
Gedung Hanandi Jaya Group
Yuda yang baru kembali dari tempat meeting terlihat kesal . Wajah tampan yang dingin dan kaku itu tambah terlihat mengerikan .
" Dimana Hendri , saya butuh laporan proyek yang lain sekarang " teriak Yuda kepada sekretaris yang ada di depan ruangannya .
" Tuan Hendri sudah meninggalkan kantor dari tadi Pak " jawab sekretaris itu takut .
" Pekerjaan belum selesai kok beraninya dia ninggalin kantor " bentak Yuda lagi .
" Ta-tadi bilang sama saya kalau tuan Hendri mau menjenguk temannya di rumah sakit Pak " jawab sekretaris gagap .
" Ya udah sana keluar " usir Yuda .
" Ba - baik Pak " sekretaris itu langsung berlari keluar ketakutan .
Yuda saat ini sedang sangat kesal karena proposal pengajuan proyek baru yang sudah ia rancang gagal total . Yuda kalah dengan lawan bisnisnya yang sekaligus orang yang sudah merebut calon istrinya dulu . Saking kesalnya ia lampiaskan kepada semua orang .
" B*engs*k kenapa harus ketemu dia lagi . Tak sudi aku harus berhadapan sama dia lagi " umpat Yuda sambil menggebrak meja kerjanya .
Yuda pun merogoh sakunya untuk mengambil ponselnya .
" Dimana kamu Hen ? kerjaan belum kelar udah seenaknya aja kamu tinggalin . Cepat balik ke kantor . Aku tunggu " Yuda langsung mematikan panggilan teleponnya .
Yuda kembali mencoba melanjutkan pekerjaannya lagi . Tiba - tiba terdengar suara pintu terbuka .
" Malam Yud , kenapa dari tadi aku telepon tidak kamu angkat ? " ucap Alma . Alma datang menghampiri Yuda yang sedang kembali fokus sama pekerjaannya .
" Ada apa kamu kesini ? Cepat katakan perlumu aku sedang banyak pekerjaan " ketus Yuda yang masih diliputi emosi di hati nya dan tanpa mengalihkan perhatiannya dari dokumen yang sedang ia baca .
" Kenapa kamu ketus sekali sama aku . Aku ke sini kan mau menemanimu . Aku mau ajak kamu jalan - jalan ke pusat perbelanjaan dekat sini . Aku lagi bosen nih Yud ga ada temen " ucap Alma manja sambil bergelayut di lengan Yuda .
" Aku sedang sibuk Alma , kalau kamu mau jalan - jalan pergi aja sendiri . Dan satu lagi besok lagi kalau mau masuk ke ruanganku tolong ketuk pintu dulu " kata Yuda kesal .
" Tapi Yud , ga seru kalau aku jalan sendiri . Aku pengen kamu temani " rengek Alma .
" Sekali lagi aku bilang aku sibuk Alma . Sekarang aku mohon silahkan keluar dari ruanganku . Aku sedang tidak ingin di ganggu siapapun " usir Yuda .
" Ayolah Yud , temani aku " paksa Alma sambil menarik - narik lengan Yuda .
" KELUAR !!!! sebelum aku berbuat lebih kasar lagi . Aku sedang ingin sendiri " teriak Yuda membuat Alma tersentak dan melepaskan tangannya dari lengan Yuda .
" Ish " Alma lalu beranjak keluar ruangan dengan menghentakkan kakinya .
Yuda menarik napasnya dengan kasar dan melempar pena yang sedang ia pegang .
" Kenapa aku jadi seemosi ini ? kenapa rasa sakit ini sulit sekali aku hilangkan" .
Yuda yang masih merasa frustasipun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah toilet pribadinya dan membasuh wajahnya di wastafel yang ada di dlama toilet itu .
Tiba - tiba terlintas wajah Ria yang sedang tersenyum dengan wajah yang pucat di depan cermin yang ada di wastafel itu . Yuda hanya bisa terpaku menatap cermin itu dan tersadar mengusap matanya dan bayangan Ria pun hilang .
" Apa yang terjadi , kenapa aku memikirkan bocah itu . Gak gak Yud , sadar kamu hanya berhalusinasi saja " gumam Yuda dalam hati .
__ADS_1
Yuda terus membasuh air ke mukanya . Sesaat kemudian ia keluar dan terdengar suara pintu di ketuk .
" Ada apa sih Yud , udah malam masih marah - marah aja " ucap Hendri yang langsung bertanya tanpa jeda .
" Kamu gimana sih kerjaan belum selesai sudah ninggalin kantor . Apa harus aku semua yang ngehandle . Sepenting apa urusanmu dengan pekerjaan ini " walaupun mukanya sudah terasa agak segar tapi Yuda masih diliputi rasa kesal karena kegagalannya .
" Kerjaanku kan sudah beres semua . Tinggal nunggu hasil meetingmu tadi . Makanya aku sempatkan pergi menjenguk Ria di rumah sakit dan mengantar mamamu pulang . Kenapa kamu marah ? apa salah aku menjenguk temanku ?" Hendri menjelaskan kepada Yuda alasan dia keluar kantor .
" Ya ga ada salahnya tapi kamu harus tanggung jawab juga sama kantor , kalau ada yang mencariku bagaimana , kamu kan asisten pribadiku seharusnya kamu harus tetap di kantor selagi aku tidak ada " balas Yuda tidak mau kalah .
" Biasanya juga gapapa aku tinggal kenapa sekarang jadi masalah sih . Sebenernya ada apa sama kamu , gimana hasil meeting tadi ?" selidik Hendri .
" Gagal , aku kalah sama si b*engs*k itu " kata Yuda .
" Hah kok bisa , setahuku perusahaannya tidak mengajukan tender kenapa jadi ikut - ikutan mengajukan ke klien yang sama " Hendri terkejut dengan perkataan Yuda . Dia sudah mengecek perusahaan mana saja yang ikut mengajukan proposal itu .
" Dia memakai nama baru untuk perusahaannya . Licik sekali , setelah perusahaannya yang lama sudah aku kalahkan dia memakai cara kotor untuk mencoba menjatuhkan aku . Jangan harap , aku pastikan dia akan jatuh untuk yang kesekian kalinya . Sekarang dia boleh menang , jangan harap proyek berikutnya " ucap Yuda sambil menyeringai . Dia sudah terlanjur sakit hati dengan lawan bisnisnya itu . Berbagai macam cara licik lawan bisnisnya itu mencoba untuk menjatuhkan Yuda , sampai calon istri Yuda pun ia rebut untuk melancarkan usahanya itu .
" Apa kamu masih mau balas dendam kepadanya Yud ? menurutku lebih baik kamu coba lupakan ajang balas dendamu itu . Biar kamu bisa segera move on dari masa lalumu yang menyakitkan itu " Hendri mencoba menasehati Yuda .
" Rasa sakitku ini tidak akan sembuh sampai aku bisa melihat dia dan keluarganya hancur " Yuda mengucapkan sumpahnya dengan diliputi amarah . " Dia sudah menghancurkan harga diriku , dan dia juga sudah merenggut kebahagiaan orang tua ku . Aku tidak akan pernah melepaskan nya begitu saja " ucap Yuda bersungut - sungut .
" Tapi Yud , wanitakan tidak hanya Ervina saja . Masih banyak wanita yang bisa kamu pilih untuk kamu jadikan istrimu dan kamu bisa membahagiakan kedua orang tuamu . Kalau kamu terus memikirkan balas dendammu sampai kapan ? kasian kedua orang tuamu melihatmu seperti ini . Move on Yud , apalagi sekarang aku lihat dengan adanya Ria tante Lina mempunyai semangat hidup kembali . Coba kamu lihat dan pandangi wanita yang ibumu pilih sekali saja Yud " Hendri mencoba menasehati temannya itu . Hendri memang orang yang humoris , lucu dan terkadang konyol . Tapi saat dia dalam situasi serius dia adalah orang yang bijaksana dan dewasa dalam mengambil keputusan . Dia tidak pernah mudah tersulut emosi .
" Jangan pernah kamu sebut nama penghianat itu lagi Hen . Hatiku terasa mendidih saat mengingat nama itu lagi . Dan jangan kamu mencoba membantu atau membela bocah ingusan itu lagi di hadapanku . Aku tau mamaku sangat menyukainya , tapi aku tidak " ucap Yuda .
" Apa salahnya sih Yud mengikuti keinginan orang tuamu sekali ini saja . Minimal coba kenalan dulu dengan Ria , ajak dia jalan - jalan , belajarlah membuka hatimu lagi . Come on bro sampai kapan kamu akan seperti ini terus . Orang tuamu semakin hari semakin bertambah usianya jangan sampai membuatmu menyesal dikemudian hari nanti " nasihat Hendri lagi .
" Sudahlah Hen , kalau kamu kesini hanya mau menasihati aku mending kamu keluar . Aku ga ada waktu membahas hal - hal yang ga penting kayak gini lagi " usir Yuda .
" Terserah lah . Ini kamu periksa dokumen yang ini dan yang ini aku mau selesai malam ini juga" perintah Yuda sambil menyerahkan beberapa dokumen untuk dikerjakan Hendri .
" Hah segini banyaknya , seenaknya aja sih kamu ngasi aku kerjaan segini banyaknya dalam waktu singkat lagi . Jangan gila dong Yud " protes Hendri yang mendadak di beri kerjaan banyak sama Yuda .
" Aku ga mau tahu , malam ini harus selesai dan aku tunggu emailnya malam ini juga" ucap Yuda sambil beranjak mau pergi keluar ruangannya .
" Mau kemana kamu ? habis ngasi kerjaan sebanyak ini langsung kabur " keluh Hendri .
" Pulanglah , capek seharian tadi banyak meeting yang aku datengin " ucap Yuda sambil melenggang pergi sambil menyeringai karena berhasil mengerjai teman sekaligus anak buahnya itu .
" Dasar k*mpr*t , anak bos ga punya akhlak . Seenak jidatnya ngasi kerjaan segunung gini , dianya malah enak - enakan pulang . Nasib - nasib jadi anak buah terus " umpat Hendri dalam hati .
Yuda pun berjalan keluar menuju tempat ia memarkirkan mobilnya . Dalam pikirannya banyak pertanyaan yang sulit ia jawab dan mengerti .
" Apa saran Hendri tadi aku coba ya ? Ah tapi umur dia dan aku saja terpaut sangat jauh . Tapi aku juga tidak mau mengecewakan mama . Tapi hatiku belum siap kalau harus tersakiti lagi " gumam Yuda dalam hati .
Sampai di parkiran dia langsung menuju ke mobilnya . Setelah masuk mobil , pikirannya masih berkecamuk .
" Kenapa jadi kepikiran terus begini sih " kesal Yuda sambil memukul stir mobilnya .
" Apa yang harus aku lakukan sekarang ?" .
" Satu sisi kasian mama sudah berharap sama aku satu sisi aku belum siap kalau sampai sakit hati lagi " .
__ADS_1
" Aaahhhhhh " Yuda merasa frustasi dengan apa yang sedang ia pikirkan . Dia sampai mengacak acak rambutnya sendiri .
Setelah 30 menit berlalu , Yuda pun sampai dirumahnya . Dia langsung menuju ke kamarnya , membersihkan tubuhnya lalu keluar lagi menuju dapur untuk mencari makanan . Perutnya terasa lapar dari tadi dia belum sempat makan malam . Saat sedang mencari - cari makanan di dalam kulkas tiba - tiba Lina sudah berdiri tepat di belakang Yuda .
" Astagfirullahalazim , mama ih ngagetin Yuda aja " Yuda terkejut sambil mengusap - usap dadanya .
" Kamu baru pulang ? sedang ngapain disini ? mama daritadi nungguin kamu lho " tanya Lina .
" Iya Yuda baru pulang , tadi habis meeting sama klien sampai malam begini . Aku lagi cari makanan laper nih Ma dari tadi belum sempat makan malam " jawab Yuda sambil mengusap perutnya yang terasa lapar .
" Ya udah duduk aja di meja makan , Mama siapin makanan buat kamu " ucap Lina .
" Siap Ma , Yuda tunggu . Makasih ya Mama ku yang cantik ini " kalau dihadapan Lina seorang Yuda berubah menjadi anak yang manja dan manis . Tapi kalau ada orang lain dia berubah menjadi orang yang dingin dan kaku .
Yuda pun beranjak pergi menuju meja makan menunggu makanan yang akan disiapkan Lina untuknya . 10 menit berlalu makanan untuk Yuda pun sudah siap . Lina mengantarkan ke meja makan agar bisa segera dimakan oleh anaknya itu .
" Ini cepetan dimakan , nanti masuk angin lagi kalau nunda makan terus " ucap Lina sambil menyodorkan sepiring nasi goreng telur dadar untuk Yuda .
" Waaaah . . . terimakasih mama ku tersayang " balas Yuda .
" Tumben sekali kamu manis sama mama , ada apa ?" selidik Lina .
" Gak ada apa - apa Ma , emang ga boleh Yuda berbuat manis sama mama ?" tanya balik Yuda.
Sambil asyik menyuap sedikit demi sedikit makanan yang ada di piringnya itu .
" Ya boleh - boleh aja , tumben aja kamu kayak gini sama Mama . Biasanya juga kamu cuek banget sama mama " ucap Lina .
" Mana ada Yuda cuek sama Mama . Kalau Yuda lagi banyak kerjaan ya maklumlah Ma kalau Yuda lebih asyik ke ponsel ketimbang memperhatikan yang lain " jawab Yuda .
" Terserah kamu lah , sikapmu itu emang sulit di tebak Yud . Tadi sore Mama ketemu Hendri di rumah sakit , dia menjenguk Ria . Kenapa kamu tidak ikut ?" tanya Lina .
" Yuda tadi siang sampai sore ada meeting Ma diluar sama klien . Yuda malah ga tahu kalau Hendri ke rumah sakit . Dia ga ngabarin Yuda " jawab Yuda .
" Kamu ga ada niatan buat jenguk Ria di rumah sakit ? " tanya Lina lagi .
" Liat nanti aja lah Ma . Akhir - akhir ini kerjaan Yuda banyak banget " tolak Yuda halus . Dan dengan cepat makanan di piringnya pun juga telah habis . Yuda pun langsung meminum air putih yang di sediakan Lina tadi .
" Udah habis nie aku taruh piring di wastafel dulu ya Ma " .
" Kalau bisa sempatkan sebentar buat menjenguk Ria Yud , biar kalian bisa lebih kenal lagi " pinta Lina .
Yuda yang selesai meletakkan piring pun menghampiri Lina lagi , " Lihat nanti ya Mama ku cantik , sekarang Yuda mau istirahat dulu ya , capek badan Yuda . Mama jangan lupa istirahat juga jangan capek - capek ya dan terimakasih makanannya " pamit Yuda pada Lina sambil mencium kening mama nya itu .
" Tapi Yud mama belum selesai bicara sama kamu " ucap Lina .
" Lanjut besok lagi ya Ma , Yuda capek banget nih . Please " pinta Yuda .
" Ya udah deh sana istirahat " ucap Lina lesu .
Yuda pun beranjak pergi ke kamar nya . Dan di ikuti Lina yang masuk ke dalam kamarnya juga .
Di dalam kamar Yuda masih bergelut dengan pikirannya yang tidak karuan .
__ADS_1
" Maafin Yuda ya Ma , belum bisa membahagiakan Mama dan Papa " .
" Tolong kasih waktu Yuda sebentar lagi untuk bisa membuka hati Yuda untuk wanita pilihan Mama " ucap Yuda dalam hati .