
Setelah beberapa saat mereka pun sampai di rumah Yuda . Rumah sudah terlihat sepi karena sudah larut malam . Yuda mengambil kunci cadangan yang biasa ia simpan di laci dashboard mobilnya . Yuda sering pulang larut malam dan dia tidak mau mengganggu orang yang berada di rumah itu terganggu . Makanya dia memilih menyimpan kunci cadangan rumahnya di mobilnya .
Hendri dan Yuda pun turun dari mobil dan menuju teras rumahnya . Yuda membuka pintu rumahnya dan mereka langsung masuk ke dalam rumah itu . Lampu di dalam rumah pun sudah ada beberapa yang di matikan .
Akhirnya Yuda dan Hendri memilih untuk langsung menuju ke ruang kerjanya .
" Apa tidak sebaiknya kamu istirahat dulu Yud , aku lihat mukamu sudah lelah sekali . Kamu tadi di kantirkan juga sudah banyak meeting . lebih baik kamu istirahat dulu saja . Aku akan mencarikan berkas - berkas itu " Hendri membujuk Yuda yang terlihat sangat kelelahan . Dari raut wajahnya terlihat Yuda sudah tidak memiliki tenaga lagi .
" Tapi kamu nanti mencari sendirian Hen ? aku tidak capek kok . Aku tidak bakalan bisa istirahat kalau Ria belum juga di temukan " tolak Yuda .
" Aku sudah terbiasa kerja sampai larut malam Yud . Dan aku biasa kerja sendirian jadi kamu tidak perlu khawatir . Aku hanya tidak mau kalau nanti saking capeknya kamu jadi sakit . Kasihan kedua orang tuamu kalau sampai kamu sakit " bujuk Hendri lagi .
" Kalau begitu aku istirahat di sini saja sekalian bisa menemanimu " Yuda menuruti keinginan sahabat sekaligus asisten pribadinya itu sambil ia merebahkan badannya di sofa panjang di ruangan itu .
Yuda sebenarnya memang sangat lelah . Semenjak pagi sampai sore tadi ia harus menghadiri banyak rapat di kantornya . Belum ia menghadapi masalah pribadinya . Yuda tidak hanya lelah di fisiknya saja tapi juga lelah di pikirannya .
" Terserah kamu saja " Hendri membiarkan keinginan Yuda . Hendri pun langsung menuju meja kerja Yuda untuk membuka laptopnya . Hendri sudah membawa laptopnya yang ada selalu di mobilnya . Ia membuka semua data karyawan ataupun calon karyawan dari departemen HRD .
Hendri mencoba memasukkan nama Ria agar data itu bisa muncul di layar laptopnya itu .
" Waduh nama panjang Ria siapa ya ? seingatku dia pernah menyebutkan namanya Mauria tapi aku tidak tahu nama panjangnya . Yuda tahu tidak ya nama panjang Ria , coba aku tanya dia saja " gumam Hendri pelan .
" Em Yud , apa kamu tahu nama panjang Ria ? aku hanya ingat namanya Mauria saja . Untuk nama panjangnya aku tidak tahu " Hendri bertanya kepada Yuda . Yuda yang sudah merebahkan tubuhnya pun bangun dan beranjaak menghampiri Hendri .
" Aku juga tidak tahu , dia pernah mengenalkan namanya tapi hanya Mauria saja untuk nama panjangnya aku sama sekali tidak tahu . Coba saja kamu ketik nama Mauria siapa tahu langsung keluar hasilnya " Yuda berdiri di samping Hendri dan melihat ke arah laptop itu . Hendri langsung mencoba mengetik nama Mauria dan ternyata ada beberapa nama Mauria yang muncul di layar laptop itu .
" Matilah kita ini ada sekitar 50an orang lebih yang bernama Mauria . Mau tidak mau kita harus ngecek satu per satu data nama - nama ini . Jadi deh kita begadang " ucap Hendri smabil mendongakan kepalanya memandang ke Yuda . Yuda hanya tersenyum tipis mendengar ucapan sahabatnya itu .
" Aku bantu engga usah khawatir " ucap Yuda .
" Tidak perlu kamu istirahat saja . Aku bisa sendiri " tolak Hendri .
" Bener nih ? " tanya Yuda lagi .
" Bener , udah sana istirahat . Kalau kita berdebat terus kapan kelarnya nih kerjaan " ucap Hendri lagi .
" Ya sudah aku istirahat dulu . Kalau sekiranya kamu sudah lelah istirahat saja kita terusin besok lagi " ucap Yuda dan di balas anggukan oleh Hendri . Yuda pun kembali ke sofa panjang untuk beristirahat . Yuda merebahkan tubuhnya lagi . Tak perlu menunggu lama akhirnya Yuda tertidur saking lelahnya .
Hendri membuka satu persatu data diri karyawannya . Dengan cermat dia memeriksa semuanya .
Setelah hampir satu setengah jam berlalu akhirnya Hendri menemukan data diri yang ia cari .
" Ini dia yang ku cari . Ternyata nama Ria bagus juga . Akan aku print saja agar praktis " Hendri senang karena akhirnya dia sudah menemukan data diri Ria . Hendri merasakan kantuk yang sangat . Setelah selesai mencopy data itu Hendri akhirnya memilih membaringkan tubuhnya di sofa kecil di samping Yuda . Mereka berdua pun akhirnya tertidur di dalam ruang kerja itu .
Pagi pun menjelang , Lina yang sudah bangun dari tidurnya pun langsung melaksana kan sholat shubuh terlebih dahulu . Sedangkan sang suami sudah berangkat ke masjid untuk sholat shubuh berjamaah . Setelah melaksanakan sholat , Lina keluar dari kamarnya . Tanpa sengaja ia melihat lampu ruang kerja anaknya menyala . Kamar Lina dan ruang kerja Yuda memang berseberangan .
Lina pun menghampiri ruang kerja sang putra . Ia membuka pintu , dan melihat Yuda dan Hendri yang masih tidur dengan nyenyaknya .
Lina tidak tega membangunkan anak dan temannya itu . Akhirnya Lina menutup kembali pintu ruangan itu lagi .
" Aku bangunkan satu jam lagi saja . Biar mereka cukup tidurnya , sepertinya tadi malam mereka begadang sampai tertidur di ruang kerja itu " Lina bergumam sendiri . Lina pun menuju ke dapur untuk memulai aktivitas rutinnya .
Pukul 5 pagi terdengar bunyi alarm dari ponsel Yuda . Membuat sang pemilik pun terbangun dari tidurnya . Rasa lelahnya sudah sedikit berkurang . Yuda pun bangun dan beranjak keluar ruangan itu . Ia menuju kamarnya untuk bersiap menunaikan sholat shubuh .
Setelah selesai sholat , Yuda turun lagi menuju dapur . Terlihat sang Mama sedang menyiapkan sarapan untuk semuanya . Lina melihat kedatangan sang putra .
__ADS_1
" Anak Mama sudah bangun ? Selamat pagi nak" sapa Lina sambil tangannya sibuk membolak balikkan nasi yang sedang ia goreng itu .
" Pagi Ma , masak apa Ma " Yuda bertanya kepada sang Mama menu sarapan hari ini . Yuda masuk ke dapur dan mengambil segelas air minum untuknya .
" Mama masak nasi goreng sama telur mata sapi kesukaan kamu . Apa tadi malam kalian begadang sampai tidur di ruang kerjamu ? " tanya Lina .
Yuda duduk di minibar dapur pun menaruh gelas air nya . " Iya Ma ada kerjaan yang mendadak harus di selesaikan sekarang juga " jawab Yuda .
" Tadi malam kamu keluar kemana ? " tanya Lina lagi .
" Lebih baik aku tidak cerita ke Mama dulu perihal hilangnya Ria . Aku tidak mau Mama khawatir dan panik " gumam Yuda dalam hati . Ia berniat tidak akan cerita dulu dengan Mamanya agar Mamanya tidak khawatir .
" Aku keluar menemui teman Ma . Sebentar ya Ma aku mau bangunin Hendri dulu . Waktu shubuh udah mau habis nih " pamit Yuda .
" Ya sudah sana " Lina pun mengiyakan sang anak .
Yuda langsung pergi meninggalkan dapur . Ia sengaja membuat alasan agar tidak menambah kebohongan kepada sang Mama .
Yuda membuka pintu ruang kerjanya dan terlihat Hendri yang masih tertidur dengan pulasnya . Walaupun kalau di lihat posisi tidur Hendri sangat tidak nyaman tapi karena Hendri begitu kelelahan dia tidak memikirkan kenyamanan lagi .
Yuda pun membangunkan sahabatnya itu ,
" Hen , bangun waktu shubuh mau habis . Ayo bangun !" seru Yyda . Hendri pun membuka matanya dan baru terasa pinggangnya begitu sakit .
" Sudah pagi ya , aduh duh pinggangku sakit sekali " keluh Hendri .
" Ya sakit lah kamu tidur posisinya begitu . Kenapa tadi malam tidak ke kamarmu saja ? Kan engga nyaman kalau tidur posisi menekuk begitu " ucap Yuda sambil membantu memijat punggung Hendri . Di rumah Yuda ini , Hendri memang di sediakan satu kamar khusus untuknya karena Hendri sering menginap kalau banyak kerjaan yang harus di selesaikan bersama Yuda . Makanya Lina menyiapkan satu kamar pribadi untuknya .
" Mana tega aku ninggalin kamu sendirian tidur di sini " ucap Hendri sambil membungkukkan badannya dan Yuda membantu memijatnya . Hendri memang tipe orang yang setia kawan . Dia menganggap Yuda bukan hanya sekedar teman tapi sudah seperti saudara sendiri .
" Sudah tapi sebentar ya aku sholat dulu keburu habis waktunya " jawba Hendri sambil beranjak dan pergi keluar menuju kamarnya untuk beribadah . Yuda memilih menunggu di ruang kerja itu .
Setrlah menunggu setengah jam lebih , Hendri pun masuk ke ruang kerja itu lagi dan langsung berjalan menuju meja kerja untuk mengambil selembar kertas yang sudah ia siapkan .
" Ini data Ria lengkap dengan alamat rumahnya dan nama kedua orang tuanya dan kedua adiknya " Hendri menyerahkan kertas itu kepada Yuda . Yuda pun menerimanya dengan senang .
" Mauria Sabrina Riski , kau yakin ini namanya ?" tanya Yuda kepada Hendri yang sedang rebahan di sofa panjang .
" Itu di belakang ada foto Ria . Di lihat dulu baru tanya " Hendri rasanya masih ingin memejamkan matanya kembali . Yuda membalik kertas itu dan ada foto Ria di situ .
" Nama yang cantik seperti orangnya " gumam Yuda dalam hati .
" Oke sekarang kita berangkat ke alamat ini . Kita pastikan apa dia benar di sana atau tidak " perintah Yuda . Membuat Hendri terkejut langsung mata yang tadinya mengantuk menjadi hilang kantuknya .
" APA !!! harus sekarang juga ? kitakan harus ke kantor Yud !! " seru Hendri .
" Iya sekarang akubtidak mau menunggu lagi . Kamu temani aku . Kita bisa bergantian menyetir kalau kamu lelah . Sekarang kita siap - siap dulu mandi , sarapan lalu kita berangkat ke sana . Kantor bisa aku serahkan ke sekretarisku , biar dia nanti yang menghandel semuanya " ujar Yuda .
" Kamu sudah gila Yud , aku tidak bawa baju ganti " Hendri mencari - cari alasan .
" Kamu bisa pakai bajuku , dan di kamar sini juga pasti ada baju ganti kan . Sudah aku tidak terima penolakan lagi . Pokoknya pukul 7 kita harus sudah berangkat dari sini agar nanti kita tidak kesorean smapai di sana " ucap Yuda . Hendri hanya bisa pasrah .
" Terserah kamu sajalah . Alu ngikut aja apa kata bos " jawab Hendri pasrah .
" Bagus , sekarang kamu mandi dan siap - siap . aku tunggu di meja makan ya " Yuda pun pergi dan menuju ke kamarnya . Hendri pun mengikuti keluar ruangan dan masuk ke kamarnya .
__ADS_1
Setelah satu jam berlalu Yuda keluar dari kamarnya dengan membawa sebuah tas yang berisi baju ganti dan perlengkapan pribadinya serta tidak lupa ia membawa laptop untuk ia bekerja . Yuda langsung turun dan menuju meja makan .
Di meja makan sudah ada sang Papa dan Mama yang sednag menunggu dua leki - laki muda itu . Yuda menghampiri kedua ornag tuanya itu dan meletakkan tasnya di samping tempat duduknya .
" Pagi Pa Ma " sapa Yuda smabil menarik kursinya .
" Pagi Yud " jawab singkat snag Papa yang masih sibuk dengan membaca surat kabarnya .
" Pagi nak , ini sarapanmu sudah Mama ambilkan " balas Lina sambil menyodorkan sepiring nasi goreng dengan telur ceplok mata sapi setengah matang kesukaan Yuda .
" Terimakasih Ma " Yuda menerima piring itu . Tak berselang lama Hendri pun keluar kamar dengan membawa tas ransel kesayangannya yang sudah ia isi dengan baju ganti , perlengkapan pribadi dan berkas - berkas serta laptop untuknya bekerja .
" Pagi Om , pagi Tante " sapa Hendri .
" Pagi Hen " jawab Hanan yang masih fokus membaca surat kabar .
" Pagi Hen , Tante perhatikan kalian berdua membawa tas yang besar . Kalian mau pergi kemana ? " tanya Lina heran sambil tangannya mengambilkan sarapan untuk sahabat anaknya itu .
" Iya Tante kami mau ke luar kota . Mendadak nih Yuda ngajaknya " kesal Hendri sambil mengambil piring yang di sodorkan Lina untuknya .
" Bukan mendadak tapi agar cepat selesai lebih baik sekarang " jawab Yuda sambil fokus menikmati nasi goreng Mamanya .
" Mau pergi kemana kalian ? " tanya Lina lagi .
" Ke daerah pedesaan kok Ma kita mau survey lokasi saja . Setelah selesai kita langsung pulang kok " jawab Yuda berbohong . Hendri melihat ke arah Yuda memandang heran kenapa sahabatnya itu berbohong kepada orang tuanya .
" Ya sudah nanti hati - hati saja di jalan . Kalau capek istirahat jangan di paksakan menyetir nanti bisa bahaya " Lina menasihati kedua laki - laki itu .
" Iya Ma , kita nanti bisa gantian kok menyetirnya . Mama tidak perlu khawatir " ucap Yuda yang sudah menyelesaikan sarapannya . Sedangkan Hendri masih ada setengah piring yang harus dihabiskan .
Pukul 07.00 pas Yuda dan Hendri telah selesai sarapan dan mereka pun segera berpamitan dan segera meninggalkan rumah itu .
" Kami pergi dulu ya Pa Ma , doakan kami supaya lancar di perjalanan " pamit Yuda sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya itu .
" Iya hati - hati Yud " jawab sang Papa .
" Pasti Mama Papa doakan yang terbaik untuk kalian . Cepat pulang ya " jawab Lina dan di balas anggukan oleh Yuda .
" Pamit dulu Om " pamit Hendri kepada Hanan dan Hendri mencium punggung tangan laki - laki paruh baya tersebut .
" Iya hati - hati di jalan ya Hen " jawab Hanan singkat . Hendri hanya mengangguk saja .
" Pamit dulu ya Tante " ucap Hendri sambil slaim kepada Lina .
" Iya hati - hati Hen , titip jagain Yuda ya . Kamu juga jaga kesehatan " balas Lina .
" Pasti Tante . Tante tidak perlu khawatir " jawba Hendri bangga .
Setelah selesai berpamitan akhirnya mereka masuk ke dalam mobil dan langsung menjalankan . Mereka menggunakan mobil keluarga Yuda yang sedikit lebih besar daya muatnya ya semacam Alphard .
Yuda memilih untuk menyetir sendiri dan nanti bisa bergantian dengan Hendri . Yuda memilih menyetir terlebih dahulu agar Hendri bisa melanjutkan tidurnya lagi . Yuda mengerti kalau sahabatnya itu masih mengantuk karena tugas yang ia berikan tadi malam . Makanya dia mengalah untuk menyetir lebih dulu dan jika nanti dia sudah lelah dia akan meminta bergantian dengan Hendri .
Yuda merasa tidak sabar untuk bertemu dengan pujaan hatinya itu . Dia sangat senang saat membayangkan pertemuannya nanti dengan Ria .
" Tunggu aku Ria . . . aku akan menjemputmu dan akan menjadikanmu milikku untuk selamanya . Tunggu aku bidadariku ! ! ! " gumam Yuda dalam hati .
__ADS_1