
Setelah merapikan koper - koper di kamarnya , Ria pun memilih turun ke bawah untuk memasak makan siang . Bi Sari yang sudah turun terlebih dahulu pun melanjutkan pekerjaannya lagi .
Siang ini , Ria ingin memasakan sang suami tumis daging sapi lada hitam dengan brokoli mushroom . Dengan cekatan , Ria berkutat di dapur . Tak perlu menunggu lama , masakan Ria pun sudah jadi .
Jam menunjukkan pukul 10 siang , Ria pun bergegas ke kamarnya untuk bersiap pergi mengantarkan makan siang untuk sang suami dan papa mertuanya .
" Bi , tolong makanan nya di masukin ke tupperware ya , di jadikan 2 ya Bi . Yang satu buat Papa . aku mau siap - siap dulu ." pinta Ria kepada Bi Sari yang baru saja menghampirinya .
" Iya Non , nanti bibi masukkan ." balas Bi Sari .
" Terimakasih , aku ke kamar dulu ya Bi . " pamit Ria .
" Silahkan Non ." jawab Bi Sari lagi sambil memasukkan masakan Ria ke wadah .
Ria pun beranjak ke kamarnya , sampai di kamar ia langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya . Setelah selesai mandi , Ria memilih memakai dress berwarna navy panjang dengan lengan panjang pula . Dia juga menghias lehernya dengan kalung pemberian Yuda serta anting - anting yang satu set dengan kalung itu . Tak lupa cincin pernikahan melingkar di jari manisnya . Ria pun tak lupa memoles wajahnya dengan make up natural , sedangkan rambutnya ia biarkan tergerai begitu saja . Membuat dirinya terlihat anggun nan elegan .
Setelah selesai bersiap , Ria pun keluar dari kamarnya dengan membawa tas kecil di tangannya . Ria menghampiri Bi Sari yang masih membersihkan dapur .
" Mana Bi makanan yang tadi saya buat ? " tanya Ria .
" Oh , itu Non bibi taruh di meja makan . " balas Bi Sari .
Ria pun menengok ke arah meja makan , " Oh itu dia , oke Bi terimakasih . Aku ke kantor mas Yuda dulu ya . Mama ada dimana ? " pamit Ria .
" Iya silahkan , Nyonya ada di depan Non sedang menyirami tanamannya . " balas Bi Sari lagi .
" Ooo ya sudah saya keluar dulu ." balas Ria sambil berjalan ke arah meja makan dan mengambil makanan untuk sang suami dan mertuanya .
Ria pun berjalan keluar untuk menemui sang ibu mertua untuk pamit .
" Ma , Ria ke kantor mas Yuda dulu ya . Ini mau mengantar makan siang buat mas Yuda dan Papa ." pamit Ria .
Lina pun menghentikan kegiatannya sebentar dan berjalan mendekati sang menantu .
" Wah , kamu cantik sekali . Iya sana hati - hati . " balas Lina sambil memuji Ria .
" Ah Mama bisa aja buat Ria malu . Mama juga cantik . Ria pergi dulu ya Ma . " balas Ria lagi sambil mengecup punggung tangan sang mertua .
" Iya nak . " balas Lina lagi .
Ria pun berjalan ke arah mobil . Sang sopir pun sudah menunggunya di samping mobil . Ria masuk ke dalam mobil , Lina masih berdiri di teras untuk mengantarkan kepergian Ria . Sopir pun bergegas masuk dan duduk di tempat pengemudi . Mobil pun mulai bergerak dan meninggalkan kediaman Hanandi .
Tak menunggu lama , mobil yang di tumpangi Ria pun telah sampai di kantor sang suami . Gedung bertingkat nan megah ini adalah milik sang Papa mertua yang kini akan menjadi milik sang suami .
Ria pun turun dari mobil , ia berjalan dengan elegan . Ria berjalan sambil pandangannya lurus ke depan . Para karyawan yang melihat kedatangan istri bosnya pun hanya menganggukan kepala tanda hormat . Ria pun tak segan untuk membalasnya dengan senyum manisnya .
Ria berjalan ke arah receptionis , ia ingin bertanya ruangan sang suami .
" Selamat siang mbak , maaf mengganggu . Saya mau tanya ruangannya pak Yuda ada di lantai berapa ya ? " tanya Ria sopan .
" Selamat siang juga ibu , ruangan pak Yuda ada di lantai paling atas bu . Ibu bisa menggunakan lift khusus direktur itu nanti pencet saja tombol angka yang paling tinggi . Nanti ibu akan sampai di ruangan pak Yuda ." balas receptionis itu .
" Oke mbak Terimakasih . " balas Ria .
" Sama - sama bu . " balas receptionis itu lagi .
Ria pun beranjak pergi dan berjalan ke arah lift yang di arahkan receptionis tadi . Ria pun masuk ke dalam lift dan memencet tombol yang sudah di arahkan tadi .
Lift pun terbuka di sebuah lorong yang berbeda dari lantai lainnya . Lorong ini lebih terlihat bersih , tertata dengan rapi dan lebih mewah . Karena lorong ini hanya khusus untuk para petinggi di kantor ini .
Ria pun jalan keluar dari lift , Ria berjalan dengan santai di lorong ini . Di lantai ini lebih sunyi daripada lantai yang lain . Sampai saat Ria berjalan hanya terdengar ketukan sepatu wedgesnya yang menggema di lorong itu .
Ria berjalan sambil mencari ruangan sang suami . Dia berhenti di depan sebuah meja yang berada di depan satu ruangan . Dan di meja itu terlihat seorang wanita cantik yang sedang memandnag ke arah Ria .
" Selamat siang ibu , bisa saya bantu ? " sapa sang wanita tersebut dengan sopan .
" Selamat siang mbak , saya mau mencari ruangan pak Yuda mbak . Kalau boleh tahu dimana ya ruangannya ? " tanya Ria dengan sopan pula .
__ADS_1
" Oh ruangan pak Yuda di sini ibu , kebetulan saya sekretarisnya yang baru . " jawab sang wanita itu lagi sambil menunjukkan pintu .
" Boleh saya masuk ? saya istrinya pak Yuda mbak . " tanya Ria lagi .
" Oh silahkan ibu kebetulan pak Yuda baru saja selesai meetingnya . " jawab sekretaris itu lagi .
" Baik mbak terimakasih ya , saya masuk dulu ." balas Ria .
" Iya ibu sama - sama . " balas sekretaris Yuda lagi .
Ria pun berjalan ke arah pintu dan mengetuknya .
" Masuk ! ! ! " terdengar teriakan dari dalam .
Ria pun membuka pintu lalu masuk ke dalam ruangan sang suami .
" Assalamualaikum mas ." sapa Ria saat masuk ke dalam ruangan lalu menutupnya .
Yuda yang masih fokus di layar monitornya pun mengalihkan pandangannya .
" Waalaikumsalam sayang , kamu sudah datang ? " balas Yuda .
" Sudahlah mas , kalau belum datang engga mungkin aku ada di sini ." balas Ria sambil berjalan ke arah meja sang suami dan memilih menarik kursi di depan meja sang suami .
" Eh iya ya . " balas Yuda singkat .
" Ini mas makan siangnya , sekalian untuk Papa juga . " ucap Ria sambil menyodorkan tas berisi makanan yang ia masak tadi .
" Temani aku makan ya sayang . Tapi aku selesailan dulu kerjaanku ini dulu . Kamu bisa antar makanan untuk Papa dulu kalau mau . " pinta Yuda .
" O ya sudah biar aku antar makanan buat Papa dulu . Ruangannya di mana ya mas ? " tanya Ria .
" Itu di seberang ruanganku ini sayang . Di depan pintu itu kamu masuk aja . Papa ada kok di ruangannya . " jawab Yuda .
" Ya sudah aku ke ruangan Papa dulu ya mas ." ucap Ria lagi sambil mengambil makanan untuk sang mertua .
" Iya mas ." balas Ria sambil beranjak keluar dari ruangan suaminya .
Ria pun mengetuk pintu di depan ruangan Yuda .
" Masuk !!! " terdengar teriakan dari dalam .
" Assalamualaikum Pa , lagi sibuk ya ? " tanya Ria .
" Waalaikumsalam , Eh Ri sini masuk . Papa kira siapa . " balas Hanan .
" Iya Pa terimakasih , Ria ke sini mau nganterin ini buat Papa . Di makan ya Pa ." ucap Ria sambil menyodorkan tempat makan yang ia bawa .
" Wah , Papa kebagian juga nih . Terimakasih ya nak kamu sudah membawakan makan siang untuk Papa juga . " ucap Hanan .
" Iya Pa sama - sama . Dimakan ya Pa , Ria pamit dulu mau nyiapin makan buat mas Yuda . " pamit Ria .
" Ya sana , sekali lagi terimakasih ya . " balas Hanan lagi .
Ria pun beranjak dari ruangan sang mertua . Ia pun masuk ke ruangan sang suami .
" Aku siapin makannya sekarang ya mas ?" tanya Ria .
" Iya sayang , perlengkapan makan nya ada di pantri situ sayang ." jawab Yuda
Ria pun membawa kotak makannya ke meja sofa , lalu dia mengambil perlengkapan makan untuk suaminya . Ria pun menaruh masakannya ke dalam piring yang ia bawa dari pantry itu .
Pekerjaan Yuda pun telah selesai dan jam menunjukkan pukul 12 siang waktunya Yuda untuk makan siang . Yuda menutup laptopnya dan berjalan menghampiri Ria yang masih menunggunya di sofa .
" Masak apa hari ini sayang ? " tanya Yuda sambil duduk di samping Ria .
" Ini aku bikin tumis daging lada hitam sama brokoli mushroom , mas makanlah semoga enak ya . " balas Ria sambil mengambilkan nasi untuk sang suami .
__ADS_1
" Wah kelihatannya enak nih . Mas coba ya ." balas Yuda .
" Makanlah ." balas Ria lagi .
Yuda pun memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya . " Hhmm enak sekali sayang , masakan kamu tidak pernah ada yang gagal sayang . " puji Yuda .
" Ah mas bisa aja . " ucap Ria tersipu malu .
" Benar sayang ini enak sekali ." ucap Yuda lagi .
" Iya aku percaya , sudah makan dulu . Makan jangan sambil bicara pamali ." ucap Ria .
Yuda pun menurut dan dia melanjutkan makannya tanpa berbicara lagi . Makanan di piring Yuda pun telah habis . Ria pun segera membereskan tempat makan kotornya . Lalu Ria menyuruh sang suami untuk meminum vitamin yang sudah ia bawakan .
" Di minum dulu vitaminnya mas biar tetap sehat . Aku mau membersihkan ini dulu ." ucap Ria .
" Iya sayang . " jawab Yuda .
Ria pun membawa piring kotor dan wadah makanan yang kotor itu ke pantry dan langsung mencucinya . Saat sedang fokus mencuci piring kotor , tiba - tiba Yuda memeluknya dari belakang membuat Ria sedikit terkejut .
" Astaghfirullah mas , ngagetin aja . " ucap Ria terkejut .
" Biarkan saja piring kotor itu sayang . Biar nanti OB yang mencucinya . " ucap Yuda sambil meletakkan kepalanya di bahu Ria .
" Engga apa - apa mas , lagian cumq sedikit kok . " balas Ria .
" Sayang kamu cantik sekali siang ini aku samapi terpesona melihatmu . " puji Yuda .
" Ah masa , kalau terpesona denganku kenapa matanya masih fokus di layar monitor ya ?" ucap Ria pura - pura merajuk sambil tangannya masih mencuci wadah kotor .
Yuda pun membalik badan Ria agar menghadapnya . " Coba kamu lihat di mataku apa aku terlihat bohong atas pujianku untukmu ? " ucap Yuda sambil memandang kagum sang istri .
Ria yang dibalik badannya pun mengalihkan matanya ke arah mata Yuda . Mereka saling memandang .
" Kamu tidak pernah berbohong denganku mas . Aku percaya setiap kata - katamu . Tadi aku hanya mencandaimu saja . " ucap Ria yang masih memandang ke arah Yuda .
Yuda yang mendengar perkataan istrinya pun merasa meleleh . Ia belai wajah Ria dengan lembut . " Kau memang wanita terbaik yang pernah Allah kirimkan untukku . Kau adalah bidadari surgaku sayang . " ucap kagum Yuda .
Ria yang terbuai dengan belaian sang suami pun hanya bisa memejamkan mata nya . Yuda yang melihat sang istri sudah terbuai pun langsung meraup bibir mungil istrinya . Ria pun tak bisa menolaknya , Ria pun membalas ******* sang suami .
" Ah Mas . " Ria pun melepaskan bibirnya dari sang suami saat ia merasakan asupan oksigennya hampir habis .
" Ini kantor lho mas . " ucap Ria mengingatkan .
" Terus kenapa ? aku berbuatkan dengan istriku sendiri . " jawab Yuda acuh tak acuh .
" Engga enak dong nanti kalau ada yang masuk bagaimana ? " balas Ria lagi .
" Sebentar tunggu di sini . " ucap Yuda , Ria pun menurut .
Yuda berjalan ke arah pintu dan berbicara dengan sekretarisnya . Setelah selesai ia masuk lagi lalu mengunci pintu ruangannya dari dalam .
" Lhoh kok di kunci ? " tanya Ria saat melihat sang suami yang mengunci pintu .
Yuda pun berjalan ke arah Ria lagi dan dengan tiba - tiba menggendong Ria dengan model bridal lalu mengajaknya ke sebuah ruangan rahasia yang ada di dalam ruangannya .
" Ah Mas , kita mau ngapain ?" tanya Ria terkejut yang tiba - tiba di gendong . Dia juga terkejut dengan tingkah suami .
" Aku akan mengajakmu terbang ke surga sayang . " ucap Yuda tersenyum menyeringai .
" Ini masih jam kantor lho ." ucap Ria lagi .
" Pekerjaanku sudah selesai . Sekarang gantian urusan kita yang belum selesai , mari kita selesaikan . " ucap Yuda sambil menurunkan sang istri di atas ranjang dengan lembut .
" Tapi - " ucapan Ria terputus karena bibirnya sudah di raup oleh Yuda . Ria pun tidak bisa menolaknya lagi karena saat sang suami menginginkannya haram baginya untuk menolak .
Yuda pun mencium bibir Ria dengan lembut . Tak selang berapa lama pun ciuman itu berubah menjadi ******* yang menuntut . Ria pun dengan senang hati membalas keinginan sang suami . Yuda pun menekan tengkuk leher Ria agar semakin dalam . Mereka saling bertukar salivan . Di dalam ruangan itu pun hanya terdengar kecapan dari kedua insan yang sedang di mabuk asmara ini . Yuda yang sudah di bakar gairah pun melanjutkan adegan bertukar peluhnya bersama Ria sampai puncaknya .
__ADS_1