
Sampai di rumah Yuda langsung menutup pintu lalu menguncinya . Dia berlari masuk ke kamarnya dan mengambil posel miliknya untuk menghubungi Hendri .
Yuda memencet nomor Hendri .
" Tut . . . Tut . . . Tut . . . Tut . . . Tut . . . " nada tersambung terus terdengar .
" Ish kenapa engga di angkat - angkat sih ? oh iya dia baru menyetir , aku kirim pesan sajalah . " gumam Yuda .
Yuda pun menulis pesan ke Hendri .
" Hen , waktu aku mengantarmu pulang , dari teras rumah Ria terlihat ada mobil berwarna hitam dengan plat nomer B ×××× *B seperti mengintai rumah ini . Tadi aku mencoba untuk mendekati mobil itu tapi saat mau dekat tiba - tiba mobil itu putar balik dan tancap gas . Tolong kamu lacak plat no itu . Aku rasa kalau orang itu bersangkutan dengan orang yang mengikuti Ria dan Arin tempo hari . " tulis Yuda .
Yuda pun memasukkan ponselnya . Ria yang mendengar pintu rumah di tutup dengan kencang pun mendekati suaminya .
" Mas kenapa kamu menutup pintunya kencang sekali ? ada apa ? " tanya Ria heran .
" Lebih baik jangan aku ceritakan dulu dengan Ria , aku takut dia akan panik . " gumam Yuda dalam hati .
" Ah , tidak apa - apa sayang tadi ada angin kencang jadi bikin pintunya ketutup dengan kencang . " kilah Yuda .
" Oh angin ya sudah . Mas mau makan siang sekarang atau nanti ? " tanya Ria .
" Nanti saja sayang , ada pekerjaan yang masih harus aku periksa dulu . " bohong Yuda .
" Ya sudah aku mau keluar sebentar mau beli beberapa barang pesanan ibu . " pamit Ria .
" Eh kamu mau kemana ? aku temani ya . " ucap Yuda khawatir .
" Tidak usah mas aku cuma ke warung sana itu mau beli barang yang ibu butuhin . " tolak Ria .
" Tidak apa - apa aku temani saja , ayo kita jalan . " ucap Yuda sambil memakai topinya .
" Ya sudah ayo . " balas Ria pasrah .
Yuda bersikukuh mengantar Ria karena takut terjadi apa - apa dengan istrinya .
Mereka berdua pun berjalan berdampingan menuju warung . Setiap orang yang bertemu dengan mereka menatap kagum ke arah Yuda . Terutama kaum hawa , mereka terpesona akan ketampanan seorang Yuda . Padahal kali ini Yuda hanya memakai pakaian kasual tanpa kerah dengan di padukan celana jeans pendek dan memakai topi untuk melindunginya dari terik matahari membuat ketampanan Yuda terhalangi namun membuatnya terkesan keren .
Ria yang menyadari sang suami menjadi pusat perhatian kaum hawa di kampungnya pun sedikit kesal .
Mereka berdua pun sampai di warung .
" Kulo nuwun Bi , bade tumbas . " seru Ria saat tidak menemukan sang pemilik warung .
( " Permisi Bi , mau beli ? " )
Yuda sedikit terkejut dengan bahasa yang Ria gunakan .
" Eh , Ria ajeng tumbas nopo ? " tanya pemilik warung yang baru datang setelah di panggil .
( " Eh , Ria mau beli apa ? " )
" Bi , kulo bade tumbas gendis gangsal kg , teh celup sekawan kotak , minyak gangsal liter , kaleh klethikan e niki sedoso bungkus . " ucap Ria sambil menyerahkan 10 bungkus cemilan .
("Bi , saya mau beli gula pasir 5 kg , teh celup 4 kotak , minyak goreng 5 liter sama cemilan ini 10 bungkus ") .
Yuda terperangah mendengar logat bicara istrinya itu .
" Sayang kamu bicara apa ? kamu beli apa sih ?" ucap Yuda bisik - bisik . Ria yang mendengar bisikan sang suami pun hanya tersenyum .
" Sampun nih , niki thok ? " tanya pemilik warung .
__ADS_1
( " Sudah nih , ini saja ?" )
" Gadah rengginang sik tasih mentah Bi ? " tanya Ria lagi .
( " Punya rengginang yang masih mentah Bi ?" )
" Oh enten , ajeng ngersake pinten bungkus ? " balas Bibi pemilik warung .
( " Oh ada , mau membutuhkan berapa bungkus ?" )
" Nyuwun 10 bungkus mawon kalih emping mlinjone 5 kg geh Bi . Sampun niku mawon , nyuwun itung - itunganne geh . " ucap Ria lagi .
( " Minta 10 bungkus saja sama emping melinjonya 5 kg ya Bi . Sudah itu saja , minta hitung - hitungannya ya ")
Yuda yang sama sekali tidak tahu arti percakapan sang istri dan pemilik warung pun memilih duduk . Ria melihat ke arah suaminya pun terkekeh .
" Wes nduk kabeh entek 450 ewu nyoh notane ." ucap pemilik warung smabil memberi secarik kertas ke Ria .
( " Sudah nak semuanya 450 ribu ini notanya ")
" Niki Bi artonipun . " balas Ria setelah membaca nota di tangannya .
( " Ini Bi uangnya " )
" Geh tak tompo , tunggu sedilit ya ben di cepakke barang - barang e nganggo kardus . " ucap pemilik warung sambil mengambil uang dari Ria .
( " Ya saya terima , tunggu sebnetar ya biar disiapkan barang - barangnya pakai kardus ")
Ria pun mengangguk dan berjalan mendekati sang suami .
" Mas mau minum tidak itu ada minuman dingin ." Ria menawarkan minum untuk suaminya .
" Ini mas di minum dulu . " ucap Ria smabil menyerahkan botol minum itu .
" Iya terimakasih . Kamu beli apa Ri kok kayaknya banyak banget ? " tanya Yuda sambil membuka botol minumannya dan meneguknya .
" Itu pesenan ibu mas , katanya buat oleh - oleh untuk Mama di rumah . " ucap Ria sambil menutup botol yang habis dia minum .
" Oleh - oleh untuk Mama ? kenapa ibu harus repot - repot sih membawakan oleh - oleh segala ? ibu mau ikut kita saja aku sudah seneng . " ucap Yuda .
" Tidak apa - apa mas . Memang tradisi orang sini kalau mau datang atau bertamu ke rumah orang , kita selalu membawa buah tangan agar yang punya rumah yang kita datangi itu bahagia dengan kedatangan kita . " ucap Ria menjelaskan .
" Oh begitu , jadi engga enak nih . Kemarin Mama Papa datang ke sini engga bawa apa - apa . Maaf ya sayang ." ucap Yuda engga enak .
" Kata siapa engga bawa apa - apa , kemarin kita beli 2 box kue itu apa . Itu juga oleh - oleh kan . " ucap Ria tersenyum .
" Tapi kan kue itu kamu yang beli sayang . " balas Yuda .
" Mau aku atau Mama kan sama aja mas . Aku kan juga anak Mama kan . " ucap Ria tersenyum .
" Iya sih , makasih ya sayang kamu pengertian sekali . " ucap Yuda sambil memegang tangan Ria dan memandangi wajahnya . Ria pun menatap wajah suaminya .
" Weh mentang - mentang manten anyar mesra terus . " ucap pemilik warung yang datang tiba - tiba mendekati Ria sambil tersenyum .
( " Wah mentang - mentang pengabtin baru mesra terus ")
Yuda pun dengan cepat melepas tangannya . Sedangkan Ria menunduk menahan malu .
" Ini Ri barang e wes siap kabeh . Eh mas ganteng mengko le gowo awakmu yo iki abot lho . " ucap pemilik warung itu smabil melihat ke arah Yuda .
( " Ini Ri barangnya sudah siap semua . Eh mas gnateng nanti yang bawa kamu ya ini berat lho")
__ADS_1
Yuda yang tidak mengerti bahasa ibu itu hanya diam saja hanya dia tahu kalau si pemilik warung berbicara dengannya .
Ria yang melihat sang suami hanya terdiam pun tersenyum dan menjelaskan kepada sang pemilik warung .
" Geh Bi maturnuwun , nyuwun ngampunten Bi bojo kulo mboten ngertos bahasa ne awak dewe dados geh namung mendhel mawon sepuro ne geh Bi . "
(" Ya Bi terimakasih , minta maaf Bi suami saya tidak mengerti bahasa kita jadi dia ya diam saja maafin ya Bi ")
" Oalah ora ngerti basa jawa to . Dasar wong kutho okeh e yo ngono . Ora popo Ri , Bibi maklum . " balas pemilik warung itu lagi .
( " Oalah tidak tahu bahasa jawa to . Dasar orang kota kebanyakan emang begitu . Engga apa - apa Ri , Bibi maklum ")
" Maturnuwun Bi , kulo pamit rumiyin . " pamit Ria sambil mengambil kantong plastik barangnya .
(" Terimakasih Bi , saya pamit dulu ")
" Mas , minta tolong bawakan yang kardus itu ya soalnya berat . " pinta Ria kepada sang suami .
" Oke biar aku bawakan . Permisi ya bu . " ucap Yuda sambil berpamitan kepada sang pemilik warung .
" Yo kono maturnuwun ya Ri wes blonjo neng kene . " ucap pemilik warung .
( " Ya sana terimakasih ya Ri sudah belanja di sini ")
" Geh sami - sami Bi . Pamit riyen , Assalamualaikum . " pamit Ria lagi .
("Ya sama - sama Bi . Pamit dulu , Assalamualaikum ")
" Waalaikumsalam ." balas pemilik warung .
Ria dan Yuda pun keluar dari warung itu .
" Berat ya mas ? " tanya Ria kepada sang suami .
" Lumayan tapi aku kuat kok . Apalagi hanya ini , gendong kamu aja aku kuat . " ucap Yuda menggoda Ria .
" Ish apaan sih seneng banget menggodaku . Malu di dengar orang . " keluh Ria .
" Biar saja , paling orang - orang itu tidak tahu bahasa kita . Mereka pasti hanya tahu bahasa jawa saja . " ucap Yuda .
" Jangan salah biarpun bahasa sehari - hari kami bahasa jawa tapi kami juga tahu bahasa indonesia . Mas Yuda kalah sama kami , mas Yuda hanya tahu bahasa indonesia saja . " ucap Ria .
" Wah menghina , aku memang tidka mengerti bahasa jawa tapi aku ini menguasai 3 bahasa . Bahasa indonesia , bahasa inggris dan bahasa jepang . " ucap Yuda bangga .
" Mas Yuda bisa bahasa jepang ? aku tidak percaya . " goda Ria .
" Bisa dong . Apalagi partner bisnisku sekarang orang Jepang jadi aku harus memahami bahasanya . Aku sampai harus les bahasa Jepang secara privat lho . " ucap Yuda lagi .
" Wah keren dong . Aku ya hanya bisa bahasa lokal saja . Bahasa Inggris juga tahu sedikit hanya yang basic - basic saja . " ucap Ria .
" Tidak apa - apa nanti bisa belajar denganku . " ucap Yuda .
" Oke . " jawab Ria .
" Tapi tidak gratis lho , harus ada upahnya . " goda Yuda lagi sambil menaik turunkan alisnya .
" Uang mas Yuda kan sudah banyak kenapa masih meminta upah denganku . " ucap Ria tidak mengerti .
" Bukan berupa uang upahku sayang tapi upah plus - plusnya . " goda Yuda lagi sambil merangkul bahu Ria . Mendengar itu Ria pun menjadi meremang . Dia bisa membayangkan upah plus - plus yang dimaksud sang suami .
Ria yang sudah tidak bisa menahan malu pun berlari menjauhi Yuda sambil tersenyum . Wajahnya merah merona seperti tomat . Sedangkan Yuda yang melihat snag istri lari karena malu pun tertawa karena berhasil menggodanya .
__ADS_1