Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Bahagia Berbalik Duka


__ADS_3

Setelah hampir 3 jam berlalu pertemuan itupun telah selesai dengan hasil yang diharapkan Yuda dan Hendri . Mereka berhasil memenangkan proyek besar yang akan membuat perusahaannya itu bertambah besar .


Yuda merasa senang dan bersemangat . Walau banyak rintangan yang ia lalui tapi hasilnya sangat memuaskan .


Setelah selesai menandatangani kontrak bersama , para klien yang datang pun berpamitan untuk pergi terlebih dahulu . Sedangkan Yuda beserta stafnya masih bertahan di tempat pertemuan itu .


" Selamat atas keberhasilan kita mendapatkan proyek ini . Saya selaku CEO sangat berterimakasih atas kerja keras kalian semua . Mari mulai sekarang kita harus bersemangat dan bekerja keras lagi agar proyek ini berjalan dengan lancar . Saya mohon bantuan kalian untuk bekerja sebaik mungkin untuk proyek ini . Karena proyek ini akan menjadi batu loncatan bagi perusahaan kita untuk merambah ke pasar internasional . Dan saya sampaikan di sini , atas keberhasilan kita hari ini saya akan memberikan bonus kepada kalian semua . Semoga dengan ini kalian bisa lebih bersemangat lagi untuk bekerja untuk perusahaan Hanandi Group ini . Mari kita bersulang untuk keberhasilan kita ini " Yuda mengutarakan rasa bahagiannya dan rasa terimakasih nya kepada para staf yang ikut dalam proyek ini . Para staf yang mendengarkan ucapan sang atasanpun merasa ikut bahagia .


Ini lah salah satu sifat Yuda yang membuat para stafnya menghormatinya dan mengaguminya . Yuda tidak pernah melupakan jasa para stafnya yang membatu dia dalam menjalankan perusahaannya itu . Yuda selalu menghormati para karyawannya . Walaupun terlihat dingin dan kaku tapi Yuda bukanlah tipe bos yang sewenang - wenang oleh karyawannya .


Setelah merayakan keberhasilannya bersama para stafnya . Yuda dan Hendri pun memilih untuk pulang ke rumah . Mereka sampai di rumah tepat jamnya makan malam .


Hanan , Lina dan Ria sudah duduk di meja makan . Yuda dan Hendri pun masuk ke dalam rumah dengan senyum yang mengembang .


" Assalamualaikum Pa , Ma , Ri " sapa Yuda .


" Waalaikumsalam " sahut ketiga orang itu bersamaan .


" Kalian sudah pulang ? bagaimana hasil pertemuan tadi ? Berhasilkah ? " tanya Lina beruntun .


" Mama kalau mau tanya itu satu - satu dong , Yudakan jadi bingung mau jawab yang mana dulu " jawab Yuda yang sudah berdiri di dekat meja makan .


" Habis mama sudah engga sabar denger hasilnya " ucap Lina .


" Nanti deh Yuda ceritakan , sekarang Yuda mau mandi dulu ya Pa , Ma lengket semua nih rasanya " ucap Yuda .


" Ya sudah sana mandi dulu " ucap Hanan .


" Hendri juga mandi dulu deh Om Tante , bau asem juga nih " ucap Hendri menimpali .


" Ya sudah sana " balas Lina . Hendri pun beranjak dari ruang makan dan berjalan menuju kamarnya .


" Yuda ke kamar dulu ya Ma , Pa , Ri " pamit Yuda sambil melirik sang istri yang berdiri menunduk terdiam di sampingnya .


Yuda pun berbalik untuk berjalan ke arah kamarnya . Tanpa dia duga ada sebuah tangan yang memegang pergelangan tangannya .


" Sini mas biar saya bawakan tasnya " ucap Ria pelan sambil menunduk tanpa melihat ke arah Yuda .


" Tidak usah Ri kamu di sini saja temani Papa dan Mama " tolak Yuda halus sambil tersenyum .


" Sudah tugasku untuk melayanimu Mas . Pa , Ma , Ria tinggal sebentar ya , Ria mau nyiapin keperluan mas Yuda terlebih dahulu " ucap Ria sambil melihat ke arah kedua orang tua Yuda .


" Iya nam sana , urus dulu suamimu itu " ucap Lina tersenyum karena merasa bahagia . Ria sudah mulai mau memanggilnya Mama . Siang tadi Lina sudah meminta Ria untuk memanggilnya Mama . Dari kemarin beliau memang sudah meminta itu tapi mungkin Ria belum terbiasa jadi Lina memakluminya . Dan sekarang tanpa dia duga Ria memanggilnya dengan Mama betapa hatinya merasa bahagia mendengar itu .


" Terimakasih Ma , Ria tinggal sebentar ya " pamit Ria sambil berbalik ke arah kamar sambil membawa tas kerja sang suami . Yuda masih membeku berdiri melihat ke arah sang istri yang menjauh darinya .

__ADS_1


" Hmm . . . Pa Ma Yuda ke kamar dulu ya " pamit Yuda lagi sambil sedikit berlari untuk menyusul sang istri ke kamarnya .


" Semoga hubungan mereka semakin baik lagi ya Pa " ucap Lina sambil melihat kepergiaan sang anak dan menantunya .


" Iya Ma semoga saja , kita doakan saja yang terbaik untuk mereka " balas Hanan dan di balas anggukan oleh Lina .


Di dalam kamar , Ria pun meletakkan tas kerja Yuda di atas meja . Dia berlalu masuk ke dalam kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk sang suami . Setelah selesai menyiapkan air , Ria pun berjalan ke arah lemari . Bersamaan dengan itu pintu kamar pun terbuka . Yuda masuk ke dalam kamar sambil memandang lembut ke arah sang istri yang sedang memilihkan pakaian untuknya .


" Kamu tidak perlu repot - repot menyiapkan semua untukku Ri , aku bisa kok melakukan itu semua sendiri " ucap Yuda dengan lembut sambil membuka jas nya dan menaruhnya ke keranjang pakaian kotor .


Ria pun menghentikan kegiatannya dan berbalik dan berdiri menghadap Yuda yang masih sibuk membuka satu - persatu pakaiannya . Yuda tidak menyadari kalau Ria sudah berdiri di depannya .


" Jadi mas tidak suka , saya mengurus mas ? " satu pertanyaan di ucapkan Ria yang terdengar dingin di telinga Yuda . Yuda yang tersadar pun menghentikan aktifitasnya dan melihat ke wajah Ria .


" Buka begitu maksudku Ri , aku hanya tidak mau kamu terlalu lelah karena mngurusku " ucap Yuda lembut .


" Sudah saya katakan kalau ini semua adalah tugas saya sebagai istrimu . Apalagi saya juga sudah berhutang banyak denganmu . Anggap saja apa yang saya lakukan untuk menebus semua hutang budi keluargaku kepadamu . Walaupun saya tahu kalau hutang kami tidak akan bisa lunas sampai kapanpun " ucap Ria tegas dengan sorot mata kekecewaan . Dia merasa tidak di hargai dengan penolakan yang Yuda ucapkan .


Yuda yang mendengar ucapan Ria sedikit terkejut , dia hanya bisa menautkan alisnya karena bingung dengan maksud ucapan Ria .


" Hutang ? maksud kamu apa Ri ? kamu dan keluargamu tidak pernah punya hutang apa - apa kepadaku . Apa maksud ucapanmu ? " tanya Yuda heran .


" Saya sadar kemarin keluarga saya sudah banyak merepotkanmu dan keluargamu . Nah sekarang tugasku untuk membayar semua hutang budi keluargaku itu dan mengabdi kepadamu dengan status istri yang kamu berikan . Jadi tolong jangan halangi tugasku dengan penolakan yang kamu ucapkan itu " ucap Ria dingin . Yuda sedikit melotot tak percaya dengan ucapan yang Ria lontarkan .


" Ya Allah , Ria jalan pikirmu terlalu jauh . Aku tidak pernah menganggap ini semua hutang . Aku melakukan ini semua karena murni tulus dari hatiku . Karena aku benar - benar jatuh cinta kepadamu Ri . Sekeras itukah hatimu Ri ? " gumam Yuda dalam hati smabil di memijit keningnya yang sedikit terasa pusing .


" Kenapa kamu berpikiran kalau apa yang aku lakukan ini hutang bagimu Ri ? " tanya Yuda yang masih memijat keningnya dan tangan satunya telak di pinggang .


" Apalagi kalau bukan itu . Kita beda derajat , kamu orang berada sedangkan saya hanya orang tidak berada . Seperti yang pernah kamu ucapkan kepada saya dulu kalau saya hanya mengincar orang - orang kaya untuk menaikkan derajat saya . Makanya untuk membuktikan kepadamu kalau saya bukan wanita seperti itu maka saya berpikir mending bantuanmu kemarin saya anggap hutang dengan menyerahkan diri saya dan menerima pernikahan ini " ucap Ria lagi .


Yuda semakin tercengang mendengar ucapan Ria itu . " Astaga Ria sampai kapan kamu akan melupakan kesalahan yang sudah pernah aku perbuat dulu denganmu ? bukankah kemarin kamu sudah memaafkan aku " ujar Yuda tak percaya .


" Saya memang sudah memaafkan , tapi bukan berarti melupakan . Saya melakukan ini murni keinginan saya sendiri . Jadi saya mohon jangan kamu tolak lagi " ucap Ria lagi .


Yuda yang sedang merasa sangat lelah sedikit terbawa emosi mendengar semua ucapan Ria yang menusuk .


Yuda berjalan mendekat ke arah Ria . Dia cengkram kedua lengan Ria dengan kencang . Sorot matanya sedikit merah dan tajam melihat ke arah wajah Ria .


" Dengarkan aku Ri , aku memang pernah berbuat salah denganmu . Aku sudah menghinamu dengan kejam . Aku sadar kesalahanku itu sulit untuk kau maafkan . Tapi sekali ini saja dengarkan ucapanku , semua yang aku lakukan kemarin untuk keluargamu murni tulus dari dalam lubuk hatiku . Aku tidak pernah menganggap semua itu hutang yang harus kamu bayar kepadaku . Dan satu lagi aku menikahimu tidak ada sedikitpun rasa terpaksa karena aku benar - benar sudah jatuh cinta denganmu sejak lama . Silahkan kamu mau percaya dengan ucapanku ini atau tidak tapi semua yang aku ucapkan jujur dari hatiku . Jadi pikirkan dan rasakan semua yang aku ucapkan ini . Cairkan kekerasan hatimu itu agar kamu bisa melihat ketulusan hatiku untukmu ini " ucap Yuda dengan tegas dan lantang di depan wajah Ria yang terlihat sedikit terkejut dengan perlakuan Yuda yang sedikit kasar dengannya .


" DEG " hati Ria sedikit terkejut dengan pernyataan cinta dari Yuda yang tanpa sengaja Yuda ucapkan .


Yuda dari tadi sudah berusaha menahan emosinya tapi ucapan demi ucapan yang Ria lontarkan memancing emosinya yang sudah dia tahan dari tadi . Yuda kesal dengan tuduhan yang Ria lontarkan kepadanya .


Padahal Yuda berniat membagi kebahagia yang sedang dia rasakan . Tapi tidak di sangka setelah sampai di rumah dia malah berselisih dengan sang istri .

__ADS_1


" Sampai kapan kamu mau melihatku Ri ? sampai kapan hatimu itu akan sekeras batu dan terus membenciku ? aku sudah berusaha menahan semua , sikap acuhmu , perkataanmu dan penolakanmu ini . Sampai kapan Ri ? please lihatlah aku , aku benar - benar cinta denganmu , sayang denganmu . Tapi jika hatimu terus keras begini entah aku akan bertahan atau tidak karena aku pikir akan percuma kalau kamu tidak berusaha untuk mencairkannya " ucap Yuda yang masih sedikit emosi dengan Ria .


Yuda pun melepas cengkraman di lengan Ria . Mereka saling diam , Yuda sedikit menjauh dari hadapan Ria . Yuda memilih berbalik dan pergi dari hadapan Ria dan keluar dari kamarnya .


Ria yang melihat kepergian sang suami hanya bisa terduduk membeku sambil air matanya mengalir tanpa dia sadari . Dia menangis tersendu - sendu dengan menunduk dan memeluk kedua kakinya .


" Aku belum bisa menghapus kesalahanmu . Aku belum bisa menerimamu . Maafkan aku " lirih Ria di sela tangisnya .


Yuda keluar dari kamarnya dengan membanting pintu dan dia berjalan pergi dengan menahan hatinya yang bergemuruh . Yuda turun dari tangga dengan tergesa , tanpa pamit dengan kedua orang tuanya dia berjalan keluar rumah sambil menyambar kunci mobil dari tempatnya .


Lina dan Hanan yang melihat snag anak pergi dengan marah sedikit bingung .


" Yud , mau kemana ? Yud . . . Yuda !!! " seru Lina memanggil sang putra . Yuda tidak menggubris panggilan sang ibu . Dia terus berjalan ke arah keluar rumah menuju mobilnya .


Hendri yang dari mobilnya mengambil barang melihat Yuda yang akan masuk ke dalam mobil .


Dengan membawa barangnya Hendri mengahmpiri Yuda .


" Mau kemana Yud , ini sudah malam ? Kamu kenapa ? " tanya Hendri yang terkejut melihat ada kemarahan dari wajah sang sahabat .


Tanpa membalas pertanyaan Hendri , Yuda pun membuka pintu mobilnya .


" Kalau lagi marah jangan nyetir sendiri Yud , berbahaya " cegah Hendri sambil meemgang lengan Yuda .


" LEPAS HEN !!!! " Yuda melepaskan tangan Hendri dari lengannya . Pegangan Hendri pun terlepas dan Yuda segera masuk ke dalam mobilnya .


" DOR !! DOR !! buka Yud , mau kemana kamu !" Hendri menggedor kaca mobil Yuda . Yuda tidak menggubris sahabatnya itu . Uda pun menyalakan mobilnya dan langsung tancap gas melajukan mobilnya dengan cepat .


" Yud . . . YUDAAA !!!! " teriak Hendri .


Mobil pun keluar dari gerbang rumahnya . Yuda mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi . Sampai penjaga gerbang tergopoh - gopoh membuka gerbang melihat mobil sang majikan yang melaju dengan cepat .


Di dalam mobil , Yuda merasa kalud . Dia merasa gagal tidak bisa sabar menghadapi Ria . Padahal dia sudah berjanji kepada Bu Dewi untuk mencoba berssabar menghadapi Ria . Tapi pertahanannya rubuh karena faktor kelelahan dan kekecewaan mendengan ucapan - ucapan yang Ria lontarkan .


" Kenapa kamu tidak pernah melihat ketulusan hatiku Ri ? Kenapa hatimu sekeras itu kepadaku ? Seburuk itukah aku di matamu Ri ? Sudah sekuat tenagaku berjuang demi mendapatkan hatimu tapi kamu tidak pernah memandangku . Kenapa Ri ? KENAPA ?!? " pertanyaan demi pertanyaan Yuda keluarkan agar hatinya sedikit terasa lega . Dari tadi dia merasakan sesak .


" Apa aku memang tidak pantas untukmu Ri ? Apa aku sejahat itu Ri sampai kau sebenci itu denganku ? AAARRRGGGGHHHH !!!! " teriak Yuda di dalam mobil yang masih melaju dengan kecepatan tinggi sambil memukulkan tangannya ke stir mobil .


Yuda merasa frustasi dan gagal tidak bisa bersabar menghadapi Ria . Tanpa Yuda sadari dia menitikan air matanya . Yuda mengendarai mobilnya tak tentu arah . Entah dia akan pergi kemana . Yuda bingung akan kemana .


" AAAAARRRRGGGGGHHHHHH " Yuda menepikan mobilnya di tempat yang sedikit sepi dan berteriak dari dalam mobil untuk mengusir sesak di dadanya . Dia tundukkan kepalanya di stir mobil dengan dua tangannya dia sedekapkan untuk menahan kepalanya .


Dia menangis mengeluarkan kekesalan hatinya .


" Maafkan Yuda ayah Satria ibu Dewi . Yuda tidak bisa memenuhi janji Yuda kepada kalian untuk bersabar menghadapi Ria . Yuda sudah berusaha tapi hati ini terasa sesak mendengar tuduhan yang Ria lontarkan . Yuda benar - benar cinta dengan Ria tapi batu penghalang kami sungguh keras Ayah Ibu . Maafkan Yuda " lirih Yuda di tengah tangisnya .

__ADS_1


__ADS_2