
Hari demi hari dilalui dengan kesibukan masing - masing . Yuda sedang sangat sibuk untuk mengerjakan proyek barunya . Sedangkan Ria sibuk dengan bekerja dan menyiapkan acara pernikahannya . Di bantu oleh Lina sang ibu mertua membuat persiapan acara tersebut sudah mencapai 80% .
Hari ini adalah jadwal untuk Ria fitting gaun pengantinnya . Ria akan datang bersama Lina sedangkan Yuda akan menyusul mereka di butik . Yuda berusaha menyempatkan waktu untuk fitting ini . Apalagi setelah beberapa hari ini dia kurang bertemu dan berkomunikasi langsung dengan Ria . Makanya dia sangat bersemangat untuk fitting hari ini .
Lina membuatkan gaun pengantin menantunya di butik langganannya . Pukul 12 siang , Ria dan Lina telah sampai di butik itu . Mereka berdua di sambut hangat oleh pemilik butik itu . Karena pemilik butik itu adalah teman Lina sekaligus ibu dari dokter Aris .
" Selamat datang di butik kami . Apa kabar Nyonya Lina ? Sudah lama ya kita tidak bertemu . " sapa Erika sang pemilik butik sambil cipika cipiki .
" Siang Er , kabarku baik . Kamu saja yang terlalu sibuk . Kemarin waktu aku ke sini kamu lagi keluar negeri jadi engga ketemu deh . " balas Lina .
" Iya maaf deh , ada fashion show di sana jadi aku harus berangkat . Ooo . . . ini ya calonnya Yuda ?" tanya Erika .
" Bukan calon , dia sudah istrinya Yuda cuma masih sah secara agama . Makanya besok itu acara resminya . Kamu harus datang lho . " balas Lina lagi .
" Ooo . . . jadi Yuda sudah menikah , kenapa kamu engga cerita sama aku ? pasti dong aku datang . Apalagi kamukan temanku . " ucap Erika lagi .
" Bagaimana mau cerita kamu sendiri sibuk begitu . O ya kalian belum kenalan ya . Ria ini teman Mama Tante Erika dia yang punya butik ini . Dan Er ini kenalin menantuku namanya Mauria . " ucap Lina mengenalkan .
" Selamat siang Tante saya Mauria panggil aja Ria . " ucap Ria dengan lembut .
" Siang juga cantik , suara kamu lembut sekali . Salam kenal ya . " balas Erika .
" Tante bisa aja . Suara saya biasa - biasa saja ." ucap Ria .
" Bener Ri , suara kamu lembut sekali . Itu menandakan kalau kamu anak yang baik dan tidak suka kekerasan . " balas Erika .
" Sudah - sudah ini kapan fittingnya kalau mengobrol terus . " potong Lina .
" Hehehe iya juga , ya sudah ayo masuk . Semua sudah aku siapin . " ajak Erika .
Mereka bertiga pun masuk ke dalam di ruang VIP . Di sana sudah berdiri 3 ornag perempuan yang nanti bertugas membantu Ria mencoba gaun pernikahannya .
" Silahkan duduk dulu , aku ambilkan gaunnya dulu . " pinta Erika . Lina dan Ria pun duduk di tempat yang Erika persilahkan .
Tak selang berapa lama , Erika datang lagi dengan membawa gaun pernikahan yang di pesan oleh Lina .
" Ini Lin gaunnya , ini aku desain sendiri sesuai dengan permintaanmu waktu itu di telepon ." ucap Erika sambil menyodorkan gaun ke tangan Lina .
" Wah cantik sekali . Ini sih melebihi ekspektasiku Er . " puji Lina .
" Iya dong , ini aku buat spesial untukmu . " balas Erika .
" Ya sudah , sayang di coba dulu biar nanti kalau ada kurang - kurangnya bisa di betulkan Tante Erika . " pinta Lina kepada Ria sambil menyerahkan gaun yang di pegangnya .
" Iya Ma . " jawab Ria .
" Lola tolong bantu Nona Ria mengganti pakaiannya ya . " pinta Erika kepada pegawainya .
" Baik Miss . " jawab Lola sang pegawai .
" Mari Nona ikut saya . " ajak Lola kepada Ria . Ria pun mengikuti Lola dari belakang .
Lina pun melanjutkan berbincang - bincang dengan Erika . Tak berselang lama terdengar pintu terbuka . Masuk seorang laki - laki dewasa berwajah tampan , bertubuh tegap dan atletis .
" Selamat siang , maaf Ma Yuda telat ? " tanya Yuda ya laki - laki itu adalah Yuda .
" Tidak sayang , kami juga baru saja sampai . Sini kita tunggu Ria dulu . " balas Lina .
" Syukurlah . " balas Yuda sambil berjalan mendekati sang ibu .
__ADS_1
" Apa kabar Yud ? kamu tidak mau menyapa Tante ? " sapa Erika .
" Eh , iya maaf Tan tadi engga kelihatan . Apa kabar Tante ? " balas Yuda .
" Kabar Tante baik Yud , selamat ya atas pernikahanmu . Akhirnya ada yang mendampingi . " ucap Erika .
" Terimakasih Tante . " jawab Yuda singkat .
" Tuxedo dan jasnya Yuda juga sudah siap kan Er ? " tanya Lina .
" Sudah Lin , aku suruh anak buahku ambil dulu ya . " Erika pun bangun untuk menelepon anak buahnya yang bagian pakaian laki - laki untuk mengambilkan pesanan Lina .
Terdengar derap langkah kaki mendekat ke arah Lina . Yuda yang sedang sibuk dengan ponselnya pun mendongakkan kepalanya ke arah seseorang yang berdiri di depannya .
" Bagaimana Ma apakah sudah bagus ? " tanya Ria . Setelah memakai gaunnya Ria berjalan ke arah ibu mertuanya dan sang suami yang sedang menunggu .
" Wah kamu cantik sekali pakai gaun ini Ri . Pas sekali sama badan kamu . " puji Lina .
" Terimakasih Ma , aku pun juga suka gaun ini . Nyaman di pakainya . " balas Ria .
" Bagaimana menurutmu Yud apa masih ada yang kurang ? " tanya Lina kepada putranya .
Tidak terdengar suara dari sang putra , Lina pun menengok ke arah anaknya itu . Terlihat Yuda tercengang melihat ke arah Ria dengan mata tidak berkedip , mulut yang sedikit terbuka dan kedua tangannya yang masih memegang ponselnya . Yuda sangat terpesona dengan kecantikan sang istri membuatnya membeku .
Lina yang melihat ekspresi anaknya hanya bisa menahan tawanya . Sedangkan Ria yang di pandangi merasa salah tingkah .
" Mas . . . Mas Yuda . . . Mas Yuda . . . " panggil Ria membuat Yuda tersadar dari lamunannya .
" Kamu cantik dan anggun sekali sayang memakai gaun itu . " ucap Yuda yang masih setengah tersadar dari lamunannya .
" Blush " pipi Ria berubah menjadi seperti tomat merah karena malu atas pujian suaminya .
" Hahahaha dasar , Kayaknya anak Mama benar - benar sudah jatuh cinta sama kamu deh Ri . " ucap Lina sambil tertawa melihat tingkah Yuda . Sedangkan Ria menahan malu atas tingkah Yuda . Sedangkan Yuda hanya menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal karena malu dengan kelakuannya sendiri .
Yuda yang melihat Erika datang membawa pakaiannya pun segera berdiri dan berjalan pergi untuk mencoba pakaiannya . Yuda menyambar tuxedo dan jas itu dari tangan Erika . Erika sedikit terkejut dengan apa yang Yuda lakukan . Serta bingung melihat Lina yang tertawa tebahak - bahak karena melihat tingkah anaknya .
" Ada apa ini ? ada apa Lin kok kamu tertawa seperti itu ? " tanya Erika bingung .
" Hahaha . . . Engga ada apa - apa Er , tadi cuma ada seorang pangeran yang lagi bucin melihat seorang putri yang cantik ini . Pangerannya sampai seperti orang bodoh saking terpesonanya Er . Aku sampai engga kuat nahan ketawa lihat ekspreai pangeran itu tadi . " ucap Lina di sela tertawanya .
" Mama sudah ih , Ria jadi tambah malu . " keluh Ria kepada mertuanya karena di goda terus menerus .
" Ooo jadi tadi Yuda salah tingkah karena melihat kecantikan Ria memakai gaun ini to . Baru paham aku . " ucap Erika tersenyum dan di balas anggukan oleh Lina .
Erika pun mendekat ke arah Ria dan memeriksa gaun yang di pakai Ria saat ini .
" Sepertinya gaun ini tidak perlu banyak perubahannya . Hanya tinggal sebelah sini saja aku kecilkan sedikit . Menurut kamu bagaimana Ria perlu di kecilkan atau tidak ? " tanya Erika yang sedang meraba - raba gaun Ria untuk memeriksa kedetailan nya .
" Kalau Ria sih sudah nyaman Tan , tapi kalau menurut Tante perlu di kecilkan Ria ikut saja ." balas Ria .
" Biar tambah sempurna Tante kecilkan saja ya . Asal kamu jaga pola makan agar tidak kesempitan nanti di hari H . " ucap Erika menjelaskan .
" Siap Tan . " ucap Ria tersenyum .
" Terimakasih lho Er kamu sudah membuatkan gaun yang begitu cantik ini . " ucap Lina yang merasa senang atas hasil gaun yang di inginkannya . Gaun berwarna putih bergaya sederhana nan elegan perpaduan antara kain sutra dengan brokat yang lembut dengan lengan panjang full brokat yang menempel di tangan . Dengan potongan leher datar melebar kesamping sampai bahu . Dengan hiasan batu swarovski dan batu permata lain di beberapa titik menambah keanggunan gaun tersebut . Gaun ini rencananya akan di pakai saat acara resepsinya . Sedangkan untuk acara akad nikah ulang , Lina sudah memesankan kebaya model kutu baru modern yang panjang berwarna putih juga sesuai permintaan Ria .
" Sama - sama Lin . Kamu kan sahabatku pasti akan aku berikan yang terbaik untuk keluargamu . " ucap Erika .
" Ya sudah Ri , sekarang coba kebayanya . Mama mau lihat . " pinta Lina .
__ADS_1
" Iya Ma . " Ria pun berbalik ke tempat ganti baju .
Saat mau masuk ke dalam bilik , tiba - tiba ada tangan kekar yang menariknya ke dalam bilik sebelah . Ria pun tertarik ke dalam bilik itu dan dengan cepat tangan itu mengunci bilik .
" Mas Yuda , bikin kaget saja . " ucap Ria sedikit terkejut .
" Maaf sayang , aku hanya ingin memelukmu . Rasanya aku kangen sekali dengamu . " ucap Yuda sambil memeluk Ria yang berhadapan dengannya .
" Jangan begini mas ini di tempat orang . " ucap Ria .
" Tidak apa - apa , tidak ada orang yang melihatnya . Aku sangat merindukanmu sayang . " ucap Yuda lagi .
" Salah siapa sibuk banget , kadang sampai engga pulang segala . " balas Ria .
" Maafkan aku karena sibuk terus . Aku lakukan juga untuk masa depan kita sayang . " balas Yuda yang masih memeluk Ria dengan hangat sambil kepalanya dia sandarkan di bahu Ria .
Mereka memang beberapa hari ini jarang bertemu . Kadang Yuda berangkat pagi sekali dan pulang di malam hari , saat Ria sudah tertidur . Dan kadang Yuda sampai tidak pulang karena harus lembur . Jadi komunikasi mereka hanya lewat pesan atau video call saja .
" Aku juga rindu kepadamu mas . Terkadang aku samapi tidak bisa tidur karena memikirkanmu . " balas Ria .
" Iya sayang maafkan aku . Aku janji setelah proyek ini selesai aku akan mengajakmu liburan . " ucap Yuda sambil mengangkat kepalanya dan memandang wajah Ria .
" Bener mas kita bisa liburan . " tanya Ria senang .
" Benar sayang . Itung - itung kita honeymoon . " goda Yuda sambil menaik turunkan kedua alisnya dengan tersenyum licik .
" Ish , suka sekali menggodaku . " keluh Ria .
" Hehehe . . . kamu gemesin kalau lagi di goda sayang . Kamu cantik sekali pakai gaun ini . Aku sampai terkejut melihatmu memakai gaun seperti ini . " puji Yuda dan itu berhasil membuat pipi Ria merona lagi .
" Ah , mas Yuda bisa aja . " balas Ria sambil sedikit memukul dada suaminya itu dengan pelan karena malu . Tapi tangannya langsung di pegang oleh Yuda . Yuda pun memandangi wajah Ria penuh damba . Dan Ria pun membalas memandang Yuda dengan lembut . Kedua manik mata mereka pun saling bertemu . Dengan saling pandang dan diam , dengan perlahan Yuda memajukan wajahnya ke arah wajah Ria . Ria yang melihat wajah Yuda yang mendekat hanya bisa membeku karena detak jantungnya terasa sangat kencang . Wajah Yuda lama kelamaan semakin dekat dan dekat . Tangan Yuda pun mengangkat dagu Ria agar wajah Ria sejajar dengan wajahnya . Karena takut Ria refleks memejamkan matanya . Saat Yuda akan menyentuh bibir Ria menggunakan bibirnya dan . . . .
" Tok . . . Tok . . . Tok . . . Ria kamu ada di dalam sayang ? " panggil Lina dari luar .
Ketukan pintu membuat kedua orang yang berada di dalam bilik itu pun tersadar .
" MAMA !!! " Ria tersadar dan langsung membuka kedua matanya . Yuda pun melepaskan tangannya dari dagu Ria .
" Iya Ma Ria segera keluar . Sudah ya mas , aku keluar dulu . Takut Mama menunggu lama . " pamit Ria .
Yuda pun hanya diam melihat Ria keluar dari bilik itu . Dengan menahan kesal di hatinya .
" Mama mengganggu saja , padahal tadi tinggal sedikit lagi . Ih Mama . . . " kesal Yuda frustasi .
Yuda pun keluar dari bilik dengan wajah di tekuk . Ia pun berjalan menghampiri Lina untuk memperlihatkan pakaiannya . Sedangkan Ria masuk ke bilik sebelahnya untuk mengganti gaunnya itu .
" Dasar anak nakal , bisa - bisanya mengambil kesempatan di tempat umum seperti ini . " kesal Lina sambil menjewer telinga putranya itu .
" Aduh . . . aduh Mama sakit telingaku . Lepasin aku kan engga ngapa - ngapain . " bela Yuda .
" Mama malu Yud , Mama sudha menunggu kalian di sini lama , eh engga tahunya kalian malah berduaan di dalam bilik . Itupun Mama tahu dari pegawainya Tante Erika . " ucap Lina kesal sambil melepaskan tangannya dari telinga Yuda .
" Yuda cuma kangen aja sama istri Yuda emang salah bermesraan sama istri sendiri ? " ucap Yuda sambil mengusap telinganya yang terasa panas .
" Tidak salah Yud , tapi ya lihat tempatnya juga." ucap Lina . Yuda pun hanya membalas dengan senyuman saja .
" Habis sudah engga tahan Ma . " ucap Yuda lirih tapi masih terdengar di telinga Lina . Lina pun hanya bisa menggelengkan kepalanya .
" Dasar anak nakal . Sudah sana ganti pakaian yang satunya . Mama mau lihat . " ucap Lina kesal .
__ADS_1
" Iya " balas Yuda singkat sambil berjalan ke arah bilik ganti lagi .
" Seharusnyakan yang kesal dan marah aku kenapa jadi Mama . " gumam Yuda dalam hati .