Setelah setengah jam berlalu sampailah Hendri di kediaman Hanandi .
" Assalamualaikum , Hendri is coming " seru Hendri sambil mengucapkan salam .
" Walaikumsalam , eh den Hendri " terdengar suara asisten rumah tangga menjawab salam Hendri .
" Bi , tante Lina ada dimana ?" tanya Hendri ramah .
" Nyonya ada di halaman belakang bersama Tuan den " jawab sopan asisten rumah tangga itu .
" Oke bi , saya langsung ke sana ya . Dan minta tolong ambilkan saya jus dan minta tolong lagi antar ke sana ya Bi " pinta Hendri sopan juga .
" Baik den , saya buatkan dulu nanti saya antarkan ke sana " asisten rumah tangga itupun mengiyakan permintaan Hendri .
" Terimakasih ya Bi " ucap Hendri sambil melangkahkan kakinya menuju halaman belakang untuk menemui si Tuan rumah .
" Morning Om dan Tante " sapa Hendri riang .
" Pagi Hen " balas Hanan .
" Pagi Hen , tumben pagi - pagi sudah kesini " balas Lina .
" Iya Tan , lagi malas di apartemen saja . O ya tante ini aku bawain kue kesukaan tante " jawab Hendri sambil menyerahkan kantong plastik yang ia bawa . Waktu di toko kue tadi , Hendri berinisiatif untuk membawakan buah tangan untuk Lina . Ia membelikan chessecake kesukaan wanita paruh baya itu .
" Wah terimakasih Hen . Kamu sudah sarapan belum ? " tanya Lina .
" Sudah Tan , tadi sarapan di toko kue tante " jawab Hendri . " Tapi sayang ga ketemu Ria , kata tante Kartika Ria ijin ga masuk karena sakit " ujar Hendri lagi .
__ADS_1
Lina pun terkejut dengan perkataan Hendri , "Ria sakit ? sakit apa Hen ?" tanya Lina beruntun .
" Kalau ga salah hanya demam Tan . Yang cerita sih temannya yang sama - sama kerja di toko " jawab Hendri santai Lina terlihat sangat mencemaskan Ria . Ia merasa bersalah juga karena acara tadi malam .
" Apa gara - gara acara tadi malam ya sayang Ria jadi sakit ?" tanyanya kepada sang suami .
" Bisa jadi bisa juga ga sayang , tapi aku lihat tadi malam dia ga kenapa - kenapa . Papa yakin dia anak yang kuat sayang . Mungkin dia hanya terkejut saja dengan kejutanmu itu " jawab suaminya yang masih tak mengalihkan pandangannya dari koran yang sedang dia baca .
" Aku jadi ga enak sayang kalau jadinya begini " sesal Lina .
" Kalau aku bilang sih , Ria ga kenapa - kenapa sih Tante . Waktu Hendri antar pulang pun dia masih bisa tersenyum . Bahkan Hendri ajak untuk jalan - jalan sebentar pun dia ga menolak malah masih bercanda sama Hendri . Hendri yakin kalau Ria itu wanita yang sangat kuat dan tangguh . Dan mungkin sekarang dia sakit kayaknya salahnya Hendri deh tante , karena sudah mengajak jalan - jalan Ria di cuaca malam tadi agak dingin " Hendri mencoba menenangkan Lina sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena pengakuannya . Lina pun mendengarkan ucapan Hendri itu .
Lina pun agak merasa lega , " semoga Ria ga kenapa - kenapa ya " harap Lina .
" Aamiin . . . ngomong - ngomong Yuda mana om ? " tanya Hendri pada Hanan .
" Gimana mau punya gebetan kalau ga pernah keluar rumah . Hendri temuin dia dulu ya om , tante " pamit Hendri sambil berdiri .
" Iya sana Hen , ajak deh itu anak jalan keluar kemana biar mau kenal cewek lain selain si Alma " jawab Lina sambil memotong kue .
" Siap tante " seru Hendri . Hendri pun bergegas mencari Yuda di perpustakaan . Dan benar saja orang yang ia cari ada di sana .
" Pagi Yud , lagi baca buku apa ?" sapa Hendri .
" Pagi . Kamu ga lihat sampul bukunya " jawab Yuda datar dengan tidak mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang dia baca .
" Anak sama bapak , sama aja kalau diajak ngomong ga pernah lihat lawan bicaranya " umpat Hendri dalam hati .
" Ga usah mengumpatku " ujar Yuda membuat Hendri sedikit terkejut .
__ADS_1
" Apa dia bisa membaca hatiku ? " gumam Hendri dalam hati smabil menggaruk kepalanya yang tidak gatal .
" Siapa juga yang mengumpatmu . Jalan yuk Yud , aku pengen jalan tapi males nih kalau sendirian " ajak Hendri kepada sahabatnya itu .
" Ga ah , pergi aja sama bocah yang tadi malam kamu antar pulang . Kayaknya kamu cocok deh sama bocah itu " tolak Yuda .
" Bocah ? siapa ? yang aku antar pulang tadi malam Ria " bingung Hendri .
" Nah itu tau , ajak aja dia kalian kan satu aliran " ucap Yuda .
" Ya elah Ria mah udah bukan bocah lagi , dia itu udah dewasa Yud , memang anaknya aja yang periang dan lucu . Tapi aku ga bisa ngajak dia jalan " ujar Hendri .
" Kenapa ga bisa ? kayaknya dia seneng tuh kalau diajak jalan apalagi gratisan " ejek Yuda .
" Ga bisalah , orang anaknya aja lagi sakit begitu . Tadi aku baru dari toko kue dianya ga masuk kerja kata temannya dia lagi sakit makanya minta ijin ga masuk " jelas Hendri .
Yuda hanya tersenyum sinis , " gadis seperti itu bisa sakit juga ? " sinis Yuda .
" Kenapa ngomongmu ga enak gitu . Kalau emang ga mau ya udah sih ga usah menghina orang lain . Bikin mood ora hilang aja ih . . . Pantes kamu cocok sama Alma , sikap kalian sama begini " kesal Hendri .
" Kenapa jadi kamu yang sewot ? " balas Yuda kesal sambil menutup buku yang sedang dia baca dengan kasar .
" Lagian ucapanmu ga enak didengar . Gimana mau deket sama cewek kalau kelakuanmu aja dingin dan kaku begini . Dan jangan sekali - kali kamu merendahkan Ria lagi . Dia tidak seperti yang kamu kira " ucap Hendri sebal .
Yuda yang mendengar ucapan Hendri pun bertambah kesal , " kalau kamu ke sini hanya ingin membuatku kesal lebih baik kamu pergi aja Hen " usir Yuda .
" Kamu ga kasian sama orang tua mu kalau sikapmu begini terus Yud , kalau aku jadi kamu , aku akan berusaha move on dan mencari pendamping untuk bisa membahagiakan orang tua . Ga kayak kamu gini , kalau kamu begini terus namanya kamu EGOIS Yuda " Hendri menekankan kata egois agar Yuda bisa berpikir atas keingina orang tua nya . Hendri yang sangat kesal dengan sahabatnya itupun beranjak pergi keluar dari ruang perpustakaan dan menemui kedua orang tua Yuda sambil mulutnya komat kamit menyumpah serapahi temannya itu .
Yuda yang masih di dalam perpustakaan hanya bisa terpaku dengan ucapan Hendri . Dalam hatinya , dia ingin sekali membahagiakan kedua orang tuanya tapi rasa sakit karena di khianati masih terasa perih dia rasakan . Sulit baginya melupakan kejadian itu .
__ADS_1