Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Tanpa Pamit


__ADS_3

" Jadi selama ini mereka bersandiwara hanya untuk menyadarkanku kalau aku sudah jatuh cinta kepadanya . Bodoh nya aku sampai tidak sadar akan permainan mereka . Apa masih pantas diri ini untuk bersanding di sampingnya" gumam Yuda dalam hati . Yuda hanya bisa duduk tertunduk dengan apa yang sudah terjadi . Dia bingung harus melakukan apa .


" Mama tahu Yud apa yang sudah kamu sembunyikan . Saat Ria masuk rumah sakit kemarin , Mama tahu kamu diam - diam selalu datang menjenguk Ria walaupun hanya di depan pintu kamar . Mama juga tahu kamu yang sudah membayar semua biaya rumah sakit Ria . Dan Mama rasa kamu sudah mengagumi Ria sejak lama . Tapi kamu terlalu gengsi dan membohongi diri kamu sendiri . Kamu juga masih trauma akan masa lalu kamu yang dulu Mama paham sekali dengan apa yang sedang kamu rasakan ini . Makanya itu Mama meminta bantuan Hendri untuk bersandiwara agar kamu bisa lebih jelas mengerti isi hati kamu sendiri . Mereka Mama suruh untuk membuat kamu cemburu . Dan ya ini hasilnya akhirnya kamu sadar akan perasaanmu sendirikan " Lina menjelaskan atas semua yang ia lakukan . Lina melakukannya agar putranya itu menyadari perasaannya sendiri dan melupakan traumanya lagi . Yuda mendengarkan penjelasan sang Mama dengan baik . Dia tidak menyangka kalau sang Mama mengetahui apa yang sudah ia sembunyikan .


Hendri dan Arin pun juga mendengarkan apa yang di ucapkan Lina kepada putranya itu .


" Jadi sandiwara ini sampai di sini ya Tante ?" tanya Hendri dan di balas anggukan oleh Lina .


" Iya Hen , kita akhiri saja . Sekarang anak Tante ini sudah benar - benar membuka hatinya " jawab Lina lega .


" Kalau begitu Hendri mohon pamit Tante dan Om . Hendri mau menyelesaikan sesuatu dulu dengan Arin " pamit Hendri .


" Ya sudah silahkan , Tante ucapkan terimakasih kepadamu ya Hen , kamu sudah membantu Tante banyak " balas Lina .


" Iya Tante sama - sama kalau membutuhkan bantuan lagi jangan sungkan - sungkan " jawab Hendri lagi .


" Ayo Rin aku antar pulang , tapi nanti kita singgah sebentar di taman kota ya . Ada yang mau aku katakan denganmu " pinta Hendri dan dibalas anggukan kepala oleh Arin .


Hendri dan Arin pun beranjak dari duduknya dan menghampiri Hanan dan Lina untuk bersalaman . Setelah berpamitan dengan Hanan dan Lina , Hendri menghampiri Yuda .


" Yud , aku pamit dulu ya . Maaf kalau cara membantuku bikin sakit hatimu . Niat ku juga hanya untuk membantumu demi kebaikanmu juga " pamit Hendri .


Yuda beranjak dari duduknya dan menatap Hendri sendu , " Untuk apa kamu meminta maaf denganku , seharusnya aku yang harus meminta maaf denganmu karena sudah berfikiran yang jelek denganmu . Maafkan aku ya Hen , aku juga sudah berbuat kasar denganmu . Maafkan aku , aku sungguh menyesal " ucap Yuda sambil menjabat tangan sahabatnya itu .


" Aku mengerti kondisimu kok Yud , jadi sebelum kamu meminta maaf denganku . Aku sudah memaafkanmu terlebih dahulu " Hendri pun membalas jabatan tangan Yuda dan mereka pun saling berpelukan .


" Arin mohon pamit dulu ya Om dan Tante . Terimakasih untuk malam ini " pamit Arin kepada kedua orang tua Yuda tersebut .


" Iya nak hati - hati " balas Hanan sambil menjabat tangan Arin .


" Hati - hati ya Rin , dan ibu minta tolong jagain Ria ya . Ibu khawatir dengannya . Tolong nanti kalau sudah sampai di kos dan bertemu Ria , Ibu kabari ya tentang kondisinya " Lina meminta Arin untuk mengabarinya tentang kondisi Ria . Arinpun mengiyakan permintaan wanita paruh baya itu .


Yuda dan Hendri melepaskan pelukan mereka dan bergantian Arin yang bergantian pamit dengan Yuda . Yuda pun menganggukkan kepalanya dan menjabat tangan Arin .


Hendri dan Arin pun keluar dari rumah itu dan masuk ke dalam mobil Hendri .


Setelah semua tamu sudah pergi , Yuda buru - buru pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya dan mengambil kunci mobilnya . Setelah semua selesai , Yuda segera menemui kedua orang tuanya untuk berpamitan .


" Pa , Ma Yuda pamit dulu ya , Yuda perlu menyelesaikan semua ini sesegera mungkin " pamit Yuda sambil meraih tangan kedua orang tuanya untuk salim .


" Iya nak hati - hati , selesaikan baik - baik " balas Lina sambil menasihati putranya itu . Yuda hanya membalas dengan anggukan kepala saja . Dia lalu berbalik dan berjalan keluar dari rumahnya .


" Yuda pergi dulu ya Ma doakan Yuda , Assalamualaikum " .


" Waalaikumsalam " jawab orang tuanya bersama .


Yuda segera masuk ke dalam mobilnya dan segera mengendarainya menuju ke suatu tempat untuk menemui pujaan hatinya .


" Aku akan segera menyelesaikan ini semua agar aku bisa segera memilikimu . Tunggu aku Ria " gumam Yuda dalam hati sambil menyetir mobilnya .


Di tempat lain Hendri dan Arin sudah sampai di taman kota . Jarak rumah Yuda dengan taman kota tidaklah jauh . Mereka memilih duduk di sebuah bangku taman yang panjang . Hendri dan Arin duduk bersebelahan dengan jarak . Arin masih malu kalau harus duduk terlalu menempel .


" Arin mungkin kamu menganggapku memiliki perasaan dengan Ria . Tapi sekarang kamu tahu sendiri hubungan apa yang terjadi antara aku dengan Ria . Aku menganggap Ria sudah seperti adikku sendiri dan sebaliknya Ria pun juga hanya menganggapku sebagai kakaknya . Aku setuju membantu Ria karena aku merasa kasihan dengannya . Ria selalu dihina dan di lukai hatinya dengan Yuda . Makanya kami membuat sandiwara ini agar Yuda merasakan sakit hati juga seperti yang Ria rasakan . Dan tidak tahunya ada seseorang lagi yang termakan sandiwara kami yaitu kau . Benar kan Rin kalau kamu merasa tidak suka dengan kedekatanku dengan Ria ? " Hendri tanpa basa basi menanyakan itu dengan Arin . Arin yang mendengarnya pun sedikit merasa terkejut sekaligus gugup .


" Ti - tidak aku tidak merasakan itu . Aku tidak masalah kalau kalian benar - benar menjalin hubungan . Siapa aku melarang kalian berhubungan . Aku kan bukan siapa - siapanya mas Hendri jadi ya silahkan saja kalau kalian mau memiliki hubungan " Arin berbohong dengan semua ucapannya . Bahkan ia tidak berasa sedikitpun memandang ke arah Hendri . Hendri mendengarkannya berbicara sambil menatapnya lembut .

__ADS_1


" Kamu tidak pandai berbohong ya Rin , aku tahu apa yang kamu ucapkan ini berbanding terbalik dengan apa yang ada di hatimu . Iya kan ? " tanya Hendri lagi .


" Ti - tidak aku tidak bohong " kilah Arin .


Hendri pun mendekati wanita itu dan mencoba menggenggam tangan Arin membuat Arin mengalihkan pandangannya dengan memandang wajah Hendri .


" Rin , dengarkan aku baik - baik . Sebenarnya selama ini aku mengagumimu bukan Ria . Pertama kali aku melihatmu , jantung ini berdetak kencang . Seperti memberi sinyal kepadaku kalau kamu adalah takdir untukku . Selama ini aku hanya bisa mengagumimu dalam diam dan hatiku . Ria tahu kalau aku mengagumimu sejak lama . Dia menceritakan semua yang terjadi kepadamu . Dia juga yang menyadari kalau kamu juga memiliki perasaan denganku . Aku memang berjanji kepada diriku , kalau misi kami ini berhasil aku akan menyatakan perasaanku kepada wanita pujaan hatiku . Jadi Arin mau kah kamu menjalin hubungan denganku ? " Hendri meminta Arin untuk menjadi pasangannya .


Arin yang mendengar pun terkejut dan dia sedikit bingung harus menjawab apa .


" Hmhmhm . . . Mas Hendri lagi bercanda ya ? " tanya Arin gugup .


" Tidak Arin aku tidak sedang bercanda " ucap Hendri .


" Jujur saja mas , aku memang memiliki sedikit perasaan terhadap mas Hendri . Tapi aku belum siap untuk menikah . Apalagi kita juga belum lama kenalnya " jawab Arin .


" Aku juga tidak langsung mengajakmu menikah Arin . Aku hanya ingin menjalankan hubungan ini dulu dengan santai . Anggaplah kita ini pacaran dulu supaya kita bisa saling kenal satu sama lain " pungkas Hendri .


" Hhhhmmm . . . . " Arin sedang memikirkan jawaban apa yang akan ia ucapkan .


" Yakinlah kepadaku Rin , aku tidak akan menyakitimu . Kapan - kapan aku akan mengajakmu dan mengenalkanmu ke keluargaku " bujuk Hendri .


" Bagaimana ya mas ? Arinsedikit malu untuk mengucapkannya . Jika di lihat pipinya sudah bersemu merah karena menahan malu . Dan akhirnya Arin pun memilih menjawab dengan anggukan kepalanya .


Hendri yang melihat anggukan kepala dari Arin pun merasa sangat bahagia . Tanpa diduga Hendri langsung memeluk Arin skaing bahagianya . Arin yang secara tiba - tiba di peluk Hendri pun hanya bisa pasrah .


" Kamu menerimaku , jadi sekarang kita pacaran ? terimakasih Arin " Hendri bertanya untuk memastikan dan kembali di balas dengan anggukan oleh Arin .


" Terimakasih Arin terimakasih kamu sudah mau percaya denganku . Aku janji akan membahagiakanmu . Aku akan menunggu sampai kamu sudah siap untuk aku nikahi " ucap Hendri .


" Eh maaf maaf saking senangnya aku smapai lupa " ucap Hendri sambil nyengir .


" Urusan kita sudah selesaikan ini , ayo kita pulang mas . Aku sudah merasa dingin nih . Dan aku juga harus segera pulang ke kos untuk mengecek kondisi Ria " ajak Arin . Arin kedinginan sampai dia mengusap lengan tangannya .


" Ya sudah ayo , nanti kamu pakai jaketku saja dulu biar tidak sakit . Kamu sudah kedinginan begitu . Ayo kita pulang " Hendri menggandneg tangan Arin dan mereka berjalan menuju mobil . Di dalan mobil Hendri mengambil sebuah jaket yang ia simpan untuk dikenakan oleh Arin .


" Pakailah ini agar badanmu sedikit hangat " Hendri menyerahkan jaket itu kepada Arin . Arin pun menerimanya tanpa sungkan lagi .


" Terimakasih " .


Setelah semua siap Hendri pun menjalankan mobilnya menuju kos an Arin . Di dalam mobil banyak terjadi percakapan antara Arin dan Hendri . Mereka saling bercerita tentang kehidupan masing - masing agar bisa saling mengenal . Senyum dari keduanya terus berkembang seakan melukiskan kebahagiaan yang sedang mereka rasakan .


Setelah beberapa saat berlalu , mobil Hendri pun sampai di gang masuk kosan Arin . Dan saat itu mereka berdua melihat sebuah mobil yang tak asing bagi Hendri .


" Bukankah itu mobil Yuda ? Ngapain tuh anak malam - malam ke sini " ujar Hendri Arin hanya mengangkat bahunya tanda tidak tahu . Mereka pun turun dari mobil dan menghampiri mobil Yuda yang terparkir berlawanan arah dari mobilnya .


" Mobilnya ada tapi orangnya kemana kok kosong ? " tanya Hendri lagi .


" Mungkin sedang ke warung mas " jawab Arin asal .


" Sebentar aku telepon dia saja " Hendri mengeluarkan pinselnya dan mencari no Yuda .


Tut Tut Tut


Tak berselang lama panggilannya pun diangkat oleh Yuda .

__ADS_1


" Halo Assalamualaikum . Hen , kamu dimana ?" tanya Yuda dari seberang telepon .


" Waalaikumsalam , Seharusnya aku yang tanya kamu ada dimana ? kenapa mobilmu terparkir di gang kosan Ria dan Arin kosong lagi ? kamu ada dimana Yud ? " tanya Hendri .


" Aku lagi nyari kosan mereka berdua , aku mau menemui Ria " jawab Yuda .


" Dasar bocah gila , sekarang kamu dimana ? aku jemput saja ke situ " ucap Hendri .


" Ini aku ada di sebuah rumah cat warna hijau muda di sebelahnya ada yang buka warung kecil " jawab Yuda .


" Ya udah kamu diem aja di situ , aku jalan ke sana sekarang " balas Hendri lagi .


" Iya aku tunggu di sini " jawab Yuda pasrah karena dia sudah lelah berputar - putar daerah situ .


" Ya sudah tunggu ya Asalamualaikum " Hendri pun menutup panggilan teleponnya dan segera mengajak Arin untuk mencari Yuda .


" Ayo Rin , kita cari laki - laki bodoh itu " kesal Hendri sambil berjalan masuk ke dalam gang itu dengan tangannya meraih tangan Arin untuk di gandeng .


" Jangan begitu mas engga baik ih " tegur Arin .


" Habis anak itu engga habis - habis bikin ulah . Ga tahu apa kalau kita lagi bahagia gini . Merusak suasana aja tuh anak " kesal Hendri lagi , Arin hanya menggelengkan kepalanya atas sikap Hendri itu .


" Eh ngomong - ngomong kamu tahu tidak rumah cat hijau terus di sebelahnya ada warung kecilnya ? " tanya Hendri kepada Arin sambil tangannya terus bergandengan .


" Oh itu rumahnya bu Indun aku tahu mas . Tuan Yuda nunggu di situ ? " tanya Arin balik .


" Iya tadi dia bilang nunggu di situ . Jauh tidak dari kosan mu ini ? " tanya Hendri lagi .


" Tidak mas " jawab Arin singkat .


Setelah beberapa saat mereka menemuka Yuda yang sedang berdiri di depan rumah Bu Indun itu .


" Yuda Yuda kamu tuh sebenernya mau ngapain ke sini ? emang kamu tahu kosan mereka . Cari kerjaan orang aja ih " kesal Hendri .


" Ya maaf Hen , aku ke sini niatnya mau menyelesaikan masalahku dnegan Ria tapi aku baru ingat kalau aku tidak tahu kosan mereka . Dan dari tadi aku menghubungi Ria tapi ponselnya mati . Aku khawatir terjadi sesuatu dengannya " sesal Yuda . Membuat mimik muka Hendri dan Arin berubah panik .


" Ponsel Ria mati ? " tanya Hendri .


" Iya " balas Yuda singkat .


" Mas jangan - jangan " Arin panik lalu berlari ke arah kosnya . Hendri dan Yuda pun ikut berlari mengikuti arah Arin .


Dengan wajah panik mereka bertiga berlari menuju kosan Arin dan Ria . Setelah sampai Arin lalu masuk begitu saja dan langsung mencari kunci kamarnya . Lampu teras kamarnya masih dalam keadaan mati membuat Arin bertambah panik tentang kondisi sahabatnya itu . Hendri dan Yuda menyusul Arin dan masuk ke kosan itu tapi di hadang oleh penjaga kos . Kos - kosan Arin dan Ria memang khusus wanita saja . Laki - laki yang tidak di kenal hanya di perboleh menunggu sampai di pintu gerbang kos saja . Akhirnya Hendri dan Yuda mengalah keluar dari kos itu dan menunggu di luar gerbang kabar dari Arin .


Arin masuk ke kamar dan menyalakan lampu kamar mereka . Dia terlihat tambah panik karena tidak ada seorang pun di dalam kamar itu .


" Ri . . . Ria . . . Ri . . . Ria ! ! ! " Arin mencoba memanggil sahabatnya itu dia berjalan melihat ke kamar mandi dan kosong .


Setelah memastikan keberadaan sahabatnya . Arin keluar dengan tergesa - gesa menghampiri Hendri dan Yuda .


" Mas Ria mas Ria !!! " ucap Arin panik dan takut .


" Ria kenapa Arin ? " tanya Hendri sambil memegang kedua tangan Arin untuk menenangkan .


" Ria kenapa Rin ? " tanya Yuda tak kalah panik .

__ADS_1


" Ria . . . Ria engga ada di kamar mas " ucap Arin membuat Hendri dan Yuda terkejut .


__ADS_2