Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Kembali Ke Kota


__ADS_3

" TUNGGU MAS , AKU IKUT !!!! "


Yuda menghentikan tangannya membuka pintu . Segera ia menengok ke belakang arah suara itu .


Ibu dan Dinda hanya terdiam memandang Ria yang sudah berdiri di samping ranjang . Yuda sedikit terkejut dengan apa yang di teriakkan Ria . Seperti tidak percaya ia pun memutar badannya dan berjalan ke arah Ria .


" Apa aku tidak salah dengar tadi ? " tanya Yuda tidak percaya .


" Ibu juga tidak salah dengar kan Ri ? " ucap Bu Dewi yang sama tidak percayanya .


" Kamu tidak salah dengar mas . Aku setuju ikut pulang denganmu sekarang . Karena aku tidak mau menjadi istri yang membangkang dengan suamiku . Aku tidak mau membuat perjalanan ayahku di alam sana terhambat . Jadi aku putuskan ikut denganmu sekarang " ucap Ria tersengal sambil terus meneteskan air matanya .


" Tapi sudah aku ridhoi untukmu tinggal di sini Ri . Aku tidak mau kau ikit denganku karena terpaksa " ucap Yuda sambil memandang sendu sang istri .


" Sudah aku katakan aku tidak mau membuat ayahku bersedih . Aku juga tidak merasa terpaksa ikut denganmu " ucap Ria lagi .


Yuda hanya bisa diam mendengar keinginan Ria yang sudah bulat itu .


Ria berjalan mendekati ibunya , " Ibu aku ijin denganmu untuk ikut dengan suamiku . Apa ibu keberatan ? " tanya Ria .


" Tidak nak ibu tidak keberatan . Memang sudah semestinya kau ikut dengan suamimu . Ibu mengijinkan mu dan merestuimu " ucap Bu Dewi sambil membelai wajah sang putri lembut .


" Terimakasih Bu , ayo Din bantu mbak Ria bersiap . Mas Yuda silahkan tunggu di luar aku mau packing barang - barangku dulu " ucap Ria datar .


Dinda pun bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Ria yang sudah memulai membuka lemarinya . Sedangkan Yuda berjalan pelan sambil membawa tasnya keluar dari kamar itu .


Yuda keluar dari kamar dan sudah ada Hendri dan Randi yang menunggunya di ruang tengah .


" Ayo Yud , aku sudah siap " ucap Hendri .


" Tunggu sebentar Hen , kita tunggu 1 orang lagi " jawab Yuda .


" Siapa lagi yang kita tunggu ? " tanya Hendri heran .


" Ria " jawab Yuda singkat . Hendri dan Randi pun saling pandang tidak percaya .


" Ria sudah mau ikut pulang dengan kita ? " tanay Hendri lagi . Yuda hanya menganggukan kepalanya saja .


Melihat Yuda hanya mengangguk sebagai jawaban akhirnya ia tidak bertanya lagi .


" Sini tas mu biar ku masukan ke dalam bagasi" pinta Hendri sambil mengambil tas di tangan Yuda .


" Terimakasih . Hah . . . Ran , mas pamit dulu ya , tolong jaga ibu dan Dinda dengan baik . Jika butuh apa - apa hubungi mas atau mas Hendri . Mas percaya kamu pasti bisa menjaga keluarga ini dengan baik " Yuda menghela nafas berat sambil menyerahkan tasnya ke tangan Hendri lalu memandang ke arah Randi dan berpamitan dengan sang adik ipar .


" Iya mas , hati - hati di jalan . Titip mbak Ria ya mas dan mas tidak perlu khawatir aku akan menjaga keluargaku di sini dengan baik " jawab Randi yakin .


" Mas percaya denganmu Ran . Kamu tidak perlu risau atau khawatir dengan mbakmu . Mas janji akan selalu menjaganya jadi kamu tenang saja ya " balas Yuda sambil menepuk bahu Randi dengan lembut .


" Terimakasih mas " balas Randi lagi sambil berhambur memeluk sang kakak ipar . Yuda pun membalas pelukan itu . Tanpa di sadari Yuda , air mata Randi tanpa sadar mengalir begitu saja di pipinya .


Terdengar derit pintu kamar Ria , terlihat 3 wanita keluarga ini keluar . Ria sudah mengganti pakaiannya dan Dinda sudah membawa 1 tas sedang berisi keperluan sang kakak .


Yuda dan Randi yang mendengar pintu terbuka pun mengurai pelukannya . Randi segera menghapus air matanya dan mencoba memasang senyum terbaiknya . Hendri yang sudah selesai menaruh tas Yuda pun sudah kembali ke dalam rumah lagi .


" Sudah siap ? " tanya Hendri . Yuda hanya mengangguk .


Dia mendekati Bu Dewi , " Kami pamit dulu ya Bu , doakan kami selamat sampai tujuan . Terimakasih untuk semuanya " ucap Yuda berpamitan lagi dengan Bu Dewi .


" Iya nak hati - hati di jalan . Titip Ria ya nak" balas Bu Dewi .


" Iya bu pasti Yuda akan menjaga Ria dengan baik " balas Yuda lagi .


Setelah selesai , Yuda pun bergeser bergantian dengan Hendri yang ingin pamit dengan Bu Dewi dan Dinda .


Setelah Hendri giliran Ria yang berpamitan dengan sang ibu .


" Bu , Ria pamit dulu . Jaga kesehatan ibu baik - baik ya . Jika ada apa - apa jangan lupa kabari Ria . Jika ada waktu Ria sempatkan pulang untuk menengok ibu di sini " ucap Ria lesu .


" Iya Ri , ibu akan selalu mengabarimu " jawab Bu Dewi sendu .


" Dinda jaga ibu baik - baik , temani ibu , dan bantuin ibu " ucap Ria berpesan kepada sang adik perempuannya .


" Iya mbak " jawab singkat Dinda menahan tangis .


" Ran , mbak percaya kamu bisa menjaga ibu , Dinda dan rumah ini . Jaga kepercayaan mbak ini ya Dek " pesan Ria kepada adik lelakinya .


" Iya mbak InsyaAllah Randi akan menjaga amanah dari mbak Ria ini " ucap Randi yakin .

__ADS_1


" Sudah Ri berpamitannya ? ayo kita jalan sekarang ke buru larut malam nanti " tanya Yuda .


Ria yang mendengar pertanyaan itu dari sang suami pun hanya mengangguk lemah .


Yuda yang melihat jawaban Ria pun berjalan keluar terlebih dahulu menghampiri Hendri yang sudah menunggu di ambang pintu .


Di susul Ria berjalan menggenggam tangan sang ibu dengan erat .


Di teras keluarga yang masih menginap menunggu untuk mengantar kepergian Ria dan Yuda . Yuda dan Hendri saling bergantian pamitan dengan keluarga yang mengantarkan mereka .


Setelah selesai berpamitan Yuda dan Hendri berjalan ke arah mobil untuk menunggu Ria . Ria pun berpamitan dengan sanak saudaranya di luar .


Setelah selesai berpamitan , Ria berjalan ke arah mobil masih menggenggam tangan sang ibu .


Yuda pun membukakan pintu penumpang belakang agar Ria bisa masuk . Saat mendekati mobil dan akan masuk ke dalam mobil tangis Ria pun pecah . Tangis yang sudah ia coba tahan dari tadi akhirnya keluar juga . Ia memeluk sang ibu dengan erat seakan enggan untuk berpisah lagi .


" Maafkan Ria bu harus meninggalkan ibu dalam kondisi seperti ini . Ria sebenarnya berat bu meninggalkan rumah ini tapi sudah kewajiban Ria untuk patuh dengan suami Ria agar ayah dan ibu tidak mendapatkan dosa karena Ria membangkang suami Ria . Maafkan Ria ya bu . . . . " ucap Ria sambil menangis di pelukan sang ibu .


" Tidak perlu minta maaf nak , ibu malah bahagia kalau kamu memilih ikut dengan nak Yuda sekarang . Ibu jadi merasa orang tua yang tidak gagal mendidik anak - anak ibu . Jadi jalani kehidupanmu ini dengan ikhlas ya Ri agar kamu bisa bahagia hidup dengan nak Yuda . Ibu yakin nak Yuda akan menjagamu dengan sangat baik . Terima dia sepenuh hati kamu ya Ri . . . " ucap Bu Dewi yang ikut menangis juga .


" InsyaAllah bu , Ria akan belajar membuka hati Ria " jawab singkat Ria .


" Ya sudah , masuk gih kasian suamimu dan nak Hendri sudah menunggu terlalu lama . Hapus air matamu , hiduplah bahagia mulai sekarang ya Ri . Kamu berhak bahagia nak " ujar Bu Dewi sambil mengurai pelukannya dan mencium kening Ria .


" Iya bu terimakasih , selalu doakan Ria ya bu " pinta Ria lagi . Bu Dewi pun mengangguk , "pasti nak ibu akan selalu mendoakan anak - anak ibu dimana pun kalian berada " .


Ria pun akhirnya masuk ke dalam mobil , Yuda pun menutup pintu mobil dengan hati - hati .


" Yuda pergi dulu ya bu , kalau Yuda libur InsyaAllah kami akan pulang ke sini " pamit Yuda lagi sambil mencium punggung tangan Bu Dewi .


" Iya nak hati - hati di jalan . Titip Ria ya , jagain dia dan yang paling penting tolong sabar ya kalau ada perilaku atau ucapan Ria kurang berkenan untuk nak Yuda " Bu Dewi berpesan kepada Yuda .


" Iya bu terimakasih nasehat nya " ucap Yuda singkat .


Yuda pun masuk ke dalam mobil . Dia memilih untuk duduk di depan samping Hendri yang mengemudi agar nanti bisa bergantian kalau Hendri lelah di tengah jalan .


" Pergi dulu ya Bu , Assalamualaikum wr wb " pamit Yuda .


" Waalaikumsalam hati - hati ya " balas Bu Dewi .


Ria masih mengeluarkan air matanya karena harus berpisah dengan keluarganya . Yuda yang duduk di depannya bingung harus apa . Sedangkan Hendri hanya melirik bolak balik pasangan suami istri itu dari kaca spion .


" Yud , Yud kamu ini bener - bener ya , istri masih sedih kok malah di diami kayak gini . Hibur kek , kasih tisu kek hah . . . susah kalau lali - laki engga pernah pacaran langsung menikah , engga ada romantis - romantisnya " gumam Hendri dalam hati .


Karena sudah kesal dengan sahabatnya Hendripun menyodorkan tisu di depan kepada Yuda . Yuda yang melihat tissu yang di sodorkan pun sedikit bingung .


" Buat apa tissu ? aku tidak butuh tissu " tanya Yuda dengan polosnya . Hendri hanya memiringkan kepalanya ke arah belakang dengan sedikit melirik ke arah Ria .


Yuda yang paham akan kode dari sahabatnya itu pun mengambil tissu itu lalu memutar badannya untuk melihat kondisi Ria yang berada di belakangnya .


" Ini Ri ada tissu untuk menghapus airmatamu . Sudah ya jangan menangis terus , nanti mata kamu bengkak lho " ucap Yuda . Hendri hanya menggelengkan kepalanya pelan mendengar ucapan sang sahabat yang kaku itu .


Ria yang melihat Yuda menyodorkan tissu pun mengambilnya , " Terimakasih " ucapnya singkat .


Yuda pun memutar badannya lagi ke arah depan sambil menyandarkan punggung dan kepalanya di bangku mobil . Ia mencoba menutup matanya karena dari tadi sudah menahan dadanya yang terasa sesak .


Malam semakin larut , perjalanan mereka baru setengah jalan . Hendri sudah merasa lelah dan mengantuk . Sedangkan Yuda dan Ria sudah tertidur 1 jam yang lalu .


Di depan ada rest area , Hendri membelokkan mobilnya ke arah rest area tersebut untuk mengistirahatkan sebentar badannya dan mobilnya .


Mobil itupun berhenti di depan sebuah coffe shop yang buka 24 jam di rest area itu . Yuda yang merasakan mobil berhenti pun mengerjapkan matanya dan bangun dari tidurnya itu .


Hendri yang melihat Yuda terbangun pun berkata , " Istirahat sebentar ya Yud , aku ngantuk sekali mau cari kopi dulu . Mobil juga butuh istirahat sebentar biar aman " ucap Hendri kepada Yuda .


" Ya engga apa - apa " balas Yuda sambil menggeliatkan badannya .


" Aku cari kopi dulu ya , kamu mau juga engga ?" tanya Hendri sambil melepas sabuk pengaman dan membuka pintu mobil .


" Belikan Coffelatte 1 sama coklat panas 1 saja" balas Yuda .


" Oke " jawab Hendri sambil keluar dari mobil dan pergi ke arah coffe shop itu .


Yuda di dalam mobil memutar badannya dan melihat ke arah Ria yang masih tertidur dengan kepalanya menyandar ke samping kanan dan kedua tangannya terlipat di depan dadanya . Ria kelelahan karena banyak menangis dari tadi .


Yuda yang melihat itupun berpikiran kalau Ria sedang kedinginan . Dia pun keluar dari mobil dan membuka garasinya . Dia membuka tasnya dan mengambil jaketnya untuk dia selimutkan di badan Ria .


Setelah mengambil jaket itu , Yuda menutup bagasi dengan pelan dan berjalan ke arah pintu Ria dan membukanya . Dia buka jaket itu dan dia sematkan ke badan Ria .

__ADS_1


Setelah selesai memakaikan jaket itu . Yuda memilih menunggu Hendri di luar mobil untuk mencari angin dan merileks kan badannya yang sedikit terasa pegal .


Tak selang berapa lama , Hendri pun keluar dari coffe shop itu dengan membawa 1 gelas kopi di tangan kanannya dan 1 kantong plastik berisi 2 minuman pesanan Yuda di tangan kirinya .


Hendri pun menghampiri Yuda yang duduk di depan mobil mereka . Hendri pun duduk di sebelah Yuda .


" Ini Yud , pesanan kamu " ucap Hendri sambil menyodorkan katong plastik itu ke Yuda .


" Makasih " balas Yuda singkat sambil meraih kantong plastik itu .


" Coklat panas buat siapa Yud ? bukannya kamu tidak terlalu suka coklat panas ? " tanya Hendri heran .


" Buat Ria Hen , nanti kalau dia bangun biar diminum " jawab Yuda singkat .


" Ooo . . . eh Yud ngomong - ngomong , kok bisa Ria tiba - tiba berubah pikiran ? kamu paksa ya ? " tanya Hendri curiga .


" Enak saja nuduh orang . Aku aja sampai sekarang masih engga percaya dia ikut dengan kita " ucap Yuda kesal .


" Bukannya nuduh , cuma aku bingung aja kok tiba - tiba di menit - menit terakhir ada keajaiban dia mau ikut sama kita itu kan aneh Yud . Aku pikir kamu sudah mengancamnya dan memaksanya " ucap Hendri tanpa rasa bersalah .


" Enak aja kalau ngomong . Jangan asal nuduh , aku juga engga tahu kenapa dengan Ria kok tiba - tiba berubah pikiran secepat itu . Tapi dari tadi yang selalu dia katakan tidak mau membuat ayahnya sedih dan lain sebagainya . Apa mungkin ya Hen , dia memimpikan ayahnya sedang sedih ? " ucap Yuda asal .


" Hush percaya kok sama begituan . Percaya itu sama Allah . Ya kita anggap saja kalau Allah sudah membuka hati dan pikiran Ria . Allah kan mudah membolak balikkan hati umatnya " jawba Hendri sok bijak .


" Iya ya Hen , kita ambil hikmahnya saja lah " jawab Yuda singkat .


Mereka pun mengobrol sambil menghabiskan kopi yang ada di tangan mereka masing - masing .


Setelah kopi mereka habis , Yuda pun mengajak meneruskan perjalanan . Hendri meminta untuk bergantian karena dia sudah tidak kuat karena mengantuk . Yuda pun tidak berkeberatan , dia sudah merasa segar karena tadi sudah sempat tidur walau hanya 1 jam saja .


Mereka pun kembali masuk ke dalam mobil . Dengan bertukar tempat duduk . Yuda di bagian pengemudi dan Hendri duduk di sampingnya .


Ria masih terlela dalam tidurnya . Mobil pun mulai berjalan kembali . Tak menunggu lama Hendri pun tertidur . Yuda masih terjaga dan sedang fokus mengendarai mobilnya .


Terdengar dari bangku belakang suara Ria yang terbatuk - batuk . Yuda pun melihatnya dari kaca spion .


" Uhuk . . . Uhuk . . . Uhuk . . . "


" Kenapa Ri ? " tanya Yuda sedikit panik .


" Engga kenapa - kenapa mas , aku cuma sedikit tersedak saja " jawab Ria singkat .


" Ini ada coklat panas tapi mungkin sudah tidak terlalu panas . Minumlah aku sengaja membelikan untukmu " balas Yuda sambil tangannya menyodorkan gelas pakai tangan kirinya ke arah Ria dengan pandangannya masih fokus ke depan .


Ria yang melihat itu pun mengambil gelas coklat panas itu . " Terimakasih " ucapnya singkat kepada Yuda .


" Sama - sama , cepat diminum " balas Yuda .


Ria pun meminum coklat panas itu dengan hati - hati .


" Masih terasa panas atau hangat tidak ? " tanya Yuda .


" Masih hangat sedikit tapi tidak apa - apa " jawab Ria .


" Maaf ya beli nya sudah dari tadi waktu gantian sama Hendri . Aku mau membangunkanmu tapi aku tidak enak takut mengganggu istirahatmu " ujar Yuda sambil fokus melihat ke depan .


" Tidak apa - apa masih hangat kok . Ssshhhhh . . . " ucap Ria sambil sedikit mendesah tangannya mengusap - usap kedua lengannya karena kedinginan .


" Pakai saja jaket itu Ri , kamu kedinginankan ? " ucap Yuda yang melihat sang istri kedinginan .


" Jaket siapa ini mas ? " tanya Ria .


" Itu jaketku , pakai saja biar hangat " jawab Yuda .


" Apa tidak apa - apa kalau aku pakai " ragu Ria .


" Ya tidak apa - apa memang kenapa ? tadi juga aku sendiri yang mengambilkan dari bagasi jadi tidak perlu sungkan cepat pakailah " ucap Yuda .


Ria pun memakai jaket Yuda tersebut . Yuda yang melihat Ria sudah mau memakai jaketnya pun tersenyum . Yuda dan Hendri tidak merasa kedinginan karena dari berangkat mereka sudab memakai baju hangat mereka masing - masing . Hendri memakai hoodie dan Yuda memakai sweter rajut yang agak tebal yang selalu ia bawa kemana pun ia pergi .


Jam sudah menunjukkan pukul 4 pagi mereka pun sudah memasuki perbatasan kota . Setelah terbangun karena tersedak tadi , Ria memilih tetap terjaga untuk menemani sang suami yang sedang mengendarai mobil itu . Satu jam lagi mereka akan sampai di kediaman Yuda . Hendri masih tertidur dengan nyenyaknya .


" Nanti subuhan di rumah saja ya Ri , ini sebentar lagi kita sudah sampai kok " ucap Yuda .


" Iya terserah mas saja " balas Ria yang memandang ke arah keluar mobil .


" Akhirnya aku kembali lagi ke kota ini . Tak di sangka sekarang aku tidak hanya merantau tapi aku akan menetap di kota ini . Welcome back Ria di kehidupan baru di kota ini " gumam Ria dlama hati nya .

__ADS_1


__ADS_2