
Pagi pun menjelang , Ria sudah bangun terlebih dahulu . Sedangkan Yuda masih terlelap dalam tidurnya . Ria beranjak dari ranjangnya dan melakukan ritual paginya . Seperti membersihkan badannya dengan mandi , lalu menjalankan sholat subuh .
Setelah sholat Ria membangunkan Yuda .
" Mas , bangun sudah subuh nih . " ucap Ria sambil menggoyangkan tubuh suaminya itu .
Yuda yang merasakan tubuhnya bergerak pun membuka matanya .
" Sudah pagi ya ? " tanya Yuda .
" Iya , mandi gih lalu sholat subuh keburu waktunya habis . " ucap Ria .
" Iya . " balas Yuda dengan suara khas orang bangun tidur .
Yuda pun berjalan menuju ke kamar mandi . Sedangkan Ria merapikan tempat tidurnya dan membersihkannya .
" Tok . . . Tok . . . Tok . . . " terdengar pintu diketuk dari luar .
Ria pun berjalan ke arah pintu untuk membukanya .
" Eh Mama ada apa ? " tanya Ria kepada sang ibu mertua yang berada di depan pintu kamar anaknya .
" Ri , itu dari perias pengantinnya sudah datang . Kamu sudah siap ?" tanya Lina kepada sang menantu .
" Aku sudah siap Ma . Tapi itu mas Yuda baru mandi . Nunggu mas Yuda selesai dulu sebentar ya . " ucap Ria .
" Ya sudah , Mama tunggu . " balas Lina lagi .
Lina pun pergi dari depan pintu kamar Yuda . Ria pun segera menutupnya . Bersamaan dengan itu Yuda juga keluar dari kamar mandi .
" Siapa sayang ? " tanya Yuda kepada Ria .
" Mama mas , ngasih tahu kalau MUA nya sudah datang . " balas Ria .
" Oooo . . . kita jadi pisah kamar untuk make up dan ganti pakaian ? " tanya Yuda tidak rela .
" Jadi , aku ingin membuatmu terpesona saat aku di rias dan memakai baju pengantin . " jawab Ria tersenyum .
" Kamu seperti ini saja sudah membuatku terpesona terus setiap hari kok sayang . " goda Yuda sambil menggenggam tangan Ria dan mendekatkan tubuhnya menempel ke Ria .
" Ish jangan begini , nanti kalau ada orang tiba - tiba masuk bagaimana ? " ucap Ria menahan malu .
" Biar saja , lagian kitakan suami istri mengapa harus malu . " balas Yuda santai .
" Sudah mas , sholat dulu . Mama sudah menunggu kita lho . " balas Ria sambil mencoba melepaskan tangannya dan menjauhkan tubuhnya .
" Iya , kali ini kamu aku lepaskan . Tapi nanti malam jangan harap bersiaplah . " ucap Yuda di telinga Ria sambil tersenyum licik . Sedangkan Ria yang mendengarnya merasa bulukuduknya meremang dan hanya bisa menelan salivanya dengan kasar .
Yuda pun melepaskan tangan Ria dan menjauhi Ria sambil menyeringai . Sedangkan Ria hanya bisa diam membeku . Yuda pun melaksanakan sholat subuh . Dan setelah sholat , Yuda beranjak mengambil perlengkapan pribadinya dan pakaian untuk dia bawa pindah ke kamar Hendri .
Yuda pun berpamitan dengan Ria untuk pindah kamar . Ria pun yang sudah sadar dari terdiamnya pun mengiyakan .
__ADS_1
Tak berselang lama setelah Yuda keluar dari kamar pun , team MUA yang sudah di pesan Mama datang . Setelah semua persiapan selesai , MUA itu pun mulai merias wajah Ria .
Sedangkan para keluarga dirias oleh tim lain . Mama Lina , Ibu Dewi dan Dinda mereka di rias di kamar Ibu Dewi . Sedangkan para lelaki yaitu sang pengantin pria Yuda , Papa Hanan , Hendri dan Randi bersiap di kamar Hendri dibantu oleh tim MUA laki - laki untuk menyiapkan pakaian yang sudah di pesan Bu Lina .
Untuk pakaian akad ini sudah Lina persiapkan seragam . Untuk sang pengantin wanita memakai kebaya kutu baru berwarna putih dan untuk pengantin laki - lakinya memakai setelan jas berwarna putih juga . Sedangkan untuk keluarga yang wanita memakai kebaya modern berwarna merah maroon . Sedangkan untuk keluarga pria memakai setelan jas berwarna senada dengan para wanita yaitu merah maroon .
Jam menunjukkan pukul setengah 8 . Para tamu undangan pun mulai berdatangan . Arin dan Bu Kartika pun sudah datang dari tadi . Hari ini Arin memakai gaun batik berwarna coklat muda di padukan dengan motif batik yang berwarna merah di beberapa motif saja . Membuat Arin semakin cantik nan elegan .
Para keluarga pun sudah ikut bergabung dengan para tamu di depan . Begitu pula dengan Yuda yang sudah berada di tempat acara . Yuda dan Ria memilih kediaman Hanandi untuk acara akad nikahnya karena hanya akan mengundang sanak saudara dan teman dekat saja .
Sedangkan untuk resepsi nya mereka memilih menyewa ballroom di sebuah hotel agar bisa menampung banyak tamu undangan .
Walaupun ini acara akad nikah yang kedua baginya . Tapi berhasil membuat Yuda khawatir dan gugup . Dia merasa takut kalau membuat kesalahan .
Hendri dan Arin yang menemaninya pun melihat kekhawatiran sahabatnya itu .
" Yud , tidak perlu khawatir seperti itu . Inikan akadmu yang kedua kenapa kamu gugup begitu ? Dibikin santai saja bro . " ucap Hendri menenangkan .
" Iya memang ini akad nikah ku dengan Ria yang kedua tapi entah mengapa rasanya tuh beda sama yang pertama kemarin . Ini aku rasanya takut kalau salah saja . " balas Yuda .
" Iya aku tahu tapi di buat rileks saja bro . Nanti kalau terlalu kamu pikirkan malah jadinya salah bagaimana kan repot Yud . " jawab Hendri . Yuda pun hanya membalas dengan anggukan kepalanya saja .
Yuda mulai menarik nafas dan membuangnya untuk mengurangi rasa gugupnya . Hendri dan Arin hanya tersenyum melihat tingkah Yuda di hadapannya .
Tak lama kemudian Hendri di hampiri Bagus temannya yang membantunya mengurus mahar untuk Yuda . Sedangkan Arin memilih pergi menemui Bu Kartika yang sedang bersama Bu Lina , Bu Dewi dan Dinda .
" Eh Gus , sudah datang ? bagaimana lancar ? " sapa Hendri .
Yuda yang masih berada di dekat Hendri pun sedikit bingung .
" Ini siapa Hen ? seperti nya aku tidak mengenalnya . " tanya Yuda heran .
" Kamu lupa denganku Yud ? aku Bagus teman SMA Hendri . Dulu kita sering ketemu tapi memang aku sama kamu tidak terlalu dekat jadi kamu lupa deh sama aku . " ucap Bagus menjelaskan sambil tangannya mengulur untuk menyalami Yuda .
" Bagus ?!?! Oh iya aku baru inget . Dulu kamu suka gabung sama kita kalau lagi belajar . Bagaimana kabarmu ? " balas Yuda sambil membalas jabatan tangan Bagus .
" Ini dia orangnya yang aku mintain tolong mengurus mahar yang kamu minta . Ini sudah ada di tangan aku , sekarang aku serahkan kepadamu . Tugasku hari ini telah selesai . " ucap Hendri lega .
" Wah Terimakasih banget ya Gus kamu sudah mau menolongku . " balas Yuda sambil mengambil amplop coklat dari tangan Hendri .
" Sama - sama Yud , selama aku bisa InsyaAllah aku bantu ." ucap Bagus . Mereka pun melanjutkan bincang - bincangnya dengan suka cita .
Tak berselang lama , petugas KUA dan penghulu tempat Yuda tinggal pun datang ke kediaman Hanandi . Dan acara akad nikahmu akan segera di mulai .
Para tamu di persilahkan menempati tempat duduk yang sudah di sediakan . Sedangkan Yuda sudah duduk di hadapan penghulu . Kedua saksi pun juga sudah bersiap di samping kanan kiri Yuda dan penghulu .
Kali ini yang akan menjadi saksi yaitu Papa Hanan dari pihak laki - laki dan Hendri dari pihak wanita . Sedangkan untuk Wali nikah tetap akan menggunakan wali hakim .
" Bagaimana apa sudah bisa kita mulai acaranya ? " tanya sang penghulu .
" Sudah pak . " jawab Yuda .
__ADS_1
" Baiklah sekarang kita tunggu pengantin wanitanya hadir terlebih dahulu ." ucap penghulu lagi .
Dengan sigap tim WO pun menjemput Ria yang masih di lantai 2 bersama Dinda .
" Tok . . . Tok . . . Tok . . . " terdengar pintu diketuk dari luar .
Salah satu tim MUA pun membuka pintu kamar .
" Maaf mbak ini sudah waktunya pengantin wanitanya keluar ." ucap salah satu staf WO tersebut .
" Oh iya mas kita juga sudah selesai kok . Tunggu sebentar ya . " balas staf MUA tersebut .
Staf MUA itu pun mendekati Ria dan memeriksa lagi . Setelah semua di rasa cukup , dia pun mengantar Ria sampai di luar kamar . Ria pun berjalan pelan dengan anggunnya . Di samping Ria ada Dinda yang menuntunnya . Mereka pun turun dari tangga dengan pelan berhati - hati .
Semua orang yang berada di lantai 1 melihat kagum ke arah Ria . Mereka mengagumi kecantikan Ria . Yuda pun sampai terpaku melihat keanggunan dan kecantikan istrinya .
" Wah cantik sekali istriku . . . " gumam Yuda dalam hati .
Ria berjalan terus sampai di meja akad dan duduk di samping Yuda . Yuda masih terus menatap Ria tanpa henti .
" Kamu cantik sekali sayang . " ucap Yuda berbisik dengan Ria saat Ria sudah duduk di sampingnya . Ria pun hanya tersenyum mendengar pujian sang suami .
" Bisa kita mulai ? bisik - bisiknya nanti saja di kamar ya . " goda sang penghulu .
Yuda dan Ria pun hanya tersenyum dan menunduk menahan malu .
" Baiklah kita mulai acara akadnya . Bismillahirohmanirohim , saudara Yuda Hanandi Saputro bin Hanan Sanjaya saya nikahkan dan saya kawin kan engkau dengan Mauria Sabrina Riski binti Satria Utomo yang saya walikan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan deposito senilai 1,5 milyar di bayar tunai !!!! " Penghulu pun mengucapkan ijab atas nama Ria .
" Saya terima nikah dan kawinnya Mauria Sabrina Riski binti Satria Utomo untuk saya sendiri dengan mas kawin tersebut di bayar tunai " Yuda mengucapkan kabul dengan lancar sekali tarikan nafasnya .
" SAH ? "
" SAH "
" SAH !!!! "
Semua orang yang mendengar mas kawin yang di berikan Yuda kepada Ria pun hanya bisa diam terpaku . Semua mata melihat ke arah Yuda .
" Wow mas kawinnya gile bener . "
" Wah bisa buat apa itu 1,5 milyar . Aji gile jiwa misquen ku bergetar ." gumaman - gumaman dalam hati orang - orang yang berada di tempat itu .
Ria yang berada di samping Yuda pun ikut terdiam terkejut mendengar mas kawin yang di berikan suaminya itu .
" Selamat sekarang pernikahan kalian sah secara agama maupun negara . Silahkan pengantin wanita cium tangan ke suaminya ." ucap penghulu setelah acara tanda tangan berkas dan doa bersama .
Ria dan Yuda pun berdiri dan Ria mencium punggung tangan suaminya . Yuda pun membalasnya dengan mencium kening sang istri .
" Sekarang waktunya penyerahan mas kawin dari laki - laki ke perempuan . " ucap penghulu lagi .
Tim WO pun menyerahkan sekotak seserahan kepada Yuda untuk di berikan kepada Ria . Isi kotak tersebut yaitu buku deposito atas nama Ria .
__ADS_1
Ria pun menerimanya dengan senyum manisnya . Semua orang pun bertepuk tangan membuat suasana acara itu menjadi sangat meriah .