Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Membongkar Rahasia


__ADS_3

Bu Lina pun mengetuk pintu kamar Ria dan masuk ke dalam kamar . Terlihat Ria tertidur di atas ranjangnya sambil tangannya menggenggam tangan sang ibu agar tidak di tinggal sendirian .


Bu Lina mendekat ke arah Bu Dewi dan menanyakan kondisi Ria .


" Bagaimana kondisi Ria sekarang Bu ? maaf saya baru tahu tadi Yuda lupa mengabari saya " ucap Bu Lina menjelaskan .


" Tidak apa - apa Bu , alhamdulillah Ria sekarang sudah baikan . Cuma ini saya tidak boleh kemana - mana tangan saya di pegang erat kayak gini " balas Bu Dewi sambil tersenyum memperlihatkan genggaman tangan Ria kepada Bu Lina .


" Ria kalau sakit selalu begitu ya Bu , tidak mau di tinggal sendiri " balas Lina lagi sambil tersenyum membayangkan saat ia meerawat Ria di rumah sakit dulu .


" Iya bu , Ria kalau sakit manjanya minta ampun . Tidak mau kalah sama adik - adiknya " cerita Bu Dewi singkat . Bu Lina yang mendengar pun hanya tersenyum .


" Padahal ini saya harus bantuin orang - orang buat acara nanti malam , gimana ya ini anak tidak mau melepaskan tangan saya " keluh Bu Dewi bingung .


" Bagaimana kalau saya yang mengurus semua persiapan untuk acara nanti malam Bu ? itupun kalau ibu Dewi mengijinkan sebagai tuan rumah " ujar Lina menawarkan .


" Apa tidak merepotkan Bu Lina ? saya sih tidak keberatan kalau Bu Lina tidak repot " ucap Bu Dewi sungkan .


" Ah tidak repot bu , kan tinggal mengecek saja apa ada yang kurang atau tidak . Ya sudah saya keluar dulu , saya cek dulu pekerjaan di dapur sampai dimana " ucap Bu Lina pamit .


" Sebelumnya terimakasih banyak ya Bu , maaf sudah merepotkan " ucap Bu Dewi sungkan .


" Sama - sama bu , kita kan sudah ajdi keluarga jadi tidak perlu sungkan " Bu Lina pun pergi keluar kamar .


Saat keluar kamar , Bu Lina terkejut dengan Yuda yang berdiri bersandar di tembok fekat pintu kamar Ria .


" Astaghfirullah , kamu ini ngagetin Mama aja sih Yud " keluh Lina sambil mengelus dadanya .


" Maaf Ma , aku tidak bermaksud mengagetkan Mama . Mama cepat sekali keluarnya ? keadaan Ria bagaimana Ma ? " tanya Yuda beruntun .


" Tanya itu satu - satu bingung Mama mau jawabnya " ujar Lina .


" Ria sudah membaik , tuh dia lagi tidur . Mama keluar karena mau ngecek persiapan buat acara tahlilan nanti malam karena Bu Dewi tidak bisa kemana - mana tangannya di pegang Ria terus " jelas Lina .


Yuda hanya mendengarkan ucapan sang ibu dengan diam .


" Sudah ah Mama mau ke dapur dulu " ujar Lina lagi dan beranjak meninggalkan sang putra .


Yuda pun hanya diam terpaku melihat sang ibu pergi ke dapur . Setelah sang ibu menghilang dari pandangannya , Yuda mengalihkan penglihatannya ke arah pintu kamar Ria dengan sendu .


" Ingin sekali aku menemanimu Ri , tapi sampai sekarang kamu belum mau menerima kehadiranku " gumam Yuda dalam hati lalu ia pun menghembuskan nafas nya dengan kasar .


Yuda pun beranjak pergi keluar rumah untuk mengalihkan pikirannya .


Saat melihat - lihat suasana di desa , terlihat dari jauh Hendri sedang berjalan dengan seseorang . Tadi setelah Lina pergi ke kamar Ria , Hendri pamit pergi ke warung untuk membeli sesuatu .

__ADS_1


" Hendri jalan dengan siapa itu ? kok terlihat akrab sekali ? " ucap lirih sambil tidak beralih melihat ke arah sahabatnya itu .


Sedangkan Tuan Hanan yang ada di dalam rumah pun lalu ikut keluar ke teras dan melihat putranya hanya berdiri sendirian sambil melamun .


" Yud , lagi apa kamu ? " tanya Tuan Hanan kepada putranya lalu duduk di kursi teras .


" Eh , Papa , lagi engga ngapa - ngapain kok Pa . Cuma pengen nyari angin aja di sini " jawab Yuda sambil beranjak duduk di kursi teras samping sang ayah .


"Bagaimana dengan pekerjaanmu tidak ada masalahkan karena kamu tinggalin ? " tanya Hanan .


" Tidak ada masalah Pa lancar saja " jawab Yuda .


" Lalu kamu mau kapan pulang ke kota ? " tanya Hanan lagi .


" Mungkin antara besok malam atau lusa pagi Pa . Soalnya ada meeting yang penting yang engga bisa aku batalin lagi " jawab Yuda .


" Nanti kamu pulang dengan Ria juga kan ? " tanya Hanan lagi .


" Seharusnya sih iya Pa , cuman aku belum berbicara langsung dengan dia . Aku bingung harus bicara bagaimana menjelaskan dengannya " jawab Yuda menerawang .


" Lebih baik memang harus kamu bicarakan terlebih dahulu dengan Ria Yud , kita sebagai laki - laki yang sudah menikah tidak boleh memutuskan sesuatu sendiri harus di diskusikan terlebih dulu dengan istri kita . Kita tidak boleh egois " ucap Hanan menasehati .


" Iya Pa , rencana tadi mau bicara dengan Ria terlebuh dahulu tapi keburu dia pingsan " ucap Yuda lesu .


" Kan masih ada waktu , nanti malam atau besok pagikan juga bisa " ucap Hanan lagi .


" Yud , apa kamu sudah ada rencana untuk membuat acara resepsi pernikahanmu ? " tanya Hanan .


" Menikah secara negara aja belum kok Pa , aku sih berencana mau menikah ulang dulu dengan Ria agar kami sah secara agama maupun negara . Baru kami akan memikirkan tentang resepsi itupun kalau Ria mau " jelas Yuda .


" Pasti itu kalau masalah menikah ulang , Papa sih mau nya juga begitu . Tapi kalau bisa pikirkan juga acara resepsi nya juga . Kamu tahukan Papa dan Mama hanya memiliki anak kamu saja . Dari dulu kami ingin membuat pesta pernikahan untuk anak kami dengan meriah . Apalagi Papa mempunyai banyak teman dan rekan bisnis begitupun Mama mu . Kau pun juga harus memperkenalkan Ria di depan rekan bisnismu . Jadi Papa harap kamu pikirkan hal ini juga " ucap Hanan .


" Iya Pa , sudah Yuda pikirkan . Nanti deh kalau kami sudah menikah ulang , akan aku diskusikan dengan Ria dulu " jawab Yuda .


" O ya Yud , Papa sama Mama rencananya besok mau ke sini untuk melamar Ria secara resmi dan menyerahkan beberapa hadiah untuk Ria dan keluarganya yang sudah Mamamu persiapkan dari kemarin " Hanan memberitahu .


" Hah melamar ? kan Yuda dengan Ria sudah menikah secara agama Pa . Kami kan sudah resmi jadi suami istri " jawab Yuda terkejut .


" Dasar bocah gemblung , kamu nikahin Ria kan karena terburu - buru . Dan kamu pasti belum melamar Ria secara pribadikan . Bahkan Papa dan Mama kamu kabari beberapa saat sebelum kamu ijab kabul . Makanya kemarin Mama mu marah denganmu karena menikahi anak orang kok seperti mainan . Papa dan Mama melakukan ini karena kami ingin menghargai Ria dan keluarganya . Papa tidak mau keluarga Ria menilai kalau kamu tidak mempunyai keluarga jadi mau tidak mau besok kami ke sini lagi dengan beberapa rombongan . Kamu bersiap saja di sini . Nanti biar Mama mu yang memberitahu ibu mertuamu agar tidak kaget " jelas Hanan . Yuda pun hanya pasrah saja .


" Ya sudah terserah Mama dan Papa aja . Yuda ikut aja " .


" Mati aku Ria pasti akan tambah amrah denganku karena tidak memberitahunya . Fix aku nanti malam akan bicara semua kepada Ria agar dia tidak marah terus denganku " gumam Yuda dalam hati sambil ia mengusap wajahnya .


" Assalamuallaikum " ucap salam Hendri dan Sella bersama .

__ADS_1


" Waalaikumsalam , darimana Hen ? " tanya Tuan Hanan .


" Dari warung om , ada apa ini kok muka Yuda lecek amat " ujar Hendri .


" Kamu dari warung atau dari warung sih lama banget . Ada yang perlu aku bicarakan denganmu nih " ucap Yuda gusar .


Melihat suasana mulai tidak baik , Sella pun memilih untuk pergi .


" Maaf mas Hendri saya masuk duluan ya , mau lihat kondisi Ria terlebih dahulu . Permisi dulu Om dan mas Yuda " ucap Sella sungkan lalu berjalan masuk ke rumah . Hendri pun membalas dengan anggukan .


" Kamu ada hubungan apa sama Sella ? inget ada yang nungguin di kota " ucap Yuda .


" Engga ada hubungan apa - apa . Tadi tidak sengaja kita ketemu di warung itu . Kebetulan juga dia mau ke sini jadi ya kami jalan bareng " jawab Hendri .


" Memang siapa yang menunggu dia di kota Yud ? " tanya Tuan Hanan yang tidak tahu .


" Itu Pa , pacar barunya Hendri " jawab Yuda .


" Kamu sudah punya pacar Hen ? " tanya Tuan Hanan kaget kepada Hendri .


" Hehehe iya om , baru aja jadiannya " jawab Hendri malu - malu .


" Wanita macam mana yang mau sama anak gemblung kayak kamu ini ? " ujar Hanan sambil terkekeh .


" Hahahahaha " Yuda hanya tertawa terbahak melihat sang ayah yang sedang menggoda sahabatnya itu .


" Ish Om kok ngatain Hendri seperti itu . Gini - gini ada yang mau lho Om " ucap Hendri bangga .


" Wah Yud , kayaknya wanita itu harus periksa matanya dulu deh . Coba besok kalau kamu sudah pulang suruh tuh pacarnya Hendri buat periksa mata siapa tahu matanya bermasalah " goda Hanan lagi membuat tawa Yuda semakin kencang .


Hendri yang di goda pun hanya cemberut . " Ih Om gitu amat " .


Hanan pun ikut tertawa . " Gimana Om mau percaya kamu aja belum kenalin sama Om " jawab Hanan yang masih tersenyum .


" Papa kenal kok wanita itu . Pernah main dan makan bersama kita " jawab Yuda sambil masih tertawa .


" Memang siapa Yud ? " tanya Hanan bingung kepada sang putra .


" Alin Om temannya Ria " jawab Hendri malu - malu .


" Astaga Alina teman satu kos dan satu pekerjaan Ria itu . Pantas saja waktu di rumah itu kamu kayak cacing kepanasan ternyata lagi curi - curi perhatian dengan dia " seru Hanan .


" Hehehe iya Om , aku sudah ngincer dia lama banget . Eh malah sama si kutu kupret ini di kiranya aku suka sama Ria . Padahal aku deket sama Ria karena mau tahu tentang Alin Om . Si Yuda main cemburu buta dan ngehina Ria seenaknya aja akhirnya ya begini Ria jadi benci banget sama anak satu ini " tanpa sadar Hendri membuka rahasia Yuda di depan sang ayah .


Yuda yang mendengar pun langsung terdiam .

__ADS_1


" Matilah aku , dasar si mulut ember " gumam Yuda sambil menepuk jidatnya lalu menatap tajam ke arah Hendri .


Hendri yang di tatap tajam oleh Yuda pun baru sadar dengan ucapannya , " Mampus aku bisa di gulung ini sama Yuda . Ini mulut kenapa engga ada remnya sih " gumam Hendri sambil mengatupkan mulutnya .


__ADS_2