Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Resepsi


__ADS_3

Yuda , Ria dan keluarganya pun sampai di hotel . Dua mobil itu pun berhenti di depan hotel . Di depan hotel banyak karangan bunga dari para rekan bisnis Hanan maupun Yuda .


Mereka pun masuk ke dalam hotel dan mengambil kunci kamar mereka . Di sini Hendri sudah memesan 3 kamar untuk pengantin dan para keluarga untuk mempersiapkan diri . Untuk acara di hotel ini lebih banyak Hendri yang mengaturnya bersama tim WO .


Sama halnya saat akan akad . Kali ini pun Yuda juga tidak di perkenankan untuk menemui Ria saat dirias . Mereka akan bersiap di kamar yang berbeda . Ria akan bersiap bersama Bu Dewi dan Dinda . Sedangkan Yuda akan bersiap di kamar lain bersama Hendri dan Randi .


Tim MUA yang di pesan pun sudah bersiap di dalam kamar Ria . Setelah Ria masuk ke kamar bersama sang ibu dan adiknya , tim MUA itupun langsung menyuruh Ria untuk duduk dan mulai merias wajahnya . Sedangkan staf yang lain juga memulai merias Bu Dewi dan Dinda .


Tim MUA itupun dengan terampil memoles wajah Ria dengan sangat cantik . MUA itu merias wajah Ria dengan model modern elegan sesuai dengan gaun yang akan dikenakan Ria .


Setelah hampir 3 jam berlalu Ria pun telah siap . Tinggal mengganti gaunnya saja . Begitu pula dengan Bu Dewi dan Dinda yang sudah siap dan lengkap menggunakan gaun yang sudah di pesankan Lina .


Gaun seragam keluarga untuk kali ini , Lina memilihkan gaun bermodel Maxi Dress untuk Bu Dewi . Gaun berwarna biru Navy berkombinasi dengan brokat dengan panjang semata kaki yang di taburi banyak batu kristal membuat gaun tersebut akan berkilau jika terkena sinar lampu . Membuat tampilan Bu Dewi lebih cantik dan anggun .


Sedangkan gaun untuk Dinda bermodel Midi Dresssl dengan panjang sampai di bawah lutut berwarna Dusty Blue dengan ada beberapa hiasan batu kristal di beberapa titik saja membuat tampilan Dinda yang masih sangat muda itu lebih fresh dan feminim .


Bu Dewi dan Dinda yang sudah siap menunggu Ria di ruang tv kamar tersebut . Mereka menunggu Ria yang sedang memakai gaun pernikahannya .


Terdengar bunyi bel kamar , Dinda pun beranjak menuju pintu untuk membukanya . Dan ternyata yang ada di depan pintu kamar yaitu Arin . Arin ingin menemui Ria , karena di acara ini Arin akan menjadi bridesmaid Ria . Dia akan menemani Ria saat keluar nanti bersama Dinda . Arin juga mendapat gaun seragam yang sama dengan Dinda . Hanya berbeda model saja , Arin menggunakan gaun bermodel A-line Dress dengan warna Dusty Blue berhias kristal di beberapa bagian gaun itu . Dengan lengan panjang yang ketat serta potongan leher berbentuk A membuat Arin terlihat lebih dewasa .


" Eh mbak Arin , silahkan masuk mbak . " sapa Dinda saat tahu Arin yang datang .


" Hai Din , wah kamu cantik sekali , aku jadi pangling melihatmu . " puji Arin sambil berjalan masuk ke dalam kamar .


" Ah mbak Arin bisa saja . Mbak Arin lebih cantik dariku . Iya kan bu ? " balas Dinda sambil melihat ke arah ibunya .


" Semuanya cantik Din . " jawab Bu Dewi .


" Apa kabar Tante ? " tanya Arin sambil mencium punggung tangan Bu Dewi .


" Alhamdulillah baik , jangan panggil Tante dong Arin . Panggil ibu saja sama kayak anak - anak yang lain . " ucap Bu Dewi .


" Iya Bu . " balas Arin .


Arin kini akrab dengan keluarga Ria setelah beberapa kali mereka bertemu . Arin lebih banyak menemani ibu dan Dinda saat mereka di rumah Yuda .


" Ria belum selesai ya bu ? " tanya Arin .


" Kayaknya sebentar lagi selesai . Tinggal memakai gaunnya saja . Duduk sini dulu . " ucap Bu Dewi . Arin pun mengikuti perintah Bu Dewi dan duduk di samping Bu Dewi .


" Mbak Ria cantik deh mbak . Dia kan tidak pernah make up sekalinya make up cetar membahana . Membuat mas Yuda klepek - klepek pasti . " ucap Dinda antusias .


" Iya tadi waktu akad saja aku sampai pangling . Kayak bukan Ria saja saking cantiknya . Tadi aku juga melihat Tuan Yuda sampai tidak berkedip melihat Ria turun dari tangga . Beuh anggun pisan . " ucap Arin kagum . Bu Dewi hanya tersenyum mendengar pujian untuk anaknya itu .


Tak berselang lama pintu kamar pribadi Ria itu pun terbuka . Terlihat Ria yang sudah memakai gaun pernikahan bermodel Aire Barcelona berwarna putih yang di padukan dengan brokat serta lengan panjang.


Penampakan gaun Ria


__ADS_1


Membuat tampilan Ria sederhana tapi elegan . Dengan riasan natural modern dan hairdo dengan model modern updo serta hiasan tiara di kepalanya . Serta buket bunga di tangannya membuat Ria sangat anggun dan cantik sekali .


Bu Dewi , Arin dan Dinda yang pertama melihat penampilan Ria ini pun begitu terpesona .


" MasyaAllah Ri , kamu cantik sekali nak . Ibu sampai tidak mengenalimu . " puji Bu Dewi sambil berjalan mendekat ke arah Ria .


" Ah ibu jangan begitu Ria jadi malu . " balas Ria .


" Betulu yang dikatakan ibu Ri , kamu cantik sekali . Aku sampai tidak mengenalimu . " puji Arin .


" Terimakasih Rin . " balas Ria .


" Wah mbak Ria , Dinda sampai kaget lihat mbak Ria secantik ini . Ini bener mbak Ria mbakku kan ? " ucap Dinda .


" Iyalah aku mbakmu masak kamu tidak mengenaliku . " balas Ria sambil tersenyum .


" Mbak Ria beda sekali . Ini mah bidadari kahyangan yang baru turun dari langit . Serius mbak , mbak Ria cantik sekali . " puji Dinda .


" Sudah ah jangan terlalu memujiku , aku jadi malu ini . " ucap Ria menahan malu .


Tak berselang lama terdengar bel pintu berbunyi . Arin yang sedang berdiri pun segera membukanya .


" Eh Bu Lina , silahkan masuk Bu . " ucap Arin mempersilahkan Bu Lina yang baru datang .


" Terimakasih banyak Arin . Apa semua sudah siap Rin ? " tanya Lina yang masuk sambil pandangannya melihat ke dalam tasnya karena ia sedang mencari ponselnya .


" Sudah bu , Ria pun juga sudah selesai . " ucap Arin .


" MasyaAllah sayang kamu cantik sekali . Mama sampai terkejut melihatmu . " ucap Lina kagum .


" Terimakasih Ma . Mama juga cantik dengan gaun itu kembaran sama ibu . Membuat kalian begitu anggun . " puji Ria kepada sang ibu dan mertuanya .


" Ah kamu bisa aja . " ucap Bu Lina . Bu Lina sudah siap dengan riasan dan gaunnya . Gaun Bu Lina sama seperti gaun Bu Dewi . Yang berbeda hanya tatanan rambut mereka . Kalau Bu Dewi lebih memilih tatanan rambut di sanggul penuh dengan hiasan di kepalanya sedangkan Bu Lina dengan tatanan rambut di sanggul sasak dengan hiasan bunga .


Staf WO pun memanggil Ria dan para wanita untuk turun ke bawah karena acara akan segera di mulai .


Ria di bantu oleh Dinda , Arin dan salah satu staf MUA pun berjalan ke bawah . Sampai di bawah , Ria sudah di sediakan satu ruangan khusus untuk menunggu .


Di ruangan itu Ria hanya di temani oleh Dinda dna Arin . Sedangkan para ibu sudah masuk ke dalam venue acara .


Ria terlihat gugup , tangannya terasa dingin . Jantungnya berdebar sangat kencang . Arin yang melihat sang sahabat gugup pun menenangkannya .


" Tenang Ri , jangan terlalu gugup nanti riasanmu rusak lho karena kamu berkeringat . " ucap Arin .


" Entah Rin , rasanya jantungku berdebar kencang sekali . " ucap Ria .


" Tidak sabar bertemu dengan sang pangeran ya ? " goda Arin agar Ria lebih tenang .


" Entahlah . " jawab Ria singkat .

__ADS_1


Tak berselang lama , Tim WO pun memanggil Ria untuk bersiap masuk ke venue . Ria pun berdiri di depan dan di ikuti Arin dan Dinda di belakangnya . Mereka membantu Ria merapikan gaunnya .


Saat pintu venue di buka , dengan reflek Ria menggenggam bucket bunga untuk menetralkan perasaannya . Dia menarik nafasnya dan menghembuskannya .


Ria pun di persilahkan untuk berjalan perlahan memasuki venue . Sorotan lampu mengarah ke dirinya . Ria hanya berjalan dengan anggun sambil tatapan matanya mengarah ke depan dengan pandangan ke arah laki - laki yang berdiri gagah di depannya . Kali ini Yuda memakai setelan tuxedo berwarna hitam dengan kemeja berwarna putih .


Penampakan Tuxedo Yuda



Yuda yang menanti sang istri di depannya , hanya bisa membeku melihat kecantikan dan keanggunan istrinya .


Saat Ria sudah dekat dengannya , Yuda pun mengulurkan tangannya untuk menyambut sang istri .


" Hey beautiful girl , I will bring you to our palace . " ucap Yuda pelan kepada Ria . Membuat Ria tersipu malu .


Mereka pun berjalan berdampingan menuju pelaminan . Terlihat keduanya adalah pasangan yang serasi . Para tamu melihat kagum dengan pasangan ini .


Kedua orang tua pun sudah naik ke pelaminan untuk mendampingi kedua mempelai . Tuan Hanan bersama Bu Lina sedangkan Bu Dewi di temani oleh Randi . Ini atas permintaan Ria sendiri agar snag adik mau menemani ibunya di atas pelaminan .


Tuan Hanan dan Randi pun memakai setelan jas dengan warna yang sama dengan para wanita yaitu Navy Blue .


Sedangkan Arin , Dinda , Hendri dan Bu Kartika duduk di meja VIP yang sudah di sediakan .


Acara berlangsung dengan meriah . Semua susunan acara telah selesai dilaksanakan . Kini masuk ke acara ramah tamah . Yuda dan Ria memilih untuk menyapa satu persatu tamu yang datang . Mereka ingin lebih dekat dengan para tamu undangan . Dan yang terpenting , lebih menghormati para tamu yang datang .


Yuda pun memperkenalkan istrinya ke rekan bisnisnya satu persatu . Semua rekan bisnis Yuda memuji akan kecantikan Ria . Semua tamu bersenang - senang , begitu pula dengan kedua mempelai .


Sedangkan di luar venue sedang terjadi sebuah keributan . Alma yang tidak mendapat undangan memaksa masuk dengan mencoba berteriak - teriak . Untung musik di dalam venue lebih keras jadi tidak mengganggu acara .


Para penjaga sudah melarangnya dan mengusirnya tapi Alma terus memberontak memaksa masuk . Akhirnya salah satu staf WO pun menghubungi Hendri untuk membantu mereka di luar .


Hendri yang mendengar ada keributan di luar akhirnya memilih untuk menemui Alma . Hendri keluar dari venue dengan menahan amarahnya .


" Kalian tidak bisa menahanku di sini . Aku ingin masuk . Cepat minggir , kalian tahu siapa aku ? jangan membuatku marah , cepatlah minggir . Aku ingin masuk buka pintunya . " teriak Alma berulang - ulang .


" ALMA STOP . . . " teriak Hendri geram . Hendri pun mendekati wanita itu .


" Apa yang kamu lakukan di sini ? bukankah Yuda tidak mengundangmu ? " tanya Hendri .


" Iya Yuda memang tidak mengundangku . Makanya aku datang ke sini dengan inisiatifku sendiri . Sekalian aku mau menanyakan langsung ke Yuda kenapa dia tidak mengundangku . " ucap Alma sambil berteriak .


" Tidak perlu berteriak , aku bisa mendengarnya . " seru Hendri lagi . Hendri pun menarik lengan Alma menjauh dari semua orang .


" Dengarkan aku baik - baik Alma . Kali ini aku tidak akan diam saja . Aku tahu bahwa kamu yang sudah membayar orang untuk mencelakai Ria bukan ? Aku sudah tahu semua , tapi aku belum ada waktu saja untuk menceritakan semua kelakuan busukmu kepada Yuda . Dan kamu tahu apa yang akan dilakukan Yuda jika sampai dia tahu kalau kamu di balik semua kejadian yang di alami Ria ? aku pastikan , Yuda akan menghabisimu . Bukan hanya Yuda , aku pun sama . Ria sudah seperti adikku sendiri , aku tidak akan segan - segan menghabisimu jika sampai terjadi apa - apa dengan Ria . Sekarang lebih baik kau pergi dari sini atau akan aku panggilkan polisi untuk menangkapmu sekarang . " ucap Hendri geram di depan Alma .


Hendri pun melepaskan tangannya dari lengan Alma . Di hempaskannya Alma dengan kasar . Hendri pun segera pergi dari sana dan meninggalkan Alma sendirian . Hendri memerintahkan pengawalnya untuk mengusir Alma dari sini .


Alma yang mendengar semua ucapan Hendri sedikit terkejut . Dia hanya memandang marah ke arah Hendri yang berjalan menjauh darinya . Dia menahan geram di hatinya .

__ADS_1


" Awas kamu wanita kampung aku tidak akan pernah menyerah untuk merebut Yuda darimu . Dan untukmu Hendri aku akan membuat perhitungan denganmu nanti . " lirih Alma penuh kemarahan . Dia pun segera pergi dari hotel itu .


__ADS_2