
Setelah menyelesaikan makan malam mereka , Yuda pun mengajak pulang Alma . Yuda sedikit memaksa Alma karena wanita itu masih bersikukuh mengajak Yuda untuk jalan - jalan . Tapi Yuda yang sudah merasa lelah dan kesal tetap dengan pendiriannya untuk mengajaknya pulang . Dengan sedikit ancaman yang Yuda ucapkan akhirnya Alma pun menuruti keinginan laki - laki itu dengan sebuah syarat .
" Oke aku menuruti mau kamu tapi dengan satu syarat kamu harus mengantarku pulang sampai depan rumah " ucap Alma dengan tegas .
" Ish padahal aku masih ingin jalan berdua dengannya kenapa sih Yuda sulit sekali di luluhkan . Apa sih yang kurang dari diriku ini " kesal Alma dalam hati .
" Oke aku antar kamu sampai depan rumah " balas Yuda datar .
Akhirnya merekapun meninggalkan restiran itu . Tanpa rasa sungkan Alma memeluk lengan Yuda dengan manja seakan dia adalah pasangan laki - laki itu . Yuda yang di peluk lengannya merasa risih akan kelakuan teman wanita nya itu .
" Alma lepasin tanganku " pinta Yuda sambil mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Alma .
" Kenapa sih Yud , aku kan hanya menggandeng tanganmu " balas Alma kesal .
" Jangan seperti ini aku risih . Biasanya juga kita tidak seperti ini " keluh Yuda . Alma pun tidak menggubris ucapan Yuda . Yuda bertambah kesal .
" Jalanlah dengan baik atau aku tidak mau mengantarkanmu " ucap Yuda dengan nada tegas . Alma pun yang tidak ingin di tinggal sendiri pun dengan terpaksa melepaskan tangannya dari lengan Yuda .
" Ish kamu nyebelin Yud " kesal Alma sambil ia menghentakkan kakinya .
Mereka pun berjalan menuju mobil yang terparkir . Dengan hati yang masih kesal Alma pun masuk ke dalam mobil dengan sedikit membanting pintu mobil Yuda .
Saat mobil tengah berjalan di keramaian jalan , suasana dalam mobil pun terasa hening . Tidak ada perbincangan antara Yuda dan Alma . Yuda memilih fokus dengan jalan yang ada di depannya sedangkan Alma hanya memandangi jalan di luar . Setelah 30 menit berlalu mobil Yuda pun berhenti di depan sebuah rumah bergaya minimalis modern . Alma pun langsung keluar dari mobil tanpa berkata sepatah kata pun dengan temannya itu . Yuda yang melihat tingkah Alma hanya bisa menggelengkan kepalanya . Dia pun melajukan kendaraannya lagi untuk pulang .
Saat di tengah perjalanan , tanpa di duga Yuda melihat pemandangan yang tidak ingin ia lihat . Yuda melihat Ria dan Hendri yang baru keluar dari mobil untuk mengantar Ria ke kos nya . Hendri dengan lembut merangkul bahu Ria . Dari jauh terlihat seperti seorang pasangan muda mudi yang sedang di mabuk cinta . Yuda menepikan mobilnya , dengan hati yang membara dia melihat keakraban temannya dengan wanita dambaannya .
__ADS_1
" Ada hubungan apa mereka berdua ? Dari tadi siang terlihat mereka begitu sangat dekat . Bahkan Ria pun tidak berkeberatan di sentuh Hendri . Kenapa Hendri tega denganku ? Tapi apa hak ku untuk marah dengan mereka toh wanita itu bukan siapa - siapa aku . **** !!! " Yuda pun hanya bergumam sendiri di dalam mobil sambil matanya tak berpaling melihat Hendri dan Ria .
Dengan kesal di hatinya Yuda pun melanjutkan perjalanannya pulang . Jika dari rumah Alma , Yuda memang melewati tempat kos Ria untuk pulang ke rumahnya . Hati yang sedang membara itu membuat Yuda tidak bisa mengontrol emosinya .
" Apa hubungan mereka berdua ? kenapa mereka begitu dekatnya " umpat Yuda .
" Tapi kenapa aku harus marah , aku sendiripun bukan siapa - siapa Ria " Yuda terus - terusan berbicara sendiri di dalam mobil . Hatinya begitu panas melihat keakraban Ria dan Hendri .
" Sial , sial , sial AAARRGHHH " Yuda yang mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi karena masih di liputi emosi tanpa sengaja menabrak sebuah kendaraan roda dua yang sedang berhenti di pinggir jalan . Untung dia masih sempat mengerem jadi kendaraan yang tertabrak tidak terlalu hancur .
Yuda yang tersadar pun langsung turun dari mobilnya dan mencoba melihat kendaraan yang tanpa sengaja ia tabrak . Si pemilik kendaraan pun keluar dari toko . Dia melihat kondiai motornya pun terkejut . Dengan sedikit marah pemilik kendaraan itu memarahi Yuda dan minta pertanggung jawaban .
" Bagaimana sih mas , bisa nyetir tidak ? motor saya berhenti dan parkir kok bisa - bisanya di tabrak . Ini rusaknya parah lho , saya minta ganti rugi " kesal si pemilik kendaraan .
" Iya pak maaf saya sedang tidak fokus . Saya mohon maaf sebesar - besarnya dan untuk kerusakan motor bapak saya tanggung semua . Ini saya ada uang sedikit nanti atau besok silahkan bapak bawa kendaraan bapak ini ke bengkel nanti untuk biayanya saya tanggung semua . Ini kartu nama saya , kalau sekiranya uang yang saya beri ini kurang bapak bisa hubungi saya ke nomor itu saja ya " Yuda yang mengakui kesalahannya pun bersedia mengganti rugi semua kerusakan yang ia buat . Yuda mengeluarkan beberapa lembar uang untuk si pemilik kendaraan untuk memperbaiki kendaraan itu . Tak lupa dia juga memberikan kartu namanya .
Si pemilik pun menyetujui keinginan Yuda . "Oke mas saya terima , tapi jangan kabur ya " pinta si pemilik kendaraan itu .
" Iya pak saya tidak akan kabur . Di kartu nama itu juga ada alamat rumah dan kantor saya silahkan kalau saya berusaha kabur bapak bisa datang kerumah atau kantor saya " Yuda mencoba meyakinkan si pemilik kendaraan itu .
" Baiklah mas saya percaya dengan anda " Si pemilik kendaraan pun mengijinkan Yuda untuk pergi terlebih dahulu .
" Terimakasih banyak pak . Sekali lagi saya mohon maaf ya " Yuda pun menyalami si pemilik kendaraan itu . Dengan legowo si pemilik kendaraanpun membalas jabatan tangan Yuda .
Setelah urusan semua selesai , Yuda pun berbalik dan masuk ke dalam mobilnya dan melanjutkan perjalanan pulangnya .
__ADS_1
" Kenapa hari ini begitu sial untukku . Semua karena Ria hari dan hatiku begitu hancur " kata Yuda sendu .
" Apa yang harus aku lakukan agar wanita itu bisa jadi milikku . Aku begitu tidak rela saat dia bersama dengan laki - laki lain . Apa harus aku utarakan perasaanku kepadanya ? tapi kenapa hati ini terasa belum siap untuk memulai semuanya ini " Yuda terus berkata - kata sendiri di dalam mobilnya itu .
" Kapan aku akan berani mengutarakannya ? Sial , sial , sial kenapa aku jadi p*ng*cut begini " Yuda begitu galau setelah melihat Ria dengan Hendri . Dia merasa tidak ingin kehilangan wanita dambaannya itu .
Setelah menempuh perjalanan penuh drama akhirnya Yuda sampai di kediamannya . Yuda pun memarkirkan mobilnya terlebih dahulu di garasinya . Setelah selesai ia langsung masuk ke dalam rumahnya .
" Assalamualaikum " ucap salam kepada penghuni rumahnya .
" Walaikumsalam Den Yuda . Mau bibi siapkan makan malam den ? " ucap asisten rumah tangga nya .
" Tidak usah Bi saya sudah makan di luar . Papa dan Mama ada dimana Bi kok rumah sepi sekali " tanya Yuda .
" Tuan dan Nyonya tadi keluar Den katanya ada acara reuni di Hotel A " jawab asisten rumah tangga itu lagi .
" Ooo . . . ya sudah bi saya ke kamar dulu . Bibi istirahat saja saya tidak butuh apa - apa " pamit Yuda .
" Baik Den " balas ART itu .
Yuda pun melangkah pergi menuju ke kamarnya . Sesampainya di dalam kamar , Yuda langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri . Setelah usai membersihkan diri , Yuda keluar dari kamar mandi menuju walking closet untuk mengganti pakaiannya . Yuda memakai kaos polos dengan celana kain pendek yang nyaman . Setelah mengganti pakaiannya ia lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size .
Tubuhnya terasa lelah dan pikiran serta hatinya pun terasa penat atas kejadian satu hari ini . Dengan posisi terlentang , Yuda memandangi langit - langit kamarnya memikirkan langkah apa yang akan dia lakukan untuk mendapatkan Ria .
" Aku harus belajar membuka hatiku . Apa yang sudah terjadi tidak akan kembali lagi . Aku tidak mau kehilangan yang kedua kalinya . Ria sudah menyadarkanku , aku sekarang yakin untuk menjadikannya milikku "
__ADS_1
" Pertama - tama aku akan menanyai Hendri terlebih dahulu . Punya hubungan apa antara dia dan Ria . Ya besok akan aku tanyai dia " gumam Yuda sendiri .
Setelah beberapa waktu berlalu , karena badan yang terlalu lelah dan pikiran yang berkeliaran tanpa sadar Yuda pun terlelap dengan posisi yang masih sama .