
" K - kamu ? " tanya Yuda yang terlihat gugup dan terkejut . Saking terkejutnya matanya sampai melotot .
Ria yang berdiri di samping Yuda pun ikut melihat ke arah suara tamu wanita tersebut dengan heran . Ria hanya melihat bingung bergantian ke arah sang suami , tamu dan kedua mertuanya . Karena suasananya sangat berbeda . Kedua mertuanya terlihat tak bersahabat .
" Iya ini aku Yud , apa kabar ? " tanya sang tamu wanita .
" Apa yang kamu lakukan di sini Miranda ?" tanya Yuda datar sambil berjalan mendekat ke arah tamu wanita yang tak lain adalah Miranda . Mereka semua duduk kembali di ruang tamu rumah itu . Ria memilih duduk di samping snag suami karena Yuda dari tadi tidak melepaskan genggaman tangannya . Sedangkan Bu Lina dan Pak Hanan duduk berdampingan di sebelah kanan Yuda . Sedangkan Miranda duduk berseberangan dengan Yuda dan Ria .
" Aku ke sini hanya ingin bersilaturahmi dengan Om Hanan , Tante Lina dan pastinya kamu . Kenapa apa ada yang salah ? " ucap Miranda santai .
" Sekarang kamu sudah bertemu dengan semuanya . Silahkan pergi dari rumah ini ." ucap Yuda yang terlihat memendam emosi .
" Kenapa terburu - buru Yud , aku juga ingin berkenalan dengan istrimu . Siapa tahu kami bisa berteman ." ucap Miranda sambil tersenyum miring .
" Tidak perlu berkenalan dengan istriku , karena istriku tidak akan mau berteman dengan wanita sepertimu . Jadi silahkan pintu keluar ada di sana . " ucap Yuda tegas .
" Mas , jangan kasar begitu . Dan sebenarnya wanita ini siapa ? Kenapa kamu semarah ini ?" tanya Ria bingung .
" Nanti aku jelaskan sayang . Kamu duduk saja dan mas mohon untuk dengarkan saja ya . " balas Yuda dengan lembut memberi pengertian .
" Tapi aku mohon jangan kasar dengan wanita Mas . " balas Ria lagi . Yuda hanya menganggukan kepalanya .
" So , kamu bisa lihat dan menilai sendiri . Istriku ini wanita seperti apa ? Beda jauh denganmu Miranda . " ucap Yuda .
__ADS_1
" Kami memang berbeda Yud , dia kampungan sedangkan aku wanita modern . " balas Miranda .
" Tutup mulutmu . Jangan pernah kamu menghina istriku . " ucap Yuda .
" Kenapa sekarang kamu kasar sekali denganku Yud ? Dulu kamu begitu memujaku , bahkan butuh waktu bertahun - tahun untukmu melupakan diriku benar bukan Yud ? " tanya Miranda dengan santai . Ria mendengar ucapan Miranda pun sedikit terkejut .
" Terserah apa katamu Mir , bagiku sekarang kamu hanyalah masa lalu saja yang perlu ku hilangkan . Karena saat ini aku sudah menemukan wanita yang pantas menjadi istriku dan mendampingiku . " ucap Yuda santai sambil tersenyum melihat ke arah Ria .
" Apa kamu yakin kalau apa yang kamu rasakan kali ini itu benar - benar cinta bukan pelampiasan ?" tanya Miranda dengan senyum liciknya .
" Apa yang kamu ucapkan Miranda , tante tidak terima kamu terus mengganggu putra Tante dan mengganggu pernikahan mereka . Karena jika tidak kamu akan berhadapan dengan Tante . " ucap Lina memotong pembicaraan penuh dengan emosi .
" Sabar Ma , kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin ." ucap Hanan menenangkan sang istri sambil memegang kedua bahu istrinya itu . " Miranda sebenarnya apa mau kamu datang ke sini ?" tanya Hanan baik .
" Kalau memang hanya ingin bersilaturahmi , ini sudah bertemu semua dan kabar kami baik - baik saja jadi menurut Om lebih baik kamu tidak perlu datang ke sini lagi . Karena bagi anak Om kamu sudah tidak ada ." ucap Hanna lembut namun menusuk .
" Semudah itu ya Om kalian melupakanku ? Bahkan dulu Tante begitu menyayangiku seperti putrinya sendiri , tapi kenapa sekarang berubah ? Apa karena wanita kampung ini yang membuat kalian berubah ? " ucap Miranda menghina .
" Tutup mulutmu Miranda , sekali lagi kamu hina istriku . Aku tak akan segan - segan melemparmu dari rumah ini . " Ucap Yuda tidak terima .
" Sabar mas , Sabar ." ucap Ria lirih sambil mengelus dada sang suami .
" Seharusnya kamu yang berkaca Miranda , siapa yang membuat kami berubah sikap terhadapmu ? Siapa yang meninggalkan putraku begitu saja di hari bahagia kalian ? Bahkan dengan teganya kamu sudah membuat hidup putraku sulit karena sudah menipunya dengan meninggalkan banyak hutang di mana - mana menggunakan nama Yuda . Dan dengan sangat terpaksa Yuda harus membayar semua hutang yang kamu tinggalkan itu dengan banting tulang dari pagi hingga pagi lagi . Sekarang kamu tanya kenapa sikap kami berubah ? Ngaca dulu Miranda karena semua itu ulahmu . Hidup putraku bagai robot . Tak ada senyum , tak ada tawa dari bibirnya setelah kamu tinggalkan . " ucap Bu Lina terus terang . Ria yang mendengar semua ucapan dari ibu mertuanya pun terkejut bukan main .
__ADS_1
" Itu dulu Tante , aku khilaf karena sudah terpengaruh oleh seseorang . Sekarang aku menyesal karena sudah membuat kehancuran di hidup Yuda . Aku minta maaf Tante , Om dan Yuda . Aku sungguh minta maaf kepadamu Yud , aku masih sangat mencintaimu ." ucap Miranda akting .
" Kamu terlambat Miranda , aku sudah menemukan wanita yang jauh lebih baik darimu . Wanita yang sudah mengembalikan senyum dan tawaku . Wanita yang mengembalikan kebahagiaan di rumah ini setelah kehancuran yang telah kamu perbuat . Jadi jangan terlalu percaya diri , karena aku sudah melupakanmu sejak aku bertemu dengan iatriku ini . " ucap Yuda sambil tersenyum dan melihat ke arah Ria dengan lembut lali mengecup punggung tangan Ria dengan halus .
" Tidak mungkin secepat ini kamu melupakan aku Yud ? Pasti wanita ini hanya menjadi pelampiasanmu saja kan ? " ucap Miranda tidak terima .
" Cepat kamu bilang Mir ? Kamu menghilang dari hidupku hampir 4 tahun . Selama itu pula aku hidup bagai kuda untuk menyelamatkan nama keluargaku yang hampir hancur karena ulahmu . Jadi sekarang aku minta menghilanglah kembali dan jangan pernah muncul di hidup kami lagi . Karena bagiku kamu sudah tidak ada lagi . " ucap Yuda tegas .
" Satu lagi , istriku bukanlah pelampiasan tapi dia adalah pengobat rasa sakit yang pernah kamu torehkan di dalam hati dan kehidupanku . Dia adalah malaikat , bidadari surgaku . Jadi sekarang tidak ada tempat lagi bagi siapapun di hatiku ini . " ucap Yuda lagi . Ria yang mendengar ucapan sang suamipun menjadi terharu .
" Tapi Yud aku masih sangat mencintaimu dan - ." ucapan Miranda terpotong .
" Omong kosong kamu hanya mencintai uang putraku , iyakan ? Tante tahu akal kamu . Setelah tahu perusahaan kami maju pesat , makanya kamu kembali dengan mengandalkan kemolekan serta mulut manismu yang berbisa itu . Maaf aja ya Miranda kami tidak sebodoh itu . Kami tidak akan tertipu lagi . Sekarang lebih baik kamu pergi dari sini sebelum kamu kami buat malu yang lebih parah dari ini . " ucap Lina .
Miranda yang mendengar ucapan Lina hanya diam lalu berdiri dengan wajab menahan marahnya . Lalu berjalan kearah pintu keluar dan membukanya . Sebelum keluar , Miranda berucap , " Lihat saja nanti , kamu akan bertekuk lutut di hadapanku Yud . " ucap Miranda tegas sambil berjalan keluar lalu menghentakkan pintu dengan keras .
Yuda , Hanan dan Lina yang masih duduk di ruang tamu tidak meghiraukan ucapan Miranda . Namun beda dengan Ria , dia terlihat terkejut , terpaku dengan kejadian yang baru saja dia alami . Ria masih syok mendengar rahasia sang suami yang selama ini ia sembunyikan .
Yuda yang melihat raut wajah Ria yang bingung pun bertanya , " kamu kenapa sayang ? Ucapan wanita itu tidak perlu kamu pikirkan . Anggap saja angin lalu ." ucap Yuda santai .
" Kalau ucapan Mama apakah angin lalu juga ?" tanya Ria datar .
" Aduh iya . . . Mama sudah menceritakan hubunganku sama wanita gila itu . Aduh bagaimana aku menjelaskannya . "
__ADS_1
" I - ituuu ?" ucap Yuda